
sepasang pengantin,yang terlihat sedang berdiri di pelaminan.
semua mata menatap takjub melihat kecantikan Elisa dan ketampanan carlos.
Elisa memakai gaun tanpa lengan berbahan Lace dan berwarna putih.
gaun dengan model gaun ' Lace married wedding dress'.
gaun model gaun berbentuk putri duyung, berbahan Lace, berhasil membuat Elisa terlihat semakin cantik.
sedangkan Carlos menggunakan jas warna hitam, dengan pakaian ini juga semakin membuat Carlos terlihat lebih muda dan tampan.
tapi diantara sekian banyak orang yang sedang berbahagia, ada salah seorang yang sedang duduk di salah satu meja,di sudut ruang, memperlihatkan kedua mempelai ini dengan hati gundah.
bukan nya,dia tidak senang melihat orang yang pernah dia cintai kembali menjadi milik orang lain.
tapi di hatinya yang paling dalam, selalu saja mengatakan bahwa apa yang sedang dia saksikan sejak tadi pagi hanyalah sebuah mimpi belaka.
karena di hatinya yang paling dalam, dia berharap bahwa dia lah yang sedang bersanding dengan Elisa pada saat ini.
tapi itu hanyalah khayalan nya saja.
kenyataan pahit ini,kembali dia rasakan, untuk yang kedua kalinya. orang yang selama ini dia cintai, kini kembali bersanding dengan orang lagi.
pria tersebut adalah Glen, rekan kerja Elisa. yang sudah mencintai elisa selama sepuluh tahun yang lalu. tapi cintanya, telah bertepuk tangan. cintanya tidak pernah di bahas oleh Elisa.
Glen, tersadar dari lamunannya. ketika Dewi, yang sejak tadi mencari- cari keberadaan Glen. dengan tiba-tiba saja sudah duduk di samping nya.
"Glen..."
ucap Dewi sambil menyentuh bahu Glen, dan duduk di samping Glen.
"iya... kamu mengagetkan aku saja."
"ada apa?"
umpat Glen. dengan wajah datarnya.
'lagi asik menghayal juga, ga taunya ada yang mengganggu ketenangan ku.' gerutu' Glen di dalam hatinya.
pasalnya sejak tadi, Glen memperhatikan Elisa yang sedang bersanding dengan Carlos.
dia menghayal bahwa dirinya lah yang sedang bersanding di sana, di samping Elisa.
Glen bahkan sampai tersenyum sendiri membayangkan nya.
" kenapa Melamun?"
tanya Dewi.
"aku tidak Melamun kok. kepalaku hanya sedikit pusing saja"
jawab Glen.
"kalau pusing, seharusnya kamu minum obat dan beristirahat di kamar"
"jika begitu, sekarang aku ingin untuk beristirahat saja di kamar"
jawab Glen, sambil segera bangun dari duduknya.
"biar aku antar ,ya"
Glen berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan ucap dewi.
Dewi berjalan agak cepat untuk mensejajarkan langkah nya dengan langkah Glen.
"Glen,bibi ku Elisa terlihat sangat cantik kan?"
tanya Dewi, sambil meraih tangan Glen. pada saat dia dan Glenn melewatkan, pelaminan.
"ya ... "
jawab Glen singkat.
Dewi yang tau bahwa Glen sedang bad mood, memilih untuk diam saja, ketika Glen mengabaikan perhatian darinya.
sesampai nya di kamar, Glen berpikir.
__ADS_1
merenung kan nasip nya yang harus, menyaksikan orang yang dia cintai bersanding dengan orang lain.
'aku harus move on, dari Elisa '
'sepertinya, saya dan elisa memang tidak berjodoh'
'lebih baik, aku merelakan Elisa untuk menikah dengan orang lain."
pikir Glen.
'sekarang, aku harus bisa melupakan Elisa. dan aku juga harus mendapatkan cinta dewi' pikir Glen.
sekarang dia akan berjuang untuk mendapatkan cinta dari dewi.
'karena cuma Dewi seorang, yang mau membalas cinta ku'
pikir Glen lagi
sementara di pelaminan, dimana terlihat Elisa dan Carlos, sedang sibuk. mereka berdua, terus saja mendapatkan ucapan...
' selamat menempuh hidup baru. semoga bahagia, dan langgeng sampai tua. dan semoga segera mendapatkan momongan'
ucapan selamat ini, tidak ada habisnya, di ucapkan oleh para hadirin di sana.
sampai Elisa sendiri marasa pegal di kakinya, karena sejak tadi dia berdiri lama sekali.
****
Carlos kembali menggendong Elisa memasuki kamar pengantin mereka berdua.karena dia tau, kaki istrinya ini, pasti sakit.
setelah memasuki kamar pengantin, betapa terkejutnya Elisa, ketika melihat kamar yang tadi siang dia tempati sudah berubah drastis.
Carlos menurunkan Elisa di sisi ranjang, dengan sangat hati-hati.
Elisa melihat ke sekelilingnya.
ada yang berbeda di sini. tiba-tiba saja kamar ini menjadi begitu wangi, mungkin wangi ini berasal dari kelopak bunga mawar, atau pengharum ruangan.pikir Elisa.
karena ranjang nya sekarang sedang di penuhi dengan kelompok bunga mawar, yang dengan sengaja di tabur di sana.
bahkan bentuknya berbentuk hati.
karena, ada beberapa lilin berwarna merah sedang di nyalakan di sudut ruangan.
entah kenapa,Elisa jadi merinding dalam situasi seperti ini.
dia tau, apa maksud dari semua ini.
semua ini, pasti idenya Carlos. pikir Elisa.
dia memang menginginkan malam pertama nya dengan Carlos, di lakukan di tempat yang romantis.
tapi penerangan nya tidak hanya menggunakan lilin saja.
pikir Elisa lagi.
sedangkan Carlos, dia tau kalau pada saat ini, Elisa sedang gugup.
dia bisa melihat raut wajah Elisa yang begitu tegang.
apalagi ketika dia duduk di samping Elisa, Elisa begitu kaget ketika dia mencoba untuk menyentuh tangan Elisa.
"sayang..."
panggilan Carlos.
"ya... ada apa"
jawab Elisa dengan sedikit gugup.
"aku lah yang meminta kepada pihak hotel untuk menyiapkan semua ini."
"apakah kamu suka?"
tanya carlos.
"iya, aku suka sekali. tapi ini terlalu gelap untuk saya. apakah lampu nya bisa di nyalakan?"
__ADS_1
tanya elisa.
"apakah kamu lelah?"
tanya carlos.
"ya, saya sedikit merasa lelah."
"jika begitu, kita lansung istirahat saja. lampunya, tidak perlu di nyalakan lagi"
jawab Carlos.
lalu dia membukakan sepatu Elisa, dan melihat kaki Elisa memerah.
"apakah ini sakit?"
tanya carlos.
"ya, sedikit sakit"
Carlos, meniup bagian tumit Elisa yang memerah, sambil mengelus nya pelan.
"sayang, apa yang sedang kamu lakukan?"
"kaki ku, tidak apa2, sebaiknya kamu jangan melakukan hal ini"
ucap elisa sambil menarik kakinya.
tapi Carlos yang memegang pergelangan kaki Elisa, membuat elisa malah terbaring indah di atas ranjang.
Carlos bangun, dan ikut berbaring di samping Elisa.
dengan posisi badan menghadap ke arah Elisa.
"apakah kamu sengaja menggodaku"
tanya carlos.
dia mendekatkan wajahnya ke wajah Elisa.
"tidak..."
"tapi aku sudah tergoda oleh mu"
ucap Carlos dengan senyum sumringah.
"sayang, I love you"
ucap Carlos, lalu mencium bibir Elisa.
keinginan Carlos tidak hanya sampai di situ saja.
tapi dia menginginkan hal yang lebih dari itu, apalagi dia merasakan tidak ada penolakan dari istrinya, Elisa.
sehingga terjadilah, sesuatu yang seharusnya terjadi di antaranya pasangan suami istri.
"sayang aku sudah tidak tahan lagi."
ucap carlos sambil berusaha membuka reksleting gaun Elisa.
Elisa, hanya menurut saja apa yang diinginkan oleh suaminya, Carlos.
seperti biasanya, Carlos selalu senang melihat Elisa yang tidak pernah menolak keinginan dirinya.
"sayang, aku sudah tidak tahan lagi."
ucap Carlos sambil menyatukan kedua nya.
mereka berdua terbaring lemas di atas ranjang, badan elisa terasa seperti remuk. setelah di gempur suaminya,Carlos beberapa kali.
Elisa pun tidak tahu, mereka berdua melakukannya sudah berapa kali.
****
jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak, dengan memberikan dukungan nya.
dan terima kasih juga untuk yang sudah memberikan dukungan nya.
__ADS_1
salam sehat
author