
Vania duduk manis di depan meja riasnya. sekarang ini dia sedang dirias secantik mungkin, di kamarnya oleh seorang penata rias. karena hari ini adalah dimana hari pertunangan dirinya dengan Rafael.
"perpeks.... kamu cantik banget" ucap sang penata rias.
"benar kah?"
"iya.... coba lihat di kaca"
Vania bangkit berdiri, berjalan menuju cermin besar, di lemari pakaiannya.melihat wajahnya dari pantulan kaca lemari itu.
"iya... ternyata saya cantik banget"
ucap Vania menyetujui pendapat sang penata rias,sambil tersenyum puas.
"kamu memang the best" ucap Vania lagi, memuji kehebatan Mirna dalam merias dirinya.
"terima kasih"
"sekarang kita ganti baju mu"
"baiklah. bantu saya ya"
ucap Vania, meminta bantuan.
"baiklah"
Vania memasang gaun nya di bantu oleh Mirna, sang penata rias.
Vania memasang gaun tanpa lengan,berbahan satin dan berwarna silver polos.dengan banyak bordir di bagian atasnya.
"sudah siap.kamu cantik sekali memakai gaun ini" ucap Mirna, sesaat setelah dia selesai mengancing reksleting gaun Vania.
"terima kasih" jawab Vania, sambil kembali berdiri di depan kaca lemarinya.
Vania, berputar-putar di depan kaca, untuk memastikan apakah ada yang kurang dengan penampilan nya.
"sekarang, saya harus menata rambut mu" ucap Mirna. menghentikan tingkah Vania yang turus berputar di depan kaca. bahkan sesekali Vania, menari di depan kaca itu.
"baiklah" jawab Vania,dia kembali duduk di kursi di depan meja riasnya.
Mirna merapikan rambut Vania, lalu dia mengambil sebagian di bagian depan nya saja,dari sebelah kiri dan kanan.lalu menyatukan keduanya dan mengikat nya ke belakang.
setelah itu, Mirna merapikan Voni Vania, dan menggulung nya. lalu memberi jepitan rambut di bagian yang dia ikat tadi.
Ting....
Vania mengambil handphonenya, dan membuka pesan masuk di WhatsApp nya.
"pesan, video" gumam Vania, lalu membuka pesan tersebut.
'apa ini'
gumam vania lagi, sambil terus memperhatikan gambar di video tersebut.
Vania melotot kan matanya, melihat sosok seseorang gadis, yang menggunakan dress mini. gadis tersebut sedang merayap di atas tubuh seorang laki-laki.
'siapa dia' gumam Vania lagi, lalu kembali memutar ulang Vidio tersebut, untuk memastikan siapa yang ada di video itu
__ADS_1
Vania syok setelah menonton video tersebut dengan teliti. dimana di video ini, Vania melihat. ada seorang cowok ganteng, yang sedang tiduran di atas ranjang. lalu tiba-tiba datang seorang anak gadis.
gadis itu duduk di sisi ranjang. mengelap wajah cowok itu dengan menggunakan tissue.
tapi cowok itu malah menarik tubuh gadis itu, sehingga gadis itu terjatuh di atas dirinya. walaupun gadis itu sempat memberontak, tapi akhirnya gadis itu menurut saja pada cowok itu.
bahkan cowok itu melepaskan kancing kemejanya dengan paksa, sehingga kancing bajunya terlepas semua.
cowok itu kembali menarik gadis itu kedalam dekapannya. dan mencium bi**r gadis itu berapa kali. dan gadis itu juga membalas ciuman dari cowok itu.sepertinya, keduanya sama-sama menikmati edegan ini.
dan akhirnya, gadis itu merayap dengan lihainya di atas tubuh cowok itu.
"Vania, ada apa." tanya Mirna yang kaget melihatnya Vania yang tiba-tiba meneteskan air matanya.
"katakan, apa yang terjadi?" tanya Mirna lagi. karena pertanyaan pertama nya tidak direspon oleh Vania.
Mirna mencoba melirik ke handphone milik Vania, yang sedang di genggam oleh Vania .
Vania menyadari bahwa Mirna sedang memperhatikan video dari handphonenya, yang sedang dia tonton saat ini.
"lihat ini" ucap Vania. dia memberi handphone nya pada Mirna.
"bukan kah ini Rafael?" tanya Mirna, tidak percaya bahwa itu adalah Rafael.
"iya .... itu adalah Rafael" jawab Vania, sambil menghapus kan air matanya.
"Vania, kamu yg sabar ya. video ini pasti salah" ucap Mirna, mencoba menghibur Vania.
"iya...." jawab Vania, dalam isakan tangisnya. dia berusaha untuk tenang.
"tapi siapa gadis ini?" tanya Mirna.
"dan siapa yang mengirimkan video ini pada mu?" tanya Mirna lagi. dia penasaran, kenapa pada saat bahagia seperti ini, ada aja yang bikin Vania kecewa.
"ini dari teman ku...." jawab Vania, menggantungkan kalimatnya.
"ya sudah. kamu yang sabar ya. sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja ingin menggagalkan acara pertunangan kalian berdua" ucap Mirna, mencoba menenangkan hati Vania.
mendengar ucapan dari Mirna,Vania lansung ingat akan seseorang yaitu ....
"sepertinya, memang ada orang yang ingin memisahkan aku dan Rafael" jawab Vania, membenarkan pendapat Mirna.
"saya pikir juga begitu. jangan di pikir kan lagi ya. sudah.... berhenti lagi nangis nya. sebentar lagi, kamu pasti akan di panggil oleh nyonya Elisa atau oleh nenek mu, nyonya." ucap Mirna, sambil mengembalikan handphone Vania. lalu mengelus bahu Vania dengan halus, untuk menenangkan hati Vania.
"hiks ... hiks .... tapi aku sudah kecewa pada Rafael. apa mungkin, aku masih bisa menerima penghianatan dari Rafael?" dalam tangisnya, Vania bertanya pada Mirna.
"saya juga bingung harus bilang apa... tapi menurut saya, Rafael tidak mungkin melakukan semua itu dengan sengaja."
"lalu.... aku harus bagaimana?"
"apakah aku harus melanjutkan acara pertunangan ini, atau sebaliknya"
tanya Vania, masih dalam Isak tangisnya.
"menurut saya. sebaiknya, acara pertunangan ini di lanjutkan saja."
"orang tua mu bisa malu jika kamu membatalkan acara lamaran ini secara tiba-tiba. apalagi para tamu sudah banyak yang datang" ucap Mirna, memberikan saran pada Vania.
__ADS_1
" hiks .... hiks ..... tapi bagaimana jika gadis itu, hamil...."
"bisa-bisa aku kecewa lagi" jawab Vania.
"kamu yang tenang ya. nanti kita bisa cari bukti apakah Rafael selingkuh atau ini cuma jebakan. jika, suatu saat nanti dia terbukti selingkuh, kamu bisa membatalkan pernikahan kalian,kelah."
"tapi untuk sekarang, kamu jangan sampai membatalkan acara lamaran ini. kasihanilah orang tua mu, mereka bisa malu jika kamu membatalkan acara pertunangan ini" ucap Mirna.
"baiklah" jawab Vania. lalu menghapus air matanya.
tok tok tok
suara ketukan pintu kamar Vania.
"Vania, sayang. apakah kamu sudah siap, semuanya sedang menunggu mu"
"ya ma.... sebentar lagi Vania turun"
jawab Vania. dia hapal dengan suara ibunya.
Vania memang sosok gadis yang sabar. sama seperti ibunya, Elisa.
di saat hati nya sedang kecewa seperti inipun, vania masih bisa tenang, seakan tidak masalah yang sedang terjadi.
"sudah selesai...." ucap Mirna. sambil memperhatikan wajah Vania ya baru saja dia poles kembali. karena tadi Mike up Vania sempat luntur, akibat bercucuran air mata.
"terima kasih. sekarang bantu aku turun" jawab Vania. sambil bangkit berdiri.
Vania berhenti sesaat di depan kaca. memperhatikan dirinya di sana. lalu menarik nafas panjang, kemudian menghembusnya kembali.
'aku harus kuat. aku harus kelihatan baik-baik saja, supaya acara ini berjalan dengan lancar. aku tidak mau mengecewakan ayah,mama dan juga nenekku nyonya Salva' batin Vania, lalu kembali melangkah kan kakinya, untuk berjaga keluar dari kamar nya.
Vania bejalan menuruni tangga. tatapannya menatap kosong. dia terus melangkah, dengan senyuman bibir nya yang dia paksakan. ada rasa sakit di hatinya setelah melihat video tadi.
"nyonya Elisa. putri mu cantik sekali" ucap salah seorang ibu-ibu.
Vania sadar dari lamunannya, setelah mendengar ucapan ibu-ibu itu. dia kembali melangkah kan kakinya yang tadi sempat terhenti.
melangkah dengan senyuman semanis mungkin.membuat semua orang yang hadir di sana tidak pernah menyangka bahwa Vania sedang dalam keadaan yang sangat kecewa.
****
kecewa....
gadis mana yang tidak kecewa setelah melihat video sang kekasih pujaan hati nya sedang bermesraan dengan gadis lain.
begitu juga yang di rasakan oleh Vania saat ini.
dia sangat kecewa.
tapi Vania bukan lah Sosok gadis yang gampang terpancing emosi.
Vania lebih memilih untuk mencari tahu dulu tentang kebenaran nya, barulah dia bisa menilai suatu kejadian.
walaupun Vania sangat kecewa pada kekasihnya, Rafael. tapi cintanya pada Rafael dan juga karena alasan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, akhirnya Vania memutuskan untuk melanjutkan acara pertunangan ini.
...*yuk komen, supaya author lebih semangat lagi untuk update....
__ADS_1
...terima kasih*...