LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
saran dari nyonya Salva


__ADS_3

tidak terasa, kini sudah dua Minggu Elisa menjadi tunangan dari Carlos.


setiap hari Carlos dan Elisa saling memberikan kabar.


dan sekarang Carlos lebih sering melakukan video call sama Elisa. dan pada saat dia menelpon elisa, carlos selalu menanyakan kabar ketiga calon putri sambung nya.


Carlos benar-benar ingin sekali dekat dengan ketiga putri Elisa, ia juga selalu ingin bicara dan melihat wajah putri Elisa, terutama Maureen dan Felicia.


tidak tahu kenapa tingkah lucu Feli dan Maureen selalu membuat Carlos gemes.


begitu juga dengan nyonya Salva. sesekali nyonya Salva melakukan video call sama Elisa. tapi sayang


mereka berdua tidak bisa mengobrol lebih lama karena keduanya sama hanya bisa menguasai bahasa negara dari lawan bicara.


Elisa belum lancar menggunakan bahasa Inggris, dan nyonya Salva juga tidak lancar menggunakan bahasa Indonesia.


jadi keduanya hanya bisa saling menyapa dan mengucapkan salam saja, hanya sampai di situ saja.


tetapi nyonya Salva yang selalu merindukan sosok Elisa sebagai menantunya selalu mengirimkan pesan teks lewat WhatsApp, atau bisa disebut chatting an sama Elisa dengan menggunakan Google translate.


dengan begitu nyonya Salva bisa mengobrol lebih banyak dengan Elisa.


siang ini, nyonya Salva datang ke kantor Carlos. dia ingin membicarakan tentang pernikahan Carlos dan Elisa, secara langsung sama Carlos.


sebetulnya nyonya Salva sudah lama sekali membahas masalah ini dengan Carlo, tapi Carlos yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan nya tidak pernah punya waktu untuk bicara padanya.


siang ini nyonya Salva datang ke kantor Carlos, dengan membawa makan siang untuk putra semata wayangnya Carlos, mengingat dia akan bicara cukup lama sama Carlos jadi Carlos tidak punya waktu untuk makan siang dia luar.


tok...tok


"masuk...."


jawab Carlos, yang mendengar ketukan pintu ruangan nya, segera mempersilakan tamunya untuk masuk, tanpa berpikir siapa tamunya yang akan datang.


"selamat siang."


ucap nyonya Salva, sambil berjalan menuju ke arah Carlos.


"ibu... selamat siang."


ucap Carlos, setelah melihat bahwa Ternyata ibunya yang datang bertamu dengan nya.


"ada apa ibu datang kemari"


tanya carlos lagi.


"ada yang ingin ibu bicarakan padamu"


jawab nyonya Salva, lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Carlos.


Carlos berjalan menuju ibunya, dan segera duduk di sofa tepat di samping ibunya.

__ADS_1


"ada hal penting apa yang ingin ibu bicarakan?"


"bicaralah..."


ucap carlos.


"sebaiknya kamu makan siang terlebih dahulu. ini ibu bawakan makan siang untuk mu"


ucap nyonya Salva,sambil membuka rantang makanan yang dibawanya untuk Carlos.


"baiklah. ibu tau saja bahwa saya sedang lapar"


ucap Carlos dengan wajah bahagia melihat makanan kesukaan nya ada di depan mata.


dan Carlos menyantap makanan nya dengan lahap.


setelah Carlos selesai makan, barulah nyonya Salva bicara.


"Carlos.... bagaimana perkembangan rencana pernikahan mu dengan Elisa ?"


tanya nyonya Salva.


"semuanya berjalan dengan baik Bu. tinggal menunggu waktu yang tepat bagiku untuk datang ke negara Elisa"


jawab Carlos dengan santainya.


"maksud mu,apa Carlos ?"


tanya nyonya Salva.


jawab Carlos.


"aku hanya menunggu waktu senggang ku untuk datang menemui Elisa dan segera menikah Elisa di negara asalnya."


jawab Carlos lagi.


"Carlos ada yang salah disini...."


ucap nyonya Salva.


"maksud ibu apa ?"


"apa yang salah Bu.... apakah ibu berubah pikiran ?"


"dan ibu bermaksud untuk membatalkan rencana pernikahan kami ?"


tanya carlos dengan wajah kesal, karena dia berpikir bahwa ibunya tidak menyetujui pernikahan nya dengan Elisa.


"kamu salah Carlos. orang yang beragama katolik tidak bisa menikah dengan semudah itu Carlos."


ucap nyonya Salva.

__ADS_1


"maksud ibu apa...?"


tanya Carlos.


"maksud ibu. setiap orang yang ingin menikah secara agama katolik, mereka harus memenuhi persyaratan nya terlebih dahulu. tidak seperti di agama lainnya, yang tinggal daftar ke kantor agama trus dengan persetujuan dari orang tua wanita lalu keduanya sudah bisa melakukan pernikahan."


"lalu aku harus bagaimana ...?"


tanya carlos.


"sebaiknya kamu harus segera datang ke Indonesia untuk menemui Elisa. dan kamu lansung daftar pernikahan mu di Pastoran di tempat tinggal Elisa."


ucap nyonya Salva.


"baiklah...."


jawab Carlos, walaupun dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh ibunya, tapi Carlos tetep mengikuti saran dari ibunya.


"Carlos.... setiap orang yang ingin menikah secara agama katolik, mereka harus mendaftar terlebih dahulu, setelah itu, ikut kursus nikah atau kanonik. dan setelah dianggap pantas untuk menikah barulah pernikahan di umumkan di gereja selama 3 kali berturut turut atau tiga Minggu kemudian baru bisa menikah."


nyonya Salva mencoba menjelaskan pada anaknya Carlos.dan dianggukan oleh Carlos sebagai tanda bahwa dia mengerti.


nyonya Salva memang banyak tahu tentang syarat pernikahan dalam agama katolik, karena agama nyonya Salva dulu adalah katolik.


"sebaiknya, kamu segera menemui Elisa."


ucap nyonya Salva.


"baiklah. saya akan segera menemui Elisa dalam waktu dekat ini"


jawab Carlos.


setelah mendengar penjelasan dari ibunya, Carlos sudah mengerti bahwa banyak sekali prosedur yang harus dia penuhi dalam mengurus pernikahan nya dengan Elisa.


selama ini Elisa hanya mengatakan bahwa, dia akan selalu siap kapan saja Carlos membawa nya mengucap janji setia nya di altar pernikahan, di depan pastor dan di saksikan oleh keluarga dari keduanya.


Elisa tidak pernah sama sekali mengatakan bahwa ada beberapa syarat yang harus mereka penuhi sebelum menikah.


Elisa cuma mengatakan jika Carlos ingin segera menikah nya, maka Carlos harus segera menemuinya barulah mereka berdua bisa mendaftar kan pernikahan mereka berdua di kantor paroki.


Elisa adalah tive wanita yang pemalu dan tidak akgresif.


'mungkin Elisa marasa tidak pantas untuk menjelaskan semuanya padaku, karena dia takut aku berpikir, bahwa dia adalah wanita yang sangat agresif. mungkin Elisa ingin aku mendengarkan nya secara langsung informasi ini pada saat kami mendaftar kan pernikahan kami Di kantor paroki'


pikir Carlos, dia ingin mencoba memahami Elisa.


setelah mendengar penjelasan dari ibunya, Carlos lansung melakukan video call pada Elisa.


Carlos berpikir bahwa dia akan menanyakan secara langsung pada Elisa tentang syarat apa saja yang harus dia bawa pada saat dia dan Elisa mendaftar pernikahan mereka berdua di kantor paroki, di negara asal Elisa.


Carlos bersedia memenuhi syarat apapun yang di minta dari pastor untuk bisa menikahi Elisa, mengingat dia adalah seorang muslim.

__ADS_1


cinta memang butuh pengorbanan. itulah yang akan Carlos lakukan untuk bisa menikahi Elisa.


walaupun Carlos sendiri yang memilih untuk menjadi seorang Kristen,dan tanpa paksaan dari siapapun. tapi jika Carlos tidak benar-benar mencintai Elisa, maka mungkin saat ini, Carlos belum bisa mengambil keputusan ini untuk menjadi seorang Kristen. karena tidak ada alasan baginya untuk pindah agama.


__ADS_2