
seharian ini Carlos mencari handphone nya. dia sudah bertanya Sama semua staf dikantornya, tapi tidak seorang pun yang melihatnya handphone miliknya.
dan akhirnya Carlos bertanya sama asisten pribadinya.
"alvaro apakah kamu melihat handphone ku, sepertinya handphone ku tercecer di suatu tempat. aku tidak menemukan nya sejak semalam".
"saya tidak melihat handphone anda tuan" jawab alvaro, asisten Carlos, dengan menundukkan wajahnya, karena takut dimarahin Carlos.
alvaro tahu betul sikap Carlos,dia suka emosi jika sedang bad mood.
Carlos yang masih kebingungan mencari handphone nya, mencoba mengiat ingat kembali dimana terakhir kalinya dia menggunakan handphone nya.
'semalam pada saat dalam perjalanan pulang ke rumah, saya sempat menelepon Eric di mobil. itu artinya handphone saya tertinggal di mobil.gumam Carlos.'
' tapi saya sudah mencarinya di dalam mobil dan saya tidak juga menemukan handphone saya. atau mungkin handphone saya tertinggal di dalam kamar.'
'sepertinya tertinggal di dalam kamar.
tapi aku juga tidak menemukan nya di kamar. atau mungkin semua ini adalah ulah ibu.'ucap Carlos di dalam hatinya.
'ibu.... awas saja ya jika semua ini adalah ulah ibu!!!!!'
'elisa.... jangan jangan ibu melakukan hal buruk pada Elisa. ibu kan suka kepo sama urusan aku'. gumam Carlos di dalam hatinya.
Carlos sudah tahu betul sifat ibunya, yang suka jahil pada wanita manapun yang mencoba mendekati nya.
'aku yakin ini semua adalah ulah ibu'. gumam Carlos.
***
setalah merasa yakin bahwa ibunya lah yang sudah menyembunyikan handphone nya. Carlos akhirnya segara bergegas pulang ke rumahnya.
setelah sampai di rumahnya. Carlos lansung masuk kedalam kamar ibunya, dan benar saja, dia melihat ibu nya sedang menggenggam handphone miliknya.
"ibu.... "Carlos menggigil ibunya dengan nada sedikit kasar.
nyonya Salva begitu kaget melihat kedatangan Carlos yang begitu tiba-tiba.
"Carlos...." ucap nyonya Salva dengan wajah ketakutan.
"ibu ... apa yang sedang ibu lakukan dengan handphone ku" tanya Carlos Dangan nada suara mengintrogasi. sambil berjalan ketempat ibunya
"ibu... tolong kembalikan handphone ku Bu!!!"
__ADS_1
"apa yang telah ibu rencanakan dengan menyembunyikan handphone ku"
tanya Carlos dengan nada mengintrogasi.
'jangan-jangan ibu sudah melakukan hal buruk pada Elisa.batin Carlos di dalam hatinya'.
"ibu tidak melakukan apa-apa dengan handphone mu Carlos. ibu hanya ingin meminjam handphone mu sebentar saja Carlos". ucap nyonya Salva berusaha membela diri nya.
'aduh gimana ini. pesan dari Elisa kan belum sempat aku hapus?
bisa-bisa aku ketahuan dong sama Carlos bahwa aku sudah chat Elisa.'
ucap nyonya Salva di dalam hatinya.
"kembalikan handphone ku Bu." ucap carlos sambil berusaha meraih handphone nya dari tangan ibunya.
betapa terkejutnya Carlos setelah membaca pesan terakhir dari elisa yang belum sempat di balas oleh ibunya.
"apa maksud dari semua ini Bu..? "
tanya carlos dengan suara nyaring.
inilah untuk pertama kalinya Carlos membentak ibunya.
"apa yang sudah ibu lakukan pada Elisa?"
"ibu hanya ingin tahu, Elisa itu seperti apa" jawab nyonya Salva dengan suara yang sangat pelan sekali, tapi masih bisa didengar oleh Carlos.
"lalu menurut ibu.... seperti apa Elisa Bu?"
tanya Carlos.
dia berusaha menahan amarahnya, supaya tidak menyakiti sang ibu.karena Carlos sangat menghormati dan menyayangi ibunya.
"sekarang ibu sudah sadar, bahwa Elisa itu adalah wanita yang sangat baik, Carlos" ucap nyonya Salva dengan menundukkan kepalanya.
nyonya Salva sudah menyadari kesalahannya dan dia menyesal telah membuat Elisa marah.
"tapi ibu sudah membuat Elisa marah, Bu..." jawab Carlos berapi-api.
"lalu bagaimana caranya lagi, aku menyakinkan elisa bahwa aku benar-benar mencintai nya?" tanya carlos pada ibunya.
"maaf kan ibu Carlos"
__ADS_1
"maaf saja tidak cukup Bu. ibu harus membantuku untuk menyakinkan Elisa bahwa aku tulus mencintai dan menyayangi dia dan anak-anak nya".
pinta Carlos pada ibunya.
"baiklah. tapi apa yang harus ibu lakukan Carlos?"
"aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan Bu.
ibu sudah membuat Elisa marah. seharusnya ibu tidak melakukan itu Bu. tidak seharusnya ibu menguji kesabaran nya" ucap carlos.
Carlos sangat prustasi memikirkan kan hubungannya dengan Elisa. baru saja jadian, masah harus putus. batin Carlos.
mengingat apa yang telah dilakukan oleh ibu nya.'elisa pasti tidak akan percaya lagi pada ku.dan sekarang setelah apa yang telah ibu, Elisa pasti akan memutuskan hubungan ini dengan ku."gumam Carlos di dalam hatinya.
"ahhhhh ...." teriak Carlos.
"ibu ....." teriak Carlos lagi.
"aku sangat malu Bu, pada Elisa. bagaimana caranya aku meminta maaf padanya, supaya dia percaya lagi pada ku. sedangkan pada saat ini aku sendiri sudah tidak punya nyali untuk menghubungi nya."
tanya Carlos pada ibunya.
Carlos sangat kesal pada ibunya. ingin rasanya dia berteriak sambil memaki ibunya. tapi itu tidak mungkin dia lakukan. karena Carlos sangat menyayangi dan menghormati sang ibu dengan sepenuh hati nya.
'aku benar-benar kecewa pada ibu.
andai saja aku tidak punya seorang ibu yang selalu kepo sama urusan pribadi ku, semua ini pasti tidak akan terjadi.' gumam Carlos di dalam hatinya, sambil mengusap wajah nya dengan kasar, karena prustasi.
sementara nyonya Salva yang sejak tadi hanya diam saja mendengar ocehan Carlos, hanya bisa pasrah saja.
'andai saja tadi aku tidak gegabah, semua ini pasti tidak akan terjadi. ternyata kamu benar-benar tulus mencintai Elisa, carlos. sehingga kamu begitu takut untuk kehilangan Elisa.'
nyonya Salva di dalam hatinya.
'maaf kan ibu nak... ibu telah menghancurkan hubungan mu dengan Elisa.'
ucap nyonya Salva di dalam hatinya.
maaf saja tidak cukup. 'nasi sudah menjadi bubur' itulah pepatah yang cocok untuk nyonya Salva. sesuatu yang sudah terjadi, tidak bisa kita ulangi lagi.
waktu tidak bisa di ulang kembali. penyesalan selalu datang di belakang. kalau didepan namanya 'pendaftaran.'
hahaha....., ada-ada aja author ni ya.
__ADS_1
"jempol.... mana jempol nya. gunakan jari jempol mu, untuk like dan komen. komen yang banyak ya, supaya author semangat up lagi."