
Carlos mondar mandir di depan pintu kamar mandi. dia terus saja memanggil nama istrinya, 'Elisa' yang berbeda di dalam kamar mandi tersebut.
"Elisa, sayang...."
panggil Carlos sambil mengetuk pintu kamar mandi yang di kunci oleh Elisa.
"iya....." jawab Elisa. sesaat setelah dia
memuntahkan semua isi perut nya.
"sayang kamu kenapa?"
"tolong bukakan pintu nya.
ucap Carlos dengan paniknya, karena dia mendengar ada suara yang tidak beres di dalam kamar mandi tersebut.
Elisa berjalan menuju pintu, lalu membukakan pintu tersebut.
"kamu kenapa sayang?"
tanya carlos. dia heran kenapa Elisa begitu keluar dari kamar mandi dengan rambut acak-acakan, tangan kirinya memegang kepalanya dan tangan kanannya memegang tisu untuk menutupi hidung nya.
"kepala saya pusing dan aku juga merasa mual, setelah mencium bau daging"
jawab Elisa. sambil berjalan ke arah Carlos.
Carlos menghampiri Elisa,dan segera menggendong Elisa, kembali ke ranjang.
tidak lama kemudian seorang dokter wanita datang.
"apa keluhan anda, nyonya?"
tanya dokter wanita tersebut.
sambil memeriksa denyut nadi dan detak jantung Elisa. bertanya menggunakan bahasa Inggris.
"istri saya, merasa pusing dan mual dok"
jawab Carlos, menggunakan bahasa Inggris juga.dia duduk tepat di sisi ranjang, dekat Elisa.
"kapan terakhir anda haid nyonya?"
tanya dokter itu lagi. sambil tersenyum.
"dua Minggu yang lalu"
jawab Elisa, dengan menggunakan bahasa Inggris. dia sedikit mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh carlos dan dokter tersebut.
"istri saya sakit apa dok...?"
tanya carlos yang merasa heran kenapa, dokter tersebut bertanya tentang kapan istrinya terakhir haid.
"tuan... istri anda baik-baik saja. dan dari gejala yang saya temukan. sepertinya...."
ucap dokter tersebut, dengan ragu-ragu. karena dia juga takut prediksi nya salah.
"tapi apa dokter?"
tanya carlos lagi.
"sepertinya istri anda hamil. tapi ini hanya dugaan saya saja."
ucap dokter tersebut, sambil memberikan resep obat.
"ini saya resep kan obat pusing dan mual. dan anda juga bisa membeli alat tes kehamilan di apotik"
ucap dokter itu lagi.
"jadi istri saya hamil dok"
ucap Carlos dengan wajah berbinar. dan dengan suara yang naik satu oktab
"ini cuma perkiraan saya saja. tapi menurut saya,usia kandungan istri anda sudah menginjak dua Minggu. tapi supaya lebih jelas, anda bisa periksa ke dokter kandungan"
ucap dokter tersebut, menyarankan Carlos supaya membawa Elisa ke dokter kandungan. mengingat dia hanyalah seorang dokter umum.
"yes.... kamu hamil sayang." ucap Carlos lagi, dengan girangnya sambil mencium pucuk kepala istrinya. dan dengan suara yang naik dua oktab.saking senangnya, suara Carlos seperti orang yang sedang marah saja.
Elisa hanya bengong mendengar ucapan dari Carlos. 'apakah aku benar-benar hamil'. pikir nya, tidak percaya.
__ADS_1
' baru satu bulan menikah, masah sih udh lansung hamil'. pikir Elisa lagi.
'bahkan, saya belum pernah telat haid'
gumam Elisa lagi.
"selamat nyonya. seperti nya anda sedang hamil"
ucap dokter itu lagi. walaupun dia cuma seorang dokter umum, tapi dia tau betul,
bahwa dari hasil pemeriksaan nya Elisa sedang hamil.
"benarkah....?"
"dokter, benarkah menantuku sedang hamil."
tanya nyonya Salva yang tiba-tiba datang, karena dia penasaran mendengar teriakkan Carlos, yang mengatakan istrinya sedang hamil
"ya nyonya. dari hasil pemeriksaan saya, menantu nyonya sedang hamil. jadi,dia tidak sakit apapun"
"Alhamdulillah..."
jawab nyonya Salva, mengucapkan rasa syukur nya. karena dia menganut agama Islam.
"tapi supaya lebih jelas lagi. sebaiknya nyonya Elisa segera di bawa untuk di periksa ke dokter kandungan."
"tentu.... tentu saja saya akan membawa istri saya periksa ke dokter kandungan"
jawab Carlos dengan sangat antusias.
"ini resep obatnya. jangan lupa di minum ya nyonya. supaya pusing dan mual nyonya segera sembuh"
ucap dokter tersebut. untuk yang kedua kalinya, karena tadi Carlos tidak menerima resep obat yang dokter itu berikan padanya.
*****
keesokan paginya. tidak ada seorang pelayan pun yang berani untuk memasak di dapur.
karena nyonya Salva menyarankan, selama Elisa tidak suka mencium bau masakan,maka tidak ada yang boleh untuk memasak.
jika ada yang ingin makan daging, Maka harus membeli nya di luar. dan makan nya harus di kamar.mengiat jika salah satu di antara yang ada di rumah ini makan di meja makan, takut nya Elisa bisa saja mencium bau makanan tersebut.
nyonya Salva, benar tidak ingin menantunya tersiksa karena tidak menyukai bau makanan tersebut.
****
apalagi lagi, semalam seorang dokter pribadi keluarga Carlos, mengatakan bahwa dia sedang hamil.
Elisa sengaja bangun lebih cepat pagi ini. dia ingat bahwa semalam Carlos telah membelikan dirinya alat tes kehamilan.
Elisa bergegas ke kamar mandi, dia hendak mengambil air seni pertama nya, pagi ini untuk melakukan tes kehamilan nya.
Elisa mencelupkan alat tes kehamilan tersebut ke dalam wadah yang berisi air seni dirinya.
sedetik....
dua detik....
hingga lima menit berlalu, barulah Elisa
mengangkat alat tes kehamilan tersebut.
dan dengan harap-harap cemas, eIisa melihat hasil tes nya.
dengan hati berdebar. berharap bahwa dia benar-benar hamil dan cemas jika dia mengecewakan suaminya dan ibu mertuanya Jika Hasil tes nya negatif.
membuat Elisa, merasa takut untuk hasil tes nya.
dak dik Duk...
bunyi detak jantung Elisa.
aduh.... kenapa aku jadi cemas seperti ini ya?
liat gak ya?
liat gak ya?
pikir Elisa.
__ADS_1
'ya Tuhan berikan kan aku keturunan.
semoga saja, saya sedang hamil.'
Elisa berdoa di dalam hatinya. sambil mengelus perut ratanya.
'satu... dua ...tiga.'
'hah..... garis dua. jadi aku benar-benar hamil' ucap Elisa dengan sedikit berteriak kegirangan. sampai- sampai, dirinya hampir melompat dan suara kencang nya sampai ke luar ruangan.
" sayang, kamu kenapa"
tanya carlos, sambil mengucek matanya, duduk di atas kasur.karena dia yang sedang tidur, kaget mendengar teriakkan istrinya, elisa.
Elisa menutup mulutnya, dan segera menyembunyikan alat tes kehamilan yang dia pakai tadi. setelah sadar bahwa suara keras nya, sudah berhasil membangun kan suaminya yang sedang tidur.
Carlos yang tidak mendapat kan jawaban dari Elisa, segera menghampiri Elisa di kamar mandi. dia takut terjadi apa-apa pada istrinya itu.
"sayang kamu kenapa?"
"apa yang sedang terjadi padamu?"
"kenapa tadi berteriak?"
tanya carlos yang sudah berada di samping Elisa.
"saya baik-baik saja. cuma..."
ucap elisa. dia merasa ragu, apakah dia akan memberitahukan hal ini atau tidak.
"cuma apa?"
tanya carlos lagi.
"ehm..... liat ini"
ucap elisa, sambil menunjukkan hasil dari tes kehamilan nya.
dia menunjukkan garis dua yang ada di tes pek tersebut.
"sayang.... jadi kamu hamil?"
tanya carlos, dia mengerti dengan dua garis merah yang ada di alat tes kehamilan tersebut.
"ya sayang. saya sedang mengandung"
jawab Elisa, sambil berlari ke pelukan suaminya.
"terima kasih Tuhan, karena Engkau telah memberikan aku keturunan"
ucap Carlos, Sambil mencium pucuk kepala istrinya.
"setelah sarapan, kita harus periksa ke dokter kandungan."
"saya ingin tahu tentang kondisi anak kita"
ucap Carlos, lalu menoleh dan mengelus
perut rata Elisa.
"baiklah...."
jawab Elisa singkat sangat antusias.
dia juga bahagia bisa memberi seorang ketua pada Carlos.
*****
readers semua, mohon maaf. untuk beberapa hari kedepan mungkin author tidak bisa untuk update setiap hari, di karena kan author lagi banyak kerjaan.
ada banyak sekali kerjaan menumpuk di depan mata author.
tapi jika author tidak terlalu lelah, akan author usaha kan untuk update setiap dua hari sekali. karena author juga pengen novel ini tamat di akhir tahun ini.
jangan lupa dukungan nya. supaya author lebih semangat lagi untuk berkarya.
semoga tahun depan author bisa update karya terbaru author.
tidak terasa satu Minggu lagi, hari natal akan tiba. semoga kita dalam perlindungan Tuhan. amin.
__ADS_1
salam sehat
author.