
setelah kepergian Elisa, Glen pun segera membawa Felicia masuk keruang rawat ibunya.
"Feli, itu Oma. ucapkan salam dong sama Oma" ucap Glen pada geli.
"Oma....." Feli menyapa ibunya Glen.
"iya... itu anaknya siapa Glen?" ibunya Glen bertanya kepada Glen.
"ini Felicia ma. dia anak dari teman Glen"
"oh...." jawab ibunya Glen.
"selamat siang Feli. ibunya feli dimana?"
"selamat siang Oma. tadi ibu Feli ke apotik, untuk membeli obat untuk Oma" jawab Feli jujur.
"Feli ini anak nya Elisa ma. dan elisa rekan kerja Glen" ucap Glen,dia menjelaskan pada ibunya tentang siapa Elisa.
"tadi Glen meminta bantuan sama Elisa, untuk ke apotik ,membelikan obat untuk mama" ucap Glen lagi.
"Ayah Feli dimana?"
"kenapa ga ikut kesini?"
tanya ibunya Glen pada Feli.
"ma....." ucap Glen, dia bermaksud menghentikan pertanyaan ibunya pada Feli. tapi Feli langsung menjawab pertanyaan ibu Glen yg ditujukan kepadanya.
"ayahnya Feli sudah meninggal dunia Oma. kata mama, ayah sudah tenang di sana ."
"sekarang ayah sudah tinggal bersama Bapa di surga."
ucap Feli,dengan lantang,dia tidak mengerti bahwa ayahnya tidak akan pernah bisa kembali lagi.
ibunya Glen sangat terkejut mendengar ucapan Feli. 'hah....'gumam nya di dalam hatinya.
"apa benar, apa yang dikatakan Feli Glen?" ibu Glen bertanya kepada Glen.
ibu Glen merasa tidak percaya bahwa ayah Feli sudah meninggal dunia. karena melihat Feli yang masih sangat kecil, dan itu artinya ayah Feli masih sangat muda.fikif nya.
'kok bisa sudah meninggal dunia.' gumam ibunya Glen di dalam hatinya.
"itu benar ma. ayah Feli sudah meninggal dunia satu bulan yang lalu." ucap Glen.
Elisa yang hendak masuk ke dalam ruang rawat ibunya Glen. memilih untuk berhenti di depan pintu ruangan itu. karena Elisa mendengar pembicaraan Glen dan ibunya yang telah menyebut namanya.
" ma... Elisa adalah wanita yang sangat baik. dan cuma dia lah wanita yang bisa bikin aku jatuh cinta.
" Glen sudah jatuh cinta sama dia ma.dan Glen ingin sekali menjadikan Elisa sebagai istri Glen"
ucap Glen menyampaikan isi hatinya pada ibunya.dia menjelaskan nya dengan singkat, padat dan jelas. lalu menarik nafas panjang.
Elisa diam terpaku, setelah mendengar penjelasan Glen tentang dirinya, kepada ibunya.
'apakah kamu bersungguh sungguh dengan ucapan mu Glen' gumam Elisa di dalam hatinya.
"tapi dia seorang janda, Glen. dan suaminya baru saja meninggal dunia."
"apakah dia mau menerima cinta mu Glen?" tanya ibunya
ibu Glen tidak masalah jika Glen mau nikah sama siapa saja. Glen mau menikah saja beliau sudah sangat bersyukur.
"Elisa belum bisa menerima cintaku ma, tapi Glen pasti akan berjuang untuk mendapatkan cinta nya." ucap Glen penuh dengan keyakinan.
__ADS_1
Glen benar-benar sudah yakin bahwa Elisa adalah orang yang pantas untuk dia cintai.
Elisa kembali tercengang setelah mendengar pengakuan Glen yang ingin memperjuangkan cintanya untuk dirinya.
'jadi kamu benar-benar mencintai ku Glen!'
'tapi sejak kapan?'
'atau.... jangan-jangan?'
'selama ini kamu... sudah menyembunyikan perasaan mu, terhadapku?'
gumam Elisa di dalam hatinya.
"sejak kapan kamu mulai mencintai nya Glen?"
"Elisa baru saja menjadi janda, masak sih kamu udah berani mengatakan bahwa kamu sudah jatuh cinta padanya."
"sikap kamu sudah seperti anak kecil glen."
"kamu seperti anak remaja, jangan-jangan kamu sudah ketularan dengan kelakuan anak-anak murid mu"
ibu Glen bertanya kepada Glen dengan panjang lebar.
'tidak mungkin kan Glen jatuh cinta secepat ini. atau jangan-jangan Glen sudah menyukai Elisa sejak lama.' gumam ibunya.
"aku menyukai Elisa sudah sejak sepuluh tahun yang lalu ma."
"semenjak aku dan Elisa menjadi rekan kerja."
"aku sudah jatuh cinta kepadanya sejak pertama kali kami bertemu"
"aku dan Elisa setiap hari bertemu, semua tentang nya, sifatnya dan hal-hal yang pribadinya pun aku tahu."
"sepuluh tahun bersama,menjadi rekan kerja. sudah lebih dari cukup untukku mengenalnya."
ucap Glen dengan lantang,tanpa malu atau ragu sedikitpun.
sambil menarik nafas panjang,Glen melanjutkan kembali ucapan nya.
"aku sudah menyembunyikan perasaan ku ini selama setahun tahun."
"aku sudah mencintainya selama sepuluh tahun terakhir "
"dulu aku memilih memendam rasa ini, karena pada saat aku bertemu dengan Elisa, Elisa sudah menjadi seorang istri."
"karena Elisa sudah menjadi nyonya Daniel pernando"
Glen menjelaskan semua nya kepada ibunya, dengan sedikit sedih, mengiat kejadian yg sangat memilukan ini.
"karena itulah aku memilih untuk menutup hatiku untuk wanita manapun. karena aku tidak bisa melupakan Elisa dari hati dan pikiran ku."
"tapi aku tidak pernah punya keinginan untuk merebut Elisa dari Daniel. aku sudah cukup bahagia melihat Elisa bahagia bersama suami dan anak-anak nya."
"hanya dengan bisa melihat nya setiap hari saja, aku sudah bahagia ma."
"tapi sekarang sudah berbeda,Elisa sudah menjadi singel mom's.itu artinya, aku sudah punya kesempatan untuk mendapatkan cinta dari nya."
" karena aku ingin memiliki dia seutuhnya"
"cintaku tidak akan pernah berubah, meskipun aku harus menikahinya dalam keadaan sudah menjadi janda"
"dan aku siap untuk menyayangi dan merawat anak-anak nya, seperti anakku sendiri, jika aku sudah menjadi ayah sambung mereka".
__ADS_1
ucap Glen memilih menceritakan semuanya kepada ibunya. dia ingin segera mendapatkan restu dari ibunya.
ibu Glen, sangat terkejut mendengar pengakuan Glen.
'jadi karena cintanya kepada Elisa, yang membuat Glen tidak mau mendekati wanita mana pun. dan bahkan Glen sering sekali di olok olok oleh teman-temannya,karena sudah berumur tapi belum menikah juga.
dan Glen sering sekali di panggil dengan sebutan 'perjaka tua' oleh teman-temannya, karena masalah ini.
gumam ibunya Glen di dalam hatinya.
"tapi Glen..... jika Elisa memang wanita baik-baik. dia tidak akan menerima cintamu secepat ini."
"wanita yang sudah ditinggal mati oleh suaminya, dia pasti akan selalu mencintai almarhum suaminya"
"Elisa pasti sulit sekali untuk move on dari orang yang dia cintai"
"dan satu lagi Glen, yang harus kamu tahu, bahwa wanita yang sudah punya anak, dia pasti akan berfikir dua kali untuk menikah lagi."
ucap ibu Glen, mencoba memberikan penjelasan kepada Glen. berharap agar Glen tidak terlalu terobsesi untuk mendapatkan cinta dari Elisa.
"itulah masalahnya ma. Elisa selalu menolak cintaku, setiap kali aku mengatakan cinta ku kepadanya."
"tolong mengertilah Glen, bahwa tidak mudah bagi Elisa untuk move on."
"ibu rasa, Elisa juga tidak yakin dengan ungkapan cinta mu kepada nya"
"Elisa juga pasti berpikir bahwa tidak akan ada seorang ayah sambung yang bisa menerima dan menyayangi anak sambungnya dengan tulus."
"karena itulah, seorang singel mom's biasanya lebih memilih sendiri, dari pada menikah lagi. karena takut suaminya kelak tidak bisa menyangi anak nya dengan tulus."
Glen hanya mengangguk kan kepalanya, sebagai tanda bahwa dia sudah mengerti dengan semua yang ibunya jelas kan kepalanya.
sementara Elisa, yang sejak tadi menguping pembicaraan Glen dan ibunya. merasa sangat tersentuh dengan pengakuan Glen,yang mengatakan cintanya hanya untuk Elisa seorang.
'bagaimana mungkin, aku bisa mencintai mu secepat ini Glen."
"sedangkan... rasa rindu ku untuk suamiku semakin hari semakin bertambah."
"meskipun rasanya sangat sakit. sakit... karena rindu ini tidak akan pernah terobati"
"dan rasa rindu ini tidak bisa hilang begitu saja dari hatiku ini."
gumam Elisa di dalam hatinya.
'cinta memang tidak harus memiliki.' ketulusan cintanya kepada Elisa lah yang membuat Glen bisa menyembunyikan cinta kepada Elisa.
'yang penting kamu bahagia bersamanya, aku juga bahagia.' kalimat inilah yang selalu menguatkan hati Glen,agar dia tidak terobsesi untuk mendapatkan cinta Elisa.
"ehm ehm ...." Elisa bergumam,sambil berjalan masuk ke dalam ruangan ibunya Glen.
Glen dan ibunya sontak kaget setelah melihat Elisa tiba-tiba masuk. ke dalam ruangan tersebut.
'apakah Elisa mendengar percakapan kami?' Glen dan ibunya bertanya di dalam hati mereka masing-masing.
dengan hati sedikit was - was karena takut Elisa mendengar percakapan mereka berdua.
***
selamat membaca.semoga terhibur.
bagi yang menyukai karya ku ini, jangan lupa dukungan nya ya.
like, komen dan vote nya. terima kasih.
__ADS_1