
pagi ini, Elisa sudah bersiap siap untuk berangkat mengajar. dia mengambil kunci motor nya, dan berpamitan kepada anak-anaknya.
"mama berangkat ke sekolah dulu ya".
"ya ma". jawab anak-anak Elisa kompak
ketiga putri Elisa menghampiri Elisa dan mencium punggung tangan Elisa bergantian.
karena di Indonesia sedang terjadi wabah covid 19. jadi anak-anak sekolah diberlakukan belajar secara daring.
karena itulah Vania dan Maureen belajar dari rumah. murid akan datang ke sekolah pada hari tertentu saja untuk bimbel.
tiba-tiba terdengar suara klakson motor.
Elisa pun segera membukakan pintu dan ternyata pak glen yang datang.
"pak glen, kenapa bapak datang kerumah saya? "
tanya Elisa kebingungan melihat kedatangan Glen yg tidak biasanya datang ke rumah nya .
"saya ingin menjemput ibu, sekarang saya sudah menepati janji saya. saya sudah tidak terlambat lagi." jawab Glen panjang lebar.
Glen sengaja datang lebih awal, karena sudah berapa hari ini dia menjemput Elisa, tapi dia terlambat terus.
"ya sudah, ayo kita segera berangkat" ucap Elisa pasrah. menolak juga percuma, karena Glen sudah ada di depan matanya
batin Elisa.
"da...... anak anak. hati-hati dirumah ya sayang." ucap Elisa.
__ADS_1
"kiss nya dulu dong..."ucap Elisa sambil mencium pipi ke tiga putri nya.
"da..... mama, selamat bekerja. jangan lupa cepat pulang ya"ucap ketiga putri Elisa kompak.
"da...da.... sayang" ucap Glen sok perhatian.
Glen dan Elisa pun berangkat ke sekolah tempat mereka mengejar.
sesampai di kantor, Elisa lansung proses sama Glen.
"pak glen, kenapa bapak memanggil anak-anak saya dengan sebutan sayang" tanya Elisa.
"karena mereka akan segera menjadi anak anak yang aku disayangi, begitu pun dengan ibunya." ucap Glen.
"apa maksud bapak" tanya Elisa sinis.
"sebetulnya, saya tidak ingin menyampaikan masalah ini di sini, tapi kamu yang memaksaku Elisa" jawab Glen.
"serius....." tanya Elisa.
"ya... hubungan serius Bu"jawab Glen.
"maaf pak, apapun hubungan serius yang bapak maksud. saya ingin menegaskan,bahwa saya tidak bisa menjalin hubungan serius dengan siapapun dan dengan pria manapun"jawab Elisa dengan suara lantang.
"kenapa...apa kurang nya saya Bu?. saya akan belajar membuka hati saya untuk ibu Elisa dan ibu Elisa juga bisa belajar membuka hati ibu untuk saya" jawab Glen tidak kalah serius.
"pak Glen. sepertinya bapak sudah gila ya! suami saya baru beberapa hari meninggal dunia. bahkan belum sampai 40 hari loh pak. tapi pak glen sudah lancang mengatakan hal ini" Jawab Elisa dengan lantang. dia begitu kesal dengan sikap Glen.
"maaf Bu. tadi saya sudah mengatakan bahwa sebenarnya saya tidak ingin menyampaikan hal ini. karena saya tau ini bukan waktu yang tepat."
__ADS_1
"tapi Bu, saya tidak memaksa ibu untuk bisa menerima saya secepat ini. saya hanya ingin mendekatkan diri saya sama ibu dan anak anak ibu." lanjut Glen.
"siapa tau ibu dan anak anak ibu bisa menerima saya. karena sebenarnya saya sudah menyukai ibu sejak lama. tapi saya sadar diri Bu. saya sadar ibu sudah menikah" ucap Glen berapi api.
"maaf. jika sekedar menjadi teman, saya tidak masalah. tapi jika menjadi teman dekat, saya tidak bisa" jawab Elisa.
"apa salahnya Bu, menjadi teman dekat" tanya Glen seperti orang bodoh.
"pak ...... terus terang saya tidak suka pak glen menjemput saya ke rumah saya. ingat pak, suami saya baru saja meninggal dunia. apa kata tetangga saya, jika mereka tau saya diantar jemput oleh seorang pria." ucap Elisa mencoba menjelaskan pada Glen, apa yang dia inginkan.
"mereka pasti akan berpikir yang tidak-tidak tentang saya, tentang kita"lanjut Elisa.
"baiklah Bu. saya minta maaf, karena saya tidak berpikir sejauh itu." Jawab Glen menyesal.
"baiklah. tapi tolong besok bapak jangan menjemput saya lagi" ucap Elisa.
"ok. aku akan menunggu mu. dan aku akan menunggu waktu yang tepat untuk mendekati mu" ucap Glen serius.
Glen benar benar tertarik pada Elisa. dan Glen tidak mau kehilangan Elisa, apalagi sampai kalah saingan sama pria lain. batin Glen
hanya saja cara Glen untuk mendekati Elisa yang salah.seharus dia bisa menahan diri untuk tidak terburu-buru. karena Elisa masih dalam keadaan berduka.
waktu yang tidak tepat lah yang membuat Elisa marah. batin Glen.
aku yakin aku bisa mendapatkan kan mu Elisa!! ucap Glen di dalam hatinya.
sedangkan Elisa benar benar kesal sama Glen. kenapa semua orang tidak ada yang mengerti dengan perasaan ku. apakah mereka berpikir aku ini wanita lajang,yang merindukan belaian dan kasih sayang. sehingga dengan mudahnya aku mencari pengganti almarhum suami ku. ucap Elisa di dalam hatinya.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa dukungan nya ya. like, komentar dan vote dari teman teman semuanya adalah penyemangat author untuk menulis kelanjutan cerita nya.
terima kasih untuk teman-teman yang sudah memberi dukungannya.