
malam ini, Carlos kembali pulang lebih awal dari kantornya.
dia sudah bertekad untuk segera menemui sang ibu, untuk membahas tentang lamaran dan pertunangan dirinya dengan Elisa.
setelah dia memasuki rumah nya, Carlos lansung bertanya pada asisten rumah nya, tentang keberadaan sang ibu.
setelah mengetahui dimana ibunya berada dari sang asisten, Carlos segera menemui ibunya yang ternyata, sekarang sedang berada di kamar tidurnya.
sebelum mengetuk pintu kamar ibunya,
Carlos menarik nafas panjang. entah kenapa, Carlos tiba-tiba merasa tidak percaya bahwa ibunya akan menyetujui
keinginan Carlos kali ini.
'bismilah...' gumam Carlos di dalam hatinya. setelah mengucapkan kata-kata tersebut dia kembali memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar ibunya.
tok....tok....
nyonya Salva yang sedang bersantai di dalam kamarnya sambil membaja novel kesukaan dirinya di aplikasi noveltoon, mempersilahkan Carlos untuk masuk.
"silahkan masuk..." ucap nyonya Salva.
"selamat malam Bu..."
ucap carlos, sambil berjalan menuju ke arah sang ibu.
"selamat malam. ada hal penting apa, yang membuat mu menemui ku?"
tanya nyonya Salva pada Carlos.
nyonya Salva sudah hafal dengan sikap anak semata wayangnya, Carlos. Carlos tidak akan menemui nya jika tidak ada masalah yang serius.tapi walaupun begitu, nyonya Salva merasa sangat senang, meskipun Carlos adalah pria dewasa, tapi dia masih meminta pendapat dari dirinya dalam menyelesaikan masalah serius.
"ada yang ingin aku sampaikan pada ibu..."
jawab Carlos. dengan wajah sedikit cemas.
"katakan lah..." jawab nyonya Salva singkat.
"ibu... aku ingin meminta persetujuan darimu."
"persetujuan untuk masalah apa?
tanya nyonya Salva
"sebetulnya... keluarga Elisa sudah merestui hubungan ku dengan elisa. tapi ada satu hal yg membuat mereka tidak mengizinkan Elisa menikah dengan ku"
ucap carlos.
"apa itu..."
tanya nyonya Salva. dia tidak kaget mendengar penjelasan dari carlos.
karena dulu dia juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang sedang Carlos alami.
"mereka melarang Elisa untuk manjadi mualaf.... "
"keluarga nya tidak ingin Elisa pindah agama kepercayaan nya Bu. dari katolik menjadi mualaf"
ucap carlos lagi.masih dengan wajah sedih.
nyonya Salva hanya terdiam. dia masih ingin mendengar kan penjelasan dari carlos.
dulu nyonya Salva juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang Carlos alami saat ini.
keluarga nya menentang pernikahan nya dengan ' Yusuf alam ' seorang muslim. ayah kandung Carlos, yang saat ini sudah meninggal dunia.
__ADS_1
nyonya Salva adalah seorang Kristen
' katolik '.
dulu keluarga nya juga tidak mengijinkan nyonya Salva untuk masuk Islam.
dan keluarga nyonya Salva ingin dia dan almarhum suaminya ' Yusuf alam ' memutuskan hubungan cinta mereka berdua. karena mereka tidak merestui pernikahan Salva dan Yusuf.
tapi setelah melihat kesungguhan cinta Yusuf alam, kepada sang putri satu-satunya yang mereka miliki, akhirnya orang tua nyonya Salva mengizinkan nyonya Salva untuk menjadi seorang mualaf.
dan sampai saat ini, nyonya Salva hidup dengan bahagia sebagai seorang muslim.
"ibu... bagaimana pendapat mu jika aku yang akan pindah agama ikut agama kepercayaan Elisa, menjadi seorang Kristen ' katolik '.
ucap carlos to the poin. dengan sedikit hati-hati.dia takut ibunya akan marah padanya.
karena usul gilanya ini.
"kenapa kamu ingin menjadi seorang Kristiani...?"
"apakah sebegitu besarnya cintamu pada Elisa, sehingga kamu rela untuk pindah agama.?"
tanya nyonya Salva dengan santainya. dia tidak terkejut sedikitpun mendengar permintaan gila dari Carlos.
"aku memang sangat mencintai Elisa Bu."
"tapi bukan karena itu... saya ingin menjadi seorang Kristen. tapi karena dari dulu saya tertarik dengan agama asal ibu. saya suka sekali mendengar lagu-lagu rohani Kristen"
"dan saya juga yakin bahwa saya akan menjadi orang yang lebih baik lagi, jika saya sudah menjadi seorang Kristen"
beberapa tahun yang lalu
nyonya Salva Masih ingat pada saat Carlos masih kecil, dia sering sekali liburan ke rumah neneknya pada akhir pekan.
dan tidak hanya itu saja.
Carlos juga sering sekali merengek rengek untuk meminta izin kepada ibu dan ayahnya agar dia diperbolehkan untuk mengikuti sang nenek untuk beribadah di gereja, pada hari Minggu.
" ayah dan ibu, saya ingin sekali ikut nenek ke gereja. saya ingin mendengar kan lagu rohani di nyanyikan oleh orang orang yang sedang beribadah di sana."
ucap carlos, sambil menangis, karena takut ayah dan ibu nya tidak memberikan izin kepada nya.
pada saat itu, nyonya Salva hanya bisa diam, dia hanya menatap ke arah sang suami, sebagai tanda meminta persetujuan dari suaminya, Yusuf.
pada waktu itu, nyonya Salva memang tidak masalah jika Carlos ikut serta dengan ibunya ke gereja.
tuan Yusuf, ayahnya Carlos akhirnya mengizinkan Carlos untuk ikut serta sama sang nenek nya ke gereja.
karena menurut dia, anaknya juga tidak masalah jika suatu saat nanti dia harus memilih untuk masuk katolik atau tetap pada agama nya, muslim.
karena Carlos juga berasal dari seorang Kristen, agama asal sang ibu.
walaupun saat itu mereka adalah keluarga muslim.
dan semenjak hari itu Carlos sering sekali ke gereja. setiap hari natal dia selalu ikut misa di gereja.
sampai akhirnya Carlos sudah menginjak remaja, barulah dia berhenti untuk beribadah ke gereja, karena dia sudah mengerti dengan agama. bahwa dia sudah menjadi seorang muslim, jadi tidak sepantasnya dia beribadah di gereja.
nyonya Salva tersenyum bahagia, mengiat saat itu, dimana Carlos terlihat sangat bahagia setelah mendapat izin dari ayah nya. bahkan dia selalu menceritakan pada semua keluarga nya tentang pengalaman yang dia alami di gereja.
"aku senang sekali, bisa beribadah di gereja ayah. lagunya membuat hati aku tenang."
ayah, ibu dan semua orang yang ada di ruang itu, hanya tersenyum mendengar ucapan Carlos. karena dia menceritakan semua kejadian di gereja di depan semua orang.
'dulu ayah juga ingin sekali pindah agama,' katolik ' tapi kakek dan nenek mu tidak mengizinkan ayah. dan akhirnya ibu mu lah yang mengalah. karena cintanya yang begitu besar pada ayah dia rela menjadi seorang mualaf.'
__ADS_1
gumam tuan Yusuf, ayah Carlos
***
"ibu..." ucap carlos, yang berhasil membuyar lamunan nyonya Salva.
"i... iya... kamu mengagetkan aku saja."
jawab nyonya Salva, dengan terbata-bata
"ibu... kenapa ibu tiba-tiba melamun?"
tanya Carlos yang kaget melihat reaksi ibunya, setelah mendengar panggilan darinya.
"melamun... ibu tidak sedang melamun"
jawab nyonya Salva.
berusaha menyembunyikan isi hatinya
"aku tau, bahwa tadi ibu sedang melamun.tapi tidak jadi masalah jika ibu tidak ingin menceritakan nya padaku"
ucap carlos.
"ibu... bagaimana pendapat mu, jika aku ikut agama Elisa. aku akan menjadi seorang Kristen."
tanya carlos lagi.
"Carlos...ibu tidak jadi masalah jika kamu memang benar-benar ingin menjadi seorang Kristen. tapi tolong kamu pikirkan secara matang dulu, supaya kamu tidak menyesal di hari yang akan datang."
ucap nyonya Salva. dia memberikan saran pada Carlos, putranya.
"semenjak saya bertemu dengan elisa di Singkawang, saya sudah memikirkan hal ini Bu."
"pada saat itu, saat aku melamar Elisa, dia bertanya masalah perbedaan agama yang kami anut "
ucap carlos, menarik nafas panjang. lalu kembali melanjutkan ucapannya.
"dari situ aku berpikir untuk mengikuti agama yang elisa anut, yaitu Kristen Katolik."
"jadi pilihan ku untuk pindah agama tidak dalam paksaan dari siapapun. pilihan ini murni keinginan dari diriku sendiri."
ucap carlos lagi.
"ibu.... apakah ibu memberikan izin padaku untuk pindah agama, menjadi seorang Kristen?
tanya carlos lagi karena dari tadi ibunya tidak memberikan komentar atas ucapan nya sedikitpun.
terlihat nyonya Salva berpikir sejenak. lalu menjawab.
"tapi Carlos......"
ucap nyonya Salva. dia menghentikan ucapannya.
"tapi apa Bu...?. apakah ibu tidak mengizinkan ku untuk menjadi seorang Kristen.?"
tanya carlos, penasaran.
setelah mendengar ucapan ibunya Carlos seperti orang yang hilang semangat hidupnya. karena dia takut ibunya tidak memberikan izin.
tubuh Carlos bahkan sudah lemas.
'hilang sudah harapan ku untuk menikahi Elisa, jika ibuku tidak memberikan izin padaku untuk menjadi seorang Kristen.'
gumam Carlos.
__ADS_1