
Glen berjalan keluar dari rumah Elisa dengan perasaan yang tidak menentu.
beberapa menit yang lalu dia merasa begitu marah sama Elisa, setelah dia tau Elisa memilih pria lain.
memilih pria lain untuk menjadi pasangan hidup nya, dan bukan dia.
padahal dia sudah mencintai Elisa selama sepuluh tahun lamanya.
Glen merasa sangat kecewa karena elisa menolak cintanya, dan ditambah lagi pada saat itu dia dalam pengaruh alkohol, sehingga dia hilang kendali pada saat Elisa bilang dia sudah menerima lamaran dari Carlos.
tanpa Glen sadari dia lansung melayangkan tangannya ke wajah Elisa.
plak...
plak...
dua kali tamparan mendarat di pipi Elisa.
perbuatan tidak bermoral Glen inilah, yang membuat Elisa sangat marah padanya.
'aku belum jadi istri mu saja, kamu sudah berani-beraninya untuk menampar pipiku."
"tidak ada yang bisa menjamin, bahwa kamu tidak akan berbuat kasar lagi padaku, pada saat aku sudah menjadi istri mu.'
'kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama padaku, jika suatu hari nanti kita mempunyai masalah di dalam keluarga.'
'aku ingin dicintai dan disayangi. karena itu aku memilih carlos.'
'carlos sangat mencintai ku dan menyayangi aku dan anak-anak ku.'
'dia sangat menghargai ku...'
'tidak seperti mu, kamu bilang cinta padaku. tapi kelakuan mu kasar padaku.'
'cinta....bisa ditunjukkan bukan hanya lewat kata-kata. tapi melalui perbuatan dan kelakuan'
'sikap mu ini sudah membuat ku sangat kecewa glen'
kalimat ini selalu Glen ingat. bahkan pada saat dia sudah sampai rumah pun ucapan dari Elisa masih ter- iyang iyang di telinga Glen.
Glen ingat, kata maaf dari dirinya saja tidak di respon oleh elisa.
sepertinya Elisa benar-benar marah pada Glen.
'aku tidak suka orang pemabuk
aku ingin dicintai dan disayangi.untuk apa cinta,kalau cinta saja bisa bikin aku terluka seperti ini'
ucap Elisa lagi.
kalimat ini berhasil membuat Glen, ingin sekali berubah. dia ingin berhenti menjadi pemabuk. dia ingin Elisa bisa menerima cintanya.
'kamu memang bodoh Glen. kenapa kamu bisa berbuat kasar pada Elisa.'
'kamu bahkan sudah menampar pipi Elisa selama dua kali'
'wanita mana yang mau sama orang pemabuk dan kasar seperti ku?'
'seharusnya aku tidak menamparnya tadi'
gumam Glen di dalam hatinya.
kini Glen sangat menyesali perbuatannya.
dia begitu bodoh melakukan perbuatan kasar pada Elisa, orang yang dia cintai. yang katanya sudah selama sepuluh tahun dia mencintai Elisa,tapi hanya karena rasa cemburu dia sudah membuat Elisa menjauh dari nya.
'kenapa tadi aku tidak bisa menahan emosiku, padahal selama sepuluh tahun ini aku bisa menyembunyikan perasaan cinta ini dan tidak bisa dipungkiri, selama 10 tahun ini, sesekali aku juga merasa cemburu sama keromantisan Elisa dan Daniel. tapi aku berhasil mengontrol emosi ku.' monolog Glen.
penyesalan memang selalu datang di belakang. kalau di depan itu namanya pendaftaran.
__ADS_1
tapi menyesal tidak ada gunanya.
kita tetap harus, menanggung semua perbuatan yang telah kita perbuat.
'aku berjanji, akan berhenti untuk minum alkohol lagi. hanya untuk mendapatkan cintamu Elisa' gumam Glen lagi.
***
keesokan harinya Elisa tidak masuk mengajar, dia merasa tidak enak badan, sepertinya Elisa demam.
di bagian pipinya terlihat memar dan bengkak.
dan pergelangan tangan sebelah kirinya juga terasa sakit, karena di pelintir oleh Glen, semalam.
seperti biasanya Carlos selalu chat Elisa di pagi hari, hanya untuk menanyakan kabar atau untuk melepaskan rasa rindu nya sama Elisa.
tapi Elisa yang demam enggan untuk membukakan matanya. dia malas membuka matanya walaupun hanya untuk membaca atau membalas chat dari Carlos.
Carlos dengan gelisah nya, menunggu balasan chat dari Elisa. yang tidak kunjung di balas juga.
'kenapa Elisa tidak membaca chat dari ku?'
'apakah mungkin Elisa sedang sibuk atau dia belum bangun tidur?'
gumam Carlos.
karena bosan menunggu, akhirnya Carlos memilih untuk kembali tidur.
dan keesokan harinya, pada saat Carlos sudah bangun tidur. dia melihat apakah sudah ada balasan chat dari Elisa.
tapi dia kaget karena jangankan membalas chat, pesan dari dirinya pun belum Elisa baca.
'sebenarnya apa yang terjadi padamu Elisa. tidak biasanya kamu mengabaikan chat dariku'
'ini sudah siang, dan seharusnya Elisa sudah ada di rumah. sekarang seharusnya Elisa sudah beristirahat di rumah'
Elisa terbangun dari tidurnya, setelah mendengar nada dering handphone miliknya.
'tumben Carlos melakukan video call.? '
'aduh gimana ini...?'
'jangan sampai Carlos melihat ada luka memar di wajah ku ini'
gumam Elisa setelah melihat bahwa Carlos lah yang sedang menelepon dirinya.
dengan sedikit panik Elisa masuk kedalam kamar mandi untuk cuci muka dan gosok Gigi.
Carlos yang sudah untuk yang kesekian kalinya, menelepon Elisa tapi tidak kunjung di jawab juga,merasa sangat hawatir Sama Elisa.
Elisa sedang merias dirinya dan mengganti piyama tidurnya dengan menggunakan kemejanya.
setelah merasa rapi, Elisa segara menjawab telpon dari Carlos.
"halo sayang..."ucap Elisa dengan senyum sumringah nya.
"halo juga sayang. sela...."
ucapan Carlos terhenti ketika melihat wajah Elisa yang terlihat lebam dan bengkak di pipi kirinya.
"sayang.... kenapa dengan wajahmu"
tanya Carlos dengan kagetnya melihat wajah Elisa yg terlihat jelas bentuk jari di sana.
"ini.... ini, karena kemarin aku terjatuh di toilet" jawab Elisa berbohong,dan dengan terbata-bata.
"terjatuh...?"
"tapi kenapa di sana terlihat sekali seperti ada gambar jari tangan?
__ADS_1
tanya carlos lagi.
"aku terjatuh di toilet, sayang. mana mungkin ada bekas jari tangan di pipiku"
jawab Elisa.dengan tersenyum lebar.
dia berusaha keras menahan sakit di pipinya, karena tarikan di pipinya saat tersenyum.
demi untuk menyakinkan Carlos, bahwa dia baik-baik saja.
"sudah... lain kali hati-hati ya,sayang"
jawab Carlos.
tapi didalam hatinya,dia masih tidak percaya bahwa memar di pipi Elisa hanya di sebabkan karena terjatuh. karena di pipi Elisa masih terlihat jelas gambar jari di sana.
"aku sudah tidak sabar untuk segera menikahi mu Elisa. aku ingin membawamu bersama ku, supaya aku bisa menjagamu dari setiap waktu"
ucap Carlos.
"semoga saja rencana pernikahan kita berjalan dengan lancar." jawab Elisa, sambil tersenyum.
"amin..." jawab Carlos.
"sayang.... aku berangkat kerja dulu ya."
"jangan lupa jaga kesehatan mu dan minum obat pereda nyeri, supaya bengkak di pipimu tidak terasa nyeri"
ucap carlos.
"ya... sayang. nanti aku pasti minum obatnya."
"hati hati ya kerjanya ya,sayang"
jawab Elisa, memberi semangat kepada Carlos.
"da... sayang, sampai jumpa"
"sampai jumpa sayang. emh...mach"
ucap Carlos.
Elisa hanya bisa tersenyum melihat Carlos memberikan kiss bye untuknya. sambil memperagakan gerakan tangan dan bibirnya.
"sayang... di balas dong, kiss dari ku"
pinta Carlos. dia sengaja menggoda Elisa.
""da... sayang. em...Mach"
jawab Elisa, dengan malu-malu.
"terima kasih sayang. I love you."
"aku sangat merindukan mu"
ucap Carlos dengan tersenyum.
dia selalu merasa bahagia melihat tingkah laku Elisa, setiap kali dia berhasil menggodanya.
jika kamu memang benar-benar mencintai seseorang, tunjukkan dengan ucapan dan perbuatan.
ucapkan kata-kata romantis padanya supaya dia tahu, bahwa kamu mencintai dan menyayangi nya.
dan perlakukan orang yang kamu cintai dengan baik. jaga tingkah laku mu, jangan sesekali berbuat kasar padanya. bikin dia merasa senyaman mungkin ada di samping mu. dengan demikian cintamu bisa dia rasakan.
dan jika kamu serius untuk ingin memiliki nya, perjuangkan lah cintamu dan jangan
mudah menyerah, karena cinta butuh perjuangan.
__ADS_1