LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
persiapan pernikahan.


__ADS_3

tidak terasa, tiga Minggu sudah berlalu. besok adalah hari pernikahan Carlos dan elisa.


hari ini seluruh anggota keluarga Elisa, berangkat ke Sanggau untuk mengikuti acara pemberkatan pernikahan Elisa dan Carlos yang akan di adakan di Sanggau.


mereka menginap di salah satu hotel terbaik di Sanggau. hotel ' Gran Narita '.


Carlos sengaja memboking semua kamar hotel ini, untuk semua yang hadir di acara pernikahan nya.


mengiat desa tempat tinggal Elisa berada jauh dari tempat pemberangkatan pernikahan dia dan Elisa.


desa tempat tinggal Elisa, ada di kota ' ' ' balai karangan ' sedangkan tempat pemberangkatan pernikahan nya ada di


' gereja hati Kudus Yesus ' Sanggau.


karena di itulah Carlos harus mengeluarkan banyak biaya untuk kelancaran pernikahan nya dengan Elisa.


selain itu, karena di hotel ini, carlos juga akan mengadakan acara resepsi pernikahannya dengan Elisa.


sesampai di hotel tersebut. Dewi sibuk membantu wedding organizer untuk menyiapkan dekorasi di hotel ini. sedangkan Glen sibuk membantu wedding organizer untuk menyiapkan dekorasi di gereja.


Carlos menginginkan acara pernikahannya di laksanakan dengan sangat mewah dan megah.


karena itulah dia memilih untuk acara pemberkatan pernikahan nya dan elisa di laksanakan di gereja katedral Sanggau, karena gereja ini sangat bagus dan indah.


berbeda jauh dengan gereja yang ada di kampung Elisa.


karena itu lah seluruh anggota keluarga Elisa ikut berpartisipasi dalam mewujudkan impian Carlos untuk mendapatkan acara pernikahan yang sempurna.


setelah merasa, dekorasi di gereja sudah sempurna. Glen kembali ke hotel.


tapi setibanya di hotel, Glen melihat Dewi sedang berbincang-bincang dengan seorang cowok tampan, seumuran dengan Dewi. yang usianya kira-kira di bawah 25 tahun.


entah kenapa, Glen merasa sangat cemburu melihat kedekatan Dewi dengan cowok tersebut.


bagaimana tidak, terlihat dengan jelas.


Dewi sedang duduk di sebuah kursi yang sudah di tata rapi untuk acara resepsi besok malam.


dimana Dewi tertawa lepas setelah teman cowoknya mengatakan sesuatu padanya.


Glen yang merasa penasaran dengan apa yang sedang Dewi dan teman nya bahas, sehingga Dewi tertawa dengan begitu lepas.memilik untuk menghampiri Dewi.


"ehem... ehem...."


Glen sengaja berdehem pada saat dia sudah di sampingnya Dewi.


"Glen.... sejak kapan kamu ada di sini?"


tanya Dewi, sambil menoleh ke arah Glen.


"sejak tadi.... kamu nya aja yang sibuk mengobrol sama dia, sehingga tidak sadar akan kedatangan ku"


ucap Glen sambil duduk di salah satu kursi tepat di samping Dewi.


"hehehe..... maaf. aku ga lupa kok, cuma sedang asik ongbrol aja"


jawab Dewi dengan cengengesan.


"dia siapa Dewi?"


tanya temannya Dewi.


"dia teman ku, dan juga dia teman bibi ku ' Elisa ' yang akan menikah besok pagi.'


jawab Dewi pada temannya yang ternyata nama nya Rava


"oh... jadi kamu temannya Dewi."


ucap Rava sambil menatap ke arah Glen.


"perkenalkan saya Rava, mantan pacar Dewi waktu masih SMA"


ucap Rava, sambil mengulurkan tangannya ke arah Glen. bermaksud mengajak Glen untuk berkenalan.


"saya Glen, teman dekat Dewi"


jawab Glen, dengan wajah datarnya.


tapi di dalam hatinya, Glen merasa cemburu karena ternyata Rava adalah mantan pacar Dewi. Gadis yang selama ini dia incar.


sementara Dewi, dia hanya merasa bingung aja, dengan pengakuan Rava yang terkesan sangat to the poin, bilang sama Glen bahwa dia adalah mantan pacarnya semasa masih SMA, pada Glen.

__ADS_1


'dasar cowok aneh... kalau ongmong ga pernah di saring dulu. udah kayak ember aja ini mulut.'


umpat Dewi di dalam hatinya pada Rava, mantan pacar nya.


'inilah yang tidak aku sukadari mu, Rava. mulut mu yg tidak punya saringan inilah yang sering bikin aku malu'


gumam Dewi lagi.


" ya sudah. silakan di lanjutkan lagi mengobrol nya. saya mau pamit ke kamar dulu"


ucap Glen sambil segera berlalu, berjalan meninggalkan Dewi dan temannya.


sesampai nya di kamar. Glen kembali membayangkan, dimana wajah Dewi yang terlihat sangat cantik pada saat dirinya sedang tertawa lepas, tadi. ketika Dewi sedang mengobrol dengan Rava.


' Rava jauh lebih muda dari ku. dan dia juga terlihat sangat tampan. apa mungkin Dewi mau menerima cintaku, jika aku mengungkapkan cintaku padanya'


gumam Glen di dalam hatinya.


sungguh, pada saat ini hati Glen sedang galau.


membayangkan cintanya akan kembali di tolak lagi wanita yang dia cintai.


'dulu, Elisa yang menolak cintaku.'


'apakah mungkin, sekarang Dewi juga akan menolak cinta ku'


pikir Glen.


'secara gitu ya. dari segi umur, aku lebih tau dari Dewi sepuluh tahun. mana mungkin Dewi mau sama aku. pastilah dia akan memilih sosok pria yang setara dengan usia nya'


gumam Glen lagi. dia sampai prustasi memikirkan masalah ini.


*****


Carlos di sambut oleh elisa di depan lobi hotel.


kali ini Carlos dan ibunya di jemput oleh David, di bandara.


mengingat besok dia dan Elisa akan melangsungkan pemberkatan pernikahan, jadi Carlos melarang Elisa menjemput nya di bandara. karena Carlos takut Elisa akan lelah dan itu artinya Elisa bisa saja akan mempengaruhi kesehatan Elisa. Carlos tidak ingin Elisa sakit pada saat hari bahagia mereka berdua.


karena hal inilah, Carlos meminta kepada kakak ipar Elisa, David. untuk menjemput dirinya dan rombongan keluarga nya di Bandara. mengingat dirinya tidak tau alamat, tempat hotel Dimana mereka semua akan menginap.


bahkan sejak dari tadi, Elisa dan ketiga putrinya duduk di lobi hotel hanya untuk menyambut kedatangan Carlos.


"selamat sore semuanya"


ucap Carlos, sambil meraih Felicia kedalam gendongan nya.


"selamat sore ayah..."


jawab ketiga putri Elisa serempak.


"selamat sore sayang."


ucap Elisa pada Carlos.


"selamat sore juga, sayang"


jawab Carlos, sambil meraih tangan Elisa.


"nyonya Salva dimana?"


tanya Elisa, karena dia tidak melihat calon ibu mertuanya ada di tempat itu.


Belum juga Carlos sempat menjawab pertanyaan dari Elisa. terlihat nyonya Salva sudah keluar dari sebuah mobil taksi. dengan beberapa orang bersamanya.


"selamat sore nyonya"


ucap Elisa pada ibunya Carlos.


"selamat sore juga Elisa."


jawab nyonya Salva.


sambil menyambut uluran tangan Elisa yang hendak mencium punggung tangan nya, sebagai tanda hormat nya pada sang ibu martua.


"mulai sekarang, tolong jangan panggil saya dengan sebutan nyonya lagi."


"tapi sekarang,. panggil saya dengan panggilan ibu ya"


ucap nyonya Salva, sambil menyentuh rambut Elisa yang kepalanya masih menunduk, karena mencium punggung tangan nyonya Salva.

__ADS_1


"baiklah Bu" jawab Elisa, sambil mengakat wajah nya.


sebelum masuk ke dalam kamar masing-masing. Elisa dan ketiga putrinya Dan di temani oleh kakak nya, Natali dan david suaminya, untuk mengobrol di lobi dengan keluarga Carlos.


karena Elisa tidak bisa menggunakan bahasa Inggris, jadi dia membutuhkan kakak iparnya David sebagai penerjemah nya.


semua keluarga Carlos merasa sangat senang pada saat bertemu dengan Elisa.


sikap Elisa yang ramah dan selalu bersikap sopan pada siapapun, membuat dirinya banyak di sukai siapapun yang ada di sekitarnya.


setelah mengobrol dengan cukup lama, akhirnya semua keluarga Carlos memilik untuk istirahat ke dalam kamar mereka masing-masing.


tapi berbeda dengan Carlos. dia tidak ingin masuk ke kamarnya seorang diri saja.


dia meminta Elisa untuk menemaninya.


"sayang, tolong tunjukkan dimana letak kamar ku"


ucap Carlos pada Elisa. ketika semua orang sudah berjalan menuju ke kamar masing-masing.


Natali yang mengerti bahwa Carlos pasti ingin berdua duaan dengan Elisa.


segera membawa ketiga putri Elisa untuk bermain di taman hotel.


"Vania dan Maureen, ayo ikut Tante ke taman hotel. di sana pemandangan nya sangat indah"


ucap Natali pada Maureen dan Vania.


"hore... bermain di taman. Feli boleh ikut ya Tante"


ucap felicia dengan girang. karena dia suka sekali bermain di taman.


"baiklah... ayo kita ke sana Tante"


jawab Maureen dengan penuh semangat.


"da... d..... mama, ayah"


ucap ketiga putri Elisa padaa Elisa dan Carlos.


" da... da... sayang. hati-hati ya mainnya"


jawab Elisa dan Carlos bersamaan.


"kak Natali, tolong jaga anak-anak ya"


ucap Elisa lagi, pada Natali kakaknya.


"baiklah. jangan kawhatir, mereka aman saat bersama ku"


jawab Natali, sambil berlalu.


"sayang...kamu kenapa cuma diam saja sejak tadi ?"


"kamu bahkan tidak menjawab ucapan ku tadi"


ucap Carlos, kini hanya mereka berdua saja yang ada di ruangan tersebut.


"iya..."


"tadi kamu ingin aku mengantar mu ke kamar kan ?"


jawab Elisa, menatap wajah Carlos yang sedang duduk di samping nya.


"iya... sekarang kita ke kamar yuk"


jawab Carlos, lalu tangan meraih tangan Elisa, dan segera membawa Elisa menuju kamar nya.


pada malam ini, Carlos dan elisa masih harus tidur di kamar yang terpisah.


kerena mereka masih belum sah sebagai suami istri.


tapi Carlos yang sudah sangat merindukan Elisa, tidak hanya tinggal diam saja, pada saat dirinya dan Elisa, sedang berduaan di kamar nya.


*****


yuk kasih komen dan like nya, supaya author lebih semangat lagi untuk update.


author juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah memberikan dukungan nya.


apalah artinya karya ku ini, tanpa dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2