LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
berenang


__ADS_3

Carlos dan Elisa, menyusul anak-anak Elisa yang sedang bermain di taman bermain.


"sayang, yuk kita ke tempat anak-anak di taman bermain" ucap carlos pada Elisa.


"baiklah...."jawab Elisa sambil segera berdiri dari duduknya.


tidak lama kemudian Carlos dan Elisa sudah sampai di tempat dimana putri Elisa bermain.


"sayang...." Elisa memanggil ketiga putrinya.


"mama..."jawab Felicia, sambil berlari kearah menghampiri Elisa.


"sayang kita kembali ke kamar lagi ya. besok baru kita lanjutkan lagi, bermain nya" ucap Elisa pada anak-anak nya.


"tapi kami masih ingin bermain ma..." jawab Maureen dan Vania.


"jika begitu, kalian semua boleh bermain lagi. tapi jam sepuluh malam, kita sudah harus kembali ke kamar ya" timpal Carlos.


"hore.... terima kasih ya, om "


jawab Vania dan Maureen, dengan riangnya.


lalu berlalu, menuju wahana bermain yang mereka suka.


"Feli bermain sama ayah saja ya" ucap Carlos pada Felicia. sambil mengambil alih Felicia dari dalam gendongan Elisa.


"sayang.... kita menemani Feli bermain di sebelah sana ya." ucap carlos pada Elisa, sambil kembali menggenggam tangan Elisa.


mereka bertiga berjalan menuju wahana khusus untuk anak-anak balita.


Elisa tersenyum bahagia setelah melihat kedekatan Carlos pada anak-anaknya.


terlihat jelas bahwa Carlos adalah orang yang sangat penyayang.


dia juga dengan mudahnya, dekat sama ketiga putri Elisa.


bahkan Feli yang selama ini jarang sekali mau akrab sama orang yang tidak dia kenal. tapi dia bisa akrab dengan Carlos. Feli bahkan memanggil Carlos dengan panggilan ayah.


'semoga saja, kelak setelah kami menikah Carlos bisa mencintai dan menyayangi anak-anakku dengan tulus"


gumam Elisa.


sepertinya,sekarang Elisa sudah menentukan pilihan nya pada Carlos.


***


keesokan paginya. semua orang sudah bersiap-siap untuk segara sarapan. karena seperti yang sudah Carlos janjikan pada Maureen dan Vania, bahwa pagi ini Carlos akan mengajak semuanya untuk berbelanja di sebuah mall.sebelum dia kembali ke negara asalnya.


mengingat hari masih terlalu pagi, jadi ini belum waktunya untuk sarapan.


Elisa akhirnya membawa ketiga putri nya, bermain di pantai.


sayang sekali, kesempatan untuk bersenang senang di terbuang begitu saja. pikir elisa.dia tidak ingin menghabiskan waktunya dengan hanya rebahan di dalam kamarnya saja.


disaat semua orang sudah bersiap untuk jalan-jalan.


carlos malah asik tidur, dia malah terlambat bangun tidur.


suara bising dari luar kamar, berhasil mengganggu tidur Carlos.


'ehm.... sudah pagi rupanya,'


gumam Carlos.


Carlos,segera bangun dan langsung mandi.


tujuan dia hanyalah menemui Elisa.


Carlos berjalan ke arah kamar Elisa.


tapi, dia merasa kesal karena setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar Elisa, tapi tidak kunjung dibukakan.


'sepertinya Elisa tidak ada di dalam kamarnya. apakah mungkin dia sedang jalan-jalan di pantai?"


monolog Carlos.


lalu, akhirnya dia pergi dari depan pintu kamar Elisa. dan sekarang tujuan nya, mencari keberadaan Elisa di pantai.

__ADS_1


setelah mencari-cari Elisa di berbagai wahana, akhirnya Carlos menemukan keberadaan Elisa dan ketiga putrinya.


Carlos hanya bisa tersenyum melihat Elisa dari kejauhan.


dimana elisa sedang bermain di pinggir pantai bersama anak-anak nya.


terlihat Elisa sedang menemani putri bermain, membuat istana, pasir di sana.


"ma.... boleh tidak Maureen sama kakak Vania berenang?"


tanya Maureen.


"kalian berdua ingin berenang ya.?"


"tapi sebentar lagi sudah waktunya sarapan" jawab Elisa.


"sebentar saja ma.... boleh ya" pinta Maureen, dengan penuh manja.


"ya... tapi jangan lama ya"


akhirnya Elisa memberikan izin kepada Maureen dan Vania untuk berenang di pinggir pantai.


Felicia yang melihat betapa asiknya kedua kakak nya berenang, kini menangis, pengen ikut berenang bersama kedua kakaknya.


"ma... Feli juga pengen ikut kakak berenang." pinta Feli.


"kamu masih terlalu kecil, sayang. kamu belum bisa berenang"


jawab Elisa


"mama ga mau basah ....jadi mama tidak bisa menemani Feli berenang"


ucap Elisa lagi.


"ehem... ehem.."


Elisa segera, menoleh ke asal suara.


dan melihat, ternyata Carlos lah yang datang menghampirinya.


"sayang....kamu cantik sekali"


ucap carlos yang tak segan-segan memuji kecantikan Elisa.


pagi ini Elisa menggunakan kaos warna putih dan celana pendek yang hanya setengah paha nya.


dengan rambut pendek nya yang di ikat kebelakang.di tambah polesan make up natural.


dengan bentuk tubuh yang tergolong sangat kecil, membuat Elisa memakai baju apapun bisa terlihat cocok untuknya.


inilah yang membuat Elisa semakin tambah cantik dan ****.


"sayang...."ucap Elisa. dia merasa heran, kenapa Carlos, t menatap nya tanpa berkedip sedikitpun.


"iya... kenapa"tanya carlos dengan terbata-bata, karena baru tersadar dari lamunannya.


"kok melamun sih...?" tanya Elisa lagi.


"aku tidak melamun. aku cuma terpesona sama kecantikan kamu"


jawab Carlos, dengan memainkan kedua alisnya. dia sengaja menggoda Elisa.


sedangkan Elisa merasa tersipu malu, mendengar ucapan Carlos. ditambah lagi melihat ekspresi wajah Carlos yang seakan menggoda nya.


"ma... kita berenang yuk" Feli kembali mengajak Elisa untuk berenang.bahkan sekarang Felicia sampai merengek-rengek mengajak Elisa berenang.


"mama malas basah-basahan. sayang"


jawab Elisa.


"Feli berenang sama ayah aja ya..."


Carlo mengajak Feli untuk berenang.


"yes.... "jawab Felicia dengan wajah gembira bahkan dia sampai melompat lompat kegirangan.


"sayang... boleh ya, saya bawa Felicia berenang?" Carlos meminta izin pada Elisa.

__ADS_1


"sebaiknya jangan. kamu sudah terlihat rapi" jawab Elisa, karena dia melihat Carlos dengan penampilan yang sangat rapi dan tampan. pokoknya perpec dah.


"tidak masalah. ini masih terlalu pagi, untuk jalan-jalan dan sarapan pagi"


jawab Carlos.


"baiklah..." akhirnya Elisa memberikan izin pada Carlos untuk membawa Feli berenang, karena dia malas sekali berdebat dengan Carlos, mengingat Carlos belum terlalu lancar menggunakan bahasa Indonesia.tapi Elisa masih bisa mengerti dengan apa yang selalu Carlos ucapkan.


"saya pergi ke toilet Dulu. untuk menggantikan pakaian saya"


ucap carlos lagi


"iya...." jawab Elisa.


tidak lama kemudian Carlos datang dengan celana pendek dan kaos dalam warna putih. bentuk tubuhnya yang aduhai. dan dada bidang nya yang Terekspos nyata membuat Carlos terlihat sangat tampan dan menggoda dengan penampilan seperti ini.


"Feli... ayo... kita berenang." ucap carlos sambil berjalan kearah Pinggir pantai dengan membawa Feli yang sudah berada di dalam gendongan nya.


Elisa hanya duduk sendiri di pinggir pantai. dia memperhatikan anak-anak nya yang terlihat sangat bahagia, bisa bermain dan berenang di pantai.


"sayang ... ayo ikut kami berenang"


ucap carlos pada Elisa.


"kalian saja yang berenang ya, aku malas berenang. takut basah"


jawab Elisa.


Elisa masih memilih untuk duduk sendiri di pinggir pantai. sesekali dia tersenyum melihat anak-anak nya bermain dengan begitu bahagia bersama Carlos.


'kebahagian seperti ini.... entah kapan lagi bisa aku dapatkan..?'


'apakah aku sanggup untuk membesarkan ketiga putri ku sendiri...?'


'entah sampai kapankah aku bisa bertahan di dalam situasi seperti ini...'


'dan apakah aku bisa membahagiakan ketiga putri ku ini Tuhan....?'


gumam Elisa. t


tanpa dia sadari, air matanya menetes di pipinya.


'tolong jagalah ketiga putri ku ini, Tuhan. berikan mereka kesehatan dan kebahagiaan.'


'jauhkan lah mereka dari orang-orang yang berniat jahat kepada ketiga putri ku ini.'


'kuatkan lah hati ketiga putri ku. jangan sampai, kelak mereka direndahkan dan dihina karena mereka harus hidup tanpa kasih sayang dari seorang ayah.'


'dan bimbinglah ketiga putri ku ini. supaya mereka terus berjalan di jalan yang engkau berkati'


gumam Elisa berdoa di dalam hatinya.


sambil menghapus kan air matanya.


hanya dengan membayangkan nya saja, Elisa sudah menangis sesenggukan.lalu bagaimana mungkin, Elisa bisa menjalani semuanya dengan tenang.


cobaan di dalam hidup ini memang harus kita hadapi.


Pepatah mengatakan bahwa ' Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan pada umatnya, melampaui batas kemampuan nya.'


tapi ini hanyalah pepatah. yang Elisa alami, sungguh sangat berat untuk dipikul.


yang sudah pernah mendapatkan cobaan yang sangat menyakitkan di dalam hidupnya, pasti mengerti dengan apa yang sedang Elisa alami.


"sayang....ayo ikut berenang' Carlos memanggil Elisa, untuk mengajak Elisa berenang.


***


setelah selesai membaca


jangan lupa dukungan nya ya.


like, komen dan hadiah nya.


supaya author semangat untuk up lagi.


dan terima kasih, untuk yang sudah memberi kan dukungan nya.

__ADS_1


__ADS_2