
keesokan harinya, Carlos kembali ke negara asalnya, London.
karena hari ini Elisa ada jadwal untuk mengajar, jadi Elisa tidak bisa mengantarkan Carlos ke Bandara.
seperti biasanya sebelum keberangkatan Carlos ke bandara, selalu ada edegan mesra, tapi Carlos dan Elisa yang masih ingat akan batasan. mereka hanya bisa berpelukan dan kiss di pipi aja.
begitu juga dengan ketiga putri Elisa. ketiga nya, setelah Carlos berpamitan mereka langsung mencium punggung tangan Carlos, seperti yang selalu mereka lakukan pada ' Daniel ' ayah kandung nya dulu.
walaupun merasa sangat berat untuk berada jauh dari Elisa, tapi Carlos tetap harus pulang ke negara nya.
flash back of
"sayang... seharusnya kamu meminta izin dulu untuk tidak masuk mengajar besok. aku ingin sekali kamu mengantar aku ke bandara"
ucap carlos,pada Elisa saat mereka berdua duduk santai di ruang tamu, sambil menemani ketiga putri Elisa bermain.
"tapi tadi pagi, aku sudah minta izin, jadi besok aku tetap harus kerja."
jawab Elisa.
"jika begitu, baik lah."
jawab Carlos, pasrah.
"sayang, setelah kita menikah nanti. aku ingin kamu berhenti bekerja, aku cuma ingin kamu duduk manis di rumah, mengurus anak-anak kita, sambil menungguku pulang kerja."
ucap carlos
"tapi...., jika aku tidak bekerja, lalu bagaimana bisa aku dapat uang untuk membiayai pendidikan anak-anak ku"
tanya Elisa.
"mulai sekarang, ketiga putri mu, sudah menjadi putri ku. jadi mereka semua, mulai saat ini sudah menjadi tanggung jawab ku"
__ADS_1
ucap carlos.
"tapi..., aku tidak mungkin membebani mu, dengan tanggung jawab ini."
jawab Elisa.
sungguh, Elisa tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan kekayaan Carlos.
Elisa berpikir, walaupun dia sudah menikah dengan Carlos, Elisa tetap akan bekerja, dia tidak ingin membebani Carlos untuk membiayai pendidikan anak-anak nya.
Carlos sudah mau menerima anak-anak nya saja, Elisa sudah sangat bersyukur.
"aku tidak akan merasa keberatan untuk membiayai semua kebutuhan putri kita."
jawab Carlos, dia menyebut ketiga putri Elisa, dengan putri kita.
"aku bahagia mendengar nya. aku bahagia karena kamu juga menyangi ketiga putri ku, seperti putri mu sendiri."
ucap Elisa.
saya juga berjanji untuk tidak mem beda bedakan, mereka bertiga dengan anak-anak kita kelak"
ucap carlos, tulus dari hati nya yang paling dalam.
Elisa hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Carlos.
"terima kasih atas perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan pada ku dan ketiga putri ku"
ucap elisa, lalu dia mendekat dirinya pada carlos, yang di sambut dengan bahagia oleh carlos.
dengan senyuman liciknya, Carlos membawa Elisa kedalam pelukannya.
sesekali Carlos mencuri untuk mencium pipi dan bibir Elisa.
__ADS_1
karena dia takut putri Elisa, melihat edegan mesra mereka berdua.
meskipun begitu, Carlos enggan untuk melepaskan pelukannya pada Elisa.
dia merasa sangat senang bisa memeluk Elisa seperti ini.
dan elisa juga merasa kan hal yang sama, sehingga dia tidak menolak pada saat Carlos memeluk nya dengan mesra.
dan Carlos dan Elisa juga mengobrol tidak hanya sampai di situ saja. Masih banyak yang mereka berdua cerita kan.
mereka berdua saling bercerita tentang pekerjaan dan kehidupan mereka berdua masing-masing, selama ini.
inilah untuk pertama kalinya, Carlos dan Elisa berbicara secara terbuka.
mereka berdua sangat bahagia bisa mengobrol dan bercanda bersama dengan orang yang kita sayangi.
dan baru kali ini lah, Elisa dan Carlos merasa bahwa mereka benar-benar pasangan yang sangat cocok dan serasi.
karena selama ini mereka hanya bisa mengobrol untuk sekedar nya saja dan itupun lewat handphone.
dan dipertemuan sebelumnya, Carlos dan Elisa, sama-sama masih merasa canggung untuk bercerita tentang kehidupan mereka sebelumnya.
jadi dulu mereka hanya mengobrol seadanya saja.
*****
readers, maaf ya, hari ini author cuma bisa up segini saja dulu
author lagi banyak masalah dan sedikit sibuk, author capek banget.
dan author juga tidak punya banyak waktu untuk enghalu ....
besok Kita lanjut lagi.
__ADS_1
salam sehat
author