
Elisa dan Carlos berjalan menuju resort.
sepanjang jalan Elisa dan Carlos mengobrol.
"sayang, doakan ya, supaya hubungan kita direstui oleh keluarga mu, oleh kakak mu, Natali dan david"
"ya...amin."
"malam ini, aku akan menjelaskan tentang kedatangan ku menemui mu, pada kedua kakak mu"
ucap carlos lagi.
"baiklah"
jawab Elisa.
tiba-tiba Elisa teringat sesuatu. karena dia merasa pertanyaan agak sulit untuk dimengerti oleh Carlos, Elisa pun memilih untuk bertanya lewat online.
"sayang, kita berdua menganut agama yang berbeda. saya katolik sedang kan kamu muslim. lalu bagaimana mungkin kita bisa menikah?."
tanya Elisa.
dia tidak ingin jadi mualaf. dan dia tidak mungkin untuk mengajak Carlos untuk mengikuti agama kepercayaan nya.
"meskipun kita berbeda agama, tapi menurut saya itu tidak jadi masalah, kita masih bisa bersama."
"jika kamu tidak mau jadi mualaf, setelah kita menikah, kamu masih bisa tetap menganut keyakinan mu yang sekarang."
"saya tidak masalah, jika kita harus menganut keyakinan yang berbeda."
"saya muslim dan kamu katolik"
jawab Carlos lewat WhatsApp.
"itu berarti kita menikah tidak secara sah dong?"
"saya tidak mau jadi wanita simpanan mu"
balas Elisa.
"saya berjanji, bahwa saya akan menikah mu secara sah, sayang"
"kita akan menikah secara sah"
"sah di mata hukum dan agama"
"dan tolong jangan meragukan keseriusan saya"
balas Carlos. dia takut, karena masalah agama, Elisa jadi punya alasan untuk menolak dia.
"bagaimana caranya...?"
tanya Elisa.
"sayang, saya pasti akan menikah mu secara sah. dan tolong jangan memikirkan hal yang bukan-bukan"
"percayalah sama saya, bahwa saya pasti akan bisa menyelesaikan masalah ini"
balas Carlos.
sesampai di resort, Carlos dan Elisa memasuki kamar mereka masing-masing.
"dari mana saja...?"
tanya Natali, yang ternyata masih berada di dalam kamar Elisa.
"maaf kak, karena saya kelamaan."
" tadi saya dan Carlos, jalan-jalan di pantai."
"mama..." panggil Felicia, dengan kegirangan melihat kedatangan mamanya.
"ya, sayang..."
"apakah Feli sudah mandi?"
"Feli sudah mandi ma....tadi Tante Natali yang memandikan Feli"
"ternyata Feli sudah mandi ya?"
"pantas saja anak mama yang satu ini sudah wangi"
ucap Elisa, sambil mencium pipi gembul Feli yang sekarang sudah berada di gendongannya.
"ya dong ....Feli sudah cantik belum ma?"
"tadi Tante Natali bilang, Feli harus terlihat cantik, karena kita akan pergi makan malam di sebuah restoran"
tanya Feli dengan mata eyes nya.
__ADS_1
"anak mama yang satu ini selalu terlihat cantik kok."
"sebentar lagi kita akan makan malam, apakah Feli sudah lapar?"
"Feli sudah lapar ma..."
jawab Feli.
" yang sabar ya sayang. mama mandi dulu ya, setelah itu kita ke restoran untuk makan malam"
Elisa ingin mandi dan segera masuk ke kamar mandi. tapi natali menahan nya.
"tunggu Elisa..."ucap Natali
"ada apa kak...?"
jawab Elisa, sambil membalikkan tubuhnya, dan menghadap ke arah Natali.
"ini...apa ini?"
tanya Natali, sambil memegang pergelangan tangan Elisa.
dia menunjukkan gelang dan cincin yang sedang dipakai Elisa.
"ini semua adalah pemberian Carlos kak."
"dan carlos sudah melamar ku"
jawab Elisa dengan jujur.
"kamu dilamar...?"
"suami mu, baru saja meninggal dunia Elisa. kenapa bisa secepat ini kamu move on dari almarhum suami mu"
tanya Natali, yang tidak percaya bahwa Elisa bisa move on secepat ini dari Daniel, yang sangat Elisa cintai.
"bukan kah selama ini, keluarga mu baik-baik saja."
"selama ini kamu terlihat sangat bahagia hidup bersama dengan Daniel"
"lalu kenapa kamu bisa secepat ini, melupakan Daniel"
tanya Natali lagi. dia membutuhkan penjelasan dari Elisa.
"selama ini, hubungan ku dengan Daniel memang baik-baik saja. bahkan aku merasa, bahwa akulah istri yang sangat beruntung karena memiliki suami yang sangat baik dan pengertian terhadapku, seperti Daniel."
ucap Elisa sambil meneteskan air mata, karena kembali ingat sama daniel
"dan aku belum bisa move on dari Daniel"
"aku masih sangat mencintai almarhum suamiku Daniel, kak"
ucap Elisa, sambil menghapus air mata nya. dia tidak terima dibilang melupakan Daniel secepat ini.
"lalu kenapa kamu bisa pacaran dengan pria lain?"
"sedangkan Daniel baru saja meninggal dunia?"
"dan sekarang,kamu sudah menerima lamaran dari Carlos"
tanya Natali lagi.
"kami berkenalan di Facebook. Carlos mengatakan cintanya padaku lewat messenger."
"aku menerima cintanya,hanya untuk iseng iseng saja."
"karena aku pikir hubungan kami tidak serius."
"tapi ternyata, Carlos benar-benar serius dengan semua ucapan nya padaku"
Elisa menarik nafas panjang,sambil menghapus air matanya.lalu kembali melanjutkan ucapannya
"dan sekarang, untuk yang ketiga kalinya, Carlos melamar ku"
ucap Elisa lagi.
"jadi kamu dan Carlos sudah merencanakan pertemuan ini?"
tanya Natali lagi
"tidak kak. tadi siang,aku juga kaget melihat kedatangan Carlos yang sangat tiba-tiba."
" kedatangan Carlos di di mall xxx tadi siang"
jawab Elisa jujur.
"sebelum nya, Carlos memang sudah pernah bilang bahwa dia akan segera menemui ku. tapi aku tidak mau memberikan alamat lengkap ku, padanya"
"dan aku juga sudah menjelaskan kepada Carlos, bahwa aku masih berduka."
__ADS_1
"aku masih belum bisa melupakan almarhum suamiku daniel.jadi aku tidak bisa menjalin hubungan dengan pria manapun."
ucap Elisa,dia mencoba menjelaskan semuanya secara detail sama Natali, supaya tidak terjadi salah paham lagi.
"jika kamu benar-benar yakin dan percaya sama cinta Carlos padamu, kakak pasti akan merestui hubungan kalian berdua."
"tapi,....Carlos rela jauh-jauh datang kesini hanya untuk menemui mu, itu artinya dia benar-benar ingin kamu menjadi istrinya.
"bahkan Carlos sudah membawa hadiah semahal ini, hanya untuk melamar mu"
ucap Natali sambil memegang perhiasan yang dipakai oleh Elisa.
"eh...itu apa?" tanya Natali lagi, pada saat tanpa disengaja dia melihat kotak perhiasan yang Elisa simpan di atas nakas
"itu..... sebetulnya, Carlos telah memberikan aku satu set perhiasan kak."
"dan di dalam kotak ini masih ada sebuah anting dan kalung." ucap Elisa, sambil membukakan kotak perhiasan tersebut.
"ini terlihat bagus banget Elisa. kamu beruntung sekali mendapatkan cinta dari bule kaya, seperti Carlos."
ucap Natali sambil memegang kalung pemberian Carlos untuk Elisa.
"lihat ini, ini sangat cantik sekali. gelang,cincin, anting dan kalung punya model yang sama. ini benar-benar satu set Elisa."
"harga nya pasti sangat mahal"
ucap Natali lagi. dia terkagum kagum melihat betapa cantiknya perhiasan itu.
"lalu kenapa kamu tidak memakai kalung dan anting ini, Elisa?"
"karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku tidak akan pernah melepaskan kalung, pemberian terakhir dari Daniel" ucap Elisa. Elisa selalu merasa sedih setiap kali membahas tentang Daniel
"kamu tidak perlu melepaskan kalung pemberian Daniel."
"lihatlah.... kalung pemberian terakhir dari Daniel, terlihat agak kecil dan pendek. sedangkan kalung pemberian dari Carlos, terlihat besar dan panjang."
"lihat ini, Elisa. terlihat cocok kan?"
tanya Natali sambil memasangkan kalung pemberian dari Carlos di leher Elisa.
"benarkah...?"tanya Elisa. sambil berjalan ke arah kaca lemari.
"benar banget kak. ini terlihat sangat cantik. ternyata, kedua kalung ini, cocok sekali ya, dipadukan seperti ini."
ucap Elisa, setelah melihat dirinya yang sedang menggunakan kedua kalung pemberian dari Carlos dan dari Daniel, secara bersamaan di depan kaca lemari.
karena kalung pemberian dari almarhum Daniel, sangat kecil dan pendek. panjang nya hanya diatas dada elisa.mempunyai mata kalung berbentuk bulat, seperti cincin. dan dengan leontin berbentuk love bergantung di tengah tengahnya.
sedangkan kalung pemberian Carlos sedikit lebih besar dan panjang nya mencapai dada Elisa. dan memiliki mata kalung berbentuk bunga mawar, yang dilengkapi batu berlian di tengahnya.
membuat kalung tersebut lebih terlihat sangat cantik.
begitu juga dengan gelang, cincin dan anting-anting nya. semuanya memilik mata, berbentuk bunga mawar dengan baru berlian di tengah-tengahnya.
"Mantul.... ini benar-benar sangat cantik. dan kamu tidak perlu untuk melepaskan kalung pemberian dari Daniel."
"itu artinya, mereka berdua memang sudah menjadi jodohmu, Elisa."
ucap Natali, yang membuat pipi Elisa jadi merah merona mendengar nya.
"sudahlah, jangan merasa malu. jika kamu dan Carlos memang berjodoh. percayalah, bahwa Tuhan pasti akan mempermudah hubungan kalian berdua."
"dan tolong jangan sia-siakan perjuangan Carlos untuk mendapatkan mu."
"belajarlah untuk move on dari Daniel. dia sudah di panggil Tuhan. dan tidak akan pernah untuk kembali lagi"
ucap Natali panjang lebar.
menentukan pilihan memang tidak mudah. seperti itulah yang di rasakan oleh Elisa. dia memang masih mencintai daniel.tapi untuk apa dia mengharapkan cinta yang tidak mungkin bisa dia dapatkan lagi.
cinta, yang hanya tinggal sebuah kenangan, kenangan yang mungkin saja, Sampai kapanpun tidak bisa Elisa lupakan.
karena, orang yang sudah di panggil Tuhan, sampai kapan pun tidak akan pernah untuk kembali lagi.
semakin dia mengharapkan Daniel untuk kembali, semakin dalam pula dia merindukan Daniel.
dan itu akan membuat dia tersakiti.
jadi bukan kah lebih baik jika Elisa mau untuk membuka hati nya untuk pria lain.
walaupun Elisa belum bisa untuk mencintai Carlos secara mendalam, tapi setidaknya rasa suka yang ada dihati Elisa, suatu saat nanti akan berubah menjadi cinta.
karena wanita manapun, membutuhkan cinta dan kasih sayang,dari orang yang juga dia sayangi.
lebih baik dicintai dari pada mencintai
jangan lupa dukungan nya ya...
like, komen dan surpot nya, author butuh penyemangat ni, supaya lebih semangat lagi, untuk update. terima kasih.
__ADS_1
ini adalah up terpanjang author.satu hari penuh author berpikir untuk membuat episode ini.