
setelah mendapatkan saran dari ibunya, Carlos lansung meminta asisten pribadinya,Alvaro untuk mengatur jadwal
keberangkatan dirinya ke Indonesia.
'aku akan mengambil cuti beberapa hari, untuk pergi ke Indonesia, menemui Elisa dan segera mengurus pernikahan ku dengan elisa.' pikir Carlos.
lalu ia memberikan perintah pada asisten pribadinya, untuk mengerjakan apa yang sudah di pinta nya.
Elisa sedang duduk bersantai bersama ketiga putrinya di ruang keluarga.
tidak berapa lama kemudian, handphone elisa berbunyi, menandakan ada panggilan video call masuk.
"halo sayang...." ucap carlos, pada saat panggilan telepon nya tersambung.
"halo juga. selamat siang." jawab Elisa, dengan wajah penuh bahagia.
"bagaimana kabarmu hari ini, sayang ?"
tanya carlos pada Elisa
"kabar saya baik-baik saja, sayang"
"dan bagaimana dengan kabarmu ?"
Elisa bertanya kepada Carlos tentang kabar Carlos hari ini.
"saya juga dalam keadaan baik-baik saja."
jawab Carlos.
"sayang, ada yang ingin saya sampaikan."
ucap carlos pada Elisa, sambil menatap mata Elisa dengan intens.
walaupun hanya lewat handphone, tapi dengan menatap manik mata Elisa seperti ini, dapat melepaskan rasa rindunya pada elisa.
"baiklah. apa yang ingin kamu sampaikan ?"
tanya elisa dengan dengan malu-malu karena mendapatkan tatapan tajam dari Carlos.
"saya ingin segera menemui mu sayang. mungkin dalam beberapa hari yang akan datang, saya akan datang ke Indonesia untuk menemui mu. karena saya ingin segera mengurus pernikahan kita"
ucap Carlos dengan wajah bahagia.
"baiklah. tapi kenapa kamu jadi ingin datang secepat ini ?"
tanya elisa.
"karena saya sudah tidak sabar untuk menjadikan mu, sebagai istriku"
ucap carlos sambil tersenyum sumringah, sambil memainkan kedua alisnya, dia sengaja menggoda Elisa.
"kamu selalu saja menggoda ku"
jawab Elisa dengan wajah yang sudah memerah karena menahan malu.
"aku tidak sedang menggoda mu sayang. tapi ini kenyataan nya. aku benar-benar sudah tidak sabar untuk segera menikahi mu"
jawab Carlos serius.
"tapi aku juga merasa sangat senang, ketika melihat wajah merah merona mu"
ucap carlos lagi.
"sudahlah, jangan menggodaku lagi."
ucap Elisa.
"lalu kapan pastinya kamu akan datang kemari ?"
tanya elisa lagi.
"sepertinya tiga atau empat hari yang akan datang."
jawab Carlos.
"baiklah..... aku pasti akan selalu menunggu hari itu tiba. aku akan sangat senang sekali jika kamu bisa datang secepat ini"
jawab Elisa.
"ucapan mu telah membuat ku semakin tidak sabar saja untuk segera menemui mu. sepertinya aku akan mempercepat kan keberangkatan ku menjadi hari esok saja"
__ADS_1
ucap carlos.
"aku sangat merindukan mu, sayang"
ucap carlos lagi.
"aku juga sangat merindukan mu"
jawab Elisa lagi, tanpa malu-malu.
"I love you, sayang "
ucap carlos, karena dia merasa sangat gemes melihat ekspresi wajah Elisa yang sekarang sudah tidak malu-malu lagi untuk mengungkapkan rasa cintanya pada Carlos.
"nanti kita lanjutkan lagi dengan chatting saja ya. sekarang aku sedang sibuk."
ucap carlos, karena dia pada saat ini memang sedang sibuk.
"baiklah, sayang. silahkan dilanjutkan lagi pekerjaan mu"
jawab Elisa.
"tolong jangan lupa untuk jaga kesehatan mu ya. I love you "
ucap carlos lagi.
"I love you too... sayang. dan jangan lupa, kamu juga harus menjaga kesehatan mu ya"
ucap Elisa.
***
Elisa masih menatap foto Carlos di layar ponsel miliknya, Mereka baru saja mengahiri percakapan ke berduanya.
entah kenapa, sekarang Elisa sedang dalam keadaan bingung.
Elisa merasa sangat bingung dengan perasaannya.
kenapa....
kenapa, sekarang perasaan ku jadi tidak karuan ya...?
dan beberapa hari setelah kepergian nya,
aku sudah di lamar oleh orang asing.
trus dua Minggu kemudian aku pacaran dengan Carlos.
setelah itu sebulan kemudian Glen teman kerja ku, mengatakan cintanya padaku.
dan setelah empat puluh hari, setelah kepergian Daniel, aku kembali di lamar oleh Carlos.
dan sekarang, setelah empat Bulan Daniel berpulang ke rumah bapa. aku sudah menjadi tunangan carlos dan bahkan sekarang aku dan Carlos sedang mempersiapkan pernikahan kami.
kenapa.....?
kenapa, semua ini terjadi dengan begitu cepat?
kenapa...?
kenapa kepergian mu, juga terjadi dengan begitu cepat, Daniel ?
disaat cinta kita sedang tumbuh dengan begitu suburnya di antara kita berdua. karena kita selalu menyiram dan memupuk cinta kita dengan kasih sayang dari kita berdua.
disaat, cinta kita sedang tumbuh dengan mekarnya...
dan disaat cinta diantara kita, sedang tumbuh dengan kasih dan sayang....
engkau malah pergi dengan begitu saja...
tanpa berpesan dan berpamitan sepatah katapun...
kenapa cinta....
cinta diantara kita harus di pisahkan oleh waktu dan maut.
ini sungguh sangat menyakitkan...
sebetulnya, hati ini belum bisa melupakan cinta dan kasih sayang yang selama ini kamu berikan pada ku dan kepada ketiga putri kita, Daniel.
tapi, aku juga tidak tahu kenapa Tuhan memanggil mu dengan begitu cepat...?
__ADS_1
aku tidak tau, apa maksud Tuhan dengan semua ini...?
dan kenapa Tuhan mempertemukan ku dengan Carlos secepat ini....?
apakah kami memang sudah ditakdirkan untuk berjodoh oleh Tuhan?
entahlah ...., Daniel. aku sungguh tidak mengerti dengan semua yang terjadi padaku akhir-akhir ini.
Daniel...., aku juga tidak mengerti dengan perasaan ku ini.
entah kenapa.... kenapa aku bisa menerima Carlos menjadi tunangan ku, secepat ini....
bahkan sebentar lagi, kami akan segera menikah.
semakin aku berpikir, semakin aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi padaku.
rasanya tidak mungkin aku melupakan mu dengan secepat ini....
dan, rasanya tidak mungkin aku bisa menjadi tunangan carlos secepat ini....
tapi inilah kenyataan nya, sekarang aku sudah menjadi tunangan carlos...
aku sudah membuka hatiku pada Carlos.
dan mencoba untuk move on dari mu, Daniel.
maaf kan aku.....,
bukannya aku bermaksud untuk melupakan mu secepat ini....
aku juga tidak pernah bermaksud untuk berpindah ke lain hati...
tapi hati ini butuh kasih sayang dari seseorang yang menyayangi dan mencintai nya dengan tulus.....
sekali lagi, aku minta maaf Daniel...
semua ini, memang terjadi dengan begitu cepat.
cepat... cepat... dan cepat.
sehingga aku sendiri tidak menyadari...
semuanya terjadi dengan begitu saja...
monolog Elisa.
dan tanpa Elisa sadari air mata bening miliknya, menetes membasahi kedua pipinya.
Elisa menghapus air matanya.
lalu mengusap wajah nya.
dan tangan kirinya mengusap kepalanya, lalu menarik rambut nya dengan kuat.
untuk menghilangkan beban di hatinya.
ingin rasanya Elisa berteriak....
untuk meluapkan semua beban di dalam hatinya.
tapi niatnya Elisa urungkan, karena di tempat itu sedang ada ketiga putrinya.
dengan isakan suara tangisnya, Elisa bangkit dari duduknya. lalu berjalan menuju kamar tidur nya.
sesampai nya dikamar nya. Elisa menghempaskan dirinya di atas kasur, lalu menutupi wajahnya dengan menggunakan bantal.
Elisa menangis sejadi jadinya di bawah bantal tersebut.
dia meluapkan semua isi hatinya dengan menangis dan menutupi wajahnya dengan menggunakan bantal. dengan begitu ketiga putrinya tidak bisa mendengar kan suara tangisnya. pikir Elisa.
pada saat ini, hati Elisa benar-benar sedang redup redam.
bingung dengan semua yang terjadi padanya.
apapun yang terjadi padaku, semoga semuanya atas rencana mu Tuhan.
dan semoga aku bisa menjalin nya dengan ikhlas.
karena aku percaya bahwa semuanya akan indah pada waktunya.
gumam Elisa di dalam hatinya.
__ADS_1