LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
jalan-jalan sore


__ADS_3

Elisa dan Carlos tersadar bahwa mereka sedang dalam Posisi saling berpelukan, setelah David dan Eric berdehem.


Elisa yang merasa malu, dengan kedekatan nya dengan Carlos, segara untuk beranjak menjauh dari Carlos.


tapi....


"apa ini...?"


ucap Elisa, karena dia merasa ada sesuatu yang menghalangi dia untuk menjauh dari tubuh Carlos.


Elisa akhirnya memilih untuk kembali membalikkan badannya lagi ke arah Carlos.


Elisa membelalakkan matanya,setelah ternyata, kalung yang sedang dia pakai tersangkut di kancing baju kemeja Carlos.


"maaf....." ucap Elisa sambil melangkah maju, mendekati Carlos. dia bermaksud untuk melepaskan kalung nya dari kancing kemeja Carlos.


tapi Carlos malah mundur dua langkah kebelakang.


dan reaksi Carlos yang Malah mundur membuat Elisa melangkah dengan cepat mengikuti langkah Carlos.


Natali yang orang nya memang suka jahil, lansung punya ide cemerlang.


'aku kerjain aja kali ya, Elisa sama carlos.'


gumam Natali di dalam hatinya.


dan Natali lansung mengangkat kaki sebelah kirinya, dia bermaksud untuk menghalangi langkah kaki Elisa.


dan.... tiba-tiba


bruk.....


Carlo dan Elisa terjatuh, karena kaki Elisa tersandung oleh kaki Natali.


Elisa terjatuh tepat diatas tubuh Carlos, dengan posisi tangan nya masih berada di dada Carlos.


sedangkan Carlos memeluk tubuh Elisa dengan sangat erat.


semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut sangat kaget, setelah melihat posisi Carlos dan Elisa yang rebahan sambil berpelukan.


"Elisa....." ucap David dan Natali. dengan mata melotot


"mama....." ucap Vania dan Maureen.


dengan mulut terbuka.


"bi .....bibi Elisa kenapa?"


tanya Dewi.


"wau....." ucap Eric sambil menggeleng kan kepalanya.


'kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan Carlos'. gumam Eric di dalam hatinya.


"maaf..." ucap Elisa. lalu dia segera bangun dari atas tubuh Carlos. dengan wajah yang sudah merah merona karena menahan malu.


tapi kerena kalung yang dia pakai masih tersangkut di kancing kemeja Carlos, membuat Elisa tidak leluasa untuk bergerak.


sedangkan Carlos hanya tersenyum mendapatkan momen indah seperti ini.


'akhirnya aku bisa memeluk mu, Elisa'


gumam Carlos dengan sedikit mesum di dalam hatinya.


"maaf...." . ucap Elisa lagi, sambil menurunkan kakinya kesamping tubuh Carlos.


Elisa duduk di samping tubuh Carlos yang masih berbaring dengan wajah sedikit menunduk supaya dia bisa melepaskan kalungnya yang tersangkut di kancing kemeja Carlos.


Carlos hanya bisa tersenyum melihat wajah Elisa yang sudah merah merona, karena malu. dia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang berada di dalam ruangan itu tertuju sana mereka berdua.

__ADS_1


'tingkah mu bikin aku gemes Elisa'


gumam Carlos. ingin rasanya dia mencium pipi Elisa yang tepat berada di atas wajahnya.


akhirnya Carlos memilih untuk duduk di samping Elisa, supaya Elisa bisa dengan mudah untuk melepaskan kan kalung nya .


Carlos selalu memperhatikan apa yang sedang Elisa lakukan.


'andai saja, disini hanya ada kita berdua saja, aku pasti sudah mencium mu. kamu bikin jantungku berdetak dengan tidak karuan elisa' monolog carlos.


"ehem .... ehem... sudah dong, mesra mesranya. disini banyak orang." ucap Natali dengan suara sedikit nyaring.


"maaf..." ucap elisa, sambil segera berdiri setelah kalungnya berhasil dia lepaskan dari kancing kemeja Carlos.


"disini ada anak kecil. jadi jangan main peluk peluk." ucap Natali mencoba mengingat kan Elisa.


"iya kak. maaf kejadian tadi tidak di sengaja kan" jawab Elisa sambil menundukkan kepalanya.


Carlos hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan Natali.


"semuanya. sebaiknya kita segera ke kamar, kamar nya sudah siap"


ucap Eric dengan menggunakan bahasa Inggris.


tadi eric lah yang sudah membayar sewa resort tersebut.


akhirnya mereka semua menuju kamar masing-masing.


Elisa satu kamar dengan Felicia.


Maureen, Vania dan Dewi berada di kamar yang sama.


sepasang suami istri, Natali dan david juga berada di kamar yang sama.


begitu juga dengan Carlos dan Eric, mereka berdua juga memiliki untuk satu kamar.


Elisa yang baru saja sampai di kamarnya, dia lansung merebahkan Felicia di ranjang. tiba-tiba terdengar ketukan di depan pintu kamar miliknya.


Elisa kaget bukan main setelah pintu kamarnya terbuka. ternyata Carlos lah yang berada di luar pintu kamar nya.


Carlos hanya bisa tersenyum melihat raut wajah Elisa yang menatap nya seperti orang yang sedang ketakutan karena melihat hantu saja.


"sayang...." panggil Carlos sambil mengangkat kedua alisnya. dia sengaja untuk menggoda Elisa.


"kamu..." Jawab Elisa, dengan malu-malu.


"sayang.... kita jalan-jalan sore yuk " ucap Carlos dengan menggunakan bahasa Inggris.


"aku tidak mengerti" jawab Elisa.


akhirnya Carlos memilih untuk kembali chat Elisa, dia masih tidak mau jujur sama Elisa kalau dia bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia.


'chatting dengan Elisa kayaknya lebih seru, supaya kita pacaran lebih berkesan. gaya pacaran kami berdua ini ,yang berbeda dari yang lainnya, akan kami ingat seumur hidup kami'


'so sweet'


gumam Carlos. sambil senyum-senyum sendiri.


dan Elisa yang melihat Carlos sedang mengetik pesan, segera mengambil handphonenya. dia tahu kalau Carlos pasti ingin chatting dengan nya.


"sayang, kita jalan-jalan Sore yuk" isi chat dari Carlos.


'dia mengajak ku untuk pergi jalan-jalan sore' gumam Elisa.


"kemana...?"


"tapi Feli masih tidur"


balas Elisa.

__ADS_1


"kita pergi jalan-jalan ke pinggir pantai" balas Carlos


"hai ...." ucap Natali yang tiba-tiba datang.


"hai...."


"my name is Carlos."


"what is your name?"


Carlos bertanya kepada Natali.


"my name is Natali"


jawab Natali.


"pleased to mete you"


"my to mete you" jawab Elisa.


Carlos merasa senang melihat kedatangan Natali. dia punya ide, supaya Elisa bersedia untuk jalan-jalan sore dengan nya.


"sayang.... kita jalan-jalan yuk. Felicia titipkan sama kakak Natali saja" Carlos memilih untuk kembali chat Elisa.


"kak Natali. apakah kakak mau untuk menemani Felicia, disini?."


"Feli sedang tertidur. dan aku ingin jalan-jalan sebentar"


Elisa memberanikan diri untuk meminta izin sama kakaknya.


"ya sudah. kamu jalan-jalan saja sama Carlos"


"Feli.... biarkan saya saja yang menjaganya"


Natali memberikan izin pada Elisa untuk pergi jalan-jalan bersama Carlos.


dia mengerti jika Carlos dan Elisa butuh waktu berdua untuk mengobrol.


"jangan sampai bule tampan ini berpindah ke lain hati."


"Pepet terus dia, jangan sampai kamu menyesal karena sudah menolak cinta nya"


bisik Natali tepat di telinga Elisa, yang berhasil membuat pipi Elisa merah merona karena menahan malu.


"les go...." ucap carlos Sambil menarik tangan Elisa, dan menuntun Elisa berjalan ke arah pantai.


natali hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Carlos dan Elisa.


'mudah mudahan Carlos orang yang tepat untukmu elisa.'


'karena tidak ada pertemuan yang tanpa di sengaja. aku yakin Tuhan mempertemukan mu dengan Carlos dengan maksud tertentu.'


'semoga Carlos, menjadi jodohmu yang telah Tuhan berikan untukmu'


' sepertinya Carlos adalah orang yang penyayang,lemah lembut dan baik hati'


'dan.... romantis'


'aku yakin dia akan menyangi mu dan anak-anakmu dengan tulus, Karena dia dengan mudahnya mengambil hati Felicia' gumam Natali. dia ingat bagaimana Felicia yang cerewet mau tidur dengan pulas di dalam gedong Carlos.


'selamat bersenang senang Elisa dan Carlos. semoga kalian berdua cocok'


gumam Natali lagi.


dia benar-benar berharap bahwa Elisa bisa mendapatkan pria yang baik dan mencintai dan menyayangi ketiga ponakannya.


Natali bisa merasakan apa yang telah dirasakan oleh Elisa dan ketiga putri nya.


kehilangan sosok suami dan sosok seorang ayah, sangatlah menyakitkan.

__ADS_1


suami dan ayah yang selalu menyangi dan mencintai keluarga nya. menyangi istri dan ketiga putrinya. sungguh rasa sakit. sakit yang tidak bisa ditahan, yang tidak ada obatnya, selain iklas.


Natali ingin Elisa dan ketiga putri nya bisa cepat keluar dari keterpurukan ini.


__ADS_2