
malam harinya.diaat vania sedang fokus mengerjakan tugas kuliahnya. tiba-tiba ada panggilan telepon masuk di handphone miliknya.
Vania mengambil handphonenya yang dia simpan di atas meja belajarnya.
'rafael' gumam Vania, lalu menekan tombol hijau, untuk menjawab panggilan video call tersebut.
"hallo Vania, sayang" dengan tersenyum bahagia, Rafael menyapa Vania dari seberang sana.
"hallo juga" jawab Vania, singkat.
"bagaimana kabarmu hari ini?"
"dan, apa yang sedang kamu lakukan?"
tanya Rafael.
"saya baik-baik saja. dan bagaimana kabarmu?" Vania balik bertanya.
"saya juga baik-baik saja."
"sayang. kamu kemana saja? kenapa beberapa hari ini tidak pernah berikan aku kabar?"
tanya Rafael.
"beberapa hari ini, saya sibuk kuliah. saya tidak memberi mu kabar, karena saya juga sedang menunggu kamu menghubungi ku duluan" jawab Vania dengan malu-malu.
"jadi, kamu ingin aku yang menghubungi mu duluan?" tanya Rafael, tersenyum dengan gemasnya. membuat Vania ingin sekali bersikap manja pada kekasih
nya ini.
"iya...." jawab Vania, sambil terkekeh , menutupi rasa malunya.
"Vania, kamu selalu saja meminta ku untuk duluan menghubungi mu.
seharusnya kamu tahu, bahwa aku akan senang, jika kamu mau menghubungi ku terlebih dahulu" ucap Rafael.
"kamu terlalu sibuk, Rafael. jika aku chat kamu duluan, membutuhkan waktu berjam-jam bagimu untuk bisa membalas chat dari ku. terkadang aku lelah sampai menunggu balasan chat dari mu. dan itu akan membuatku merasa di abaikan. aku tidak suka di cuekin, jadi lebih baik aku tidak chat kamu sama sekali" jawab Vania, bicara panjang lebar. udah kayak kereta api aja.
Rafael tersenyum, mendengar ocehan kekasihnya, Vania. dia sadar kalau dia terlalu sibuk dengan kuliah dan kerjaannya, sehingga dia tidak punya banyak waktu untuk Vania.
tapi setiap kali mereka berdua lakukan Video call seperti ini, Rafael senang karena Vania selalu terbuka padanya. semua unek-unek rasa rindu Vania pada Rafael, selalu Vania ungkapkan pada Rafael.
__ADS_1
bahkan Vania selalu bersikap manja pada Rafael, walaupun cuma lewat Vidio call.
tapi kasih sayang yang Rafael berikan bisa Vania rasakan, sampai masuk kedalam relung hatinya yang paling dalam.
begitu juga dengan Rafael. Rafael tau, sikap manja Vania pada dirinya, dengan begutulah cara Vania mengungkapkan rasa sayang dan cintanya pada Rafael. Rafael tahu, sebagai kekasih, Vania butuh kasih sayang darinya. sama seperti pada gadis di luar sana.
"sayang. maaf ya, aku tidak pernah ingin untuk mengabaikan mu.tapi aku terlalu sibuk dengan kuliah ku. kamu jaga tahu kan, setiap hari setelah pulang kuliah. aku harus menantu pemasaran kapal pesiar ayahku.jadi aku tidak punya banyak waktu untuk bersantai" jawab Rafael, menjelaskan pada Vania bagaimana kesibukan dia selama ini.
"saya mengerti dengan kesibukan mu"
jawab Vania, sedih karena Rafael tidak punya banyak waktu untuk dirinya.
Vania tau tentang semua kesibukan Rafael. karena Rafael juga sering melakukan video call dengan dirinya,ketika dia sedang di kampus maupun di tempat kerjanya. jadi Vania tau apa saja aktivitas yang sedang Rafael lakukan selama ini.
"tadi aku sudah minta maaf. apakah kamu sudah memaafkan ku?" tanya Rafael, dengan senyuman menggoda nya
"aku sangat sayang sama kamu.jadi mana mungkin aku tidak memaafkan mu" jawab Vania. tersenyum.
"i ihh ... senyuman mu itu bikin aku gemes deh. aku rasanya udh tidak sabar lagi untuk mencium pipi mu itu, lalu mencubit nya kayak gini " ucap Rafael, memperagakan kedua tangannya yang sedang mencubit pipi Vania.
"i ihh .... pipi ku jangan di cubit dong. nanti sakit loh" jawab Vania, sambil memegang kedua pipi nya, menggunakan kedua tangannya.
"Vania, aku benar-benar merindukan mu. rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengan mu" ucap Rafael.
selama tiga tahun pacaran. Vania dan Rafael memang bisa saling menjaga perasaan mereka berdua, walaupun mereka LDR.
bahkan selama dua tahun terakhir, mereka berdua pacaran dari jarak jauh. selama dua tahun ini mereka berdua LDR.
cinta mereka berdua tidak pernah pudar. walau mereka berdua jarang sekali bertemu, tapi mereka berdua percaya bahwa mereka berdua bisa saling setia.
****
kalau menurut author nih ya. LDR itu, bikin kita selalu merasa kangen setiap hari.bahkan tiada hari tanpa kangen. walaupun sesekali kita sering merasa curiga ataupun cemburu dengan pasangan kita. tapi rasa itulah yang memperkuat kan cinta diantara kita.
LDR juga enak loh. karena dengan LDR kita bisa tau sebesar apa cinta kita pada pasangan kita. dengan LDR kita bisa belajar untuk setia dan saling percaya. walaupun tanpa bertemu.
dari pada setiap hari bertemu. tapi belum tentu setia. karena ada banyak sekali orang yang selingkuh dari pasangan nya.
yang setiap hari bersikap romantis pada pasangan nya, tapi sikap romantis nya hanya untuk menutupi bahwa dia sedang selingkuh.
jadi tidak ada yang perlu kita takuti pada saat kita LDR dengan pasangan. karena pada dasarnya,jika orang itu ingin selingkuh, di saat bersama dengan pasangan nya sekalipun, pikirannya bisa saja tertuju pada orang lain.
__ADS_1
tapi berbeda dengan orang yang setia. walaupun, raga mereka terpisah. tapi dalam pikiran mereka, mereka selalu memikirkan orang yang dia cintai.
bahkan, setiap hembusan nafasnya dia selalu berdoa untuk pasangan nya.
cintanya pada Rafael lah yang membuat Vania percaya pada Rafael.
meskipun pada saat ini dia ingin bertanya pada Rafael tentang foto mesra Rafael dengan Jesika. tapi niatnya dia urungkan, karena dia tau Rafael hanya mencintai dia seorang.
Vania tahu, Jesika tidak pernah menyukai nya. jadi menurut Vania,Jesika dengan sengaja membuat dia cemburu dengan kedekatan Rafael pada Jesika.
Vania bukanlah sosok gadis yang gampang marah. Vania adalah sosok gadis yang sangat penyabar dan dewasa.
dia akan mencari kebenaran dulu, baru bertindak.
"Vania. mungkin Minggu depan saya akan pulang ke London. saya akan ambil cuti beberapa hari, untuk bertemu dengan mu"
ucap Rafael.
"benarkah?" tanya Vania dengan antusias.
"tentu saja. semoga saja ya, jadwal ku Minggu depan, tidak terlalu padat. sehingga aku bisa segera menemui mu"
"ya... semoga saja kita bisa segera bertemu" jawab Vania.
"ya sudah. saya tutup dulu telpon nya ya. selamat malam sayang" ucap Rafael, pamit undur diri.
"selamat malam. jaga dirimu baik-baik" jawab Vania.
"I love you. jangan lupa jaga diri mu dengan baik ya sayang" ucap rafael.
"emh .... mach... Mach... mach...." ucap Rafael, sambil memperagakan kiss by nya.
"emh ..... mach juga" jawab Vania. dia juga memperagakan kiss by nya.
hanya dengan cara seperti inilah, Rafael dan Vania mengungkapkan rasa rindu dan cinta mereka berdua.
walaupun cuma kiss by. tapi kiss nya berasa masuk kedalam hati. bahkan mereka berdua sampai senyum-senyum sendiri loh, seakan kiss benaran.
Rafael adalah orang yang sangat bertanggung jawab. dia juga pintar berbisnis. bahkan di usia nya yang baru 20 tahun dia sudah bisa berbisnis. di usia 20 tahun dia sudah menjadi pengusaha ternama. dia sudah menjalankan perusahaan kapal pesiar ayahnya. walaupun masih dalam pantauan dan bimbingan dari ayahnya. tapi itu adalah awal yang baik untuk anak seusia Rafael.
karena kesuksesan dia inilah, ada banyak sekali gadis di luar sana yang ingin mendapatkan cinta Rafael. bahkan ada seorang gadis yang ingin memisahkan Vania dari Rafael, dengan cara yang curang. supaya dia bisa bersama dengan Rafael.
__ADS_1
...yuk komen, supaya author lebih semangat lagi untuk update....
...terima kasih...