LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
dinner


__ADS_3

setelah berbincang-bincang, Carlos kembali meminta izin sama kak David dan kak Natali untuk membawa Elisa jalan-jalan.


David dan Natali mengerti,bahwa Carlos dan Elisa memang harus mengobrol berdua. selain karena ini adalah pertemuan pertama mereka, juga karena Carlos dan Elisa memang harus lebih dekat untuk saling mengenali dan saling memahami.


mengingat keduanya akan segera menikah.


"baiklah. saya izinkan kamu untuk berkencan dengan elisa." ucap David.


"tapi ingat, sebelum kamu dan Elisa sah sebagai suami istri, kamu tidak boleh berbuat yang tidak senonoh pada elisa"


"atau..... hidupmu akan berakhir di tempat ini juga. kamu tidak akan bisa kembali lagi ke negara asal mu"


ucap David, dengan sedikit menggeretak Carlos, memberikan sedikit ancaman.


dengan menggunakan bahasa Inggris,supaya Elisa dan Natali tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan.


"baiklah. saya berjanji pasti akan menjaga Elisa dengan baik. dan tidak akan menyakiti Elisa, apalagi sampai berbuat yg tidak senonoh padanya."


Jawab Carlos, dengan malu malu, mengingat tadi dia sudah berbuat mesum dengan Elisa.


Carlos jadi malu sendiri mengingat kejadian itu. harga dirinya turun,karena David bilang 'jika kamu berani berbuat tidak senonoh pada elisa,hidup mu akan berakhir di tempat ini juga'


'ih.... seram.'


'apakah mungkin.... orang Dayak suka makan manusia?'


'seperti rumor yang sering saya baca?'


monolog Carlos.


Carlos merasa sedikit takut mendengar ancaman dari David.


membayangkan, dia akan di keroyok dan di bunuh oleh orang suku Dayak saja dia sudah merinding. apalagi jika kejadian itu benar-benar terjadi pada nya.


"Elisa jika kamu dan Carlos, ingin jalan-jalan, maka kami semua akan pergi bermain di taman bermain."


ucap Natali, pada elisa.yang di jawab Elisa dengan anggukan di kepalanya.


"anak-anak, kita akan bermain di taman bermain."


ucap Natali.


"hore.... yuk kita segera kesana, Tante Natali"


ucap Maureen yang memang sudah ga sabar untuk bermain.


"yuk.... kita semua bisa bermain sepuasnya di sana."


ucap Natali, pada anak-anak Elisa. mengingat mereka mendapatkan voucher gratis di taman bermain. mau main apa saja, semuanya gratis.


semuanya berlalu meninggalkan Elisa dan Carlos.


ketiga putri Elisa, begitu bersemangat jika sudah membahas bermain di taman bermain,dengan berbagai wahana.


***


Carlos, mengajak Elisa untuk dinner di sebuah cafe.


cafe, yang tepat di pinggir pantai.


mereka berdua duduk berdampingan, menghadap ke arah pantai.


dan ditemani bulan purnama.


yang seakan menambah keromantisan di antara keduanya.


terlihat banyak sekali orang-orang yang berkeliaran di sana.karena pada malam hari ini, cahaya bulan purnama sangat terang, membuat banyak sekali orang yang menyukai suasana tersebut.


momen indah seperti inilah yang bikin suasana pantai pasir panjang, sikawang selalu di minati banyak pengunjung.


ada yang asik bermain. ada juga sekelompok orang-orang yang asik BBQ.


"sayang..."ucap carlos, yang berhasil membuyar lamunan Elisa, yang asik memperhatikan aktivitas orang-orang disekitar mereka.


"iya...."jawab Elisa singkat.


"sayang. kenapa sih kamu selalu cuek terhadap ku?"


tanya carlos.

__ADS_1


"aku tidak pernah cuek kok sama kamu."


"ada apa?"


"sayang... aku senang sekali melihat kamu mau memakai kalung pemberian dari ku."


"kamu terlihat sangat cantik sekali, memakai kalung ini." ucap carlos,sambil memegang kalung pemberian dari nya, untuk Elisa yang sekarang sedang dipakai Elisa.


sebetulnya, sejak dari tadi Carlos ingin sekali memuji kecantikan Elisa.


tapi dia merasa malu sama keluarga Elisa. jadi dia menunggu waktu yang tepat untuk memuji kecantikan Elisa.


"terima kasih, karena kamu sudah memberikan hadiah ini untuk ku, berupa perhiasan ini."


jawab Elisa.


"sayang... aku ingin bertanya sama kamumu." ucap carlos.


"baiklah. apa yang ingin kamu tanyakan?"


"tanyakan saja..."


"aku mau bertanya..... sebetulnya kamu cinta atau tidak sih sama aku"


tanya carlos, sambil menggenggam tangan Elisa dan menatap wajah Elisa dengan seksama, seakan mencari kejujuran dari mata Elisa.


Elisa merasa sangat gugup mendapatkan tatapan tajam dari Carlos,yang seakan menusuk ke relung hatinya.


ditambah lagi Carlos bertanya akan ketulusan cintanya, kepada Carlos.


dimana Elisa sendiri tidak tahu, apakah dia benar-benar cinta atau sekedar suka saja sama Carlos.


Elisa menundukkan kepalanya, dia ingin sekali menarik tangannya dari genggaman Carlos.


tapi Carlos menahan nya. dan semakin mempererat genggaman tangan nya di tangan Elisa.


tangan kiri Carlos,mengangkat dagu Elisa, supaya dia bisa menatap mata Elisa.


"apakah kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?"


"aku mencintaimu Elisa. dan apakah kamu juga mencintaiku, elisa?"


Elisa tidak bisa menjawab pertanyaan dari Carlos. dia hanya bisa diam tak bergeming sedikitpun.


dia bingung harus menjawab apa pada Carlos.


"sayang... apakah kamu masih meragukan cintaku?"


tanya Carlos lagi, yang masih dengan sabar menanti jawaban dari Elisa.


"sayang...." ucap carlos lagi,dengan nada sedikit jengkel karena Elisa belum juga menjawab pertanyaan nya.


"aku memang menyukai mu Carlos. tapi aku tidak tahu apakah ini cinta atau hanya sekedar suka."


jawab Elisa jujur.sepertinya jujur lebih baik,pikir Elisa


"tidak mudah bagi ku, untuk menyakinkan hati ini. kamu tahu sendiri bahwa suamiku baru saja meninggal dunia"


ucap Elisa lagi.


"lalu... bagaimana dengan lamaran dari ku."


"apakah, kamu menerima lamaran dari ku dengan iklas?"


tanya Carlos, memastikan.


sebenernya Carlos bisa mengerti dengan perasaan Elisa.....


tidak ada orang yang bisa dengan mudah nya melupakan orang yang sangat dia cintai, yang sekarang sudah pergi untuk selamanya,dan tidak akan pernah untuk kembali lagi, dengan begitu saja.


jadi, seperti itulah yang di rasakan oleh Elisa.


tidak mungkin kan Elisa bisa melupakan Daniel dalam waktu yang sesingkat ini.pikir Carlos


Carlos paham betul posisi Elisa. jadi walaupun Elisa tidak mengatakan cintanya padanya, Carlos malah senang mendengar kejujuran dari Elisa.


kejujuran Elisa lah, yang membuat Carlos sayang sekali sama Elisa. dia tahu Elisa adalah wanita baik-baik. yang selama ini dia ingin kan.dan pantas menjadi istri nya.


"aku iklas menerima lamaran dari mu."

__ADS_1


"karena aku percaya pada rencana Tuhan.


Jika Tuhan memang mengizinkan kita berjodoh, maka Tuhan pasti akan mempersatukan cinta kita dalam sebuah ikatan pernikahan"


jawab Elisa, dengan penuh keyakinan.


"aku senang mendengar jawaban dari mu, sayang."


"semoga saja kita berjodoh.amin."


jawab Carlos.


"dan semoga saja, kamu bisa mencintai ku, seperti aku juga mencintaimu"


ucap carlos. lalu menarik tubuh Elisa ke dalam pelukannya.lalu mencium pucuk kepala Elisa dengan penuh cinta.


"sayang... aku tidak masalah jika kamu belum bisa mencintai ku, secepat ini. karena aku yakin bahwa aku bisa membuat mu jatuh cinta padaku "


"kamu mau merima cintaku dan mau menikah dengan ku, itu sudah cukup bagiku"


ucap carlos dengan perasaan bahagia.


"sayang.... dua bulan yang akan datang, saya akan membawa, ibu saya datang ke rumah mu, untuk melamar mu sesuai dengan adat istiadat mu"


ucap carlos lagi


"baiklah..." jawab Elisa singkat.


"baiklah...? kenapa jawaban mu, selalu singkat seperti ini sayang?"


Carlos protes dengan jawaban dari Elisa yang selalu singkat


"karena saya tidak tahu harus bilang apa sama kamu..." jawab Elisa jujur.


"baiklah... jika begitu, kamu tidak perlu memikirkan masalah ini lagi"


ucap carlos, sambil mempererat pelukannya.


"aku berjanji, kita aku menihakimu aku akan menyayangi mu dan anak-anakmu sepenuh jiwa dan raga ku"


ucap carlos.


"aku juga berjanji bahwa aku akan menafkahi dan membiayai pendidikan mereka sampai mereka dewasa"


"terima kasih atas perhatian dan kasih sayang mu, untuk ku dan untuk anak anak ku" jawab Elisa.


"sama-sama. aku cuma ingin kita saling mencintai, saling percaya dan saling jujur. supaya hubungan diantara kita bisa berjalan dengan baik"


ucap carlos.


"iya... aku pasti akan selalu percaya padamu" jawab Elisa.


"terima kasih sayang."


ucap carlos sambil mengangkat dagu Elisa keatas, lalu dia mengecup bibir ranum Elisa sekilas"


"sayang... ingat pesan kak David."


ucap Elisa sambil mendorong tubuh Carlos


"iya.... aku pasti akan selalu mengingat pesan kak David. aku tidak akan melakukan yang lebih dari ini" ucap Carlos, yang tanpa aba-aba kembali mencium bibir Elisa,cukup lama , tanpa ada penolakan dari Elisa.


setelah merasa puas, barulah Carlos melepaskan ciuman panas tersebut.


lalu berkata.


"aku sangat mencintaimu, tolong jangan pernah meragukan cintaku padamu"


ucapnya.


Elisa hanya diam, dia seperti terhipnotis setelah mendapat kan cuiman lembut dari Carlos. Elisa selalu tidak bisa menolak suntikan vitamin yang satu ini, dari Carlos.


sedangkan Carlos hanya bisa tersenyum melihat wajah merah merona Elisa. walaupun Elisa tidak pernah mengatakan ungkapan cintanya sama Carlos. tapi Carlos tahu dan bisa merasakan bahwa Elisa juga mencintainya. tapi sepertinya Elisa belum menyadari hal itu .


karena setiap kali Carlos mencium bibir Elisa, Elisa selalu membalas nya, dia tidak pernah menolak ciuman dari Carlos.


"sayang... sekarang kita menyusul anak-anak ke taman bermain yuk."


"kasian, mereka menunggu kita terlalu lama." ucap carlos.

__ADS_1


Carlos ingat akan janjinya pada David bahwa dia hanya akan jalan-jalan sebentar saja bersama Elisa.


__ADS_2