LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Elisa berbohong


__ADS_3

hari ini Carlos akan ke Indonesia menemui Elisa. butuh beberapa hari bagi


Carlos untuk mengurus semua surat-surat yang akan di butuhkan untuk mendaftar pernikahan nya dengan Elisa.


salah satunya surat izin dari ibunya bahwa dia akan pindah ke agama katolik ikut Elisa calon istrinya.


Carlos yang sudah benar-benar mantap dengan pendirian nya untuk pindah agama, tidak ingin ada halangan dalam mengurus pernikahan nya.


sesampai nya di bandara, mata Carlos lansung tertuju pada sosok wanita yang selama ini dia rindukan.


'Elisa...'


ucap carlos di dalam hatinya.


'akhirnya aku bisa bertemu dengan mu,


aku sangat merindukan mu.'


gumam Carlos, sambil berjalan ke arah Elisa.


'sayang....'


ucap Carlos pada saat dirinya sudah berada di depan Elisa. yang di sambut dengan senyuman sumringah dari Elisa.


"aku sangat merindukan mu"


ucap carlos, sambil meraih tubuh Elisa ke dalam pelukannya.


"aku juga merindukan mu"


jawab Elisa, sambil mengakat kepalanya, supaya dia bisa menatap wajah Carlos.


dan langsung di sambut Carlos dengan senyuman penuh godaan....


setelah puas menatap mata Elisa, Carlos mencium puncak kepala Elisa, lalu pelipis mata Elisa.


Carlo mencium pelipis mata Elisa, kemudian matanya dan dilanjutkan dengan mencium pipi Elisa, tanpa ragu atau malu sedikit pun. Carlos tidak memperdulikan pandangan orang di sekitar mereka berdua yang terus saja memperhatikan tingkah bucin Carlos pada Elisa.


"sayang.... lepaskan pelukannya, malu di lihat orang"


ucap elisa pada Carlos yang sejak tadi terus saja memeluk dirinya.


"untuk apa malu, kamu kan calon istri ku ?"


tanya carlos.


"di mana taksi yang kamu sewa tadi ?"


"di sebelah sana "


jawab Elisa, sambil menunjukkan taksi yang dia sewa...


"baiklah. ayo kita kesana "


ucap carlos, lalu mereka berdua berjalan menuju mobil taksi dengan bergandengan tangan.


setelah menyuruh sang sopir taksi untuk menyimpan barang-barangnya di bagasi Carlos berpesan pada sang sopir untuk mengantar dia dan elisa ke sebuah mall.


dia ingin bersantai dan bermanja-manja pada Elisa di sana, hanya untuk melepaskan rasa rindunya pada elisa.


sesampai nya di mall xxx Carlos membawa Elisa untuk makan romantis di sebuah restoran.


dia sengaja memilih tempat yang VVIP, yang hanya ada mereka berdua di sana. dimana dia bisa bermanja-manja pada Elisa, tanpa takut akan ada yang melihat nya.


dan benar saja, setelah selesai makan.


Carlos memulai rayuan gombal nya, pada sang pujaan hatinya.


"sayang, aku sangat merindukan mu.


aku sudah tidak sabar untuk segara menikahi mu."


"ibuku juga sudah tidak sabar untuk memiliki seorang menantu dan memiliki seorang cucu dari kita berdua"


ucap carlos sambil menatap wajah Elisa yang ada di samping nya.


"aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. aku juga tidak sabar untuk segera menjadi istri mu"


jawab Elisa.


Carlos yang mendengar ungkapan hati Elisa, merasa sangat bahagia. lalu carlos segera meraih tubuh Elisa kedalam pelukannya.


"tapi ada masalah di sini. ada yang tidak bisa aku berikan padamu...."

__ADS_1


" maaf karena sebelumnya aku tidak jujur mu."


ucap Elisa, dengan wajah serius.


"apa maksud mu, sayang ?


"kata kan padaku"


ucap carlos, sambil menatap mata Elisa dengan intens. tiba-tiba perasaan nya menjadi tidak nyaman... setelah mendengar ucapan Elisa.


"sebetulnya, aku sudah tidak bisa untuk hamil lagi."


ucap Elisa.


"apa maksud mu..."


tanya carlos... sungguh dia tidak mengerti dengan apa yang sedang Elisa bicarakan


"sebelum nya aku telah dimelakukan steril pada rahim ku. jadi aku tidak bisa hamil lagi. aku tidak bisa memberikan seorang keturunan untuk mu"


jawab Elisa, sambil tersenyum. rasanya dia ingin tertawa melihat reaksi wajah Carlos yang tiba-tiba berubah, setelah Mendengar ucap dirinya.


"ku harap kamu tidak menyesal, dan tidak membatalkan rencana pernikahan kita, setelah mendengar penjelasan ku ini"


ucap Elisa lagi, masih dengan menahan senyum di bibirnya.


"ehm... "


Carlos menghembuskan nafas nya dengan kasar. lalu kembali menarik nya dan menghembus Nafas nya lagi.


ada rasa sesak di dalam dadanya setelah mendengar ucapan dari Elisa


hilang sudah mimpinya untuk memiliki seorang anak.


"aku tidak akan pernah untuk membatalkan pernikahan kita. aku bisa menerima mu, dengan apa adanya. lagi pula kita sudah punya tiga orang putri"


ucap carlos, walaupun kecewa tapi rasa cinta nya pada Elisa, membuatnya bisa menerima Elisa apa adanya.


walaupun di dalam hatinya, dia takut ibunya akan tidak menyetujui pernikahan mereka, jika ibu nya tau Elisa tidak bisa untuk mengandung lagi,dan itu artinya Elisa tidak akan pernah bisa melahirkan keturunan dari dirinya.


Elisa tersenyum mendengar jawaban dari carlos. dia tahu bahwa Carlos benar-benar mencintai nya dengan tulus, jadi Carlos pasti akan menerima dia dalam keadaan apapun.


inilah yang disukai Elisa dari Carlos.


Carlos yang melihat Elisa tersenyum sajak tadi merasa sedikit heran.


pikir Carlos.


"terima kasih karena kamu sudah mencintai ku dengan tulus"


ucap Elisa, lalu mengakat wajah nya dan mencium pipi Carlos.


"aku berjanji, dalam keadaan apapun, aku akan selalu mencintai mu'


ucap carlos, dia kembali mempereratkan pelukannya pada elisa.


"sungguh....?"


tanya elisa.


"aku bicara serius... aku tidak akan pernah untuk meninggalkan mu, aku akan selalu mencintai mu"


Elisa merasa kasihan melihat ketulusan cinta Carlos pada nya. tapi


dia malah berbohong pada carlos, tentang keadaan rahim nya.


itu semua karena elisa ingin membuktikan bahwa Carlos benar-benar mencintai nya, tanpa syarat.


"sayang.... "


panggil Elisa, masih dalam dekapan Carlos.


" ya... ada apa?"


"sebenarnya aku sudah berbohong pada mu"


ucap Elisa, untuk pertama kalinya Elisa mempererat kan pelukannya pada Carlos.


"tentang apa?"


"tentang yang kita bicarakan barusan"


jawab Elisa.

__ADS_1


"apa maksud mu?"


"maksud ku, aku tidak pernah melakukan operasi apapun pada rahim ku. aku masih dalam keadaan normal dan sehat"


jawab Elisa, dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Carlos. dia ingin meluluhkan hati Carlos yang tadinya sudah dia kecewa kan.


"kenapa kamu, berbohong pada ku. apa maksud dari semua ini?"


"aku hanya ingin melihat kesungguhan cinta mu pada ku. karena itu lah aku berbohong pada mu"


"jadi kamu benar-benar dalam keadaan sehat...?"


tanya carlos, dia mengakat dagu Elisa supaya menatap matanya.


"ya... rahim ku dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan satu apapun."


jawab Elisa.


Carlos bahagia mendengar penjelasan dari Elisa. walaupun tadinya dia sedikit merasa sedih ketika Elisa bilang bahwa dia tidak akan pernah untuk bisa mengandung lagi, tapi dia akan menerima Elisa dalam keadaan apapun. tapi tetap saja, di lubuk hatinya yang paling dalam masih mendambakan seorang anak kandungnya, buah hati dirinya dan Elisa.


sekarang kesedihan itu berubah menjadi, kebahagiaan.


tanpa aba-aba, Carlos lansung mencium bibir Elisa.


dia awalnya, hanya sebuah kecupan.


tapi lama kelamaan, ciuman carlos, menuntut balasan dari pasangan nya.


Elisa yang kaget mendapatkan ciuman


dari Carlos hanya bisa pasrah.


tapi ketika dia merasa lidah Carlos sudah mencoba masuk kedalam rongga mulut nya, Elisa malah membalas ciuman itu tanpa ragu.


keduanya menikmati ciuman panas diantara keduanya.


"sayang....'


ucap elisa, setelah keduanya melepaskan tautan bibir keduanya, untuk menghirup udara kembali.


"inilah akibat nya, karena kamu sudah membohongi ku."


ucap carlos, dia kembali mencium bibir Elisa.


ciuman panas kembali terjadi di antara mereka berdua. mereka saling memberi dan menerima. keduanya sama-sama menikmati momen ini.


sesekali Carlos, mencium tengkuk leher Elisa. dan tangan Carlos juga sudah tidak bisa dikendalikan untuk tidak menyentuh buah kenyal milik Elisa. bahkan sesekali dia meremas nya dan mengecup belahan dada Elisa,dan sekarang kancing kemeja Elisa sudah terbuka sebagian.


"sayang.... hentikan"


ucap Elisa, di sela-sela aksi mereka berdua.


saat ini Elisa tahu, bahwa Carlos sudah mulai hilang kendali. jadi dia berusaha untuk menghentikan aksi edegan panas diantara mereka berdua.


"ehm..."


jawab Carlos. tapi bibirnya masih mencium belahan dada Elisa.


"hentikan, ini sudah berlebihan"


ucap elisa.


"aku tahu batasan nya"


jawab Carlos, tanpa menghentikan belaian dan ciuman nya pada bagian sensitif Elisa.


Elisa hanya bisa pasrah, mendapatkan perlakuan mesra dari Carlos. karena dia juga menikmati nya.


sedangkan Carlos, dia yang sudah terlanjur terbakar gairah, tidak ingin menghentikan aksinya sebelum dia puas.


tapi, walaupun begitu Carlos masih ingat batasan nya, dia tidak akan melakukan hal yang lebih dari sekedar bercumbu dengan Elisa.


mungkin karena dia sendiri sudah lima tahun tidak pernah melakukan edegan ini dengan wanita maupun, selain dengan Elisa.jadi Carlos benar-benar menikmati nya.


lagi pula, di negara nya... bercumbu adalah hal yang sudah biasa di lakukan sepasang kekasih. jadi Carlos tidak merasa bersalah ketika melakukan edegan panas ini bersama Elisa, calon istrinya.


setelah puas bercumbu dengan Elisa, baru lah Carlos menghentikan aksinya.


elisa sedikit malu mengingat edegan panas diantara mereka berdua barusan.


tapi dia bersyukur karena Carlos masih bisa mengontrol nafsunya. jadi tidak terjadi hal yang lebih dari bercumbu diantara mereka berdua.


padahal jika Carlos mau, mereka bisa melakukan nya di tempat ini, sekarang juga.... kerena tempat dimana mereka berdua berada sekarang, bisa di bilang tempat tertutup. jika mereka berdua melakukan nya tidak ada yang bisa melihat nya.

__ADS_1


tapi Carlos punya komitmen yang kuat, dia tidak ingin melakukan nya, sebelum Elisa menjadi istri sahnya, didepan agama maupun hukum.


semuanya terjadi, karena di negara Carlos bercumbu adalah suatu hal yang sudah terbiasa dilakukan oleh masyarakat di negara Carlos. jadi Carlos tidak merasa melakukan hal yang buruk terhadap Elisa, calon istrinya.


__ADS_2