
Natali mengerti dengan perasaan Elisa.
bahwa Elisa masih dalam keadaan ragu-ragu untuk menerima Carlos sebagai pasang hidup nya kelak.
meskipun Natali tahu bahwa Elisa juga sangat menyukai Carlos.
"percayalah pada Tuhan, meskipun kalian berdua dipertemukan dengan cara yang berbeda dengan yang lainnya."
"tapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. atas izin Tuhan kamu dan Carlos di pertemukan, dan atas izin Nya juga kalian berdua dipersatukan dalam cinta"
"semoga saja kamu dan Carlos berjodoh."
" dan kalian berdua, bisa segera menikah"
ucap Natali, mencoba memberikan supports untuk Elisa.
"dan semoga saja Carlos adalah yang terbaik untuk mu dan anak-anakmu."
"sepertinya, Carlos adalah orang yang lemah lembut dan penyayang."
"jika dia menjadi jodohmu, aku yakin bahwa dia juga pasti akan menyayangi ketiga putri mu"
"amin...."
jawab Elisa,mengaminkan doa kakak nya natali
***
setalah selesai merias diri.
Natali dan Elisa, segara membawa Feli ke restoran tempat mereka akan makan malam bersama.
sesampai di restoran, betapa terkejutnya Elisa dan keluarga melihat betapa mewahnya ruangan yang sudah di boking oleh Eric.
dengan berbagai macam hidangan tersedia di sana.
"sayang....." ucap Carlos pada Elisa yang duduk tepat di sampingnya.
"akhirnya...kamu pakai juga kalung pemberian dariku"
ucap carlos dengan sedikit berbisik tepat di telinga Elisa. sambil tersenyum menggoda.tangan kanannya membelai rambut wangi Elisa,karena baru saja di creambath.
Elisa sangat grogi mendapatkan perlakuan mesra dari Carlos.
apalagi dia mendapatkan tatapan tajam dari kakak iparnya 'David.
"kamu bikin gemes deh sayang...." Carlos mengirim chat untuk Elisa.
karena dia tidak ingin yang lain mendengar percakapan dia dengan Elisa.
"sayang...." ucap carlos, sambil menunjukkan handphone nya,karena Elisa tidak kunjung membaca chat darinya.
"ehem.... ehem..." David sengaja untuk berdehem, supaya Elisa dan Carlos fokus untuk makan.
'dasar bucin'
gumam David di dalam hatinya.
David merasa sangat jengkel melihat kelakuan Carlos dan Elisa yang seakan tidak tau tempat.
"sekarang sudah waktunya untuk makan malam. sebaiknya kita makan sekarang"
ucap David, mengajak semuanya untuk makan.
__ADS_1
setelah selesai makan. Carlos lansung menyampaikan maksud kedatangan nya, untuk menemui Elisa.
"selamat malam semuanya. menurut saya, sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan maksud kedatangan saya menemui Elisa"
ucap carlos, memulai pembicaraan nya.
" nama saya, Carlos alam. saya berasal dari Rusia, tapi sekarang saya dan ibu saya tinggal di London Inggris. karena saya mempunyai bisnis di London"
"dan ini teman saya Eric"
ucap carlos dengan lantang, tanpa grogi sedikit pun.
"saya mohon maaf, atas kedatangan saya yang tiba-tiba ini"
"maksud saya datang kemari, hanya untuk menemui Elisa, pacar saya"
ucap carlos lagi.
"dan selain itu, saya ingin melamar Elisa secara langsung."
"karena sebelumnya, saya sudah pernah melamar Elisa Lewat online. tapi Elisa menolak cinta saya"
ucap carlos dengan lebih hati-hati, mungkin dia merasa takut salah bicara.
"dan tadi sore, sudah yang ketiga kalinya saya melamar Elisa. saya merasa bersyukur, akhirnya Elisa menerima lamaran dari saya"
"dan saya mohon sama kakak Natali dan kak david serta yang lainnya untuk merestui hubungan saya dan Elisa."
ucap carlos lagi.
sekarang Carlos memanggil Natali dan david dengan panggilan kakak, bukan bapak dan ibu lagi. mungkin karena dia berpikir, sebentar lagi keduanya akan menjadi kakak iparnya.
semua orang yang berada didalam ruangan tersebut, merasa kaget setelah mendengar Carlos memanggil Natali dan david dengan panggilan kakak.
Carlos tersenyum menanggapi ucapan Elisa, sambil mengangguk kan kepalanya.
lalu berkata.
"saya sangat mencintai Elisa."
" dan saya juga bersungguh sungguh ingin menikahi Elisa. saya ingin Elisa menjadi istri saya"
ucap carlos dengan lantang, tanpa keraguan sedikitpun.
"untuk Vania, Maureen dan Felicia, apakah kalian bertiga setuju jika saya 'Carlos' menikahi ibu kalian 'elisa' ?"
tanya carlos pada ketiga putri Elisa.
ketiga putri Elisa hanya diam terpaku, tidak satupun dari antara mereka yang bisa menjawab pertanyaan dari Carlos.
mungkin karena mereka masih anak-anak jadi tidak mengerti dengan apa yang telah Carlos ucapkan.
"saya bisa saja merestui hubungan kamu dan Elisa. Jika kamu bisa membuktikan bahwa kamu sangat mencintai dan menyayangi Elisa juga ketiga putri nya."
ucap David.
"saya seorang duda, tanpa anak."
"usia saya empat puluh satu tahun."
"istri dan anak saya telah meninggal dunia, beberapa saat setelah istri saya melahirkan putra kami."
ucap carlos menceritakan masa lalu nya.
__ADS_1
"saya dan ibu saya sudah lama sekali menginginkan seorang anak dan seorang cucu bagi ibu saya."
"jadi tidak ada alasan bagi saya dan ibu saya untuk tidak bisa menerima dan menyayangi ketiga putri Elisa." jawab Carlos, menyakinkan David dan semua yang ada di ruangan tersebut.
"saya akan menyangi ketiga putri Elisa seperti anak kandung saya sendiri, jika saya sudah menjadi ayah sambung mereka kelak."
"sini sayang...." ucap carlos pada Feli, dan Feli lansung berlari ke arah Carlos ,sambil membentangkan tangan nya Carlos lansung menduduki Felicia di pangkuan nya.
"apakah Feli mau jika om, jadi ayah Feli"
tanya carlos pada Felicia.
"Feli mau kok, jika om jadi ayah Feli. karena om ini sangat baik"
jawab Feli. yang membuat Elisa, Natali dan david sangat kaget.
"ibu saya juga sudah merestui hubungan saya dan Elisa."
"beliau sangat senang, setelah saya menceritakan bahwa saya menjalin hubungan Elisa."
"saya juga sudah menceritakan bahwa Elisa seorang singel mom's, dengan tiga orang putri. dan suaminya sudah meninggal dunia."ucap carlos lagi.
"jadi bagaimana dengan kamu, Vania dan Maureen, apakah kalian berdua juga mengizinkan ibu kalian untuk menikah lagi, dengan om carlos?"
David bertanya pada Vania dan Maureen. sambil menunjuk ke arah Carlos
"saya tidak bisa mengambil keputusan ini. semua saya serahkan sama mama saja." jawab Vania. karena dia memang tidak mengerti dengan masalah ini.
"anak anak Elisa tidak bisa mengambil keputusan ini. sebaiknya kamu harus membuat mereka merasa nyaman berada di dekatmu. supaya mereka mau merestui hubungan mu dengan Elisa."
ucap David pada Carlos.
"dan jika ketiga putri Elisa, tidak menyukai mu, itu artinya kami semua, semua keluarga Elisa juga tidak akan merestui hubungan mu dengan Elisa"
ucap David lagi.
"baiklah. itu tidak masalah bagi saya. karena saya akan berusaha untuk menyakinkan ketiga putri Elisa, bahwa saya bisa menjadi ayah sambung yang baik bagi mereka." ucap carlos dengan penuh keyakinan.
"jika kamu memang mencintai Elisa, perjuangkan terus cintamu untuk Elisa."
ucap David lagi.
David tersenyum bahagia, setelah melihat perhiasan yang dipakai Elisa.
dari cincin, gelang dan kalung.
'perhiasan yang digunakan oleh Elisa, pasti pemberian dari Carlos. Elisa ataupun Daniel tidak mungkin punya uang untuk membeli satu set perhiasan berlian semahal itu'
'sepertinya, Carlos memang sangat mencintai Elisa. dia serius ingin menikahi Elisa'
monolog David
semua pasangan pasti akan merasa sangat bahagia, jika mendapatkan restu dari kedua belah pihak keluarga. inilah yang dirasakan oleh carlos dan Elisa.
meskipun Carlos belum mendapatkan restu dari anak-anak Elisa secara penuh, tapi setidaknya Carlos sudah mendapatkan izin untuk menjalin hubungan secara serius dengan Elisa dari kedua kakak elisa ' natali dan David' .
menjalin hubungan akan banyak sekali rintangan nya. tapi bagi Carlos, tidak sulit untuk menaklukkan hati Elisa, ketiga putri Elisa dan keluarga Elisa. karena dia mempunyai niat tulus untuk menikahi Elisa. jadi rintangan apapun akan dia lewati.
berbeda dengan Elisa. dia yang tidak mau menjadi mualaf, terus berpikir bagaimana caranya dia dan Carlos akan menikah. sedangkan mereka berbeda agama.
ada rasa khawatirnya di dalam hatinya, karena dia takut Carlos hanya menjadi kan dirinya sebagai istri simpanan.
Elisa tidak mau berbuat zinah.
__ADS_1
jika dia harus menikah, maka harus secara sah.pikir Elisa.