
tiga hari tidak lah cukup bagi Vania, Rafael dan juga nyonya Salva untuk berlibur di negara ini.
sebetulnya mereka ingin sekali untuk berkeliling ke tempat wisata lainnya. tapi apalah daya, karena Rafael harus segera ke Rusia, ke negara asal ayahnya Eric. jadi mereka bertiga tidak bisa berlama-lama dinegara ini.
"Rafael, sebaiknya kamu saja yang duluan pulang ke London. saya dan Vania masih ingin berlibur di sini lagi. saya ingin ke pulau Dewata bali" pinta nyonya Salva.
"kenapa harus ke Bali lagi sih nek?"
"kita sudah berlibur selama tiga hari loh, apa itu belum cukup nek?"
tanya Vania.
"saya juga tidak ingin pulang ke London, seorang diri" protes, Rafael.
" Vania, mumpung kita di sini, sebaiknya kita pergunakan waktu sebaik-baiknya. kita ke Bali saja lagi ya" ucap nyonya Salva, bersikeras ingin ke Bali.
karena tadi dia liat di handphone miliknya, lagi ada promosi wisata di pulau Dewata Bali. sehingga nyonya Salva, ingin sekali mengunjungi tempat-tempat itu.
apalagi di dalam promosikan iklan itu, tempat wisata Bali, terlihat sangat indah. sehingga nyonya Salva, benar-benar tergiur ingin ke sana.
"tapi nek, bukannya saya tidak ingin berlibur ke bali. tapi Vania takut, nanti ayah marah" jawab Vania. Vania tau ibu dan ayahnya sangat tidak suka jika anak-anaknya tidak disiplin waktu.
Carlos tidak akan memberikan izin pada Vania, jika Vania hanya mementingkan keperluan dirinya sendiri.
"tenang saja, ayahmu tidak pernah menolak keinginan dari ibunya ini. dia pasti akan mengizinkan kita berdua jika kita berdua pergi berlibur untuk beberapa hari lagi"ucap nyonya Salva lagi.
"tidak bisa nek. pokoknya kita harus kembali ke London, nanti sore. jika nenek belum puas jalan-jalan, kita bisa ke suatu tempat pagi ini" timpal Rafael.
"baiklah. saya tidak jadi pergi berlibur ke pulau Dewata Bali. tapi pagi ini kita ke goa rango saja ya. saya ingin kesana" ucap nyonya Salva, akhirnya mengalah.
"ok. kita berangkat sekarang juga."
" lest go...." ucap Rafael, dia tidak ingin membuang-buang waktu sedikitpun.
cepat turun, maka cepat juga pulangnya. pikir Rafael.
setelah sampai di goa rango. Vania, Rafael dan nyonya Salva, menatap takjub keindahan goa ini.
walaupun ini adalah goa, tapi tempat ini tidaklah gelap. airnya yang berwarna biru terlihat sangat jernih.
mungkin air yang masuk ke dalam goa ini , diduga masuk dari celah celah bebatuan dinding goa.
karena tidak ingin berlama-lama, nyonya Salva ingin sekali mengabadikan tempat indah ini dengan berselfi tentunya.
"Vania,nenek mau lompat dari sini. nanti kamu ambilkan foto nya, ya" pinta nyonya Salva pada Vania.
"tapi nek. ini terlalu tinggi loh. nenek yakin ingin terjun ke bawah sana?" tanya Vania tidak percaya.
"kenapa tidak?"
__ADS_1
"waktu muda dulu, nenek mu ini nih." ucap nyonya Salva, sambil menunjuk dirinya sendiri.
"nenek mu ini, hobi nya traveling, jadi nenek Sudah terbiasa ke tempat ektrim seperti ini" ucap nyonya Salva, sedikit protes, tidak mau di remeh kan oleh Vania, tentang daya tahan tubuh nya.
"ok. baiklah." jawab Vania,mengalah, karena tidak ingin berdebat dengan neneknya.
tanpa menggunakan tali pengaman, nyonya Salva lansung terjun dari atas bukit, kedalam air di danau, dalam goa itu. dengan posisi terlentang. dan kedua tangannya dia bentangkan. mirip seperti
orang yg sudah handal dalam traveling.
Vania lansung mengabadikan aksi neneknya ini dengan mengambil beberapa foto.
sedang Rafael, sibuk membuat video keindahan alam goa ini.
****
Sekarang giliran Vania dan Rafael yang berselfi.
Vania bersandar di batu, di dinding goa, sedang kan Rafael masih bingung mencari posisi yang pas untuk mereka berdua berselfi.
"nek, boleh tidak. saya minta kiss di pipi Vania?"
"dikit aja"
tanya Rafael, mencoba iseng sama nyonya Salva.
"tidak ada kiss... kiss... segala. kalian berdua tu masih anak kecil" bantah nyonya Salva.
"dikit aja nek." ucap Rafael, bersikeras.
"tidak boleh." bantah nyonya Salva.
"ya sudah. " jawab Rafael, sambil tertawa karena berhasil menggoda nyonya Salva.
sedangkan Vania hanya menanggapi perdebatan antara Rafael dan nyonya Salva, dengan senyuman manisnya.
"sekarang, kalian berdua, ambil posisi terbaik. jangan sampai saya tidak mau mengambil foto kalian berdua" jawab nyonya Salva, dengan tegasnya.
Vania dan Rafael, mengambil posisi terbaik. Vania berdiri di sisi gua, dengan kaki kanan diangkat ke belakang. dan tangan kanan Vania memegang bahu Rafael dan tangan kirinya memegang pinggang Rafael. sedang, dagu nya Vania angkat keatas,menatap manik mata Rafael.
sedangkan Rafael. tangan kanannya memeluk pinggang Vania, dan tangan kirinya berpegangan ke dinding goa. matanya menatap manik mata Vania.
keduanya berfoto dengan sangat romantis.
untuk foto kedua.
Vania, di rangkul oleh Rafael. dan rafael mencoba mencuri ciuman di pipi Vania. tapi di samping Rafael ada nyonya Salva ya sedang menarik tangan Rafael, sehingga Rafael tidak bisa mencium pipi Vania.
foto ketiga.
__ADS_1
ketiga nya terjun dari atas bukit bersama sama, dengan posisi terlentang. dan ketiganya saling berpegangan tangan.
setelah puas berselfi di Guo ini, barulah mereka bertiga kembali ke hotel.
meskipun sedikit lelah. tapi mereka tetap akan pulang ke London sore ini juga.
*****
setelah sampai di London. Vania, Rafael dan nyonya Salva di sambut oleh anggota keluarga ini.
bahkan, Eric dan istrinya juga ada di sana. di rumah carlos, untuk menunggu kepulangan putra semata wayangnya, Rafael.
semua yang hadir di sana sangat kaget melihat barang bawaan nyonya Salva yang sangat banyak.
ketika barang belanjaan nyonya Salva di keluarkan dari dalam mobil yang menjemput mereka bertiga dari Bandara.
"ibu, apa ini. kenapa barang bawaan ibu jadi sebanyak ini?" tanya carlos pada ibunya, dengan penasaran nya.
"ini semua adalah oleh-oleh dari saya. semuanya produk Indonesia" jawab nyonya Salva.
semua keluarga yang hadir di sana, ikut membuka oleh-oleh dari nyonya salva.
setelah barang bawaan nyonya Salva di bawa masuk kedalam rumah.
dan nyonya Salva, lansung membagikan oleh-oleh dari dirinya kepada semua orang yang ada di sana. termasuk Eric dan istrinya. serta semua asisten rumah tangga nya.
yang tentunya mereka semua sangat senang mendapatkan hadiah dari nyonya Salva, yang berupa barang produk Indonesia.
barang-barang yang belum pernah mereka dapatkan, sebelumnya. apalagi, nyonya Salva juga memberikan mereka semua sehelai kain batik, khas Indonesia.
****
ada banyak sekali produk Indonesia yang
berkualitas. yang tidak kalah bagusnya dari produk Negara lainnya. pruduk yang pantas untuk kita banggakan, tentunya.
apalagi Indonesia mempunyai banyak sekali makanan khas Indonesia yang patut kita lestarikan. dan pantas kita perkenalkan ke wisatawan asing.
jadi jangan pernah malu menggunakan produk-produk Indonesia.
jadilah rakyat Indonesia yang mencintai produk-produk Indonesia.
...*yuk komen, supaya author lebih semangat lagi untuk updatenya....
dan terima kasih untuk yang sudah memberikan dukungan nya.
...salam sehat...
...author*...
__ADS_1