
hari ini, Elisa melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.
dan pada saat bertemu dengan Glen, mereka berdua pun saling sapa seperti biasanya.
meskipun ada rasa kecewa di dalam hati Glen, tapi dia berusaha untuk mengikhlaskan Elisa menikah dengan pria lain.
karena Glen tulus mencintai Elisa, jadi dia tidak punya keinginan sedikit pun untuk menyakiti Elisa.
****
tanpa terasa, sekarang sudah satu bulan Elisa dan Carlos menunggu jadwal bagi mereka berdua melakukan kanonik.
karena sampai saat ini, mereka berdua belum juga mengikuti kursus kanonik.
******
dan hari ini, adalah hari ulang tahun putri ketiga Elisa.
Elisa akan mengadakan syukuran atas di berikan bertambah nya usia Felicia.
semua teman- teman Felicia Elisa undang.
begitu juga dengan sanak saudara dan kerabat serta rekan kerja nya Elisa undang semuanya.
dan hanya ada satu orang yang tidak bisa hadir di pesta ulang tahun Felicia, yaitu Carlos.
Carlos tidak bisa hadir, di pesta ulang tahun Felicia ini, karena jarak yang begitu jauh dan juga karena kesibukan nya yang
tidak mengizinkan dia untuk cuti.
suasana pesta ulang tahun Felicia berlangsung dengan meriah.
di sudut ruangan terlihat Dewi sedang sibuk melayani tamu Elisa yang sedang mengambil makan di meja prasmanan.
Glen yang juga Hadir di sana, juga berniat untuk mengambil makanan.
tapi pada saat Dewi memberikan piring sama Glen, tiba-tiba ada seseorang ibu-ibu yang menyenggol tangan Glen.
dan...prak...
suara piring terjatuh kelantai dan menimpa kaki Dewi.
Dewi yang takut melihat darah lansung pingsan pada saat melihat kakinya berdarah, karena terkena pecahan piring.
Glen panik, karena melihat Dewi pingsan. Glen lebih panik lagi setelah melihat kaki Elisa banyak mengeluarkan darah.
dan tanpa berpikir panjang, Glen lansung membawa Dewi kedalam gendongan nya.
dia berniat membawa Dewi kerumah sakit terdekat.
Glen mondar mandir di ruang rawat Dewi.
dia masih panik, karena sudah selama satu jam Dewi pingsan, tapi belum sadar kan diri juga.
meskipun dokter sudah memberikan penjelasan pada Glen bahwa tidak terjadi hal buruk pada Dewi, tapi Glen merasa belum tenang jika Dewi belum sadar diri dari pingsan nya.
'jangan jangan, perempuan ini cuma pura-pura pingsan saja. tidak mungkin kan cuma gara-gara terkena pecahan piring saja dia pingsan begitu lama"
gumam Glen di dalam hatinya.
sambil bermonolog di dalam hatinya, perlahan-lahan Glen mendekati dewi.
__ADS_1
karena Glen sangat penasaran, jiwa isengnya tiba-tiba hadir begitu saja.
Glen mengangkat tangan nya, dan melihat jari telunjuk nya. dia berpikir sejenak 'aku kerjain aja perempuan ini '
pikir Glen sambil melihat jari telunjuk nya.
Glen mendekati dewi, lalu menoel Noel kan pipi Dewi menggunakan jari telunjuk nya. karena Dewi tidak kunjung bangun juga, akhirnya Glen mendekatkan wajahnya dan meniup wajah Dewi.
tapi dia kecewa karena tidak sesuai dengan harapan nya, yang berpikir bahwa Dewi pasti akan segera bangun jika dia berbuat jahil pada Dewi.
'jadi perempuan ini, benar-benar pingsan.'
'tapi kenapa....?'
'sepertinya tidak mungkin, wanita secantik ini dan kelihatan nya dia juga sehat walaufiat punya pisik lemah.'
gumam Glen di dalam hatinya.
dia sungguh tidak mengerti, mengapa Dewi bisa pingsan selama ini.
Glen yang masih dalam keadaan penasaran kembali mendekat kan wajah nya ke wajah dewi dan mencubit pipi Dewi, sambil meniup wajah Dewi.
karena cubitan dari Glen sangat keras,akhir Dewi sadar juga.
"ahh ......."
Dewi teriak dengan sedikit nyaring. karena kaget melihat wajah Glen yang sangat dekat dengan wajah nya.
"maaf... "
ucap Glen, yang juga kaget mendengar teriakkan Dewi.
"maaf, aku tidak sengaja..."
ucap Glen
"apakah kamu mempunyai rniat mesum padaku ?"
ucap Dewi sambil segera bangun dari rebahan nya, dan melemparkan bantal ke arah Glen, yang berdiri tidak jauh dari nya.
Glen yang kaget mendapatkan lemparan bantal dari Dewi, dengan sigapnya menangkap bantal tersebut dan tanpa dia sadari Glen malah balik melemparkan bantal tersebut ke arah Dewi.
dan.... brak...
Dewi jatuh dari hospital bed, karena menghindari lemparan bantal dari Glen.
"auw....."
teriak Dewi. dia merasa sakit di sekujur tubuh nya.
Glen sempat bengong, tapi glen segera sadar ketika dia mendengar teriakkan Dewi yang terduduk di atas lantai, di samping hospital bed nya.
"maaf, aku tidak sengaja"
ucap Glen sambil mengulurkan tangannya pada dewi.
"perbuatan mu sudah menyakiti ku. ini tidak bisa aku maaf kan dengan begitu saja"
ucap Dewi dengan ketus.
"apa maksud mu?"
__ADS_1
tanya Glen, sambil menatap Dewi yang masih mengusap punggung dan bokong nya, karena Dewi merasakan sakit di bagian itu.
"aku akan membuat perhitungan dengan mu"
jawab Dewi, tangan kanannya mencoba meraih tempat tidur nya, dia bermaksud berpegang ke ranjang supaya mempermudah dirinya bangun dari duduknya.
tapi karena pinggang nya sangat sakit membuat Dewi oleng.
Glen dengan sigapnya, membantu Dewi yang sudah hampir terjatuh.
dia memeluk bagian pinggang Dewi dari belakang dengan sangat erat.
tanpa mereka sadari, mereka berpelukan dengan cukup lama.
sehingga keduanya juga tidak menyadari ketika Elisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Dewi.... apa yang sedang terjadi?"
tanya Elisa yang merasa sangat heran, melihat Glen memeluk Dewi dari belakang.
"saya hanya ingin membantu Dewi duduk. tadi dia terjatuh"
jawab Glen.
"pak Glen benar Tante, tadi aku terjatuh"
jawab Dewi.
"kenapa kamu bisa terjatuh?"
"apakah saat ini kamu benar-benar merasa lemas?"
tanya elisa
"aku baik-baik saja...
Tante tidak perlu merasa kawhatir"
jawab Dewi.
"mari aku bantu."
ucap Glen, yang sedari tadi masih memeluk pinggang Dewi, tanpa mereka sadari bahwa keduanya sudah berpelukan lebih dari sepuluh menit lamanya.
"baiklah..."
jawab Dewi pasrah, karena dia memang membutuhkan bantuan dari Glen.
setelah mendapat izin Dewi Glen dengan
sigapnya mengakat Dewi kedalam gendongan nya dan membaringkan Dewi keatas ranjang.
"kalian berdua terlihat sangat cocok sekali"
ucap Elisa, yang berhasil membuat wajah Glen dan Dewi memerah menahan malu.
Glen dan Dewi hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan dari Elisa.
'ternyata gadis ini terlihat sangat cantik, ketika dia diam membisu seperti ini.'
gumam Glen.
__ADS_1
entah kenapa dia jadi senyum-senyum sendiri mengiat bagaimana tadi dia memeluk tubuh Dewi.
Belum lagi ketika dia mengiat, bagaimana Dewi marah padanya, ketika wajah nya dan Dewi hanya berjarak beberapa sentimeter saja...