
tanpa terasa, satu Minggu sudah berlalu.
setelah pernikahan, Carlos dan Elisa.
beberapa hari sebelum Carlos
kembali ke negaranya, Carlos membeli sebuah rumah di kota Pontianak.
Carlos melakukan ini semua, untuk mempermudah dia bertemu dengan istrinya, Elisa.
mengingat, Elisa sendiri yang meminta pada Carlos, supaya dia tidak berpisah dari ketiga anaknya.
selain itu,dikarena kan oleh sulitnya mengurus surat menyurat untuk
pindah negara, bagi Elisa dan ketiga putrinya. karena membutuhkan waktu yang sangat lama. jadi karena alasan inilah Carlos membeli sebuah rumah untuk ditempati Elisa dan ketiga putrinya di kota Pontianak, supaya mempermudah kan dia bertemu dengan istri dan ketiga anak sambungnya.
ketika dia kembali ke negara ini.
meskipun berat untuk berpisah dari istrinya. tapi Carlos juga tidak bisa memisahkan seorang ibu dari ketiga anaknya.keinginan nya untuk selalu dekat dengan elisa, terpaksa dia abaikan demi kebahagiaan istri dan anak-anaknya.
bukan hanya karena janjinya pada Elisa untuk menjaga dan menyayangi ketiga putri Elisa. tapi karena Carlos memang, benar-benar menyayangi ketiga putri sambungnya ini.
dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia juga tidak ingin memisahkan keluarga kecil ini.
bahkan Carlos berjanji pada Elisa, bahwa dia akan segera mengurus paspor dan yang lainnya, supaya Elisa dan ketiga putrinya bisa tinggal bersamanya dan ibunya di Inggris.
begitu juga dengan elisa. meskipun berat, untuk melepaskan suaminya Carlos, pulang ke negara nya.
tapi Elisa tetap harus mengutamakan kebahagiaan dan keselamatan ketiga putrinya.
dan karena izin dari Carlos lah, elisa bisa tetap tinggal di sini.
walaupun dia tau, dia bisa saja ikut bersama Carlos kembali ke negara asalnya,dan meninggalkan ketiga putrinya di Indonesia dengan seorang asisten rumah tangga atau tinggal bersama saudaranya.
tapi Elisa tidak ingin melakukan itu semua.
dia sudah berjanji untuk membesarkan ketiga putrinya dengan tangan nya sendiri.
"sayang, aku pasti akan segera kembali. setiap akhir pekan, saya pasti akan kembali ke negara ini. ke keluarga baru ku ini."
"aku pasti akan selalu setia menunggu mu, untuk kembali"
jawab Elisa, Tanpa melepaskan pelukannya pada suaminya, Carlos.
"aku pasti akan sangat merindukan mu"
ucap Carlos, sambil mencium pucuk kepala istrinya.
"aku juga pasti akan sangat merindukan mu"
jawab Elisa dengan mata berkaca-kaca.
entah kenapa, setelah menikah dia selalu bersikap manja sama suami nya, Carlos.
didalam lubuk hatinya, Elisa tidak ingin Carlos kembali ke negaranya. tapi apalah daya, karena Carlos tidak mungkin untuk meninggalkan pekerjaan terlalu lama.
sedangkan dia sendiri tidak ingin untuk berpisah jauh dari anak-anaknya.
"I love you."
ucap Carlos, sambil melepaskan pelukan pada elisa.tapi matanya menatap manik mata Elisa.
" I love you, sayang. sampai jumpa. aku pasti akan sangat merindukan mu"
ucap Carlos, sambil memegang kedua pipi Elisa dengan menggunakan kedua tangannya. lalu mencium bibir Elisa sekilas, kemudian kembali mencium pipi dan kening Elisa.
"I love you too"
jawab Elisa. kemudahan dia mencium punggung tangan Carlos. sebagai tanda dia menghormati suami nya ini.
"sampai jumpa. hati-hati ya. jangan lupakan aku" ucap Elisa, dengan manjanya.yang berhasil bikin Carlos gemes.
"sampai jumpa, sayang. jaga dirimu baik-baik. dan tolong jangan lupakan aku juga"
ucap Carlos, dengan tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya. dia sengaja untuk menggoda Elisa, super Elisa tidak sedih pada saat dia tinggalkan.
tapi di lubuk hatinya yang paling dalam, Carlos sangat menghawatirkan Elisa.
ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.
__ADS_1
Flash back of.
di hari pernikahan Carlos dan Elisa.
tanpa di sengaja Carlos melihat, glen sedang memperhatikan Elisa, tanpa berkedip sedikitpun.
bahkan terlihat jelas saat Glen sesekali tersenyum di sela-sela lamunan nya.
dan yang Carlos takuti adalah.
dia takut Glen masih menyimpan perasaan cintanya kepada istrinya, Elisa.
ketakutan Carlos bukan tanpa alasan.
dia melihat sendiri, bagaimana tatapan Glen pada saat melihat Elisa.
bahkan pada saat itu, Glen menatap wajah Elisa, seperti tatapan yang penuh dambaan.
bahkan Glen rela, berpindah tempat pada saat Dewi datang mendekati nya.
setelah cukup lama Glen memperhatikan Elisa.
dan karena alasan itu juga lah, Carlos membeli sebuah rumah di kota Pontianak. untuk menjauhkan Elisa dari Glen.
dia takut Glen masih menyimpan perasaan sama istrinya, Elisa.
Carlos bahkan, meminta Elisa untuk berhenti mengajar.
dan dia meminta Elisa untuk istirahat total di rumah.
berbeda dengan Elisa.
Elisa yang selalu bekerja, pasti akan merasa sangat bosan jika berada di rumah terus-menerus.
Elisa memohon pada Carlos, untuk membiarkan dia tetap bekerja, walaupun kini dia sudah, menjadi nyonya Carlos alam yang sangat kaya raya.
dan Carlos mengizinkan nya, karena elisa akan mengelola sebuah mall yang telah dia beli di kota ini.
flash back on.
setelah kepergian Carlos,Elisa mencoba untuk menekuni pekerjaan barunya ini.
ini semua begitu sulit bagi Elisa.
karena bisnis, bukan lah bidang keahlian nya.
tapi Elisa akan terus belajar, supaya dia tidak mengecewakan suaminya, dengan bantuan seorang asisten yang sudah handal dalam hal bisnis manajemen.
seperti yang telah di janjikan oleh carlos.
bahwa setiap akhir pekan, dia akan kembali ke Indonesia untuk menemui istrinya, Elisa.
untuk sekedar melepaskan rindunya pada istrinya dan anak-anak nya.
tanpa terasa,kini sudah satu bulan, pernikahan ini berlangsung.
pekan ini, dengan sedikit panik, Carlos kembali ke Indonesia untuk menemui istrinya.
pasalnya, sebelumnya Vania menelpon dirinya dan mengatakan bahwa ibunya sedang sakit, bahkan sempat jatuh pingsan ditempat dia bekerja.
"sayang..."
panggil Carlos, ketika dia sudah masuk ke dalam kamar. Carlos berjalan menghampiri Elisa, dengan mempercepat langkahnya.
karena Carlos sangat menghawatirkan keadaan Elisa, istrinya.
"sayang..."
jawab Elisa, Masih dalam keadaan terbaring lemas.
di tambah lagi dia sangat kaget, karena tiba-tiba Carlos ada di depan matanya.
"bagaimana keadaan mu"
tanya carlos, sambil duduk di sisi ranjang.
"aku baik-baik saja"
jawab Elisa.
__ADS_1
"sejak kapan kamu datang. dan kenapa aku tiba-tiba ada di kamar ini, bukannya tadi aku ada di mall?"
tanya Elisa dengan panjang lebar.
dia benar-benar lupa dengan apa yang sudah terjadi padanya.
"tadi Vania menelpon ku. katanya tadi kamu pingsan"
jawab Carlos, sambil meraih tangan Elisa lalu mencium kening istrinya ini.
"katakan, sebetulnya kamu sakit apa?"
tanya carlos dengan paniknya, karena dia melihat wajah pucat Elisa.
"jadi tadi aku sempat pingsan?"
"sepertinya aku lemas, karena tadi pagi aku tidak sarapan"
ucap Elisa lagi.yang berhasil membuat mata Carlos melotot.
"tidak sarapan...."
"kenapa, tidak sarapan?"
tanya carlos
"aku lagi banyak kerjaan"
jawab Elisa, dengan perasaan takut.
takut di marahi oleh Carlos.
"jika begitu, sebaiknya kamu tidak boleh bekerja lagi. mulai saat ini, kamu duduk diam di rumah saja atau kamu akan ikut bersama ku, ke London"
ucap Carlos dengan nada mengancam.
Elisa hanya diam saja mendengar ucapan dari Carlos. dia hanya bisa pasrah dengan keputusan Carlos.
sebetulnya,Elisa tidak makan, bukan karena dirinya lagi banyak kerjaan sehingga tidak punya waktu untuk makan.
tapi karena dirinya sendiri yang tidak berselera untuk Makan.
dan karena perutnya yang kosong, membuat dia jadi pusing dan lemas, sehingga dia jatuh pingsan.
Carlos tidak habis pikir, sesibuk apakah Elisa sehingga membuat istrinya ini sampai-sampai tidak punya waktu untuk sekedar sarapan pagi.
jika ini kembali terjadi pada Elisa, dia bersungguh sungguh akan segera membawa Elisa ke negaranya.
rasa khawatirnya, bukan tanpa alasan.
dia takut, pekerjaan baru Elisa yang tentunya sangat menguras waktu dan tenaganya, pasti akan membuat Elisa kelelahan. dan ini pasti akan mempersulit Elisa untuk mengandung, sedangkan dirinya ingin segera mempunyai keturunan dari istrinya ini.
pekerjaan Elisa ini, jauh berbeda dengan pekerjaan elisa dulu.
seorang guru, hanya bekerja beberapa jam saja. dan pekerjaan nya pun tidak menguras tenaga dan waktu.
Elisa masih punya banyak waktu untuk istirahat.
sungguh, Carlos Sangat menyesal membelikan Elisa sebuah mall.
jika dia tau, kejadian nya akan seperti ini.
membuat Elisa lelah dan jatuh pingsan, maka dia tidak akan pernah membeli mall tersebut.
*****
readers semua, beberapa bab lagi, novel ini akan tamat.
mohon dukungan nya, supaya author lebih semangat lagi untuk terus berkarya.
mudah mudahan, awal tahun depan, author akan update, karya author yang terbaru. mohon doa dan dukungan nya.
selamat membaca, semoga readers semua tidak bosan dengan karya author.
dan terima kasih untuk yang sudah memberikan dukungan nya.
salam sehat
author
__ADS_1