
"sayang...." ucap carlos. elisa kaget kerena tiba-tiba saja Carlos sudah ada di samping nya.
"ayo ikut kami berenang" ucap Carlo pada Elisa, dia menggendong Elisa bak bridal style.
"sayang... turun kan aku. aku tidak mau berenang" ucap Elisa, sambil memukul bagian dada Carlos.
tapi Carlos tidak memperdulikan ocehan dari Elisa. tapi dia malah menatap wajah Elisa tanpa berkedip sedikitpun.
karena Carlos tidak menghiraukan ucapan nya. akhirnya Elisa memilih untuk menyembunyikan wajahnya di dada bidang Carlos.
Elisa merasa sangat malu pada ketiga putrinya.
sekarang Carlos sudah membawa Elisa ke tempat yang agak dalam airnya.
tapi Elisa yang takut akan kedalam, masih enggan untuk melepaskan pelukannya di leher Carlos, dengan wajahnya yang masih disembunyikan di dada Carlos.
karena Elisa Marasa malu untuk menatap wajah Carlos.
"sayang.... sekarang kamu sudah boleh turun" ucap carlos.tapi Elisa, masih saja enggan turun,dari gendongannya
Carlos merasa sangat gemes melihat tingkah laku Elisa yang malu-malu tapi mau.dan...
cup....Carlos melakukan serang pada bibir Elisa. pada saat Elisa tanpa sengaja mendongakkan wajahnya untuk menatap Carlos.
sedetik
dua detik
tiga detik
bibir itu masih hanya menyatu, tanpa ada pangutan dan yang lainnya, karena keduanya hanya saling tatap saja.
entah apa yang keduanya pikiran.
"Feli.... sini main dekat kakak"
Maureen berteriak, memanggil Feli.
suara teriakan Maureen, berhasil membuyarkan lamunan Elisa dan Carlos
Elisa yang baru sadar , bahwa dia masih dalam gendongan Carlos.
dia lansung melepaskan, pelukannya di lehernya Carlos.
Elisa yang lupa bahwa dia dibawa oleh Carlos ke tempat yang dalam, sangat kaget, karena tubuh nya tiba-tiba saja tercebur ke dalam air.
"ah...." Elisa berteriak.
Carlo sangat kaget mendengar Elisa berteriak. dengan sigapnya Carlos kembali membawa Elisa kedalam pelukannya.
mata keduanya saling bertemu dan....lagi
dan lagi....
cup.... Carlos yang sudah tidak tahan lagi, untuk tidak mencicipi bibir ranum Elisa.
akhirnya memilih untuk kembali mencium bibir Elisa, sekilas.tanpa memperdulikan keadaan.
Elisa yang kaget mendapat kan, ciuman sekilas dari Carlos, merasa sangat kesal sama Carlos.
"sayang.... apa ini" ucap Elisa dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"aku...aku tidak tahan melihat bibir ranum mu" jawab carlo.
"tapi, kamu tenang saja, aku masih ingat batasan. aku tidak akan meminta lebih dari ini, dari mu"
Carlos mengucap kalimat tersebut sambil tersenyum bahagia, lalu kembali mencium bibir Elisa.
Elisa seperti orang yang terkena sihir, dan tanpa dia sadari dia juga membalas ciuman dari Carlos. dan terjadilah pangutan di antara keduanya.
setelah merasa puas, barulah keduanya melepaskan ciuman panas diantara keduanya.
"ehem..." ucap carlos, lalu menarik nafas panjang,karena dia hampir saja kehabisan oksigen.
"sayang.... maaf ya, karena aku kembali hilang kendali"
ucap carlos.
"aku berjanji, akan segera melamar mu. tunggu aku, dua bulan lagi aku akan datang untuk melamar mu,ke orang tua mu. lalu kita akan segera menikah"
ucap carlos, untuk yang kesekian kalinya.
Elisa hanya menjawab ucapan Carlos dengan anggukan di kepalanya.
lalu berkata.
'kira-kira, anak-anak liat tidak ya, aksi mesum saya dan carlos, barusan.'
gumam Elisa.
sementara ketiga putri Elisa, asik bermain di pinggir pantai. mereka sedang membuat, istana pasir di tempat yang lumayan jauh dari posisi dimana Elisa dan Carlos berada.
jadi ketiga putri Elisa, tidak bisa melihat edegan mesum Carlos dan Elisa.
setelah semuanya merasa puas bermain dan berenang di pantai, barulah mereka kembali ke dalam kamar masing-masing.
***
setelah selesai sarapan. Carlos menepati janjinya untuk membawa keluarga Elisa jalan-jalan ke mall.
Elisa merasa sangat tidak nyaman, sama Carlos. karena kedua kakaknya, memilih milik banyak sekali barang yang mereka suka, sesuka hatinya.
"mumpung ada yang bayar, kita pilih mahal-mahal aja." ucap Natali, pada David, dengan sedikit berbisik .
"ya... mumpung lagi dapat aji mumpung ni" jawab David. dia setuju sama pendapat Elisa.
Natali dan david tidak segan-segan memilih barang-barang mahal, yang tidak bisa mereka beli selama ini.mereka berbelanja dengan sangat antusias, karena Carlos sudah berjanji untuk membayar apapun yang mereka inginkan.
"sayang,kamu ingin beli apa?."
"kamu silakan pilih saja yang mana yang kamu mau"
ucap Carlos, bertanya pada Elisa yang sedang berjalan di samping nya, dengan tangan kirinya berada di genggaman Carlos.
Elisa yang tidak punya niat untuk berbelanja, memilih untuk hanya diam saja.dia tidak punya keinginan untuk membeli apapun.
"Maureen dan vania, kita berbelanja di sebelah sana ya."
"ayo... ikut ayah"
ucap carlos, mengajak Maureen dan Vania untuk belanja di toko pakaian khusus untuk anak perempuan.
sedangkan Felicia sudah berada didalam gendong nya. dan tangan kirinya masih menggandeng tangan Elisa.
__ADS_1
Carlos membantu Maureen, Vania dan felicia, memilih pakaian yang cocok untuk ketiga nya.
sedangkan, Elisa hanya menurut saja dengan pilihan Carlos.
setelah Merasa semua keperluan ketiga putri Elisa sudah lengkap. semuanya sudah dia beli, ada pakaian, perhiasan Dan mainan.
mereka semua berjalan ke kasir untuk membayar apapun yang sudah mereka ingin beli.
Elisa kaget melihat begitu banyak sekali barang-barang belanja yang akan Carlos bayar. semuanya barang mahal.
barang-barang yang di beli Natali dan david, sangat banyak sekali.
berbeda dengan Dewi yang hanya memilih satu celana dan satu helai baju serta sepasang sepatu.
'kalau aku tau om Carlos benar-benar akan membayar semuanya, aku juga pasti akan memilih banyak barang' gumam Dewi, dia merasa menyesal karena tadi dia telah meragukan,bahwa Carlos akan membayar apapun yang telah mereka pilih.
setelah selesai membayar semua barang pilihan Keluarga Elisa. Carlos mengajak keluarga Elisa untuk bersantai di sebuah cafe.
dikesempatan ini. Carlos mengobrol dengan kedua kakak Elisa.
mereka juga membahas tentang lamaran.
dimana Carlos mengatakan bahwa dia akan melamar Elisa dua bulan lagi.
Carlos juga bertanya, persiapan apa saja yang harus dia siapkan untuk melamar Elisa.
dan David menjelaskan semuanya pada Carlos, tentang apa saja yang harus carlos penuhi untuk melamar dan menikahi Elisa,kelah. dengan sejelas- jelas nya.
pembicaraan mereka terhenti ketika Carlos tiba-tiba mengiat sesuatu.
Carlos tiba-tiba ingat bahwa Elisa tidak membeli apapun, pada saat mereka berbelanja tadi.
"sayang... ayo ikut bersama ku"
ucap carlos, yang berhasil membuat semuanya kaget.
"kemana....?" tanya elisa.
tapi Carlos tidak menjawab pertanyaan dari Elisa.
"kak David dan kakak Natali, saya mau nitip anak-anak dulu ya."
"saya ingin membawa Elisa ke butik dulu" ucap carlos, sambil menggandeng tangan Elisa, dan segera berjalan membawa Elisa keluar dari ruangan tersebut.
Elisa tidak bisa proses, pada saat Carlos mengandeng tangannya,dan membawa dia berjalan keluar dari ruangan itu.
dia hanya bisa berpesan pada anak-anak nya, sambil terus berjalan mengikuti langkah Carlos yang panjang.
"sayang.... tunggu mama di sini ya. mama pergi sebentar. jangan nakal-nakal ya."
ucap Elisa, tanpa menoleh sedikit pun.
ternyata Carlos membawa Elisa berbelanja di sebuah butik., dia memilih dari berbagai macam model pakaian....
pokoknya yg kira-kira cocok untuk Elisa, Carlos beli semuanya. tanpa berpikir akan harga, yang harus dia bayar. di pikiran nya hanya ingin memanjakan dan membahagiakan Elisa.
sedangkan Elisa hanya bisa mengikuti apa saja yang Carlos ingin kan. karena menurut dia semua yang Carlos pilihkan untuknya, semuanya bagus.
***
semoga saja ya, elisa tidak salah memilih pasangan.karena wanita pasti akan sangat bahagia jika mendapatkan laki-laki yang sangat mencintai dan menyayangi nya dengan tulus.
__ADS_1
bukan hanya soal harta. tapi sebetulnya, kasih sayang dan perhatian lah yang wanita butuh kan.
dan apa yang kita harapkan dan yang kita ingin kan. memang tidak selalu bisa kita dapatkan dengan mudah. tapi orang sabar dan orang yang selalu percaya dan selalu berdoa pada Tuhan, suatu hari nanti doa nya pasti akan dikabulkan Tuhan. amin.....