
seperti biasanya, disaat tengah malam.elisa selalu bangun dari tidurnya, untuk melanjutkan menulis naskah novel yang sedang tayang di salah satu aplikasi novel.
walaupun di saat dia sudah menikah sama Carlos, nanti. Elisa tetap akan terus berkarya, apabila Carlos mengizinkan dia untuk tetap menjadi seorang penulis. selama ini, Elisa tidak pernah bercerita pada Carlos bahwa dia adalah seorang penulis novel.
Carlos hanya tahu bahwa dia adalah seorang guru.
disaat Elisa sedang fokus, Tiba-tiba handphone milik Elisa berdering, sebagai tanda bahwa ada seseorang yang menelpon dirinya.
Elisa berpikir sejenak, lalu mengakat panggilan masuk yang ternyata panggilan video call dari Carlos.
'ehm.... Carlos benar-benar tidak tahu waktu, masa sih tengah malam seperti ini, dia masih ingin menelpon ku.'
gumam Elisa, dengan senyuman manisnya. dan segera menjawab panggilan video call dari Carlos, karena dia juga sedang merindukan Carlos.
"selamat malam sayang..."
ucap carlos dari seberang sana.
"selamat malam...."
jawab Elisa, karena di London sekarang sudah jam tujuh malam. sedangkan di Indonesia sudah jam satu pagi.
"maaf, karena saya telah mengganggu waktu tidur mu"
ucap carlos lagi.
"tidak masalah.... aku senang kamu menelpon ku"
jawab Elisa,dia sudah tidak ragu lagi mengungkapkan isi hatinya pada Carlos.
"kenapa wajahmu kelihatan segar...?"
"seperti orang yang tidak sedang baru bangun tidur...?"
tanya carlos, dia heran melihat wajah Elisa yang kelihatan cantik dan rambut Elisa yang tersisir rapi.
"ehmm .... tadi aku baru selesai sisir rambut dan cuci muka"
ucap Elisa dengan sedikit gugup.karena dia berbohong pada carlos.
Elisa sengaja tidak untuk Jujur pada Carlos,bahwa sejak tadi dia rela bergadang demi menyelesaikan naskah novelnya. karena Elisa tahu bahwa Carlos pasti akan merasa kawhatir terhadap kesehatannya.dan Carlos pasti akan melarang Elisa untuk menjadi seorang penulis lagi.
Carlos tersenyum mendengar ucapan Elisa, dia berfikir bahwa Elisa pasti akan sangat malu, ketika Carlos melihat Elisa dalam keadaan berantakan karena baru bangun tidur.
'kamu pasti akan terlihat sangat cantik lagi, ketika baru bangun tidur dan ketika kamu dalam keadaan tanpa make up'.
gumam Carlos sambil berkhayal melihat elisa yang baru bangun tidur, duduk di samping dirinya,lalu tersenyum sambil membangun dirinya. dan pada saat itu mereka berdua sudah tidur dalam satu ranjang.
Carlos berkhayal,bahwa Elisa sudah menjadi istri sah nya.
"baiklah... kamu terlihat sangat cantik, sayang"
__ADS_1
ucap carlos lagi, dengan senyuman manisnya. tapi dia masih dalam keadaan berkhayal, bahwa dia terpesona pada kecantikan Elisa, yang sedang duduk dia atas ranjang, di samping dirinya yang masih rebahan.
"terima kasih..." jawab Elisa, sambil tersenyum.
Carlos kaget, karena ternyata Elisa ada di depan layar ponselnya. bukan di sampingnya, di atas ranjang.
"ehm....." jawab Carlos, dengan canggungnya. hilang sudah khayalan dirinya, untuk berduaan bersama Elisa.
"kok cuma ehm... sih sayang"
tanya elisa, dengan wajah cemberut. dia berfikir bahwa Carlos sedang mengabaikan dia.
"maksud saya, kamu benar-benar cantik.
aku jadi pengen peluk kamu, karena aku sangat merindukan dirimu"
jawab Carlos, dengan sedikit gugup.
"aku juga merindukan mu"
jawab Elisa.
"so sweet, sayang." ucap carlos dengan tersenyum bahagia.
"bagaimana kabarmu hari ini?"
tanya carlos lagi.
"saya dan anak-anak dalam keadaan baik-baik saja. dan bagaimana kabarmu?"
"saya juga baik-baik saja. saya baru saja sampai di rumah"
jawab Carlos.
"syukurlah kamu sampai dengan selamat."
jawab Elisa.
"ya sudah sayang. silahkan di lanjutkan lagi istirahat mu."
ucap carlos.
"baiklah.... saya akan segera tidur sekarang ya. selamat malam"
jawab Elisa, sekarang dia benar-benar sudah mengantuk, karena sekarang sudah pukul 01:30 pagi.
"selamat malam sayang. semoga mimpi indah."
"dan jangan lupa untuk berdoa ya, supaya pernikahan kita berjalan dengan lancar"
ucap carlos lagi.
__ADS_1
"tentu, aku pasti akan selalu berdoa supaya Tuhan melancarkan rencana pernikahan kita"
jawab Elisa. sekarang dia sudah yakin dengan pilihannya, memilih Carlos sebagai suaminya.
"syukurlah, ternyata kamu sudah iklas menerima saya sebagai suami mu"
jawab Carlos, sambil memainkan kedua alisnya, untuk menggoda Elisa.
"lalu aku harus bagaimana lagi ?"
"sekarang kan aku sudah menjadi tunangan mu ?"
"harus kah, aku membatalkan rencana pernikahan kita ?"
tanya Elisa. dia merasa kesal karena Carlos selalu saja menggoda nya, dan selalu berhasil membuat dia malu.dan sekarang kedua pipi Elisa sudah berubah warna, merah merona karena menahan malu.
"jangan sayang.... aku cuma bercanda, aku sangat mencintaimu, jadi jangan berfikiran untuk membatalkan pernikahan kita ya. tolong maafkan saya"
jawab Carlos, dengan memasang wajah memelas, supaya Elisa mau maafin dia.
Carlos sungguh tidak menyangka bahwa ucapan dirinya membuat Elisa tersinggung.
"kamu tidak perlu meminta maaf. saya juga cuma bercanda kok."
jawab Elisa. Elisa adalah wanita yang tetap pada pendiriannya, jadi tidak mungkin dia mempermainkan pernikahan nya.
"syukurlah, kalau kamu cuma ingin bercanda. ya sudah, kamu silakan dilanjutkan lagi tidur nya, besok kita lanjutkan lagi mengobrol nya"
ucap carlos.
"baiklah. selama malam"
jawab Elisa.
"selamat malam. I love you"
ucap carlos.
"I love you too"
"ehm ...mach"
ucap carlos, sambil memperagakan kiss bye nya
"da da.... sayang. ehm... mach"
jawab Elisa.
"so sweet... jadi pengen cium dan peluk kamu"
jawab Carlos, masih saja menggoda Elisa.dan dibalas Elisa dengan senyuman manisnya, yang selalu berhasil membuat hati Carlos berbunga-bunga.
__ADS_1
Elisa menutup sambungan telepon nya. dan kembali ke rebahan di atas ranjang empuk milik nya, dan segera tidur.
sedangkan Carlos, dia segera membersihkan dirinya, setelah itu barulah dia menemui ibunya, yang sejak dari tadi Carlos abaikan.