LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
jalan-jalan di pulau padar


__ADS_3

pukul enam pagi Vania dan Rafael sudah berada di tepi pantai pulau padar.


karena suasana di sana masih sangat sepi, Rafael dan Vania merasa lebih leluasa untuk selfi.


Vania dan Rafael berselfi di tepi pantai yang terlihat masih sepi. duduk berdua, berdampingan di antara batu karang. Vania bersandar di bahu Rafael, sedangkan Rafael mengambil gambar menggunakan handphone miliknya.


setelah itu keduanya bermain, membuat istana pasir. sambil bercanda dan tertawa.


nyonya Salva, yang sudah merasakan gerah berada di dalam tenda, akhirnya memilih untuk keluar dari tenda.


nyonya Salva duduk di atas bukit, tepat di depan api unggun masih ada bara apinya, yang mereka nyalakan semalam.


dia tersenyum memperhatikan kedua cucunya yang terlihat sedang main kejar-kejaran di tepi pantai.


'mereka berdua terlihat sangat bahagia'


gumam nyonya Salva di dalam hatinya, sambil tersenyum bahagia.


"nyonya Salva, ini ada kopi panas untuk nyonya"


ucap pemandu wisata pada nyonya Salva.


"terima kasih". jawab nyonya Salva. lalu segera menyerut secangkir kopi panas di tangannya.


"ini nikmat sekali. di mana kamu memesannya ?" tanya nyonya Salva pada pak Petrus. dia merasa heran kira-kira dari mana pak Petrus mendapatkan kopi seenak ini, padahal di atas bukit ini tidak ada kafe. pikir nyonya Salva.


"kopi ini saya seduh sendiri,nyonya. saya selalu membawa stok kopi instan di dalam ransel saya, kemanapun saya pergi" jawab pak Petrus.


"oh... jadi ini kopi instan. rasanya nikmat sekali, tadi saya pikir ini adalah buatan kafe" jawab nyonya Salva. lalu kembali meminum kopinya.


"ini adalah kopi, white kopi. asli buatan Indonesia" jawab pak Petrus, sambil memegang bungkusan saset kopi, white kopi, untuk memperlihatkannya pada nyonya Salva.


sudah kayak bintang iklan aja, yang lagi promosi suatu produk. batin nyonya Salva.


"apakah saya boleh melihatnya ?" tanya nyonya Salva.


"tentu saja boleh nyonya" jawab pak Petrus.


"setelah saya kembali ke hotel,saya ingin kamu membeli nya untuk saya. saya akan jadikan kopi ini sebagai oleh-oleh saya untuk teman-teman saya di London. karena saya suka rasanya,dan ini menarik untuk di jadikan oleh-oleh" ucap nyonya Salva.


"baik nyonya" jawab pak Petrus.


"oh ya, pak Markus kemana ya. saya tidak melihatnya sejak tadi?" tanya nyonya Salva. matanya kembali memperhatikan Vania dan Rafael yang sedang duduk manis di tepi pantai.


tapi sebelum pak Petrus sempat menjawab pertanyaan nyonya Salva, pak Markus sudah ada di depan nyonya Salva.


"ada yang bisa saya bantu, nyonya?"


tanya pak Markus, yang kebetulan tadi telah mendengar percakapan nyonya Salva dan pak Petrus.

__ADS_1


"saya mau, kamu kembali menemani kedua cucu ku, kemanapun mereka pergi"


ucap nyonya Salva.


"baik nyonya" jawab pak markus.


tanpa banyak tanya, pak Markus lansung berjalan menuruni bukit,menuju pantai, untuk kembali melakukan tugas, menjadi pemandu wisata bagi Vania dan Rafael.


*****


"selamat pagi non Vania dan den Rafael"


ucap pak Markus menyapa Vania dan Rafael yang sedang duduk di tepi pantai.


"selamat pagi pak." jawab Vania dan Rafael bersamaan.


"maaf non. bukannya saya ingin mengganggu, tapi saya di perintahkan oleh,nenek non yaitu nyonya Salva untuk kembali mengantar non Vania dan den Rafael, kemanapun kalian berdua pergi"


ucap pak Markus.


"terima kasih pak karena sudah bersedia mengantar kemanapun kami pergi" jawab Vania.


"sama-sama non. ini sudah menjadi tugas saya" jawab pak Markus.


beberapa saat kemudian, pantai ini sudah terlihat ramai pengunjung.


"tentu saja saya bersedia. mari saya antar ke tempat menyewa speed boat" jawab pak Markus.


"Rafael,kenapa harus jalan-jalan menggunakan speed boat sih?"


"nanti kita dicarikan sama nenekku, bagaimana?" Vania protes. dia tidak ingin


nenek nya kembali menghawatirkan dirinya.


"nenek tidak akan marah, secara tidak langsung, dia sudah memberi izin pada kita, untuk menikmati alam ini sepuasnya" jawab Rafael.


"benarkah?" tanya Vania.


"iya...." jawab Rafael. tersenyum lalu meraih tangan Vania, dan membawa Vania berjalan mengikuti langkah pak Markus.


*****


Rafael kembali mengambil foto dirinya dan Vania sedang berdiri di atas balkon speed boat yang sedang mereka gunakan untuk berkeliling pulau padar saat ini.


Vania menggunakan dress pendek berwarna hitam bercampur kuning. dress dengan motif bunga matahari. dan juga memakai topi berwarna putih.


sedangkan Rafael menggunakan celana pendek berwarna putih dan juga kaos putih sebagai dalaman dan memadukan bajunya dengan kemeja motif yang sama dengan baju Vania, yaitu motif bunga matahari.


entah sejak kapan mereka berdua menggantikan pakaian mereka berdua ini, tapi yang pasti mereka berdua ingin tampil serasi pagi ini. bahkan mereka berdua pun menggunakan sepatu yang sama. yaitu sepatu yang juga berwarna putih.

__ADS_1


"satu.... dua... tiga.... sayang, kiss nya dong" ucap Rafael, sambil menunjukkan pipi kirinya.


dan tanpa berfikir panjang, Vania lansung mencium pipi Rafael.


"good. hasil fotonya bagus. saya suka" ucap Rafael, tersenyum puas. karena ini adalah untuk yang pertama kali nya Vania mencium pipinya.


untuk selfi yang keduanya.


Rafael dan Vania sedang duduk di dalam speed boat. mereka berdua sedang mengakat pancingaan.


sepertinya keduanya sedang asik memancing ikan. karena di foto ini terlihat jelas bahwa di ujung mata pancing ada seekor ikan.


dan untuk foto yang ketiga. Vania sedang berjongkok di sisi pantai yang terlihat banyak batu karang nya. Vania sedang melepas kan seekor penyu.


setelah merasa puas berkeliling pulau. Vania dan Rafael memilih untuk kembali ke atas bukit. karena ini juga sudah mulai siang.mereka berdua takut nyonya Salva, menghawatirkan keadaan mereka berdua.


sedangkan nyonya Salva, dia sudah jalan-jalan di sekitar hotel. dia ingin membeli banyak sekali oleh-oleh khas Indonesia, untuk semua kerabatnya di London Inggris.


dengan ditemani oleh pak Petrus, Nyonya Salva berkeliling di pasar tradisional. dia membeli beberapa kain batik. dia juga membeli banyak sekali makanan, cemilan khas Indonesia. dan tidak lupa nyonya Salva juga membeli satu kardus white kopi.


Rafael dan vania kembali ke atas bukit.


sesampai di sana, mereka berdua sedikit kesal karena ternyata nyonya Salva sudah tidak ada di sana.


setelah mencari tau keberadaan nyonya Salva, akhirnya mereka berdua tau bahwa nyonya Salva sudah kembali ke hotel.


dengan hati gembira keduanya, melanjutkan perjalanan mengelilingi bukit pulau padar ini.


"Vania sayang. ternyata dari atas bukit ini, kita bisa melihat dengan jelas pemandangan yang sangat indah ini" ucap Rafael pada Vania.


"iya... pemandangan nya sangat indah.ini adalah untuk yang pertama kali nya saya kesini" jawab Vania.


"setelah ini, kita akan jalan-jalan ke mana lagi?" tanya Rafael.


"mungkin ke bukit cinta atau pulau kelor dan masih yang lainnya. kita bisa tanyakan ke pemandu wisata, tempat di mana saja yang indah di pulau ini" jawab vania.karena dia juga tidak tahu tentang pulau labuan bajo ini.


dan setelah puas berkeliling, akhirnya Vania dan Rafael memilih untuk kembali ke hotel.


*****


reflesing atau jalan-jalan itu memang sangat penting.


karena dengan reflesing, kita bisa menghilangkan rasa capek di dalam tubuh kita


selain itu, reflesing juga bisa membuat kita bahagia. kita bisa melupakan beban dalam hidup kita.


apalagi di Indonesia punya banyak sekali tempat wisata yang sangat indah. termasuk tempat wisata labuan bajo. jadi kita sebagai rakyat Indonesia, tidak perlu jauh-jauh kalau ingin liburan.


bagi yang punya uang lebih dan punya banyak tabungan. sebaiknya, uang nya bisa di gunakan untuk jalan-jalan. tapi yang penghasilannya cuma pas - Pasan kayak author, jalan-jalan nya cuma bisa lewat halu saja. hehehe.... author kembali bercanda nih, gak apa-apa kan?

__ADS_1


__ADS_2