LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
kamar hotel


__ADS_3

keesokan harinya, setelah pertemuan malam itu, Rafael kembali lagi ke Rusia.


untuk urusan pertunangan dia dan Vania, Rafael serahkan semuanya pada kedua orangtuanya dan orang tua Vania.


dan juga karena acara pertunangan mereka berdua masih lama, jadi Rafael memang harus kembali ke Rusia dulu.


karena dia harus kuliah dan bekerja di sana.


begitu juga dengan Vania, dia juga tidak bisa menyiapkan acara pertunangan nya dengan Rafael. karena Vania juga sangat sibuk, dengan jadwal kuliahnya yang sangat padat.


di Rusia


dua Minggu telah berlalu, setelah Rafael kembali dari London.


malam ini, Rafael menghadiri acara ulang tahun Jesika.


sebetulnya Rafael tidak ingin hadir di acara ini, tapi karena Jesika terus saja membujuk dirinya supaya bisa hadir di acara party Jesika, akhirnya Rafael mengalah dan mau untuk hadir di acara ulang tahun Jesika malam ini.


Rafael tiba di tempat acara, tempat jam sembilan malam.


dia memasuki ruangan yang penuh dengan orang-orang yang sedang berjoget dengan lantunan musik dosco, yang cukup nyaring dan membuat Rafael merasa risih mendengar nya.


tempat ini juga di hiasi dengan lampu kelap kelip. sudah mirip diskotik saja.


Rafael merasa tidak nyaman dengan situasi di tempat ini.


'kenapa tempat ini lebih mirip dengan diskotik?' tanya Rafael pada dirinya sendiri.


meskipun merasa tidak nyaman ada di tempat ini. tapi Rafael tetap saja memilih untuk masuk dan segera menemui Jesika.


setelah berkeliling mencari-cari keberadaan Jesika. akhirnya Rafael menemukan keberadaan Jesika.


"hai...." ucap Rafael melambaikan tangannya dari kejauhan,kearah Jesika.


"hai...." jawab Jesika. membalas sapaan Rafael. juga membalas lambaian tangan Rafael.


"ternyata kamu disini" ucap Rafael.


"silahkan duduk. sejak tadi,aku menunggu mu" jawab Jesika.


sebetulnya, Rafael merasa risih duduk di antara para gadis-gadis ini, teman-teman Jesika.


tapi karena merasa tidak ada pilihan, akhirnya Rafael memilih duduk juga di samping Jesika.


Jesika menuangkan air beralkohol kedalam gelas, lalu memberikan nya pada Rafael.


"silahkan di minum."


" kamu pasti haus kan?" tanya Jesika.


"tidak. terima kasih" jawab Rafael, menolak pemberian Jesika, secara halus.


"hehehe.... teman-teman, aku tidak menyangka bahwa ada cowok setampan ini, takut meminum air beralkohol" ucap Jesika, sambil terkekeh.


"aku memang tidak pernah minum alkohol. lalu kenapa?. masalah buat Lo..


Lo... pada?" jawab Rafael, dengan judesnya.

__ADS_1


"tidak. ya kan teman-teman?" tanya Jesika pada teman-teman nya.


"sudahlah, jangan marah lagi. jika kamu tidak menyukai minuman beralkohol ini. kamu bisa minum, minuman yang lain. karena saya juga menyiapkan minuman yang lain kok" ucap Jesika lagi.


" biar saya yang ambilkan" ucap salah satu teman Jesika. lalu segera bangun untuk mengambilkan minuman yang sudah tersedia di atas meja, untuk Rafael.


"Jesika, ini kado untuk mu" ucap Rafael, sambil memberikan sebuah kotak kecil, yang di bungkus oleh kertas kado.


"terima kasih" jawab Jesika, sambil mengambil kado pemberian dari Rafael.


"sama-sama. saya mau pamit pulang saja ya." ucap rafael, lalu bangkit berdiri.


"tunggu sebentar, kamu kan belum mencicipi apapun, di sini" ucap Jesika sambil menarik tangan Rafael.


akhirnya Rafael pun kembali duduk.


"ini minuman dan cemilan untuk mu" ucap, Gisel teman Jesika yang mengambil minuman untuk Rafael tadi.


"terima kasih" jawab Rafael sambil mengambil gelas sloki, yang berisi air soda berwarna biru. yang di berikan oleh Gisel untuk dirinya.


"sebaiknya, kita mengobrol dulu. jangan buru-buru pulang" ucap Gisel pada Rafael.


"sebaiknya kita kita minum, untuk pertemanan kita" ucap Jesika sambil mengangkat gelas miliknya. dan diikuti oleh teman-teman Jesika.


"kita berteman" ucap Jesika, sambil mengakat tangan Rafael yang kebetulan memegang gelas minuman miliknya.


"kita berteman." ucap semuanya, lalu mereka meminum, minuman dari gelas masing-masing.


lima menit kemudian, Rafael merasa kepalanya sedikit pusing.


"kepala saya pusing. saya ingin pulang" ucap Rafael. sambil memegang kepalanya.


"tidak perlu" jawab Rafael, sambil bangkit berdiri.


tapi karena kepalanya sangat sakit. akhir Rafael malah terjatuh.


"saya bantu ya."


ucap gisel sambil memapah Rafael berjalan keluar dari ruangan tersebut.


" iya..." jawab Rafael, pasrah. dia berjalan mengikuti kemanapun langkah kaki Gisel membawa dirinya pergi.


"katakan, di mana alamat rumah mu. aku akan mengantarmu pulang" tanya Gisel, pada saat sudah berada di dalam mobil.


"di jalan ......" belum juga sempat menyelesaikan kalimatnya, Rafael sudah tidak sadar kan diri.


*di kamar hotel*


keesokan harinya, Rafael bangun tidur seperti biasanya.


" di mana ini?" tanya Rafael pada dirinya sendiri.


Rafael heran kenapa dia berada di ruangan yang berbeda dari kamar miliknya di rumahnya.


' apa yang terjadi padaku?' Rafael kembali bertanya pada dirinya sendiri.


Rafael melihat kesekelili kamar itu.

__ADS_1


lalu pada dirinya sendiri.


'kenapa pakaian ku jadi berantakan seperti ini?' pikir Rafael.


Rafael beranjak bangun dari atas tempat tidur. lalu merapikan baju nya.


'kira-kira siapa yang membawaku ke kamar ini?'


'kalau tidak salah semalam, saya berada di tempat pesta ulang tahun Jesika. tapi Kenapa tiba-tiba, sekarang saya ada di kamar ini?'


gumam Rafael, dia mencoba untuk mengiat ingat kembali kejadian semalam.


'baju ku.... kenapa bajuku jadi berantakan seperti ini?'


'kemana kancing kemeja ku?'


Rafael kembali bertanya pada dirinya sendiri. lalu segera merapikan baju nya.


dan betapa terkejutnya Rafael ketika dia melihat ada bekas bibir di sekujur dadanya.


'bekas bibir siapa ini?'


gumam Rafael.


Rafael kembali mencoba mengingat kembali kejadian semalam.


' semalam, setelah saya meminum air yang di berikan oleh Gisel, kepala saya tiba-tiba saja pusing. dan kemudian saya pamitan untuk pulang,pada Jesika. tapi pada saat saya jalan pulang, saya terjatuh dan akhirnya saya di antar oleh Gisel. dan di jalan, saya lupa bilang pada Gisel, dimana alamat rumah saya' pikir Rafael.


'tapi apa yang terjadi pada ku setelah itu?'


'kenapa sekarang aku ada di kamar ini?'


tanya Rafael, dia tidak habis pikir kenapa bisa dia ada di kamar ini.


'apakah mungkin, ini adalah lukisan dari bibir Gisel?'


'apa yang sudah kami lakukan, sehingga ada banyak sekali lukisan bibir ini?'


tanya Rafael di dalam hatinya. sambil memperhatikan bentuk bibir yang terlihat jelas di dadanya. karena lukisan bibir itu memamerkan warna bibir merah menyala.


'aku harus menemui gisel' pikir Rafael.


Rafael, kembali merapikan penampilan wajahnya dan juga pakaian nya. lalu memeriksa dompet nya, di saku celananya.


'untung saja isi dompet ku masih lengkap'


pikir Rafael.


setelah merasa cukup rapi, Rafael berjalan keluar dari kamar hotel itu.


tujuannya adalah, pulang kerumahnya, untuk mandi dan ganti baju. setelah itu Barulah dia akan menemui gisel di kampus, tempat dia dan Gisel kuliah.


****


readers semua, author mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian semua yang telah memberikan dukungan pada author.


apalah arti karya author ini, tanpa dukungan kalian semua.

__ADS_1


author cinta readers semua.


setelah selesai membaca, jangan lupa tinggalkan jejak nya ya....


__ADS_2