LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Elisa bertemu dengan ibunya Glen


__ADS_3

Elisa berjalan masuk kedalam ruangan tersebut dengan santainya. seolah-olah dia tidak mendengar percakapan Glen dan ibunya.


"selamat sore." Elisa menyapa semuanya dengan wajah bahagia.


"selamat sore juga Bu" jawab Glen.


"mama...." Feli memanggil Elisa. Feli dari tadi asik menonton you tube di handphone milik Glen. jadi dia tidak mendengar kan percakapan Glen dan ibunya.


"sini sayang...."Elisa memanggil Feli sambil tersenyum sambil melambaikan tangan nya


"ma... ini ibu Elisa, dia, rekan kerja Glen" ucap Glen memperkenalkan Elisa pada ibunya.


"selamat sore Bu. nama saya Elisa."Elisa


memperkenalkan dirinya sama ibunya Glen


"gimana kabar ibu hari ini?"


"apakah sekarang ibu sudah merasa lebih baik?"


Elisa bertanya kepada ibunya Glen.


"nama saya Martha, ibunya Glen. sepertinya sekarang saya sudah merasa lebih baik" jawab nyonya martha


"syukurlah. semoga cepat sembuh ya Bu."


"dan ini obatnya, sebaiknya obat ini segera ibu minum"


ucap Elisa sambil membuka bungkusan obat tersebut dan memberikan nya pada nyonya martha.


"apakah ibu sudah makan siang?" tanya Elisa pada ibunya Glen.


"sudah...." jawab nyonya martha singkat.


"baiklah. jika begitu, silakan di minum obat ini ya Bu". ucap Elisa sambil memberikan obat yang ada di tangan nya.


"terima kasih" jawab nyonya martha, sambil menerima obat yang diberikan oleh Elisa.


Glen yang berdiri di sebelah kiri elisa, ingin berjalan ke sebelah kanan Elisa untuk mengambilkan minuman untuk ibunya, yang disimpan di atas meja, tepat di samping kanan Elisa.


tapi dengan tiba-tiba, Feli datang dan mendorong Glen.


yang membuat Glen dan Elisa akhirnya terjatuh kelantai dengan posisi Glen menimpa tubuh Elisa.


"aduh.... " ucap Elisa, sambil mengelus kepalanya yang terbentur di lantai.


"maaf Bu..." ucap Glen dengan masih dalam posisi yang sama. sepertinya Glen masih enggan untuk segara bangun dari atas tubuh Elisa.

__ADS_1


"mama kenapa?" Feli bertanya pada Elisa, sambil berjalan menghampiri Elisa.


kemudian Feli menarik salah satu tangan Glen yang bertumpu di atas lantai, sehingga Glen kehilangan keseimbangan. dan...


"cup..."bibir Glen mencium pipi Elisa, tanpa disengaja


"auw ....."Elisa sedikit berteriak, karena merasa beratnya tubuh Glen,yang kembali jatuh di atas tubuh nya.


"maaf..." ucap Glen,sambil mengangkat wajahnya dari pipi Elisa.


mata mereka saling bertemu.glen menatap mata Elisa seperti orang yang sedang mendambakan sesuatu.


berada didalam posisi seperti ini sungguh membuat Elisa dan Glen merasa sangat canggung.


jantung mereka berdua berdetak lebih kencang.seakan ada sesuatu yang menarik mereka berdua, sehingga glen betah lama-lama menatap mata Elisa. seolah olah mereka berdua sama-sama menikmati momen ini.


'ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini'


gumam Elisa di dalam hatinya.


"ehm...." ibunya Glen berdehem


membuat Elisa dan Glen tersadar dari lamunannya. mereka berdua.


"maaf..." ucap Glen lagi. sambil segera bangun dari atas tubuh Elisa.


Glen segera berdiri, dan dia melihat Elisa masih saja betah baring di atas lantai dengan tangan kanannya memegang Kapala nya. melihat kondisi Elisa, membuat Glen segera mengulurkan tangannya untuk membantu Elisa.


"ini pasti rasanya sangat sakit sekali ya Bu?"


tanya Glen sama Elisa, setelah Elisa sudah berhasil berdiri. sambil memeriksa bagian kepala Elisa.


"tidak masalah pak. saya baik-baik saja"


ucap Elisa, sambil menundukkan kepalanya karena Marasa sangat malu sama ibunya Glen.


"biarkan saya memeriksa nya" ucap Glen sambil membelai rambut bagian belakang Elisa.


"sebaiknya, ibu Elisa segera periksa ke dokter. sepertinya kepala ibu Elisa mulai benjol". ucap Glen, setelah selesai memeriksa kepala Elisa.


"benjol....., sebaiknya kamu harus segera periksa ke dokter ya Elisa. ibu tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada mu"


ibu Glen juga memberikan saran kepada Elisa.


"Ayolah ikut bersama ku" ucap Glen sambil menarik tangan Elisa, dan membawa Elisa keluar ruangan tersebut.


"ayo sayang, kita pulang" ucap Elisa,sama Feli yang sedari tadi hanya diam terpaku setelah melihat kejadian ibunya dengan Glen tadi.

__ADS_1


"Bu.... saya langsung pulang saja ya. permisi......" ucap Elisa berpamitan kepada nyonya martha.


"da da... Oma" ucap Feli sambil berjalan keluar mengikuti langkah kaki ibunya dan Glen.


"da da Feli. sampai jumpa. hati hati di jalan ya *** " nyonya martha, mengucapkan salam perpisahan untuk Felicia.


nyonya martha, hanya bisa tersenyum bahagia setelah melihat kejadian tadi.


Dimana terlihat dengan jelas bahwa Glen benar-benar mencintai Elisa.


'Glen begitu khawatir melihat kepala Elisa benjol sedikit saja sudah menunjuk bahwa Glen takut sekali melihat Elisa tersakiti sedikit pun.' gumam nyonya martha di dalam hatinya


'ibu percaya bahwa kamu benar-benar mencintai Elisa glen'


'perjuangkan terus cintamu untuk Elisa'


'semoga saja Elisa mau menerima cinta mu'


'dan semoga saja, Elisa adalah wanita yang akan menjadi jodohmu. seperti yang kamu inginkan'


'Amin '


'dan ibu sudah merestui hubungan mu dengan Elisa'.


gumam nyonya martha di dalam hatinya.


dia sampai melamun membayangkan, jika Glen sudah menikah dengan Elisa, itu artinya dia juga bakalan mempunyai tiga orang cucu sekaligus.


' jika Glen menikahi Elisa,aku akan punya tiga cucu sekaligus, walaupun aku mendapat kan cucu dari anak tiri glen. tau aku juga sangat bahagia.'


' belum lagi jika, Elisa Hamil dan melahirkan anak dari darah daging nya Glen. aku pasti lebih bahagia lagi'


'ah.... senangnya'


' semoga saja kalian berjodoh.'


'Tuhan, semoga saja Elisa menjadi jodohnya Glen. seperti yang Glen dan aku ingin kan 'amin. nyonya martha berdoa di dalam hatinya.


* * *


semoga saja Elisa dan Glen berjodoh ya.


selamat membaca.


terima kasih untuk para penggemar karya ku ini. maaf jika banyak sekali terjadi kesalahan dalam penulisan karya ku ini.


maklum ini karya pertama ku Loh.....

__ADS_1


mohon doanya supaya, aku sukses dalam berkarya.


salam sehat..... dari author


__ADS_2