LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Carlos ingin, Vania dan Rafael bertunangan


__ADS_3

sudah beberapa bulan ini, tidak bertemu. membuat Vania dan Rafael, saling lengket kayak perangko, pas ketemu.


untuk melepas rindu di antara keduanya.seharian ini Rafael membawa Vania untuk jalan-jalan keliling kota London.


mereka berdua nonton, dan juga shoping.


Rafael dan Vania seakan tidak ingin waktu bersama mereka berdua yang selama ini jarang sekali bertemu. terbuang begitu saja. jadi hari ini mereka berdua habiskan waktu mereka untuk jalan-jalan berdua, Tanpa ingin di ganggu oleh siapapun.


hari sudah mulai gelap, pada saat Rafael mengantar Vania pulang ke rumah.


"dari mana saja?"


"kenapa jam segini baru pulang?"


tanya Carlos, pada saat Vania dan Rafael baru saja masuk ke dalam rumah.


"maaf om. tadi saya dan Vania jalan-jalan, ke mall dan berkeliling kota" jawab Rafael.


"maaf kan kami ya ayah" ucap Vania. sambil berdiri mematung di depan ayahnya, yang tengah duduk di sofa, di ruang tamu.


"baiklah."


"silahkan duduk, Rafael" ucap carlos pada Rafael. dan Rafael pun duduk di dekat di samping kanan Carlos, di sofa yang sama.


"Rafael. saya tahu, bahwa kamu dan Vania sudah selama tiga tahun ini berpacaran." ucap carlos, memulai bicara.


"ya om, kami pacaran Sudah selama tiga tahun ini" jawaban Rafael, sambil tersenyum malu-malu. entah kenapa dia jadi grogi, di tanya seperti ini sama Carlos.


"apakah, kamu serius mencintai putri ku Vania?" tanya carlos lagi.


Vania kaget mendengar pertanyaan dari ayah nya. tapi dia memilih untuk diam. bahkan Vania dengan gugup nya, ingin mendengarkan kira-kira apa jawaban dari Rafael.


"saya serius om. selama ini, walaupun kami menjalani hubungan pacaran jarak jauh. kami LDR. tapi saya tidak pernah mencari perempuan lain. saya hanya mencintai Vania." jawab Rafael, bersungguh sungguh.


Vania, menatap mata Rafael. dia tidak percaya bahwa Rafael, bisa dengan lantang nya mengatakan bahwa Rafael bersungguh-sungguh mencintai dirinya.


"selama saya berpacaran dengan Vania, saya tidak pernah lagi untuk tertarik pada perempuan mana pu" ucap berno lagi.


"bagus. inilah yang saya ingin dengar darimu." jawab Carlos, sambil menepuk bahu Rafael.


"Lalu bagaimana dengan mu, Vania?"


"apakah kamu juga mencintai Rafael?"


tanya carlos pada Vania.


"tentu saja, saya juga mencintai Rafael"


jawab Vania, dengan wajah tertunduk. dia begitu gugup, sehingga dia takut menatap mata ayahnya.


"baguslah, jika kalian berdua saling mencintai." ucap Carlos, tersenyum bahagia.


"saya akan bicarakan, masalah ini dengan ayah mu, eric" ucap carlos lagi pada Rafael.


"untuk apa?. apa maksud ayah?"


tanya Vania, dia tidak mengerti dengan apa yang ayah nya, maksudkan.


"Vania, Rafael. maksud ayah....."

__ADS_1


ucap Carlos,


Carlos sengaja menggantungkan kalimatnya. melihat ke arah Vania, lalu ke arah Rafael secara bergantian, supaya dia bisa melihat ekspresi wajah Rafael dan Vania.


Vania yang masih berdiri, dengan penasaran melihat ke arah ayahnya. dia sudah tidak sabar mendengar kelanjutan ucapan dari ayahnya.


sedangkan Rafael, menundukkan kepalanya dia begitu grogi diajak bicara serius,oleh carlos, ayah dari pacarnya. sekaligus teman dari ayahnya, Eric.


"ehm... maksud saya. saya ingin bicarakan tentang hubungan kalian berdua sama ayahmu, Rafael."


" saya akan meminta persetujuan keluarga dulu. bagaimana jika kalian berdua, bertunangan terlebih dahulu"


ucap Carlos. bicara dengan ekspresi wajah serius nya.


"apa ????"


"tunangan?"


ucap Vania dan Rafael, bersamaan.


mereka berdua sama-sama kaget mendengar ucapan Carlos. sungguh, Sudah selama tiga tahun berpacaran. selama itu juga, Vania dan Rafael belum pernah membahas tentang tunangan, apalagi tentang pernikahan.


selama ini mereka berdua, berpacaran seperti anak remaja. bersikap biasa-biasa saja. bahkan ciuman di bi**r saja mereka berdua belum pernah melakukannya.


"iya.... bertunangan" jawab Carlos.


"tapi...." jawab Vania.


"Vania.... duduk di sini" ucap carlos, menunjukkan sofa pada Vania, untuk mempersilakan Vania duduk di sofa itu, tepat di sampingnya.


Carlos baru menyadari, bahwa sejak tadi mereka sedang bicara serius, tapi Vania malah bicara sambil berdiri.


"begini...."


"ayah pikir, kamu dan Rafael. sudah cukup lama saling kenal. kalian berdua sudah pacaran selama tiga tahun." ucap Carlos, sambil melihat kearah Rafael dan Vania secara bergantian.


"jika keluarga mu setuju, om ingin kalian berdua segera bertunangan" ucap carlos lagi. menatap wajah Rafael.


Vania dan Rafael, Hanya diam saja, seakan sedang mencerna apa yang di ucapkan oleh carlos.


"keputusan ini juga atas persetujuan dari kalian berdua."


"lalu bagaimana menurut kalian berdua?"


tanya Carlos.


carlos merasa heran, karena reaksi wajah Vania Dan Rafael biasa-biasa saja. tidak seperti anak-anak yang lainnya, yang pasti akan bahagia jika sudah membahas tentang pernikahan.


"saya belum punya pikiran untuk menikah secepat ini, ayah" jawab Vania.


"saya juga sama om...." jawab Rafael. dia setuju dengan pendapat Vania.


"bagus...." jawab Carlos, dengan lantang nya.


Vania dan Rafael sampai kaget di buatnya. kaget mendengar suara lantang Carlos.


"maksudnya om?" tanya Rafael, tidak mengerti.


"saya tahu bahwa kalian berdua masih terlalu muda untuk menikah secepat ini. dan saya suka, karena kalian berdua, masih punya pikiran untuk fokus pada pendidikan dan juga karir." ucap carlos, mencoba menjelaskan isi maksudnya pada Vania dan Rafael.

__ADS_1


"tapi saya ingin, hubungan diantara kalian berdua bisa ke yang lebih serius lagi. saya ingin kamu dan Vania bertunangan terlebih dahulu. supaya kalian berdua bisa menjaga komitmen untuk saling mencintai. supaya kalian berdua tidak terpengaruh dengan godaan dari luar sana" ucap carlos, menarik nafasnya, lalu menghembuskan kembali.


"saya mau, kamu dan Vania.... suatu hari nanti berjodoh, dan menikah."


ucap Carlos. dia bingung harus bagaimana cara dia menyampaikan maksudnya pada Rafael dan Vania. supaya mudah di mengerti oleh Vania dan Rafael.


"dan jika nanti kalian berdua sudah bertunangan, itu artinya kalian berdua sudah harus berkomitmen untuk saling percaya,saling setia dan saling cinta untuk selamanya. kalau untuk menikah, itu terserah kalian berdua, mau nya kapan...." ucap Carlos lagi.


Vania dan Rafael yang sejati tadi hanya diam, mencoba untuk menyimak apa yang di jelaskan oleh carlos. kini mereka berdua malah Sudah saling pandang.


mereka berdua bingung, harus jawab apa, setelah mendengarkan penjelasan dari Carlos.


"jadi bagaimana menurut kalian berdua?"


tanya carlos lagi.


"saya.... saya masih kuliah ayah. dan butuh waktu empat sampai lima tahun lagi, baru saya lulus kuliah" jawab Vania.


"saya juga sama om. saya masih kuliah. mungkin dua atau tiga tahun lagi, saya baru lulus kuliah" jawab Rafael.


"saya cuma ingin kalian berdua bertunangan saja dulu. bukan menikah."


"tapi jika kalian berdua belum siap, saya juga tidak masalah. karena saya mengerti Jika kalian berdua masih terlalu muda.jadi wajar saja, jika kalian berdua belum ingin terikat dalam pernikahan. "


"tapi, ingatlah. jika kalian berdua sudah bertunangan, kalian berdua bisa saling menjaga satu sama lain. dan tidak boleh ada seorang pun yang hadir sebagai orang ketiga di antara kalian berdua"


ucap Carlos lagi.


"saya mengerti om. saya akan pikirkan dengan baik, tentang keinginan om carlos" jawab Rafael.


Rafael. bukannya dia tidak senang, jika bisa secepat ini bertunangan dengan Vania. tapi permintaan Carlos, begitu cepat baginya. bahkan Rafael sendiri belum pernah berpikiran untuk menikah secepat ini.


"saya tidak masalah. saya juga ingin, kamu tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan ini." jawab Carlos.


Carlos senang dengan cara berpikir Rafael yang sangat dewasa. karena Rafael, selalu mempertimbangkan segala sesuatu nya dengan sangat baik, sebelum memutuskan nya.


apalagi, Rafael sudah dua tahun ini dia belajar untuk menjadi pemimpin. dia sedang belajar untuk menjadi seorang pengusaha. belajar dari ayahnya sendiri.


jadi, Rafael sudah bisa bertanggung jawab, dengan tugas-tugas yang diberi oleh ayahnya, Eric. dan karena itulah, carlos percaya, bahwa Rafael bisa bertanggung jawab atas putrinya, Vania, jika mereka berdua sudah bertunangan.


*****


*memutuskan untuk menikah. berkomitmen dengan satu pasangan, memang tidak mudah.


jangankan bagi Rafael dan Vania yang masih sangat muda. yang suatu hari nanti, mereka pasti akan berubah pikiran. dan mungkin saja, suatu hari nanti ada salah satu dari keduanya ya tertarik dengan orang lain. yang tentunya bisa saja merusak komitmen dari keduanya.


orang dewasa saja, selalu berpikir Berulang kali, ketika ingin memutuskan untuk menikah.


jadi wajar saja, jika Rafael lebih memilih untuk memikirkan semuanya secara matang. karena dia tahu, apapun keputusan yang dia ambil Sekarang ini, akan berpengaruh di hari yang akan datang.


cinta, lebih identik dengan kata ingin memiliki.


sedangkan, sayang. dia akan tetap sayang sama org yang dia sayangi, walaupun dia tidak bisa memiliki nya.


cinta tulus atau cintai suci. adalah, seorang yang bisa menerima kekurangan dan kelemahan dari pasangan nya. dalam susah maupun senang.


yang Penasaran dengan kisah cinta Rafaela dan Vania, tolong kasih dukungan nya ya.


...yuk komen dan Like nya, supaya author lebih semangat ya untuk update*....

__ADS_1


__ADS_2