LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
usaha Glen mendekati ketiga putri Elisa.


__ADS_3

tidak terasa hari sudah mulai siang..


selesai mengajar Glen menepati janjinya untuk menjenguk Elisa di rumahnya.


tok tok...


terdengar bunyi suara ketukan di pintu depan rumah Elisa.


Vania segera membukakan pintu,dan ternyata Glen lah yang datang.


"hai Vania, selamat siang."


Glen menyapa Vania dengan sok dekat.


" hai... ada perlu apa, pak Glen datang kemari.?"


"saya datang kesini untuk menjenguk ibu mu. apakah ibumu masih sakit?"


tanya Glen


"ya pak. ibu masih sakit. silakan masuk pak Glen"


ucap Vania.


Elisa yang mendengar suara Glen dari dalam kamarnya, segera bangun dari rebahan nya untuk menyisir rambutnya.


Elisa dengan cepat keluar dari dalam kamarnya, karena mendengar langkah kaki Glen menuju ke kamar milik nya.


dia tidak ingin Glen masuk kedalam kamarnya.


"pak Glen...." ucap Elisa sambil berdiri tepat di depan pintu kamar miliknya.


kedua tangan dia bentangkan,seakan dia menghalangi Glen untuk masuk ke dalam kamarnya.


"selamat siang ibu Elisa. apakah ibu sudah merasa lebih baik?


tanya Glen sama Elisa.


"ya pak Glen.... sekarang saya sudah merasa lebih baik" jawab Elisa. dengan tangan yang masih dia bentangkan.


"syukurlah." ucap Glen, sambil membalikkan tubuhnya. dia tahu bahwa Elisa tidak menginginkan dia untuk masuk kedalam kamar pribadi nya.


"silahkan tunggu saya di ruang tamu ya.


saya ingin ke kamar mandi dulu."

__ADS_1


ucap Elisa, yang melihat Glen ingin pergi begitu saja dari depan pintu kamarnya.


setelah beberapa menit,Elisa kembali ke ruang tamu. dia terkejut melihat anak-anak nya begitu akrab dengan Glen.


Meraka bermain dan bercanda bersama dengan dengan bahagia.


'ternyata kamu orang yang sangat humoris ya glen. dengan mudah nya kamu akrab dengan ketiga putri ku.' gumam Elisa di dalam hatinya.


e hem ....ehem.ucap Elisa menghilangkan rasa canggung nya, karena melihat kedekatan ketiga putri nya dengan Glen.


"itu mama sudah datang...." ucap Feli dan segera bangun dari pangkuan Glen.


"ibu Elisa..."Glen menyapa elisa.


"ya pak Glen....." jawab Elisa.


"terima kasih ya, Karena sudah bersedia membantu saya". ucap Elisa to the poin


"sama-sama Bu... saya juga senang karena sudah bisa membantu ibu Elisa" jawab Glen.


"oh ya Bu. tadi saya sempat mampir di restoran terdekat untuk membelikan makan siang untuk ibu Elisa dan ketiga putri ibu."


"terima kasih pak . seharusnya bapak tidak perlu repot-repot membawakan makanan" Jawab Elisa.


sambil menerima paper bag yang diberikan oleh Glen.


meskipun Elisa merasa tidak nyaman karena sudah merepotkan Glen. tapi dia tetap menerima pemberian dari glen. dan berusaha bersikap profesional.


"ye....ada makanan. kita makan yuk ma..."


ucap Maureen dan Feli bersamaan.


"kami sudah lapar ma..... tadi pagi kami cuma makan mi instan" ucap Maureen lagi.


"baiklah. Ayuk Kita makan......". ajak Elisa pada anak anaknya.


Elisa merasa kasihan melihat anak-anak nya dalam keadaan kelaparan. karena dia sedang sakit,jadi tadi pagi Elisa tidak bisa masak.


"pak Glen yuk ikut kita makan..." ketiga putri elisa dengan kompaknya mengajak pak Glen ikut makan siang bersama dengan mereka.


Glen lansung menoleh pada Elisa.


seolah-olah meminta persetujuan pada Elisa. karena dia juga merasa sangat lapar. dan sebetulnya semua ini memang sudah direncana Glen supaya dia bisa dekat dengan anak-anak Elisa.


"sebaiknya pak glen ikut makan bersama kami."Elisa mengijinkan Glen ikut makan siang bersama dia dan anak-anak nya.

__ADS_1


'tidak mungkin kan aku tidak mengajak pak Glen untuk makan siang bersama, sedangkan makanan nya, pak Glen sendiri yang sudah membelinya.' gumam Elisa di dalam hatinya. sambil berjalan menuju meja makan.


"ok...baiklah." jawab Glen.


'yes..... akhirnya... rencana ku untuk bisa makan bersama dengan anak-anak Elisa bisa berhasil juga.'


gumam Glen di dalam hatinya, sambil tersenyum bahagia.


"silahkan duduk. mama mau menyiapkan makanan dulu" ucap Elisa pada anak-anak nya dan pada Glen.


tapi Glen tidak duduk. dia membantu Elisa menyiapkan makanan di atas meja dengan lincahnya. terlihat jelas,bahwa Glen sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah.


Glen hanya tinggal berdua dengan ibunya yang sudah lansia, karena itulah Glen sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah sendiri. karena dia tidak ingin merepotkan ibunya.


mereka semua begitu menikmati makanan yang dibawa Glen.


"ini benar-benar enak ..." ucap Maureen dan Feli. Elisa hanya tersenyum menanggapi ucapan anak-anak nya.


"jika Maureen suka , lain kali jika bapak kesini lagi, bapak pasti bawakan makan untuk kalian semua" jawab Glen.


selesai makan Glen membantu Elisa mencuci piring. meskipun Elisa sudah melarang nya tapi Glen tetap bersikeras untuk membantu Elisa mencuci piring.


setalah itu barulah Glen berpamitan untuk pulang.


"saya pamit pulang dulu ya" Glen berpamitan pulang sama Elisa dan ketiga putri Elisa.


"terima kasih makanan nya ya pak."jawab Elisa.


"sama-sama. saya juga merasa senang karena sudah bisa makan siang bersama dengan keluarga ibu Elisa" ucap Glen tulus dari hati nya.


"jangan lupa istirahat yang cukup. dan jangan lupa minum obat nya dengan teratur ya Bu. supaya cepat sembuh" ucap Glen lagi.


"terima kasih atas perhatiannya pak Glen"


ucap Elisa dengan malu-malu.


sementara Glen tersenyum bahagia, sambil menatap manik mata Elisa.


tatapan mata mereka bertemu.


Elisa grogi, mendapatkan tatapan tajam dari mata Glen, mata yang menatap nya tanpa berkedip sedikitpun, tatapan yang penuh arti, membuat Elisa jadi salah tingkah.


sedangkan Glen merasa sangat bahagia setelah mendengar ucapan Elisa.


'terima kasih atas perhatiannya' kalimat tersebut berhasil membuat Glen baper.

__ADS_1


ingin sekali Glen meminta Elisa mengulangi kalimat tersebut. tapi dia takut Elisa marah padanya.


'kenapa aku merasa bahwa Elisa sudah mulai membuka hatinya untuk ku. dia seperti nya sudah memberi harapan padaku. sepertinya aku harus tetap memperjuangkan cintaku untuk mendapatkan cinta Elisa." gumam Glen di dalam hatinya.


__ADS_2