
hari-hari telah berlalu. tidak terasa, Leon sudah menginjak usia satu tahun.
kini Maureen dan Vania sudah menimba ilmu di London.
keduanya sudah lancar menggunakan bahasa Inggris.
demikian juga dengan Felicia.
tahun ini, dia sudah belajar di taman kanak-kanak .
setiap hari, nyonya Salva lah yang mengantar Vania dan Maureen serta Felicia ke sekolah.
nyonya Salva tidak pernah membedakan cucu kandungnya dengan cucu sambungnya.
beliau selalu memperlakukan dengan sama keempat cucunya ini.
bahkan, jika lagi tidak sibuk nyonya Salva,
menyempatkan dirinya untuk menemani Felicia belajar di sekolah nya.
ketiga putri Elisa ini juga sangat menyayangi satu-satunya adik laki-laki mereka, Leon.
"halo, Leon. kakak adalah, kakak Vania."
"dan ini kakak Maureen"
ucap Vania dan Maureen yang baru saja tiba di rumah, sepulang mereka sekolah.
"Nia....."
jawab Leon, sambil membentangkan kedua tangannya, ke arah Vania.
"ayo... sama kakak Vania."
"ma... adek Leon, saya gendongan ya"
ucap Vania.
"sebaiknya, kalian berdua mandi dulu. kalian berdua kan baru pulang dari sekolah.jangan sampai Kuman yang menempel di tubuh kalian, ikut menempel pada adikmu"
jawab Elisa.
"baiklah..."
jawab Vania, lalu berlalu menuju kamar nya. dengan wajah cemberut.
"selalu saja tidak boleh."
gerutu Maureen.
"ada apa Maureen"
tanya elisa, yang mendengar ucapan Maureen.
"tidak apa-apa ma . saya cuma heran, kenapa ya, sampai sekarang adek Leon belum bisa menyebut nama ku?"
jawab maupun kesal.
Maureen sedikit merasa cemburu pada Vania dan Felicia. karena Leon sudah bisa menyebut nama keduanya, meskipun masih salah dalam pengucapan nya.
sedangkan Leon tidak pernah menyebut namanya,sama sekali.
mungkin karena Leon merasa kesulitan menyebut namanya. pikir Maureen.
"ya sudah. jangan cemberut lagi. mandi dulu, setelah selesai mandi baru main sama adek Leon"
"ya ma...."
jawab Maureen, pasrah. lalu segera masuk ke dalam kamarnya.
******
di sore harinya. Leon sedang bermain bersama kedua kakaknya.
"Leon.... ayo sini ....."panggil Vania, membentangkan tangannya.
"Nia...." ucap Leon sambil mencoba melangkah kan kakinya, berjalan menuju kakaknya Vania.
sedang Maureen menjaga Leon, dari samping, takut Leon yang baru belajar berjalan, tiba-tiba terjatuh.
dan benar saja, baru tiga kali melangkah, Leon sudah terjatuh.
owee.... owee .....
__ADS_1
Leon menangis, karena terjatuh.
"cup ... cup ...., sakit ya dek. "
ucap Maureen, sambil mengangkat Leon, supaya berdiri lagi.
"adek pintar, jangan nangis"
ucap Maureen lagi.
"ayo kesini. jalan ke tempat kakak Vania lagi....ayo"
ucap Vania, melambaikan tangannya.
Leon lansung berhenti menangis, melihat kakaknya Vania.
"Nia.... "
panggil Leon. berjalan, melangkahkan kakinya menuju Vania, dengan semangat. bahkan sambil tertawa.
suara mobil berhenti di depan rumah ini, menandakan bahwa Carlos sudah pulang dari kantornya.
"adek Leon.... ayah sudah pulang."
Felicia, masuk kedalam rumah sambil berteriak. memanggil adik nya.
"ayah pulang.... yuk kita, keluar"
ucap Vania, menggendong adiknya berjalan menuju teras rumah.
"selamat sore sayang"
ucap Carlos, merangkul dan mencium pucuk kepala Elisa.
"selamat sore juga"
jawab Elisa.
"anak-anak ada dimana?"
tanya carlos pada Elisa.
"mereka sedang bermain di dalam rumah"
"kangen....."
ucap Carlos, mencuri ciuman di pipi istrinya yang ada dalam rangkul nya.
"sama...."
jawab Elisa. meskipun sudah cukup lama menikah, tapi Carlos dan Elisa masih tetap menjaga keromantisan di antara mereka berdua.
"ayah.... "
panggil ke empat anak Carlos. berjalan menuju Carlos.
"anak ayah. kesini sayang."
Elisa segera meraih Leon yang ada di dalam gendongan Vania.
ketiga putri elisa dan carlos ini , meraih tangan Carlos. untuk mencium punggung tangan Carlos.
"selamat sore semuanya"
"selamat sore ayah"
jawab ketiga nya, serentak.
"emach ....." Carlos mencium pipi Leon.
"ayah mandi dulu ya. setelah itu,kita bermain" ucap carlos, pada Leon.
"da... da ...."
jawab Leon, dengan girangnya.
"Leon sayang, main sama kakak dulu ya. mana mau menyiapkan air mandi untuk ayah" ucap Elisa, pada Leon. lalu memberikan Leon pada Maureen.
*****
Elisa dan Carlos menaiki anak tangga. mensejajarkan langkah mereka berdua. bahkan Carlos terlihat merangkul bahu sang istri.
sesampai di kamar. Elisa lansung masuk ke dalam kamar mandi. untuk menyiapkan air mandi untuk suaminya.
__ADS_1
tapi Elisa kaget, karena tiba-tiba mendapatkan pelukan di pinggangnya dari belakang.
"kangen...." bisik Carlos di telinga Elisa. lalu memperbaiki anak rambut Elisa yang tergerai indah.
"setiap hari ketemu, kenapa bisa kangen terus sih?"
tanya Elisa yang sudah hafal dengan kelakuan suaminya. jika sudah bersikap seperti ini, pasti ada maunya.
"sudah siap" ucap Elisa.setelah air dalam bak mandi sudah terisi penuh.
" sayang, kita mandi sama-sama ya"
"nanti kita mandinya,bisa lama loh"
Jawa elisa.
"tidak masalah, sayang"
bisik Carlos. karena dia memang ingin mandi berlama-lama dengan sang istri.
Carlos, menghadap ke arah istrinya.
Elisa yang tau keinginan dari suaminya, lansung membukakan kancing kemeja Carlos.
Elisa hanya diam saja ketika Carlos menurunkan reksleting dress yang dia gunakan.
Carlos, mengangkat tubuh Elisa kedalam gendongan nya. lalu membawa Elisa masuk ke dalam bak mandi. tanpa ada penolakan sedikitpun dari Elisa.
karena dia memang tidak punya alasan untuk menolak suaminya.
karena pada saat ini, dia memang sedang belum mandi.
Elisa masih diam saja, ketika suaminya memandikan dirinya.
menggosok tubuhnya dengan sabun dengan penuh cinta. lalu mencium bagian bahu dan leher Elisa, setelah dia membilas sabun di tubuh Elisa.
bahkan sekarang Carlos sudah ikut masuk ke dalam bak mandi. lalu mendudukkan elisa di dalam pangkuannya.
Elisa bisa merasakan, sesuatu yang menonjol di bawah sana.
Elisa miring kan kepalanya, menatap mata suaminya. mereka saling menatap dan mengunci tatapan keduanya.
secara perlahan, keduanya saling mendekatkan wajah mereka berdua.
Elisa memejamkan matanya, ketika dia merasakan bibirnya dan suaminya sudah menyatu.
Carlos ******* bibir Elisa dengan penuh kelembutan. saling menikmati setiap sentuhan di bibir dan di bagian tubuh lainnya.
inilah yang di sukai Carlos dari istrinya, Elisa. Elisa tidak pernah menolak apapun yang dia inginkan.
bahkan Elisa selalu memanjakan dirinya, baik di atas ranjang maupun di kehidupan sehari-hari.
sentuhan demi sentuhan mereka berdua lakukan, membangkitkan gairah di antara keduanya. saling memberi dan menerima. sehingga terjadilah sesuatu yang seharusnya terjadi.
setelah ronde pertama di dalam bak mandi, Carlos bukan nya merasa puas.
tapi gairah nya kembali bangkit ketika melihat istri yang masih dalam keadaan polos, sedang membersihkan dirinya.
Carlos kembali membawa Elisa ke atas ranjang. menikmati setiap sentuhan yang Elisa berikan padanya. Sekarang elisa lah yang memimpin pergulatan antara mereka berdua. di ronde kedua ini.
satu jam berlalu. barulah mereka berdua mengahiri edegan mesra di atas ranjang.
untuk mandi bersama. sudah tidak ada lagi ronde ke 3.
sepasang suami istri ini sudah terlihat dalam keadaan rapi. yang satunya cantik dan elegan. dan yang satunya lagi terlihat Gagah dan tampan. sedang menuruni anak tangga, sambil bergandengan tangan.
"mama dan ayah kemana saja. sudah hampir 2 jam di dalam kamar?"
tanya Felicia, yang ingin tahu apa saja yang di lakukan kedua orang tuanya.
"tadi mama sedang membantu ayah, menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu, sayang" Jawab Elisa Sambil menciumi pucuk kepala Felicia.
"iya... mama pintar sekali. dia selalu membantu ayah, menyelesaikan pekerjaan ayah"
jawab Carlos, sambil tersenyum menggoda, ke arah Elisa. sambil memainkan kedua alisnya.
"kamu selalu saja, menggoda ku" bisik Elisa di telinga suaminya. sedangkan kedua tangannya mencubit bagian pinggang suaminya, Carlos. untuk menyembunyikan rasa malunya.
hehe....
Carlos terkekeh mendapatkan cubitan manja dari istrinya, Elisa. sungguh dia sangat gemes ketika melihat wajah merah merona istri tercintanya ini, karena menahan malu, seperti ini.
lalu Carlos dan Elisa berjalan menuju meja makan. karena semuanya, sudah duduk rapi di meja makan, untuk makan malam.
__ADS_1
sedangkan baby Leon, sedang bermain bersama baby sister nya.