LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Vania marah


__ADS_3

"semoga,putra dan putri kami, Rafael dan Vania tidak hanya sekedar bertunangan saja. tapi, semoga mereka berdua bisa segera melanjutkan hubungan ini ke ke jenjang pernikahan" ucap Eric lagi.


ini adalah harapan yang tulus dari hati Eric.


Carlos, berjalan menghampiri Eric menuju panggung. meraih Mike dari tangan MC dan berkata.


"anak ku, Vania dan Rafael kami mendukung penuh hubungan di antara kalian berdua. semoga kalian berdua bisa melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan." ucap Carlos, sambil melihat ke arah Rafael dan Vania yang sedang berdiri di belakang nya.


"dan semoga selalu bahagia" tambah Carlos lagi.


"untuk para hadirin semua, terima kasih karena sudah datang di acara pertunangan putra putri kami. selamat malam" ucap Eric, mengahiri kata sambutannya.


"selamat menikmati acara dan hidangan yang telah kami siapkan" timpal Carlos.


serangkaian acara telah di laksana.kini tibalah waktunya ke acara inti. Rafael dan Vania mengesahkan pertunangan mereka berdua dengan pertukaran cincin.


kali ini, di acara pertunangan ini ada yang sedikit berbeda. jika biasanya, seorang pria lah yang membelikan cincin untuk pertunangannya, tapi ini berbeda. Carlos dan Eric yang tidak ada yang mau mengalah untuk membeli cincin pertunangan, akhirnya memilih supaya mereka berdua masing-masing membeli cincin, untuk calon menantu mereka.


Eric membeli sebuah cincin berlian untuk Vania. sedangkan Carlos membeli cincin Berlian juga untuk Rafael. dengan model yang berbeda tentunya.


karena itulah, Rafael dan Vania melakukan pertukaran cincin.di akibatkan oleh ulah kedua orang tua mereka berdua yang tidak ada yang mau mengalah.


beginilah orang kaya, punya banyak duit dan berkuasanya, bisa melakukan apa saja.


padahal sebetulnya, Rafael ingin mengajak Vania untuk membeli cincin pertunangan mereka berdua bersama-sama. memilih sesuai selera mereka berdua. tapi apa boleh buat, Meraka berdua harus kembali mengalah sama kedua orang tua mereka.


Rafael bahkan sudah menyiapkan uang untuk memesan cincin pertunangan nya dengan Vania. uang dari hasil kerjanya selama ini.


tapi niatnya dia urungkan karena orang tuanya yang sudah menyiapkan semuanya. bahkan untuk pesta malam ini pun terlihat sangat mewah, tanpa ada kekurangan satu apapun.


Rafael meraih tangan kiri Vania dan memasang kan sebuah cincin di jari manis Vania.


begitu juga dengan Vania. Vania mengambil sebuah cincin dari dalam sebuah kotak, lalu memasangkan nya di jari manis Rafael.


semua yang hadir di acara itu bertepuk tangan, setelah Rafael dan Vania selesai saling pasang cincin.


walaupun hati Vania sedang gundah gulana, tapi dia masih sadar akan betapa pentingnya acara ini bagi kedua belah pihak keluarga. tidak ada sedikitpun di hati Vania, untuk membuat orang tuanya kecewa. karena Vania bukanlah seorang gadis yang egois.


******


tempat acara pesta ini sudah terlihat sepi, karena para tamu satu persatu sudah beranjak pulang.


walaupun masih ada beberapa orang yang terlihat masih menikmati acara ini dengan sekedar mengobrol bersama rekan kerja mereka. mengobrol dengan ditemani oleh musik klasik tentunya.


Vania yang merasa sangat lelah, ingin beranjak dari duduknya. dia berniat untuk meninggalkan tempat pesta ini dan pergi beristirahat di kamarnya.


'tamunya sudah kelihatan sepi. sebaiknya saya beristirahat di kamar saja' pikir Vania, lalu bangkit berdiri.


"vania,kamu mau kemana?" tanya Rafael. dia heran kenapa malam ini Vania tiba-tiba menjadi Gadis yang pendiam, tidak seperti biasanya yang selalu ceria. bahkan Vania tidak pamitan pada dirinya, ketika dia ingin beristirahat di kamarnya.

__ADS_1


"saya lelah. ingin beristirahat di kamar" jawab Vania, dengan suara lembut. dia berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja pada Rafael, seakan tidak terjadi apapun pada dirinya.


"Vania...." ucap Rafael, sambil meraih tangan Vania.


"iya"


"sebenarnya ada apa dengan mu?.


dari tadi saya perhatikan, sepertinya kamu sedang tidak bersemangat. apakah kamu sakit?" tanya Rafael dengan segudang pertanyaan.


"saya baik-baik saja. saya hanya lelah" jawab Vania, sambil menepis tangan Rafael,dari tangan nya.lalu berlalu dari hadapan Rafael.


Rafael tahu betul, sikap cuek seperti ini bukanlah sikap Vania sehari-hari.


Rafael bangkit berdiri, berjalan mengikuti langkah Vania, karena dia tahu Vania sedang dalam tidak baik-baik saja.


'sepertinya Vania sedang dalam suasana hati yang sedang bad mood.' gumam Rafael di dalam hatinya, sambil terus berjalan.


"vania tunggu"


"iya... ada apa?. tolong jangan ganggu saya, saya sedang ingin beristirahat" jawab Vania, tanpa menghentikan langkahnya.


melihat sikap Vania yang terkesan jutek, membuat Rafael semakin ingin tahu dengan apa sebenarnya yang telah terjadi pada tunangannya ini.


"Vania, tunggu" ucap Rafael, sambil menarik tangan Vania supaya Vania mau berhenti.


Rafael kembali bertanya.


"saya lelah dan ingin beristirahat" jawab Vania, singkat padat dan jelas.


"saya tahu bahwa kamu sedang ada masalah. tolong ceritakan padaku"


"Rafael, saya cuma lelah Dan ingin istirahat. tolong biarkan saya untuk beristirahat"


setelah mendengar penjelasan dari Vania, Rafael bukannya percaya, tapi dia malah membawa Vania untuk mencari tempat untuk sepi.


setelah merasa aman dan tidak seorang pun yang bisa mendengarkan ucapan mereka berdua, barulah Rafael bicara.


"Vania, duduklah. saya ingin bicara"


ucap Rafael, sambil menunjukkan sebuah kursi di atas balkon. sekarang mereka berdua ada di balkon, teras atas rumah Carlos.


Vania mendudukkan pantatnya di kursi yang terbuat dari kaya jati, di balkon ini.


setelah Vania duduk, barulah Rafael ikut duduk di samping Vania.


"saya tahu, hari ini kamu sedang tidak bersemangat. apakah kamu sedang ada masalah?" tanya Rafael, Dengan hati-hati.seakan takut ucapannya menyakiti hati Vania. takut, vania tersinggung, tepatnya.


"ceritakan sama saya.jangan di pendam sendiri" lanjut Rafael. sambil meraih tangan Vania, dan menggenggam tangan itu dengan sangat erat.

__ADS_1


"sebenarnya....." jawab Vania dengan ragu-ragu. dia harus jujur atau tidak dengan apa yang bikin dia jadi bad mood seperti saat ini.


'aduh... aku jujur atau tidak ya' pikir vania


"sebenarnya ada apa, Vania?. ceritakan pada ku" jawaban Rafael dengan nada mendesak.


"sebenarnya... aku." jawab Vania dengan gugup nya. dia bingung harus memulai dari mana.


"katakan lah. jangan bikin saya tambah penasaran."


"sebenarnya aku baik-baik saja.tidak ada yang perlu kamu kahwatir kan."


"kamu berbohong,Vania. saya tahu bahwa ada yang sedang kamu sembunyikan. katakan pada ku" jawab Rafael, mendesak supaya Vania berkata jujur pada dirinya.


Rafael meraih tangan Vania, mencium punggung tangan Vania, lalu membawa tangan itu di atas pangkuannya. menggenggam tangan Vania dan mengelusnya sambil berkata.


"apapun masalahnya, tolong ceritakan padaku" ucap Rafael, sambil menatap mata Vania. bahkan Rafael mengangguk kan kepalanya, supaya Vania menuruti keinginannya.


Vania yang sedang bad mood dan marah pada Rafael, akhirnya mengangguk kan kepalanya, sebagai tanda bahwa dia akan bicara jujur seperti keinginan Rafael.


Vania mengambil handphonenya dari tas pesta nya, yang kebetulan sedang dia pegang. kemudian membuka WhatsApp nya, dan memperlihatkan Vidio yang seseorang kirim padanya tadi sebelum acara pertunangan dirinya dengan Rafael di mulai.


"apa ini?. tolong jelaskan padaku" ucap Vania, sambil memperlihatkan Vidio yang sedang diputar di handphonenya.


Rafael meraih handphone yang Vania berikan padanya. dan matanya langsung melotot. dia tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat pada saat ini.


kenapa dirinya ada di video itu. pikir Rafael, tidak mengerti bagaimana dirinya bisa ada di video mesra dengan seorang gadis cantik.


"Vania, dari mana kamu mendapatkan video ini?" tanya Rafael.


"itu tidak penting. tolong jelaskan saja padaku, apa maksud dari Vidio ini" ucap Vania, menekankan kata ' jelaskan ' .


mendengar ucapan Vania, yang lembut tapi dengan nada penuh penekanan membuat hati Rafael tidak terima di tuduh melakukan hal-hal yang tidak senonoh. tapi dia juga tidak bisa marah pada tunangannya ini. karena dia tahu Vidio ini pasti sangat menyakiti hati Vania.


'aduh Vania pasti salah sangka Melihat video ini. kira-kira siapa ya yang mengirimkan video ini pada Vania?. dan saya juga bingung harus memulai dari mana, untuk menjelaskan tentang Vidio ini, supaya Vania percaya pada penjelasan saya' gumam Rafael di dalam hatinya.


*****


terkadang apa yang kita lihat, belum tentu sesuai dengan kenyataan. jadi ada baiknya kita mencari tahu tentang kebenarannya terlebih dahulu, baru boleh mengeluarkan pendapat.


dan sikap manusia yang mudah emosi sering sekali membuka kita salah langkah.


yang sabar ya, Vania.


dan untuk Rafael, carilah bukti bahwa kamu tidak selingkuh, supaya Vania percaya pada mu.


cinta itu butuh perjuangan. jadi yang semangat ya Rafael, kejar terus cinta mu pada Vania. karena wanita itu lebih suka di perjuangkan....


...^^^*setelah selesai membaca, jangan lupa tinggalkan jejak nya ya. like, komen dan vote nya. terima kasih. author cinta readers semua.*^^^...

__ADS_1


__ADS_2