LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
kedatangan nyonya Salva


__ADS_3

setelah mendapat kan kabar dari Elisa, bahwa mereka sudah mendapatkan jadwal untuk kanonik.


Carlos pun segera mempersiapkan dirinya untuk kembali datang ke Indonesia, menemui tunggangan nya, Elisa.


kali ini, Carlos datang tidak sendiri,


tapi bersama ibunya, nyonya Salva.


sesampai nya di bandara, Carlos dan ibunya di sambut oleh elisa dan ketiga putrinya.


"selamat sore nyonya"


ucap Elisa, menyapa ibunya Carlos dengan panggilan ' nyonya ' .


"selamat sore juga, Elisa "


jawab nyonya Salva. lalu memeluk elisa.


Elisa dan Carlos kaget melihat nyonya Salva, yang tanpa merasa canggung meraih Elisa kedalam pelukannya.


Elisa menatap wajah Carlos, dan Carlos juga melakukan hal yang sama.


Carlos memberikan code supaya Elisa membalas pelukan dari ibunya, dengan memperagakan kedua tangannya yang dia satukan.


Elisa yang mengerti dengan maksud Carlos, lansung membalas pelukan dari calon ibu martua nya itu.


"ibu sangat merindukan mu"


ucap nyonya Salva, masih memeluk Elisa.


jadi, semenjak Carlos bertunangan dengan Elisa, nyonya Salva rela belajar berbahasa Indonesia, hanya untuk calon menantu nya 'Elisa' menantu yang selama ini dia nantikan.


"sayang..."


ucap carlos, membuyar lamunan Elisa.


karena sejak dari tadi, Elisa hanya diam membisu.


"iya..."


jawab Elisa.


"apakah kamu tidak merindukan ku ?"


tanya carlos.


"tentu saja aku sangat merindukan nyonya dan juga kamu"


jawab Elisa dengan gugub nya.


Elisa merasa sangat gugup karena di peluk oleh nyonya Salva. dan dia juga gugup karena Carlos bertanya apakah dia merindukan sosok Carlos, yang pada saat ini sudah menjadi tunangan nya.


"kamu....?"


"apa maksud kata 'kamu' ?"


tanya carlos, dia tidak suka Elisa memanggil dirinya dengan sebutan 'kamu'.


"sudah lah... kalian berdua jangan berdebat di sini"


ucap nyonya Salva, dengan menggunakan bahasa Inggris.


Carlos hanya bisa diam, mendengar ucapan dari ibunya.


seperti biasanya, sebelum pulang ke rumah Elisa. Carlos selalu membawa Elisa untuk berbelanja di mall.


dan nyonya Salva juga tidak masalah dengan keinginan Carlos.


karena nyonya Salva juga ingin jalan-jalan di negara ini.


terlihat nyonya Salva begitu antusias pada saat dia berbelanja di temani elisa dan anak-anak nya.


di tengah-tengah kesibukan mereka berbelanja, walaupun nyonya Salva belum lancar menggunakan bahasa Indonesia, tetapi tetap saja, sesekali nyonya Salva mengajak Elisa dan anak-anaknya mengobrol.


bahkan mereka terlihat bercanda dan tertawa bersama.


nyonya Salva begitu menikmati kebersamaan ini.


setelah merasa semua kebutuhan sudah di beli semuanya, Carlos juga membawa ibunya, Elisa dan ketiga putrinya untuk menikmati masakan khas Indonesia di sebuah restoran.


kini mereka sudah sampai di rumah Elisa,


nyonya Salva merasa sangat senang karena ternyata rumah Elisa yang sangat sederhana tapi ternyata sangat nyaman baginya.

__ADS_1


rumah minimalis yang berukuran kecil,


10 x 15, yang hanya seluas kamarnya di London.


nyonya Salva merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berukuran sedang, dimana seharusnya ini adalah tempat tidur kedua putri Elisa, Vania dan Maureen.


tapi karena di rumah ini hanya ada 3 kamar, jadi nyonya Salva yang menempati kamar Vania dan Maureen.


'ternyata rumah ini sangat nyaman...'


'udara yang sejuk membuat ku tidak mereka gerah, walaupun tanpa AC.


dan wangi khas anak-anak membuat hatiku betah untuk tidur di kamar ini'


gumam nyonya Salva.


'ternyata, walaupun kehidupan kita jauh berbeda. tapi sikap baik mu lah yang berhasil membuat aku dan Carlos putra ku berhasil jatuh cinta padamu'


'pantas saja Carlos betah lama-lama di sini, ternyata suasana di sini, senyaman ini rupanya.'


gumam nyonya Salva lagi.


Carlos yang tidak bisa tidur, mengambil handphone miliknya.


dia berniat untuk chat Elisa.


"selamat malam sayang"


"apakah Kumu sudah tertidur?"


pesan pun terkirim.


Elisa yang selalu tidur larut malam, merasa heran karena ada pesan masuk di handphone miliknya.


'ternyata dari Carlos, apa maksudnya mengirim kan aku pesan ini ?'


pikir Elisa, dengan senyuman manisnya.


"saya belum tidur, sayang"


Carlos tersenyum bahagia setelah membaca pesan dari Elisa.


"sayang, saya ingin sekali melihat wajah mu. apakah kamu bisa menemui ku di ruang tamu?"


pikir Elisa, walaupun dengan sedikit bingung, tapi Elisa tetap berjalan keluar kamar nya untuk menemui Carlos di ruang tamu rumahnya.


"sayang... aku sangat merindukan mu"


ucap Carlos, dia langsung berdiri dan menghampiri Elisa pada saat melihat Elisa mendekati nya.lalu Carlos meraih tubuh Elisa kedalam dekapannya.


"aku juga merindukan mu"


jawab Elisa, dengan berbisik,mengiat sekarang sudah larut malam, jadi elisa takut ketiga putrinya dan nyonya Salva terbangun, jika dia dan Carlos berisik.


"sebaiknya kita mengobrol disini"


ucap Carlos, sambil membawa Elisa duduk di sofa.


"sayang. aku sangat merindukan mu, sudah sedari tadi aku ingin memeluk dan mencium mu. tapi aku tidak bisa melakukan nya, karena ada ibuku dan ketiga putri kita"


ucap carlos setelah mereka berdua duduk di sofa, lalu dia kembali membawa Elisa ke dalam pelukannya.


"aku juga merasa kan hal yang sama seperti mu"


jawab Elisa.


Carlos mengecup puncak kepala Elisa cukup lama, untuk melepaskan rasa rindunya pada elisa.


sungguh, sejak tadi dia ingin sekali memeluk dan mencium Elisa seperti ini.


'seharusnya aku sudah memeluk mu, sejak kita bertemu di bandara. tapi niatku aku urungkan, karena ada ibuku di sana. andai saja, ibuku tidak cerewet, pasti aku sudah memeluk mu sejak tadi.


ibuku, memang selalu mengganggu kesenangan ku'


umpat Carlos pada ibunya, di dalam hatinya.


"aku mencintaimu, Elisa."


"aku sangat menyanyi mu"


"aku sangat merindukan mu."


"aku sudah tidak sabar untuk menjadikan mu sebagai istriku"

__ADS_1


ucap Carlos lagi panjang lebar.


masih dengan posisi yang sama, berpelukan.


"sayang..."


ucap Carlos lagi, karena dia tidak mendapatkan jawaban dari Elisa.


"ya..."


jawab Elisa. sambil mengangkat wajahnya, supaya dia bisa melihat wajah Carlos.


"aku sangat mencintaimu. sayang boleh ya, minta kiss nya dikit'


ucap Carlos.


dan tanpa menunggu jawaban dari elisa, Carlos lansung mencium bibir Elisa dengan lembut.


"ehm ..."


suara lenguan Elisa, dia bermaksud untuk menolak Serang ciuman dari Carlos.


tapi ternyata dia tidak bisa, karena dia selalu saja terjebak dalam ciuman mesra yang Carlos berikan padanya.


ciuman yang selalu membuat dia terlena.


ciuman yang selalu dia nikmati, dengan perasaan cinta dan bahagia.


setelah beberapa detik, ciuman itu terpaksa Carlos akhiri karena terdengar suara seseorang membuka kan pintu kamar.


"mama, kenapa mama belum tidur"


tanya Vania


"mama dan om Carlos masih ingin mengobrol."


"kamu kenapa keluar dari kamar?"


tanya Elisa pada Vania.


"saya haus. saya mengambil air minum ke dapur dulu ya ma"


jawab Vania, sambil berlalu ke arah dapur.


"sayang sebaiknya kita tidur sekarang."


ucap Elisa.


"baiklah. ayo kita tidur"


jawab Carlos, lalu dia kembali mencium bibir Elisa dengan sedikit ganas dan menuntut. Elisa membalas ciuman dari Carlos.


tapi sayang ciuman itu tidak berlangsung lama. karena Carlos dan Elisa takut akan keberadaan Vania, yang masih di dapur.


"ayo kita kembali tidur "


ucap carlos setelah dia melepaskan ciuman nya. lalu dia merapikan rambut dan pakaian Elisa.


'untung saja yang keluar kamar bukan ibuku. aman...'


pikir Carlos.


Carlos tahu jika ibunya melihat dia dan Elisa Duduk berdua pada tengah malam begini, dia pasti akan di marahi ibunya.


Carlos kembali kedalam kamarnya, dengan hati bahagia karena rasa rindunya sudah terobati dengan memeluk dan mencium Elisa.


sedangkan Elisa menyusul Vania ke dapur setelah itu barulah mereka tidur.


****


mohon maaf, untuk beberapa hari kedepan, author tidak bisa untuk up setiap hari, dikarenakan author lagi sibuk alias author lagi bayak kerjaan.


author juga minta dukungan nya.


setelah selesai membaca, tunjukkan jejak kalian.


dengan memberikan like dan komen nya.


dan untuk yang sudah memberikan dukungan, author mengucapkan banyak terima kasih.


salam sehat


author

__ADS_1


__ADS_2