
beberapa bulan telah berlalu. putri Salju sudah hidup bahagia bersama dengan tujuh kurcaci di pondok, di hutan itu.
tapi sang ratu jahat, ibu tiri putri salju belum puas dengan kepergian putri, dia terus mencari keberadaan anak tirinya yaitu putri salju.
pasalnya pada saat dia bertanya pada cermin ajaib yang dia miliki. sang cermin mengatakan bahwa gadis tercantik di dunia ini adalah putri salju, bukan dirinya lagi.
kenyataan inilah yang membuat ratu jahat ini murka.
"cermin.... cermin di dinding, katakan padaku siapakah yang paling cantik di seluruh negri ini?"
tanya ratu hajat itu pada cermin ajaib nya.
"maaf ratu. yang paling cantik di negri ini adalah putri salju" jawab cermin ajaib.
setelah mendengar apa yang di katakan oleh cermin ajaib, sang ratu jadi murka. dia tidak terima ada seseorang yang mengalahkan kecantikan dirinya.
sang ratu yang sudah tidak percaya lagi dengan orang urusannya, memilih untuk melakukan rencana jahatnya pada putri salju seorang diri.
bukan tanpa sebab, sang ratu memilih jalan ini.
flash back of.
beberapa bulan yang lalu, sang ratu yang baru saja mengetahui bahwa putri salju lah yang paling cantik di seluruh negri ini.
membayar seorang pria kepercayaan untuk membawa putri salju ke dalam hutan, lalu membunuhnya dan menyerahkan jantung putri salju pada dirinya.
tapi sang pemburu yang membawa putri salju ke dalam hutan, mengurungkan niatnya untuk membunuh putri salju, karena dia melihat ketulusan dan kebaikan putri salju.
pemburu tersebut meminta putri salju tidak kembali lagi ke istana. di malam hari, pemburu tersebut meninggalkan putri salju seorang diri di dalam hutan.
dan dia kembali ke istana dengan membawakan jantung binatang hasil buruannya. dan menyerahkan jantung binatang buruannya kepada sang ratu jahat, sebagai ganti jantung putri salju.
dengan senang hati ratu jahat, ibu tiri putri salju menerima jantung binatang hasil buruan pemburu itu, karena dia pikir itu adalah jantung putri salju.
Tapi setelah mengetahui bahwa putri salju masih hidup, sang ratu sangat murka.
dia baru sadar bahwa dirinya sudah di tipu. dan jantung itu bukanlah jantung putri salju.
flash back on.
setelah kepergiaan tujuh kurcaci. kurcaci yang sudah putri salju anggap seperti Saudara nya sendiri. putri salju menyelesaikan pekerjaan rumahnya.
" tok.... tok...."
putri salju mendekati pintu, untuk membukakan pintu bagi tamunya, tapi langkahnya terhenti ketika dia ingat, bahwa sebelum para kurcaci pergi meninggalkan rumah, mereka berpesan agar putri salju harus lebih hati-hati di rumah. karena beberapa hari yang lalu, putri salju hampir saja meregang nyawa nya, karena ada yang ingin mencelakainya. karena itu lah sekarang putri salju, harus lebih hati-hati lagi.
"dak.... apakah itu kau?"
tanya Putri salju.
" saya adalah penjual apel"
jawab seorang nenek tua yang berbeda di depan pintu.
putri salju membukakan pintu dan mempersiapkan nenek tua itu masuk.
beberapa menit kemudian putri salju pingsan, sesaat setengah memakan buah apel pemberian nenek tua itu.
nenek tua itu tertawa puas melihat putri salju pingsan. karena sebenarnya nenek tua itu adalah ratu jahat, ibu tiri putri salju yang sedang menyamar sebagai nenek tua untuk melancarkan aksi jahatnya, mencelakai putri salju.
dan ini adalah rencana jahat yang ketiga kalinya ratu jahat ini lakukan pada putri salju.
__ADS_1
nenek tua ini di perankan oleh Clara.
di sore hari, para kurcaci pulang ke pondok. mereka semua kaget melihat putri salju yang tergeletak di lantai dalam keadaan tidak sadar kan diri.
kini keadaan Putri salju sudah bagaikan seorang gadis yang sedang tertidur pulas.
karena dia sudah diracuni ibu tirinya sendiri. supaya menjadi putri tidur selamanya.
dan hanya cinta sejati lah yang bisa mematahkan mantra jahat ibu tirinya ini.
para kurcaci memasukkan putri salju ke dalam peti kaca, dan membawanya ke atas bukit.
beberapa lama berlalu. ada seorang pangeran tampan yang mendatangi bukit itu. dia membawa sekelompok pengawalnya, karena mereka akan berburu di hutan ini.
pangeran terkejut melihat ada peti kaca di puncak bukit itu. dia menghampirinya, dan bertapa terkejutnya pangeran ketika melihat ada sosok gadis cantik yang terkurung di dalam peti.
pangeran terpesona melihat kecantikan putri salju. dia membukakan peti itu, lalu mencium pipi putri salju.
seketika kutukan ratu jahat Hilang, dan putri salju lansung sadarkan diri.
pangeran mengatakan cintanya pada putri salju, dan merekapun menikah.
pangeran di perankan oleh Rafael.
......the and......
semua hadirin bertepuk tangan, Sesaat setelah drama selesai di perankan.
bagaimana tidak, semua yang terlibat dalam drama tersebut, berhasil memainkan peran mereka masing-masing dengan sangat sempurna.
begitu juga dengan Vania, meskipun seluruh tubuhnya terasa gatal, tapi dia bisa menahan rasa gatalnya karena dia sudah minum obat alergi yang di berikan Rafael pada dirinya.
beberapa jam telah berlalu. serangkaian acara sudah selesai di laksanakan.
"untuk pemenang. juara pertama lomba drama. di menangkan oleh peserta NO. 15. yaitu kelompok Rafael dan Vania. dengan drama yang berjudul ' putri salju '.
untuk para pameran drama, kami persilahkan naik ke atas panggung"
ucap MC, menyampaikan pemenang lomba, dengan kategori lomba drama.
dan mempersilahkan para pemain drama untuk naik ke panggung, menerima hadiah.
sepuluh orang pameran drama
' putrinya salju ' naik ke atas panggung. setelah menerima hadiah. rafael, menyampaikan sepatah dua patah rasa syukur nya pada Tuhan, atas hadiah yang mereka terima.
"saya, mewakili teman-teman saya. kami mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hadiah yang kami terima hari ini."
ucap Rafael.
"kami sungguh tidak menyangka, bahwa kami akan menerima hadiah ini."
"ini adalah hasil kerja keras kami. karena tidak mudah bagi kami untuk bisa menjadi tim yang baik."
ucap Rafael, sambil mengakat piala, penghargaan, hasil kerja keras mereka semua.
"terutama bagi Vania. memainkan peran sebagai putri tidur, tentunya tidak mudah baginya. ada banyak rintangan yang telah dia lalui." ucap Rafael lagi. dan Vania pun, tersenyum pada Rafael dan semua yang hadir di sana.
"terima kasih atas dukungan kalian semua."
ucap Rafael sambil membungkukkan tubuh nya.
__ADS_1
"tapi.... sebetulnya ada yang ingin saya sampaikan di sini."
ucap Rafael, menarik Nafas lalu menghembusnya kembali.
"sebetulnya. cinta yang saya ungkapkan tadi pada Vania, itu adalah kenyataan. saya benar-benar mencintai Vania" Rafael kembali melanjutkan ucapannya.
semua orang terkejut mendengar ungkapan cinta Rafael pada Vania.
sebagian di antara banyak yang hadir di sana, tersenyum bahagia. begitu juga dengan keluarga Vania dan rafael. carlos dan Elisa bahkan saling pandang, lalu tertawa bahagia, mendengar Rafael mengungkapkan cintanya pada Vania, putri pertama mereka.
begitu juga dengan Eric. Eric dan istrinya juga tersenyum bahagia.
hanya ada beberapa anak perempuan yang tidak senang mendengar Rafael mengatakan cinta nya pada Vania. mereka adalah sosok teman Vania yang tidak menyukai kedekatan Vania dan Rafael. mereka juga yang sudah menabur serbuk di baju Vania tadi, sehingga seluruh tubuh Vania menjadi gatal.
"kenapa selalu dia yang beruntung."
ucap salah satu di antara tiga cewek itu
"sepertinya kita harus menyusun rencana yang lebih efektif dari ini. rencana kita jangan sampai gagal lagi"
jawab yang lainnya.
Vania hanya diam terpaku mendengar Rafael mengatakan cintanya pada dirinya.
"Vania, mau kah kamu menjadi pacarku?"
tanya Rafael lagi.
Vania bingung harus jawab apa. selain karena malu harus mengatakan ' saya mau jadi pacar mu' di depan bayak orang. di depan orang tuanya. Vania juga belum berpengalaman dalam hal pacaran.ini adalah untuk yang pertama kalinya ada seorang cowok yang mengatakan cinta pada dirinya.
"Vania,di jawab dong. bilang aja
'saya mau' pada Rafael."
bisik Clara.
Vania yang baru sadar dari lamunannya lansung berkata.
"saya mau?" ucap Vania, sambil memicingkan matanya,melihat kearah Clara, dia tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Clara.
tapi semua orang yang mendengar ucapan Vania, mereka mengira bahwa Vania sudah memberikan jawaban pada Rafael.
dan ' saya mau ' itu artinya Vania sudah setuju menjadi pacar Rafael.
"Eric.... akhirnya anak kita pacaran" ucap Carlos.
"dan kita tidak perlu lagi menjodohkan mereka berdua" ucap nyonya Salva.
"terima kasih Vania, karena sudah menerima cintaku"
ucap Rafael lagi.
Vania semakin bingung saja mendengar ucapan keluarga nya, dan juga mendengar ucapan Rafael.
"sekarang kalian berdua. kamu dan Rafael sudah pacaran" bisik Clara di telinga Vania.
"hah...." ucap Vania, pelan. jadi sakarang saya sudah jadi pacar Rafael. gumam Vania tidak percaya.
Vania, bukannya tidak suka sama Rafael. tapi dia belum kepikiran untuk punya pacaran.
"iya... Sekarang kamu sudah menjadi pacar Rafael."
__ADS_1
"huh...." Vania menghembus nafasnya, tidak percaya.