LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
Glen dan Dewi berkencan


__ADS_3

Dewi dan Glen sedang berjalan keluar dari sebuah butik ' Marissa butik ' . setelah urusan mereka berdua selesai dengan desainer tersebut.


"sekarang kita jalan-jalan yuk "


ucap Glen pada Dewi.


"jalan-jalan kemana ?"


tanya Dewi sambil mendongakkan kepalanya keatas supaya bisa melihat wajah Glen.


karena tubuh Glen yang jauh lebih tinggi darinya membuat Dewi terlihat begitu pendek berada di samping Glen.


"aku ingin membawa mu ke sebuah kafe yang ada di puncak"


ucap Glen, dia berniat membawa Dewi untuk berkencan di sana, seperti yang pernah dia bayangkan sebelumnya.


"baiklah...."


jawab Dewi singkat.


Dewi juga ingin bersantai santai di puncak, sekedar untuk melepas lelah.


karena di puncak pemandangan nya sangat indah, jadi pasti bisa membuat dia rileks. pikir Dewi.


dalam perjalanan ke puncak, Glen dan Dewi terlihat hanya diam saja. mereka berdua hanya sedang menikmati angin yang sepoi-sepoi, yang membuat mata Dewi mengantuk.


Glen bisa merasakan kehangatan pelukan Dewi dari belakang pada dirinya. sehingga tanpa segan segan-segan lagi, Glen memberanikan dirinya untuk menggenggam tangan Dewi dan sesekali mengelus nya.


Dewi yang menyandarkan kepalanya di bahu Glenn, bisa merasakan kehangatan tangan Glen yang menggenggam tangan.


Dewi hanya diam saja, dia pura-pura tertidur di bahu Glenn.


karena dia juga menikmati kehangatan yang Glen berikan padanya.


sesampai di puncak, terlihat Glen dan Dewi sedang berdiri di atas ketinggian gunung ' bengkawan.' gunung yang sedang mereka kunjungi pada saat ini.


dari puncak gunung tersebut mereka berdua bisa melihat pemandangan di bawah sana.


ada bayak sawah di bawah sana. sawah yang memperlihatkan padi yang sedang tumbuh dengan suburnya.


dan juga terlihat bayak kebun sayur di sekitar sawah tersebut.


dan juga terlihat banyak sekali orang-orang yang sedang bersantai di puncak.


karena merasa lelah, Glen dan Dewi memilih untuk duduk di sebuah pondoko, tepat di pinggir gunung.


mereka berdua, bercengkrama bersama.


sekali mereka tertawa.


sambil menikmati cemilan dan minuman yang mereka pesan dari sebuah kafe.


" Dewi, coba kamu melihat ke sebelah sana"


ucap Glen sambil menunjuk ke arah sawah.


" kenapa ?" tanya Dewi.


"lihat kesebelak sana. di sana ada orang yang sedang menanam padi "


ucap Glen. di mendekatkan dirinya ke wajah Dewi. lalu menunjukkan tangannya ke arah sawah, dimana terlihat ada beberapa orang yang sedang menanam padi.


"iya.... lihat ada yang sedang iseng sama teman nya"


jawab Dewi.


Glen dan Dewi tertawa bersama, melihat di mana seorang wanita yang dengan sengaja melemparkan tumpukan bibit padi pada seorang pria.


dan terlihat seorang pria yang tidak terima di di perlakukan seperti itu, membalas perlakuan wanita tersebut dengan menyiram air dan lumpur yang telah bercampur menjadi satu, ke arah wanita tersebut, sehingga tepat mengenai wajah nya.


dan terlihat beberapa orang yang ada di sekitar mereka terkena juga percikan dari air bercampur dengan lumpur. akhirnya mereka juga saling menyiram dengan air lumpur tersebut, sehingga semuanya dalam keadaan basah kuyup terkena air lumpur.


Dewi dan Glenn tertawa terpingkal pingkal melihat aksi para petani itu.


"aduh....perut ku terasa sangat sakit, karena tertawa terlalu lama"


ucap Dewi, sambil memegang perutnya.


"aku juga sama. perutku juga terasa sakit"

__ADS_1


jawab Glen. dia juga memegangi perutnya.


setelah merasa perutnya sudah tidak sakit lagi.


Glen dan Dewi berjalan berkeliling puncak tersebut.


sesekali mereka berdua berhenti berjalan,


Hanya untuk sekedar memperhatikan pemandangan di sekitar bukit itu.


di kaki bukit ini, terlihat ada banyak sekali kebun teh dan bayak lagi kebun yang lainnya.


dan juga ada beberapa rumah penduduk di kaki gunung. dan jika dilihat dari sisi yang berbeda, terlihat perkampungan penduduk dengan rumah yang terlihat tersusun rapi, dan terlihat asri. karena di desa ini, bayak sekali pohon juga bunga-bunga, yang membuat desa ini terasa sejuk dan indah di pandang mata.


walau ini terlihat sangat sederhana, Tapi ketika di lihat dari puncak gunung seperti pada saat ini, semuanya terlihat sangat indah.


"sekarang kita pulang yuk....?"


ucap Dewi pada Glen yang ada di samping nya.


mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan.


"baiklah.... sekarang ini, hari juga sudah mulai sore"


jawab Glen, mengiyakan ucapan Dewi.


"Dewi, apakah kamu menyukai tempat ini ?"


tanya Glen, sambil terus berjalan menuju tempat mereka berdua memarkirkan motor.


masih dengan bergandengan tangan.


"saya sangat menyukai suasana tempat ini. pemandangan nya juga sangat bagus. aku suka"


jawab Dewi.


"benar kah ?"


"iya... aku sangat menyukai tempat ini "


jawab Dewi.


tanya Dewi pada Glen.


"aku juga menyukai tempat ini."


jawab Glen singkat.


"benarkah...?".


"itu artinya, selera kita berdua sama"


"iya, kita satu server"


ucap Glen lagi.


"lain kali, jika kita berdua sama ada waktu luang, kita kembali lagi kesini ya "


ucap Glen, sambil menoleh ke arah Dewi.


"baiklah. aku senang bisa jalan-jalan ke tempat ini bersama dengan mu"


jawab Dewi, sambil tersenyum kearah Glen.


Glen juga membalas senyuman dari Dewi.


entah kenapa, Glen kembali merasa kan jantung nya, berdetak lebih kencang...


sama seperti pada saat dia pertama kali membonceng Dewi. pada saat itu, Glen menggenggam tangan Dewi, serta sesekali mengelus nya.


' apakah, aku sudah jatuh cinta pada Dewi?'


'perasaan seperti ini.... sama seperti yang aku rasakan pada saat aku bersama dengan elisa dulu.'


'jantung ku selalu berdetak tidak karuan kalau sudah mendapatkan senyum manis dari elisa.'


'tapi rasa ini lebih dalam dari yang sebelumnya, karena Dewi membalas perhatian dari ku.' pikir Glen


' berbeda dengan apa yang aku rasakan pada elisa. pada waktu itu, semuanya terasa sangat hampa. karena rasa itu tidak bisa aku ungkapkan pada Elisa.'

__ADS_1


'dan rasa itu juga tidak pernah di balas oleh elisa.'


gumam Glen di dalam hatinya.


flash back of


Glen kembali mengingat, dimana selama sepuluh tahun yang lalu, dia mencintai Elisa.


tapi cinta nya tidak bisa dia ungkapkan pada Elisa, karena status Elisa yang sudah bersuami.


rasa cintanya pada Elisa, rasa itu hanya bisa dia simpan di dalam hatinya saja.


walaupun rasanya sangat menyakitkan. ketika melihat Elisa bersama dengan pria lain, ' Daniel ' almarhum suami Elisa.


tapi Glenn juga merasa sangat bahagia ketika melihat Elisa bisa hidup bahagia bersama suami nya.


sungguh, Glen tidak pernah berniat untuk merusak keharmonisan rumah tangga Elisa dan Daniel.


walaupun cintanya hanya ' bertepuk sebelah tangan.'


tapi cinta itu, benar-benar tulus dari lubuk hati nya, sehingga glen tidak pernah untuk berfikir merebut Elisa dari Daniel.


Glen hanya bisa menguapkan rasa sayang nya pada Elisa, ketika dia bersama dengan Elisa di sekolah, pada saat mereka berdua mengajar.


hanya dengan memberikan perhatian pada Elisa. tidak pernah lebih dari itu.


tidak pernah ada ungkapan cinta dari bibir nya untuk elisa.


'Malang sekali nasip mu Glen.'


gumam Glen di dalam hatinya, ketika membayangkan kejadian masa lalu nya.


dimana, ketika Daniel sudah meninggal dunia, Glen berniat untuk merebut hati Elisa, dengan memberanikan dirinya untuk mengungkapkan rasa cintanya pada Elisa.


tapi... lagi dan lagi cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.


karena elisa tidak pernah mencintai nya.


dan Elisa lebih memilih Carlos untuk menjadi pasangan hidup nya, ketimbang memilih dirinya.


flash back on


"Glen... kamu kenapa tiba-tiba melamun"


tanya Dewi. dia merasa sedikit heran melihat Glen yang tiba-tiba diam, tidak bicara sepatah katapun.


"eh..... tidak. saya tidak melamun"


jawab Glen, dengan sedikit terbata-bata.


" masah ....."


jawab Dewi, sambil memegang pipi Glen menggunakan tangan kanan nya, karena tangan kiri nya di gandeng oleh Glen.


dengan memasang senyuman manisnya.


"i... iya... aku tidak sedang melamun kok"


jawab Glen kembali terbata-bata.


sekarang Glen merasa gugup, karena Dewi menyentuh pipinya, belum lagi senyuman Dewi sungguh membuat hatinya berbunga-bunga.


"ya sudah. ayo kita segera pulang "


ucap Dewi lagi.


tapi di dalam hatinya, Dewi berpikir bahwa pasti ada yang sedang mengganggu pikiran Glen, sehingga dia melamun.


'kenapa Glen melamun ya ?'


'apakah dia sedang memikirkan ku?'


gumam Dewi. dia berharap Glen juga merasa kan hal yang sama seperti yang dia rasa pada glen.


******


readers, jangan lupa setelah membaca untuk meninggalkan jejak nya ya.


berikan like, komen dan vote nya.

__ADS_1


dan saya juga mengungkapkan banyak terima kasih kepada yang sudah memberikan dukungan nya.


__ADS_2