
baru sehari saja tidak chat Elisa, Carlos udah kangen banget sama Elisa
"sayang selamat pagi."
"sayang......"
sudah dua kali chat dariku tidak kamu balas Elisa. ucap carlos,dia merasa bosan menunggu balasan chat dari Elisa.
Elisa... kenapa kamu tidak membalas chat dari ku?
apakah kamu belum bangun tidur sayang?. tanya carlos di dalam hatinya.
pagi ini Elisa terlambat bangun tidur. karena semalam dia bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
dan disaat dia hendak tidur, Elisa teringat sama almarhum suaminya.
Elisa menangis mengenang saat-saat bahagia bersama almarhum suaminya 'Daniel'.
akhirnya Elisa memilih untuk berdoa kepada Tuhan, supaya almarhum suaminya 'daniel' diterima disisi Tuhan yang maha Esa. dan tidak lupa Elisa berdoa untuk dirinya dan anak-anak nya supaya diberikan ketabahan dan kesabaran. serta ikhlas menerima cobaan yang telah Tuhan berikan kepada keluarga nya.
tiba-tiba Elisa terbangun dari tidurnya, setelah kaget mendengar suara tangis seseorang. Elisa lansung bangun dari ranjang, dan segera mencari dari mana asal suara tersebut.
__ADS_1
"Maureen, kenapa kamu menangis?" tanya Elisa pada Maureen, setelah melihat Maureen lah yang menangis
"Maureen rindu sama ayah ma... semalam Maureen mimpi jalan-jalan sama ayah, tapi ayah tidak mau bicara sama Maureen,ma." ucap Maureen bercerita Sama ibunya.
"dan pada saat Maureen ingin memeluk ayah, ayah pergi meninggalkan Maureen sendirian ma..." ucap Maureen melanjutkan ceritanya.
"sayang.... ayah sudah meninggal dunia. ayah sudah tinggal bersama Bapa di surga. doakan supaya ayah tenang di sana." ucap Elisa sambil memeluk tubuh Maureen. Elisa juga menangis pada saat melihat Maureen sedih.
"sayang... ini cuma mimpi. ayah tidak pernah meninggalkan kita, Ayah cuma pergi kerumah Bapa di surga."
"sekarang kita berdoa ya, supaya ayah tenang di sana. dan supaya Maureen juga tenang." ucap Elisa mencoba membujuk Maureen.
"ya ma" jawab Maureen singkat.
untung saja ada anak-anak kita yang menemani hari-hariku, sehingga aku bisa mengikhlaskan kepergian mu 'bang'. semoga kamu tenang di sana. ucap Elisa berdoa dalam sujudnya.
kenapa engkau memberi kan cobaan yang begitu berat kepada kami Tuhan?
tolong kuatkan aku dan anak-anak ku.
aku tahu bahwa Engkau sedang menguji kesabaran ku. tapi tolong jangan menguji kesabaran anak-anak ku. dan berikan lah anak-anak ku kebahagiaan Tuhan.
__ADS_1
inilah pertama kalinya aku merasa sakit Tuhan. karena, selama ini engkau telah memberikan ku kebahagiaan. Engkau bahkan tidak pernah memberikan ku cobaan hidup sekalipun sebelum nya.
ucap Elisa sambil menghapus air mata nya.
rasa sakit ini sungguh sangat menusuk hatiku, menusuk jiwa dan raga ku. sakit yang tidak bisa aku tahan, karena aku sendiri tidak bisa mengobatinya.
rasa sakit ini tumbuh karena aku tidak bisa memberikan kasih sayang seorang ayah untuk ketiga putri ku. ketiga putri ku membutuhkan kasih sayang seorang ayah Tuhan.
anak-anak ku selalu merindukan ayah mereka. tolong sembuhkan luka di hati ketiga putri ku dengan cara mu Tuhan.
dan berikan lah mereka kebahagiaan. Amin. ucap Elisa berdoa di dalam hatinya.
setelah selesai mengucapkan doa bapa kami dan salam Maria dilanjutkan dengan doa kemuliaan. Elisa mengahiri doanya dengan tanda salip.
Elisa memang sudah mengikhlaskan kepergian suaminya 'daniel'. tapi disaat anak-anaknya bertanya ataupun bercerita tentang ayah mereka, Elisa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
air mata Elisa selalu menetes tanpa permisi.
setelah selesai berdoa Elisa dan Maureen kembali merasa tenang. dan Elisa pun kembali melanjutkan aktivitas nya.
bersambung......
__ADS_1
hari ini segini aja dulu ya... author lagi bad mood ni.
yuk komen dan like. supaya author semangat up lagi.