
pagi ini Elisa bangun tidur, seperti biasanya.elisa meraih handphone nya.
tumben tidak ada pesan dari om Carlos.
gumam Elisa di dalam hatinya.
apakah dia sedang sibuk? tanya Elisa di dalam hatinya.
Elisa segara bersiap siap untuk berangkat mengajar.
setelah merasa dirinya sudah rapi, dengan menggunakan kemeja warna kuning dan celana kain warna hitam.
merias dirinya dengan bedak tipis dan lipstik warna pink kesukaan nya, lalu menambahkan mascara dan membentuk alisnya, membuat Elisa terlihat lebih cantik.
'ternyata aku lumayan cantik juga ya, bahkan kecantikan ku sekarang lebih cantik dari waktu aku masih gadis'. ucap Elisa sambil tersenyum puas.
'hahaha, kamu terlalu memuji dirimu sendiri Elisa. tapi ga apalah, siapa lagi yg memuji diriku,kalau bukan aku sendiri.' gumam Elisa.
'seandainya Daniel masih hidup!. dia pasti sudah memujiku.daniel selalu tidak tahan jika melihat ku berdandan seperti ini.dia pasti langsung mencium bi**rku. jadi kangen'. gumam Elisa sambil menghapus air matanya,yg menetes entak sejak kapan. air mata ini selalu saja menetes tanpa permisi. batin Elisa.
Daniel adalah sosok seorang suami yang romantis. dia tidak suka jika Elisa merias diri disaat dia tidak ada dirumah.
karena dia merasa kehilangan momen romantis nya sama sang istri. dia paling suka bermesraan dengan sang istri dalam keadaan pres seperti ini.
'kamu selalu terlihat menggoda, jika berpenampilan seperti ini.klu ga mau kasih jatah,ya seharusnya kamu ga usah berdandan'. Daniel selalu mengucapkan kalimat ini, ketika melihat Elisa merias dirinya. em...so sweet kan.
Elisa tersadar dari lamunannya.' kapan ya rasa rindu ini bisa terobati.' gumam Elisa di dalam hatinya.
__ADS_1
Elisa meraih tas dan handphone nya.
ada pesan dari om Carlos. batin Elisa.
"selamat pagi". ucap carlos singkat.
tumben om Mengirimkan pesan singkat? ga seperti biasanya. gumam Elisa di dalam hatinya.
"selamat pagi. apa kabar mu hari ini" tanya Elisa.
"saya baik-baik saja" balas Carlos singkat.
"ada apa dengan mu, sepertinya kamu lagi bete" Elisa kembali bertanya, karena biasanya Carlos selalu chat dia dengan banyak pertanyaan.
sedangkan Carlos yang seperti biasanya selalu chat Elisa pada saat dia buang air kecil di tengah malam, kebingungan mencari handphone nya. ' handphone ku dimana ya?' ucap carlos di dalam hatinya, sambil mencari cari handphone miliknya.
"saya baik-baik saja" Carlos membalas chat dari Elisa
apakah dia sedang sakit?
tanya Elisa di dalam hatinya.
"baiklah. silahkan dilanjutkan istirahat mu. sekarang sudah waktunya saya bekerja. nanti kita lanjutkan lagi chatting nya." balas Elisa.
dan Elisa pun segera berangkat ke sekolah tempat dia mengajar
***
__ADS_1
sementara nyonya Salva yang dari tadi chat dengan elisa, masih membaca pesan dari Carlos untuk Elisa
karena Carlos memang tidak pernah menghapus chat dia dan Elisa.
nyonya Salva senyum-senyum sendiri membaca pesan chat dari Carlos untuk Elisa.
'kamu seperti anak ABG Carlos, wanita yang baru saja kamu kenal saja kamu panggil dengan sebutan sayang.
kalimat dan kata-kata mu selalu romantis'
'sepertinya aku harus menyelidiki tentang Elisa. aku harus segera membuktikan apakah Elisa baik-baik atau tidak!
dan apakah dia wanita berpendidikan?
aku tidak mau punya menanti yang lugu dan bodoh.' gumam nyonya Salva di dalam hatinya.
pagi ini Carlos bangun tidur lebih awal. dia mencari-cari keberadaan handphone nya. 'apakah handphone ku tertinggal di suatu tempat?'
'mungkin tertinggal di dalam mobil atau di kantor ku'. tanya carlos pada dirinya sendiri.
Carlos tidak sadar, semalam nyonya Salva mengendap masuk kedalam kamar nya, disaat Carlos masuk ke kamar mandi.
nyonya Salva yang memang sudah rencanakan untuk mengambil handphon Carlos untuk mencari tahu tentang Elisa, dengan nekat nya melakukan aksinya.
disaat Carlos sedang mandi dia masuk kedalam kamar Carlos dan segara mencari handphone Carlos, yang ternyata ada di saku celana Carlos.
akhirnya ketemu juga. ucap nyonya Salva, sambil tersenyum puas. dan segera pergi dari kamar Carlos.
__ADS_1
aku harus segera pergi dari kamar ini, sebelum ketahuan. gumam nyonya Salva di dalam hatinya dan segara melangkah kan kakinya keluar dari kamar Carlos.
jangan lupa dukungan nya ya.....