LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
bingung, harus menentukan pilihan


__ADS_3

setelah Elisa sudah selesai melakukan pemeriksaan di rumah sakit.Carlos, kembali mengantar Elisa pulang ke rumahnya.


Carlos merasa sangat bahagia, karena hasil pemeriksaan kandungan istrinya,Elisa. berhasil membuktikan bahwa istrinya ini sedang hamil, dua Minggu. dan kondisi Elisa beserta bayi dalam kandungan istrinya ini dalam keadaan sehat.


"sayang, saya benar-benar merasa saya bahagia karena kamu terbukti hamil."


"kamu harus jaga kesehatan mu dan juga bayi kita"


ucap Carlos sambil mengelus perut Elisa.


yang duduk tepat di sampingnya.


"saya juga merasa sangat bahagia. dan saya pasti akan selalu menjaga kesehatan saya dan bayi kita"


"tapi kapan, saya akan kembali ke Indonesia?"


tanya Elisa, dengan ragu-ragu.


"sebaiknya, kamu tetap di saja ya. saya tidak ingin untuk berjauhan denganmu."


"tapi bagaimana dengan pendidikan anak-anak saya"


tanya Elisa. bukannya dia tidak mau untuk tinggal bersama suaminya di London. tapi dia memikirkan kan, pendidikan anak-anak nya.


"Vania, Maureen dan Felicia, sekarang mereka bukan cuma menjadi anakmu seorang. tapi anak kita berdua. anak saya dan kamu"


ucapan Carlos, sambil menatap mata Elisa. seakan akan ingin menyakinkan pada Elisa, bahwa dia benar-benar menyayangi ketiga putri sambungnya ini.


"Vania dan Maureen, ehm..."


ucap Carlos, mengantungkan kalimat nya. dia berpikir sejenak, bagaimana caranya dia menyampaikan maksud nya pada istrinya ini. supaya tidak menyinggung Elisa.


"ada apa, sayang"


tanya elisa, sambil mempererat kan pelukannya pada Carlos.


"sebelum, saya ingin minta maaf. ini cuma saran dari saya saja."


ucap Carlos, Lalu menarik nafas nya dalam, kemudian menghembuskan nafasnya pelan.


"saya ingin, kamu tetap di sini, ya sayang. dan jika kamu tidak keberatan, Vania dan Maureen bisa bersekolah di sana, di Pontianak. saya akan membayar asisten rumah tangga untuk mengurus mereka berdua di sana. dan saya berjanji, bahwa setiap akhir pekan, kita akan berkunjung ke Indonesia. menemui Maureen dan Vania."


ucap Carlos, mencoba menyampaikan maksud hati nya, dengan sangat hati-hati supaya Elisa tidak tersinggung.


"tapi saya tidak ingin untuk berpisah dengan Vania dan Maureen"


jawab Elisa, sambil menundukkan kepalanya.


"semua ini, demi kesehatan mu dan bayi kita, sayang. sebaiknya kamu tetap bersama ku disini. aku ingin, bisa menjaga mu, disini. aku ingin ikut melewati, masa-masa ingdam mu"


"saya akan, mencari guru privat bahasa Inggris, untuk Vania dan Maureen. dan setelah mereka berdua sudah lancar menggunakan bahasa Inggris. barulah mereka berdua, akan saya pindahkan untuk sekolah di sini"


Carlos berpikir, jika dia mendaftar kan Vania dan Maureen untuk sekolah di sini, itu tidak mungkin. karena Vania dan Maureen tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. jadi harus les privat bahasa Inggris terlebih dahulu. pikir Carlos lagi.


"baiklah...."

__ADS_1


"tapi saya tidak bisa mengambil keputusan ini sendiri. saya harus bertanya terlebih dahulu pada Vania dan Maureen, apakah mereka berdua siap saya tinggalkan untuk sementara waktu. dan apakah mereka berdua, mengizinkan


saya untuk tinggal di negara ini."


ucap elisa panjang lebar.


"baiklah. kita akan menjelaskan semuanya pada Vania dan Maureen. semoga mereka berdua mengerti dengan keadaan ini"


jawab Carlos sambil meraihnya tangan Elisa,lalu mencium punggung tangan kemudian mencium pucuk kepala Elisa.


meskipun mereka berdua masih di dalam mobil, perjalanan pulang ke rumah Carlos. mereka seakan lupa bahwa di dalam mobil tersebut masih ada sang supir yang sedang menyetir.


sedangkan sang sopir yang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh carlos dan Elisa, karena mereka berdua mengobrol menggunakan bahasa Indonesia. memilih untuk diam dan pura-pura tidak melihat aksi romantis nya kedua majikan nya ini.


Carlos dan elisa sudah sampai di rumah Carlos. ke empat orang yang sedang menanti kedatangan sepasang suami istri ini, dengan segera keluar rumah untuk menyambut kedatangan Carlos dan Elisa. mereka sudah tidak sabar untuk mendengar, hasil dari pemeriksaan dokter kandungan. apakah Elisa benar-benar hamil atau tidak.


"mama...."


Felicia, berlari ke arah ibunya.


"mama...tadi Feli bermain dengan kak Maureen dan Vania,dan juga di temani oleh Oma."


ucap Feli setelah berada di gendongan ibunya.


"tadi Feli main apa?"


tanya elisa sambil mencium pipi, anak bungsunya ini, dengan gemes nya.


"tadi Feli bermain rumah-rumahan, di sana" jawab Feli sambil menunjuk ke arah mainan rumah rumahan pasang, dan tenda yang sudah terpasang rapi.


"wau.... mainan rumah rumahan Feli, cantik banget ya. Feli ucapkan terima kasih dong sama Oma, karena sudah membelikan Feli mainan ini"


ucap elisa lagi.


"terima kasih Oma." ucap felicia menggunakan bahasa Indonesia.


"sama-sama sayang. ayo kita bermain lagi"


jawab nyonya Salva, menggunakan bahasa Indonesia. dia sudah bisa menggunakan bahasa Indonesia, walaupun belum lancar.


Felicia dan kedua kakaknya, kembali bermain lagi.


"bagaimana kesehatan mu, Elisa?"


nyonya Salva, bertanya setelah mereka sudah duduk manis di sofa diruang keluarga.


"saya baik-baik saja Bu. tidak ada yang perlu di khawatirkan"


jawab Elisa.


"tapi ada kabar gembira yang harus ibu ketahui"


jawab Carlos, dengan mata berbinar bahagia. dia tidak sabar untuk memberitahu kan pada ibunya, bahwa Elisa sedang hamil.


"kabar gembira.... apakah Elisa sedang hamil?"

__ADS_1


tanya nyonya Salva. dia juga sudah tidak sabar mendengar hasil pemeriksaan Elisa, tentang saran dokter, yang memeriksa kondisi Elisa semalam, yang meminta Elisa untuk di periksa ke dokter kandungan. karena hasil diagnosa dia, Elisa sedang hamil. dan ketika Elisa melakukan tespeck, hasilnya positif.


dan Carlos, segera membawa istrinya ini untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, untuk memastikan semuanya. mengingat mereka baru menikah selama satu bulan, tapi ternyata istrinya bisa hamil secepat ini.


"ya Bu, Elisa hamil. dan usia kandungan nya sudah menginjak dua Minggu"


jawab Carlos.


"Alhamdulillah. akhirnya ibu akan segera mendapatkan cucu dari mu, Carlos."


jawab nyonya Salva, dengan bahagia.


sambil bangun dari duduknya, berjalan menghampiri Elisa.


"Elisa, tolong jaga kesehatan mu dan kandungan mu dengan baik."


"ibu tidak pernah menyangka bahwa kamu bisa hamil secepat ini."


"terima kasih, karena sudah mau menjadi istri anakku, Carlos. dan terima kasih karena kamu sudah bersedia mengandung anak dari anakku, Carlos. ibu sudah lama sekali, menginginkan seorang cucu"


ucap nyonya Salva, sambil mengelus perut Elisa.


nyonya Salva teringat, beberapa waktu lalu. dimana Eric mengatakan, bahwa Elisa bisa mengandungnya kapan saja, karena mengiat mesin produksi Elisa, dalam keadaan sehat. itu terbukti karena elisa sudah memiliki tiga orang anak yang sangat cantik.


sedangkan, jika Carlos menikah dengan seorang gadis di luar sana. seorang wanita pilihan dirinya, untuk Carlos. Belum tentu mereka bersedia mengandung anak dari Carlos, secepat ini.


dan ucapan Eric waktu itu, telah berhasil membuat nyonya Salva menyetujui pernikahan Carlos dengan elisa.


karena dia sudah tidak sabar untuk menimang seorang cucu.


dan sekarang, ucapan Eric sudah terbukti benar adanya.


Elisa bisa hamil secepat ini. baru menikah selama satu bulan, tapi saat ini, menantu nya ini sedang hamil, dengan usia kandungan sudah menginjak dua Minggu.


"baiklah Bu. saya pasti akan menjaga kandungan saya."


jawab Elisa, sambil memeluk ibu martua nya ini.


dia merasa bahagia, karena dirinya dan ketiga putrinya telah diterima dan di sayang oleh ibu martua nya ini.


Carlos juga merasa bahagia melihat kedekatan ibunya dengan istrinya dan ketiga putri sambungnya.


sungguh, dia tidak menyangka bahwa ibunya bisa menyaingi Elisa dan ketiga putrinya, seperti ini.


mengingat dulu, ibunya pernah menentang hubungan dia dengan Elisa.


"Elisa, sebaiknya kamu dan ketiga cucu ibu, tetap tinggal di rumah ini. ibu tidak ingin kamu kembali lagi ke negara mu, Indonesia."


ucap nyonya Salva.


dia juga ingin, merasakan punya menantu yang sedang mengidam.


*******


readers semua, pagi ini author rela bangun jam 03:30 pagi untuk menyelesaikan menulis bab ini.

__ADS_1


semoga saja, bab ini gak aneh ya, karena tadi pagi author nulis nya dalam keadaan bad mood. lagi banyak pikiran, jadi gak bisa tidur. dari pada pusing, lebih baik author nulis bab ini aja, ya kan?


__ADS_2