
Carlos merasa jengkel dengan sikap ibunya.setalah perdebatan yang panjang, Carlos akhirnya memilik keluar dari kamar ibunya.
berjalan dengan gontai, melangkah kan kakinya keluar dari kamar ibunya.
maaf kan ibu ku Elisa. ucap carlos di dalam hatinya. tapi Elisa pikir yang mengirim pesan kepada nya, itu aku, bukan ibuku.
'ahhhhh ......' Carlos teriak sambil mengusap wajah nya.
setelah sampai di kamarnya, Carlos memilih untuk duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya.
Carlos kaget bukan main, setelah membaca lima pesan terakhir dari elisa.
' Elisa.... ternyata seburuk ini kamu menilai ku!!
kamu benar-benar tidak mencintaiku. bahkan kamu sudah menganggap ku seperti seorang penipu.'
'elisa.... kamu tega' Carlos kembali berteriak.
berteriak dengan begitu nyaring.nyonya Salva yang hendak masuk ke kamarnya untuk meminta maaf, akhirnya memilih pergi dari ruangan itu.karena dia takut Carlos semakin emosi jika melihatnya.
'apakah kamu benar-benar tidak mencintaiku Elisa?.'
'cinta.....' ternyata kata cinta yang selama ini telah aku ucapkan untukmu hanya kamu anggap seperti angin lalu saja.'
'cinta...' kata cinta yang aku ucapkan untukmu,untuk mengungkapkan isi hatiku, ternyata selama ini hanya kamu anggap sebuah pujian dariku untuk menggoda mu saja.'
'kenapa.... kamu tidak pernah percaya padaku, Elisa?.
apa yang akan aku lakukan untuk membuktikan cintaku padamu?.
dan setelah kejadian ini, aku merasa malu padamu.
aku bahkan malu untuk meminta maaf kepada mu elisa.'
'elisa.....' Carlos berteriak sekencang kencangnya. mengeluarkan seluruh kekesalan yang ada di hatinya.
bahkan nyonya Salva yang berada di kamarnya sampai kaget mendengar nya.
__ADS_1
'carlos maafkan ibu. ibu tidak menyangka
bahwa kamu sampai segitunya menginginkan elisa.' gumam nyonya Salva di dalam hatinya.
Carlos kembali membaca hampir semua pesan dari Elisa. sambil menatap foto propil Elisa.
'kamu cantik sekali Elisa. hanya dengan memandang wajahmu di foto profil saja, hati ku ini sudah bergatar .' gumam Carlos.
'Baru satu hari ini saja aku tidak chat kamu. tapi rindu ini sudah tidak bisa aku pendam. aku selalu merindukan mu sayang.'
"sayang......".
akhirnya Carlos memilik untuk mengirim pesan untuk Elisa.
'aku tahu kamu pasti tidak akan membalas chat dari ku. tapi dengan memanggil mu 'sayang' kamu akan tahu bahwa aku sangat merindukan mu.
setelah selesai mandi dan berpakaian, Carlos kembali memeriksa pesan yang telah dia kirim kan untuk Elisa.
'kamu sedang online, Elisa. tapi kamu tidak mau membaca pesan dariku.' gumam Carlos dengan muka ditekuk.
'aku tahu bahwa jam segini kamu sedang bersantai bersama anak-anak mu. kamu sengaja mengabaikan pesan dari ku, elisa.'
"sayang..." sayang, ternyata kamu masih dengan pede nya mengirim Pesan untuk ku, Dengan memanggil ku sayang.
Carlos aku tidak akan tertipu oleh mu lagi.gumam Elisa yg tidak sengaja membaca pesan dari Carlos.
tapi Elisa sengaja mengabaikan pesan dari Carlos. 'ogah aku chatting lagi sama kamu' gumam Elisa.
***
pagi ini,Elisa berangkat mengajar lebih awal.sesampainya di kantor, ternyata sudah ada pak glen diruang guru.
"selamat pagi Bu Elisa" Glen menyapa Elisa, yang baru saja sampai keruangan tersebut.
"pagi....." jawab Elisa singkat
"ibu ingin minum apa, Bu...? nanti saya yang buatkan." tanya Glen basa basi, sebetulnya Glen memang sudah tahu bahwa setiap pagi Elisa selalu minum teh hangat.
__ADS_1
"teh hangat saja pak" jawab Elisa, tanpa menoleh ke arah Glen. Elisa sibuk memeriksa tugas dari murid-muridnya.
"baiklah..." jawab Glen, sambil berjalan ke arah dapur.
beberapa menit kemudian Glen kembali ke ruang guru.
"ibu Elisa, teh hangat dan sarapan nya sudah siap" ucap Glen.
"apa ?" tanya Elisa. dia bingung karena tadi Glen bilang ' teh hangat dan sarapan nya sudah siap'.
perasaan tadi aku hanya minta dibuatkan teh hangat, kenapa dia buatkan aku sarapan juga. monolog Elisa di dalam hatinya.
"teh manis dan sarapan nya sudah siap Bu. sebaiknya kita sarapan di ruangan belakang saja."pinta Glen.
Glen memang sudah merencanakan akan sarapan bersama Elisa pagi ini. karena itulah dia datang lebih awal.dan Glen juga meminta ibunya membuat mi goreng kesukaannya, untuknya dan Elisa sarapan pagi ini.
"baiklah." jawab Elisa,
dan dia lansung bangun dari tempat duduknya. Elisa malas berdebat dengan Glen di ruang guru, karena di ruangan tersebut sedang ada beberapa guru yang sedang piket hari ini.
Glen berjalan terlebih dahulu dari Elisa, dan disusul oleh Elisa dari belakang.
dan setelah sampai di sana, Elisa melihat Glen sedang menyiapkan makanan di atas piring.
"silahkan duduk ibu Elisa"ucap Glen, Sambil menarik salah satu kursi untuk Elisa. seperti pangeran dan Juliet aja. romantis nya.
Elisa kembali menurut. dan segara Duduk di kursi yang ditarik Glen untuknya.
'kenapa harus seperti ini ?' gumam Elisa didalam hatinya. dia merasa sangat canggung dalam posisi seperti ini dengan seorang pria yang bukan suaminya.
seandainya yang piket hari ini cuma aku dan kamu saja Glen, hanya kita berdua saja dan tidak ada guru lain yang ikut piket, aku pasti sudah mengomel sama kamu. gumam Elisa di dalam hatinya. dia sangat grogi dalam situasi seperti ini.
sabar.... sabar Elisa. gumam Elisa lagi.
"terima kasih pak " ucap Elisa setelah dia duduk.
Glen hanya mengangguk kan kepala nya saja untuk mengiyakan ucapan elisa, sambil tersenyum sumringah. dia sangat bahagia melihat Elisa yang tidak seperti biasanya, yang selalu cuek.
__ADS_1
kamu terlihat 'manis' Elisa pada saat penurut seperti ini. kamu semakin jatuh cinta padamu. gumam Glen.