
Glen merasa heran dengan sikap elisa. kenapa hari ini Elisa tidak membantah ucapan nya sedikitpun.
ada apa dengan Elisa. gumam Glen.
"sekarang... sebaiknya kita sarapan. Aku sudah menyiapkan makanan. ini mi goreng buatan ibu ku." ucap Glen,memecah keheningan di ruangan tersebut. lalu dia duduk di samping Elisa.
"mi goreng buatan ibu ku, rasanya sangat enak, kamu pasti suka" ucap Glen.
"silahkan dimakan Bu" ucap Glen. sekarang dia merasa tidak nyaman, karena Elisa seperti tidak merespon ucapannya.
Elisa kenapa ya... kok dari tadi diam saja. perasaan yang dari tadi bicara cuma aku doang. gumam Glen di dalam hatinya.
"terimakasih" akhirnya Elisa bicara juga pada Glen.
sebaiknya aku makan saja. menolak juga tidak mungkin. lagian makanan nya juga sudah ada di depan mata. gumam Elisa didalam hatinya. sambil menyuapi mi goreng tersebut kedalam mulutnya.
"gimana Bu rasanya...?" tanya Glen.
"apakah ibu suka dengan masakan ibu saya" tanya Glen lagi. dia heran dengan ekspresi wajah Elisa yang biasa aja.
"ehm ..... enak" jawab Elisa singkat.
"sebenarnya tadi saya sudah sarapan pagi di rumah. tapi, masakan Ibu kamu sangat enak, bikin aku ketagihan." jawab Elisa jujur."
karena masakan ibunya Glen memang sangat enak.
__ADS_1
"syukurlah jika ibu sangat menyukai masakan ibu saya. besok saya akan meminta ibu saya untuk menyiapkan bekal untuk kita berdua sarapan pagi disini." ucap Glen dengan wajah bahagia.
'yes....' ucap Glen di dalam hatinya.
"tidak perlu pak..." Jawab Elisa.
"tidak masalah Bu. ibu saya orang nya sangat baik,kok bu.dia tidak cerewet, dia sangat senang jika ada seseorang wanita yang mau jadi teman dekat saya." ucap Glen.
"maaf pak, saya ingin jujur dengan perasaan saya.pak Glen, sebaiknya pak glen mencari wanita lain saja. saya tidak ingin memberikan harapan palsu untuk pak Glen. saya masih sangat mencintai almarhum suami saya." ucap Elisa singkat padat dan jelas.
mengungkapkan isi hatinya kepada Glen.
Elisa menarik nafas panjang. 'hah... rasanya sudah sangat lega sekali bisa mengatakan semua ini' gumam Elisa di dalam hatinya.
'lebih baik jujur, daripada aku harus berpura pura mencintainya'. gumam Elisa lagi.
"saya bersungguh sungguh ingin menjalin hubungan serius dengan ibu Elisa" Glen kembali melanjutkan ucapannya.
" pak Glen tolong mengertilah dengan keadaan saya. saya tidak bisa membuka hati saya untuk pria manapun, secepat ini." ucap Elisa. mencoba menjelaskan isi hatinya kepada Glen.
"baiklah Bu. tolong jangan terlalu difikirkan masalah ini. saya tidak bermaksud untuk memaksakan ibu untuk menerima saya secepat ini. tapi saya cuma ingin menjadi teman dekat ibu. siapa tahu ibu bisa menerima saya".
Glen juga mencoba menjelaskan keinginan nya.
"tapi saya juga tidak yakin apakah saya bisa menerima pak glen." Jawab Elisa.
__ADS_1
"jadi maksud ibu, ibu Elisa sudah menolak cinta saya" ucap Glen dengan wajah sendu. dia begitu kecewa dengan ucapan Elisa.
"bukan seperti itu pak. saya cuma tidak mau memberikan harapan yang tidak pasti sama pak Glen. tolang jangan tersinggung"
Glen merasa lega mendengar penjelasan dari Elisa .'syukurlah....Elisa tidak menolak cinta ku'. ucap Glen di dalam hatinya.
"jika begitu kita jalani saja hubungan ini seperti biasanya. dan saya mohon tolong jangan menolah jika saya memperlakukan ibu dengan spesial, karena dengan cara itulah saya bisa menunjukkan sara sayang saya sama ibu." ucap Glen dengan wajah serius.
"kita bisa menjalin hubungan dengan normal saja pak. cuma sebatas teman kerja. dan tolong jangan memperlakukan saya dengan spesial, saya merasa tidak nyaman." ucap Elisa.
Elisa benar-benar merasa tidak nyaman dengan sikap Glen kepadanya. 'bisa-bisa orang pikir aku wanita murahan. suamiku baru saja meninggal dunia, tapi aku sudah mencari pengganti nya.' gumam Elisa di dalam hatinya.
"baiklah Bu. saya mengerti. kita akan berteman seperti biasanya. cuma teman kerja." akhirnya Glen menyetujui saran dari Elisa.
walaupun hati Glen merasa kecewa, karena Elisa menolak nya secara tidak langsung.
"sebaiknya kita lanjutkan lagi makan nya" ucap Glen.
sebenarnya Glen tidak ingin membicarakan masalah pribadi nya dengan Elisa di kantor. tapi mau gimana lagi. toh... Elisa selama ini selalu saja menolak ajakan nya untuk pergi jalan-jalan berdua dengan nya.
'ya sudahlah... jalani saja. siapa tau dia bakalan menjadi jodoh ku' batin Glen.
dia sudah pasrah dengan apa saja keputusan Elisa. 'kalau memang jodoh, pasti tidak akan kemana'. gumam Glen didalam hatinya.mencoba untuk menenangkan dirinya.
'syukurlah jika Glen mengerti dengan perasaan ku'. ucap Elisa di dalam hatinya.
__ADS_1
akhirnya Elisa dan Glen melanjutkan makan sarapan mereka berdua. dengan penuh keheningan.mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.