LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
misteri, lukisan bibir


__ADS_3

sesampai di rumah nya. Rafael lansung mandi. dia bahkan berendam lebih lama,di dalam bak mandi, untuk menghilangkan bekas lukisan bibir di dadanya.


ada rasa sesal di hati Rafael, melihat ada banyak tanda lukisan bibir di dadanya. untung saja, lukisan bibir itu hilang setelah dia gosok menggunakan sabun.


Rafael bingung, kira-kira siapa yang melakukan itu pada dirinya.


yang Rafael takut kan adalah, dia takut jika Vania tahu tentang lukisan bibir yang ada di dadanya ini, Vania pasti tidak akan percaya lagi akan cintanya pada Vania.


'tidak.... aku tidak mungkin melakukan hal seburuk itu.... pasti ada yang ingin menjebak ku' pikir Rafael.


'tapi bagaimana jika Vania tahu tentang ini?'


'aku tidak ingin, hubungan kami menjadi renggang karena hal ini'


gumam Rafael lagi.


'aku harus mencari tahu tentang hal ini' gumam Rafael lagi. lalu dia segera mengambil switer miliknya dari dalam lemari, dan bergegas pergi meninggalkan kamarnya. tujuan nya sekarang adalah menemui gisel di kampus.


di kampus


Rafael berjalan dengan wajah datarnya, menuju kelas Gisel dan Jesika. dia bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang menyapanya.


di kepala Rafael saat ini adalah, ingin mencari tahu tentang kejadian semalam, dan segera menyelesaikan masalah ini.


sesampai di depan kelas Gisel dan Jesika. Rafael melihat Jesika dan teman-temannya sedang mengobrol.


"Jesika. Gisel...." Rafael memanggil Jesika dan Gisel dari kejauhan.


Jesika dan teman-temannya lansung menoleh ke arah asal suara.


"kamu....." ucap Jesika. dia bahkan menutup wajahnya menggunakan tangan nya. entah kenapa tiba-tiba saja dia merasa malu ketika melihat wajah Rafael. tidak seperti biasanya, yg selalu bersikap manja pada Rafael.


Rafael terus saja berjalan kearah Jesika dan teman-temannya.


"Gisel, ada yang ingin aku bicarakan pada mu" ucap Rafael, sambil menarik tangan Gisel. dan segera membawa Gisel menjauh dari teman-temannya.


"ada apa Rafael. Kenapa menarik tangan ku seperti ini?" protes Gisel.


"lepaskan...." teriak Gisel.


"baiklah. maaf" jawab Rafael.


"sebaiknya, kamu ikut aku. ada yang ingin aku bicarakan pada mu" ucap Rafael, lalu berlalu dan di ikuti oleh Gisel dari belakang.


Rafael membawa Gisel berjalan menuju taman kampus. dan mereka berdua duduk di salah satu kursi, di bawah pohon.di taman itu.


"ada apa?" tanya Gisel. lalu duduk di samping Rafael. tanpa merasa canggung sedikitpun.


"apa yang terjadi pada ku semalam?"


"maksudku, kenapa kamu membawaku ke kamar hotel?" tanya Rafael, menatap mata Gisel, penuh selidik.


"oh.... jadi karena masalah itu, kamu membawaku kesini?" jawab Gisel dengan santainya.


"iya...."


"Rafael, maaf sebelumnya. aku tidak tahu alamat rumah mu, jadi aku bawa saja kamu ke kamar hotel itu" jawab Gisel, masih dengan wajah biasa-biasa saja.


Rafael semakin heran melihat ekspresi wajah Gisel yang terlihat biasa-biasa saja.

__ADS_1


Rafael heran.jika memang semalam terjadi sesuatu di antara dia dan Gisel.


pada saat ini, Gisel tentunya akan sangat marah pada dirinya. akibat kejadian tidak bermoral yang telah dia dan Gisel lakukan semalam.


tapi kenyataannya, Gisel tidak marah sama sekali. bahkan dari ekspresi wajah Gisel, seakan menandakan tidak terjadi apapun di antara mereka berdua, semalam.


"ehm...." gumam Rafael. dia bingung harus memulai dari mana, bertanya pada Gisel tentang kejadian semalam.


"Rafael. maaf karena tadi pagi aku lupa menelpon mu, untuk mengabari mu bahwa semalam aku terpaksa meninggalkan mu, seorang diri di kamar hotel itu"


"jadi benar kamu yang membawaku ke kamar hotel itu?"


"ya...."


"lalu.... apa yang sudah terjadi pada kita?"


tanya Rafael, sambil menatap mata Gisel, mencari kejujuran dari sana.


"aku memapah mu ke kamar hotel itu di bantu oleh satpam. dan setelah menunggu beberapa saat. aku melihat keadaan mu baik-baik saja. bahkan kamu tertidur dengan sangat nyenyak."


ucap Gisel, mengiat kembali kejadian semalam.


" setelah memastikannya bahwa kamu benar-benar dalam keadaan aman. akhirnya aku memilih untuk pulang" lanjut Gisel.


"jadi tidak terjadi apapun di antara kita?"


tanya Rafael.


"tidak terjadi apapun?"


tanya Gisel tidak mengerti.


"Rafael. kondisimu dalam keadaan tidak sadar kan diri. aku bahkan sempat panik, melihat keadaan mu. tapi setelah aku pastikan, ternyata kamu sedang tertidur. karena itulah aku memilih untuk pulang ke rumah ku" ucap Gisel, mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Rafael semakin bingung saja mendengar penjelasan dari Gisel.


'apa yang telah terjadi pada ku?'


'kenapa aku tidak ingat apapun tentang kejadian semalam?'


tanya Rafael di dalam hatinya.


"jadi kita berdua tidak melakukan apapun semalam?" tanya Rafael lagi. untuk memastikan kebenaran nya.


"iya...."


"trus... kenapa pada saat aku bangun tidur tadi pagi. ada beberapa bekas ciuman bibir di dada ku?"


akhirnya, Rafael memilih untuk jujur dengan apa yang sedang dia kawhatir kan.


"ciuman bibir?"


"apakah benar ada bekas ciuman bibir di dada mu?


" itu yang kamu maksudkan?"


tanya Gisel, tidak mengerti.


'iya... ada bekas bibir seseorang yang menempel di dada ku. kalau bukan kamu, jadi siapa yang telah melakukan nya padaku?"

__ADS_1


tanya Rafael, dengan bego nya.


"eh... Jangan sembarang. aku tidak melakukan apapun pada mu. apa kamu pikir, aku seorang gadis yang kesepian, sehingga aku mem***sa mu?" ucap gisel dengan suara lantang nya.


"maaf, bukan begitu maksud ku. aku hanya tidak mengerti, kenapa ada bekas ciuman bibir di dada ku" ucap Rafael, meminta maaf. sungguh, Rafael tidak menyangka bahwa Gisel akan marah mendengar ucapan nya.


"kamu... bikin emosi aja" jawab Gisel, sambil melongo tidak suka.


"aku hanya bertanya, Gisel. aku tidak bermaksud untuk menuduh mu, telah memperkosa ku"


"bagus. jika kamu memang tidak menuduhku. dan yang pasti, kita tidak melakukan apapun semalam" ucap Gisel, menegaskan.


"syukurlah. tapi siapa yang sudah melakukan itu pada ku?"


"tidak tahu. kamu cari tahu sendiri"


jawab Gisel dengan judes nya. dia masih kesal, dengan Rafael.


" sekali lagi aku minta maaf. kita berdua cari tau sama-sama ya"


"aku malu...."


Gisel menatap ke arah Rafael, mengerut kan keningnya dan berpikir sesaat.


"atau.... jangan-jangan OB yang melakukan nya pada mu. kamu kan tampan, jadi wajar saja jika dia tertarik padamu"


"kamu jangan ada-ada saja. mana ada OB menggunakan lipstik" jawab Rafael, tidak percaya.


"oh.... jadi ada bekas liptik. tadi aku pikir bekas kecupan" ucap Gisel. sambil terkekeh meledak Rafael.


"ini.... lihat ini. tidak ada bekas kecupan di sini" ucap Rafael, sambil menunjukkan bagian dadanya. dengan membuka kancing kemejanya.


Gisel melotot kan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang telah Rafael lakukan.


"ok. aku percaya." jawab Gisel, melihat dada Rafael sekilas. lalu segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"aku akan membantumu, untuk mencari tahu tentang kejadian ini. sekarang aku pergi dulu. aku sedang ada kelas" ucap Gisel sambil berlalu.


****


Rafael masih duduk di kursi, di bawah pohon itu. dia merasa sedikit lega karena ternyata semalam dia tidak melakukan apapun pada Gisel.


tapi ada yang mengganjal hatinya. kira-kira siapa yang sudah mencium dada nya, sehingga meninggalkan bekas liptik di dadanya.


'apa mungkin, ada seorang opice girl yang sudah masuk ke dalam kamar ku. dan dia mencium ku, sehingga meninggalkan bekas bibir di dada ku' pikir Rafael.


Rafael berpikir, bisa saja semua itu di lakukan oleh seorang opice girl. karena dia kan sangat tampan. jadi wajar saja jika banyak gadis yang menyukai nya.


'sepertinya, besok aku akan mencari tahu lagi tentang ini' ucap Rafael di dalam hatinya. sambil berjalan menuju kelasnya.


****


readers semua, setelah membaca jangan lupa untuk meninggalkan jejak. berikan dukungan kalian dengan like, komen dan vote nya. terima kasih.


author ada rencana nih, mau ikut lomba menulis novel dengan tema ' mengubah takdir'. tapi author masih membuat kerangka ceritanya dulu, jadi belum ada update sama sekali.


doakan ya, supaya author lebih semangat lagi untuk menjadi penulis, dan karya author semakin di sukai banyak orang.


*author cinta readers semua*

__ADS_1


__ADS_2