LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
London


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan jauh dan tentunya sangat melelahkan.


kini Elisa dan ketiga putrinya sudah tiba di rumah Carlos.


mereka semua di sambut dengan rasa bahagia oleh nyonya Salva.


bahkan nyonya Salva sudah mempersiapkan acara syukuran untuk menyambut menantu barunya ini, besok malam.


Elisa dan ketiga putrinya, sangat kaget melihatnya betapa mewah dan megahnya rumah Carlos.


rumah yang lebih cocok di bilang mansion. rumah dengan ukuran lebih dari 745 m, sudah seluas kebun sawit di desa elisa.


mempunyai tiga lantai,dan ada banyak kamar di sana.


dan mempunyai taman yang sangat luas.


bahkan taman rumah Carlos, sudah seluas sebuah taman di Indonesia.


Elisa semakin gugup saja untuk memasuki rumah ini.


"apakah ini rumah ayah"


tanya Vania.


"iya ini rumah ayah. mari kita masuk"


jawab Carlos.


"sayang, kita sudah sampai. ayo turun dan segera masuk"


ucap Carlos, membuyar lamunan Elisa.


sejak mobil Carlos singgah di depan rumahnya. Elisa sudah merasa panas dingin di badannya. dia seperti orang demam saja.


entah kenapa, dia merasa tidak pantas untuk masuk ke rumah mewah ini.


"apakah ini rumah mu?"


tanya Elisa.


"iya.... ini rumah peninggalan ayah ku"


"ayo kita turun. lihat ibu, sudah menunggu kita di depan pintu."


"aku malu.... aku merasa tidak pantas untuk masuk ke rumah ini"


jawab Elisa, sambil menundukkan wajahnya.


apakah ini mimpi. pikir Elisa.


dia sungguh tak percaya bahwa dia bisa melihat rumah semegah ini. bahkan dalam beberapa langkah lagi, dia akan segera memasuki rumah ini.


"sayang, tolong jangan mikirin yang macam-macam. ini juga akan menjadi rumah mu."


ucap Carlos, sambil menarik nafas nya. dia bingung harus bagaimana lagi, untuk membuka istrinya ini, supaya tidak terlalu merendahkan dirinya.


"ingat, sekarang kamu adalah istri ku. nyonya Carlos alam. dan apapun yang aku miliki, akan menjadi milikmu juga"


ucap Carlos, sambil menggenggam tangan Elisa, untuk menyakinkan Elisa.


"sekarang kita turun dan segera menemui ibu"


ucap Carlos lagi, lalu mencium kening istrinya, Elisa.


"baiklah...."


jawab Elisa, singkat.


"Maureen, Vania dan Feli. ayo kita turun dan menemui Oma. ingat jangan nakal. dan tolong jaga sikap kalian."


ucap Elisa pada ketiga putrinya.


"baik ma..."


jawab ketiga nya, kompak.

__ADS_1


ketiga putri Elisa ini, selalu menurut pada ibunya.


'semoga saja, anak-anak ku bisa menjaga sikap mereka'.gumam Elisa di dalam hatinya.


Elisa khawatir, anak-anak nya akan bersikap kampungan di rumah Carlos.


nyonya Salva, menghampiri Elisa dan memeluk Nya.


"selamat datang di London, Elisa. ayo masuk. semoga kamu betah tinggal di sini"


ucap nyonya Salva dengan menggunakan bahasa Indonesia.


dia rela untuk menghapalkan kalimat ini, untuk menyambut menantu kesayangan nya ini.


"selamat siang, Bu. saya pasti akan betah tinggal di sini"


jawab Elisa.


"mudah mudahan ya...kamu harus betah tinggal di sini. supaya rumah ini tidak sepi lagi"


jawab nyonya Salva.


"selamat siang oma"


ucap Maureen dan Vania yang menyusul ibu dan ayahnya dari belakang.


"selamat siang Maureen dan Vania. apa kabar?"


jawab nyonya Salva.


"kami baik-baik saja oma. dan bagaimana kabar Oma?"


tanya Vania. lalu mencium punggung tangan nyonya Salva.


"Oma juga baik-baik saja."


"Feli, sini sama Omo. Oma sudah siapkan mainan untuk mu"


ucap nyonya Salva, sambil membentangkan tangan nya pada Felicia yang berada di dalam gendongan Carlos.


jawab Felicia dengan girang, dalam gendongan nyonya Salva.


"Carlos, bawa istri dan anak-anak mu masuk ke dalam rumah"


ucap nyonya Salva,sambil berlalu meninggalkan mereka semua, dengan Felicia di dalam gendongan nya.


Carlos lansung membawa Elisa masuk kedalam kamarnya, untuk beristirahat.


sedangkan ketiga putri Elisa,dia antar oleh seorang asisten rumah tangga untuk menuju kamar mereka.


Elisa menatap takjub kamar Carlos. kamar yang luasnya, lebih luas dari ukuran rumahnya di desa.


kamar ini terlihat tersusun rapi.


di depan pintu kamar, di sudut sebelah kanan ada sofa lengkap dengan tv, sudah seperti ruang tamu,di rumah Elisa di desa.


sedangkan di tengah-tengah ruangan ada ranjang tidur. lengkap dengan nakas di sana.


dan si sudut sebelah kiri terdapat kamar mandi yang luasnya lebih besar dari kamarnya di desa tentunya.


dan di sebelah kanan terdapat banyak sekali lemari, yang Elisa tidak tau apa isi dari lemari tersebut.


dan juga ada meja rias di sana.


"sayang, kita duduk dulu ya, setelah itu barulah kamu membersihkan diri dan beristirahat"


ucap Carlos, membuyar lamunan Elisa. yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar untuk memperhatikan seisi kamar Carlos.


"baiklah..."


jawab Elisa, sambil mengangguk kan kepalanya. tapi dia tidak bergerak sama sekali.


Carlos yang melihat istrinya sedang bengong, segera meraih Elisa ke dalam gendongan nya, dan membawa Elisa ke arah sofa, lalu mendudukkan elisa di sana dengan sangat hati-hati.


"kamu terlihat sangat lelah. ini minum dulu"

__ADS_1


ucap Carlos sambil menyodorkan segelas air putih pada Elisa.


Elisa menerima dan lansung air putih yang di berikan Carlos padanya.


"aku ingin mandi dulu. setelah itu barulah giliran kamu yang mandi."


ucap Carlos lagi.


"tunggu. sebaiknya, saya saja duluan saja yang duluan mandi. soalnya, saya sudah kebelet" jawab Elisa, sambil segera bangun dan berlari ke arah kamar mandi.


spontan Carlos juga bangun dari duduknya, berjalan mengekori Elisa ke kamar mandi.


Elisa kaget melihat suaminya ada di kamar mandi bersama nya.


Carlos hanya diam saja melewati Elisa yang sedang kebingungan melihat kehadiran nya di sana.


Carlos berjalan ke arah bak mandi. lalu dia mengisi air dan mengatur suku panas air di dalam baj mandi tersebut.


semua ini Carlos lakukan, hanya untuk memanjakan istri tercintanya.


"sayang, air nya sudah siap.silakan mandi."


"aku marasa sangat lelah.saya ingin istirahat terlebih dahulu."


"sayang, kamu saja yang mandi duluan"


jawab Elisa, lalu membalikkan badannya dan hendak berjalan keluar kamar mandi ini.


tapi sebelum Elisa melangkah keluar ruangan, Carlos terlebih dahulu berjongkok dan mengangkatnya Elisa dalam gendongannya. lalu menurunkan Elisa di dalam bak mandi.


"sayang, saya belum ingin mandi"


"jangan protes. mandilah, setelah itu kita istirahat."


ucap Carlos, sambil menarik tangan nya dari dalam bak mandi.


tapi Elisa yang tidak ingin berendam dalam bak mandi, Elisa menarik tangan Carlos.


dan... Carlos pun kehilangan keseimbangan nya, terjatuh kedalam bak mandi tersebut.


"auw ....."


teriak Elisa, ketika kepalanya terantuk ke sisi bak mandi. pada saat, Carlos menimpa dirinya, dan ikut masuk kedalam bak mandi tersebut.


"maaf...."


ucap Carlos, sambil meraih kepala Elisa yang tersandar di sisi bak mandi.


"apakah, kamu sedang menggoda ku sayang"


tanya Carlos ketika mata mereka bertemu.


"tidak...."


jawab Elisa, sambil mengalihkan pandangan dari suaminya ini.


"tapi aku sudah terpesona oleh mu"


jawab Carlos yang tanpa dia sengaja telah melihat buah kembar Elisa yang transparan, terpampang nyata karena baju putih polos Elisa basah.


Carlos meraih Elisa kedalam dekapannya.


lalu mencium kening istrinya ini. kemudiannya beralih ke bibir Elisa. menyesapnya beberapa saat.


dan kemudian beralih ke leher Elisa.


merasa posisi mereka berdua kurang pas, Carlos bangun dan memperbaiki posisi keduanya.


dan karena merasa posisi mereka berdua kurang pas juga. Carlos segera membawa Elisa keluar dari kamar mandi tersebut. menggendongnya dan membaringkan Elisa di atas ranjang.


seperti biasanya, Elisa tidak menolak apapun keinginan dari suami ini.


inilah yang selalu di sukai Carlos dari istrinya ini. karena dengan begitu dia merasa di cintai dan di hargai.


memadu kasih dengan saling memberi dan menerima tanpa ada paksaan, inilah yang disebut saling cinta.

__ADS_1


__ADS_2