
sudah hampir satu jam Rafael menunggu kedatangan Vania, tapi Vania nya belum datang juga.
sampai akhirnya Rafael mendapatkan telpon dari seseorang.
Tut....Tut....
nada dering ponsel milik Rafael berdering. dan dengan segera Rafael menjawab panggilan tersebut.
"halo"
ucap seseorang orang di ujung telpon.
"hallo juga. ini dengan siapa ya"
tanya Rafael. karena dia tidak mengenali no.ponsel yang menelpon nya saat ini.
"saya Siska. dan saya seorang perawat di rumah sakit xxx. apakah ini dengan Rafael?"
tanya perawat tersebut.
"iya, saya Rafael."
"maaf Rafael, saya menghubungi anda kerena kami melihat di handphone milik pasien kami,bahwa no.andalah no yang terakhir kali beliau hubungi."
"pasien?. siapa yang anda maksud?"
tanya Rafael dengan panik. perasaan nya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak di inginkan telah terjadi.
"ini...."
sang perawat mengirimkan sebuah foto pada Rafael.
alangkah terkejutnya Rafael setelah melihat foto tersebut.
bagaimana tidak, di foto itu terlihat seorang gadis yang terbaring lemah di rumah sakit.
"Vania, sayang"
gumam Rafael depan lemas nya.
"hallo... hallo"
__ADS_1
"....."
"pasien ini telah di rawat di rumah sakit xxx jika anda mengenalnya, tolong kabari berita ini ke keluarga nya"
ucap perawat tersebut dari ujung sana tanpa memperdulikan kondisi Rafael yang masih dalam keadaan bengong.
dan sambungan telepon pun terputus.
sesaat kemudian, Rafael tersadar dengan apa yang baru saja terjadi.
dan dia lansung mengemasi barang- barang bawaan nya, kemudian segera menuju rumah sakit, untuk menemukan seseorang di sana.
dengan sedikit berlari, Rafael memasuki rumah sakit. kemudian bertanya pada resepsionis dimana kamar rawat inap seseorang yang ingin dia temui.
Dan setelah mengetahui dimana kamarnya, Rafael lansung menuju ke sana.
"Vania..."
"....."
"Vania sayang. bangun, ini aku Rafael"
ucap Rafael, sambil menggenggam tangan Vania. tanpa adanya jawaban.
kenapa keadaan mu jadi begini?"
tanya Rafael lagi, sambil berusaha membangunkan Vania yang sedang tidak sadarkan diri.
tidak berapa lama kemudian, seorang dokter masuk kedalam ruangan Vania.
"selamat sore"
Rafael lansung bangkit berdiri setelah mendengar ada yang menyapa nya.
"selamat sore dok"
jawab Rafael setelah melihat yang berdiri di hadapannya adalah seseorang dokter.
"maaf mengganggu. saya hanya ingin memeriksa kondisi nona ini. bisa kah anda keluar sebentar?"
tanya dokter tersebut.
__ADS_1
"maaf dokter. tolong izinkan saya untuk tetap di sini. dia tunangan saya, dan saya sangat mencemaskan kondisi nya"
"baiklah"
tanpa banyak bicara, dokter tersebut langsung mengizinkan Rafael untuk tetap berada di ruangan itu.
"bagaimana kondisinya?"
tanya Rafael setelah dokter tersebut selesai memeriksa kondisi Vania.
"nona ini baik-baik saja. sepertinya dia cuma pingsan. dan setelah beristirahat beberapa hari, dia akan segera pulih kembali"
dokter tersebut mencoba menjelaskan keadaan Vania.
"Anda tenang saja, tidak ada hal yang serius terjadi pada nya"
"syukurlah"
Jawab Rafael.
setelah selesai memeriksa kondisi Vania, dokter tersebut langsung keluar dari ruangan itu.
sudah hampir satu jam Rafael menjaga Vania, tapi Vania nya tidak kunjung siuman juga, hingga akhirnya Rafael benar-benar panik.
"Vania sayang, kenapa kamu tidak siuman juga?.
tolong jangan tinggalkan aku. aku sangat mencintaimu"
ucap Rafael, sambil menitikkan air matanya.
Rafael mengambil tissue basah yang mengandung anti septik, lalu dia membersikan bagian luka gores di kulit Vania.
dan karena saking kepanikan nya, Rafael lupa untuk mengabari kedua orang tua Vania, bahwa Vania mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit.
sambil membersihkan luka di kaki dan tangan Vania ,Rafael mengungkapkan kata cintanya pada Vania.
tanpa memperdulikan apakah Vania bisa mendengarkan ungkapan cintanya atau tidak, dia terus mengoceh saja.
****
sekali lagi author minta maaf kerena sudah lama tidak update.
__ADS_1
salam sehat
author.