
Carlos yang sudah menahan rindunya pada Elisa selama tiga Minggu ini. lansung meraih Elisa ke dalam dekapan nya, pada saat mereka berdua sudah sampai di dalam kamarnya.
dia tidak ingin membuang-buang waktu nya bersama dengan Elisa begitu saja.
"ayo kita duduk di sofa itu"
ucap Carlos, pada Elisa.
lalu membawa Elisa berjalan ke arah sofa.
"sayang, aku sangat merindukan mu"
ucap Carlos lagi, setelah mereka berdua duduk di sofa.
"aku juga merindukan mu"
jawab Elisa.
"sayang..."
ucap Carlos, sambil mendekatkan dirinya ke wajah Elisa.
"ehm...." jawab Elisa, dengan sedikit gugup.
"boleh tidak aku minta kiss nya"
bisik Carlos tepat di telinga Elisa.
Elisa melotot kan matanya, karena dia kaget mendengar permintaan Carlos pada dirinya.
'kenapa mesti minta izin dulu sih ?'
'kalau begini, aku kan jadi malu'
gumam Elisa di dalam hatinya.
sungguh dia sangat malu mendengar permintaan Carlos.
'masah iya, aku harus jawab, Tantu saja boleh sayang '
gumam Elisa lagi.
"sayang....."
ucap Carlos lagi, sambil mencium pipi kanan Elisa.
"hmm...."
jawab Elisa tanpa menoleh ke arah Carlos, karena dia sangat malu untuk memperlihatkan wajah memerah nya.
Carlos tau bahwa jawaban dari Elisa, yang cuma ' hmm ' saja. tapi itu artinya Elisa sudah memberikan izin padanya.
Carlos menyentuh pipi kiri Elisa, membawa wajah Elisa supaya menghadap ke arahnya.
Carlos mendekatkan wajahnya ke wajah Elisa. menatap mata Elisa dengan cukup lama. lalu mengecup bibir Elisa sekilas.
sedangkan Elisa, hanya bisa diam mematung, sambil membalas tatapan Carlos padanya,sambil tersenyum.elisa mengerti dengan apa yang Carlos inginkan. dan dia juga sudah pasrah dengan apa yang akan Carlos lakukan padanya.
Carlos kembali mengecup bibir Elisa, sekilas. setelah marasa tidak ada penolakan dari Elisa.
Carlos kembali berkata.
"Elisa, aku sangat mencintai mu. aku merindukan mu"
ucap Carlos.
"aku juga mencintaimu"
jawab Elisa.
setelah mendengar ungkapan cinta dari Elisa. Carlos kembali mencium bibir Elisa dengan lembut.
ciuman yang cukup lama.
saling berpangutan bibir, bahkan mereka berdua saling bertukar silvanya.
sesekali Carlos melepaskan ciuman nya. hanya untuk menghirup udara sebentar, pada saat mereka berdua sudah mulai kehabisan oksigen.
ciuman terus berlanjut, bahkan sekarang mereka berdua sudah berganti posisi.
yang tadi duduk, sekarang sudah bersandar di sofa.
bahkan sekarang tangan Carlos sudah mulai tidak bisa di kendalikan lagi, merayap menyusuri seluruh bagian inti tubuh Elisa.
sesekali Carlos mencium leher Elisa, lalu berpindah ke bagian lain nya.
memberikan kiss Mark di sana, di bagian tubuh yang tertutup, supaya tidak terlihat oleh orang lain.pikir Carlos.
tidak ada penolakan dari Elisa. karena dia juga tidak kuasa untuk menolak sentuhan bibir dan tangan Carlos.
Elisa yang menyadari bahwa Carlos sudah mulai hilang kendali, mencoba untuk menghentikan aksi Carlos. dia tidak mau, mereka berdua melakukan hubungan intim sebelum dia dan Carlos, sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Carlos yang mengerti dengan code dari Elisa, yang mencoba mendorong tubuh nya, supaya menjauh untuk menghentikan dirinya. mengucapkan.
"aku tau batasan nya sayang. kamu tenang saja"
ucap carlos, tanpa menghentikan aksi tangan nya yang meremas buah dada Elisa dengan sangat pelan. dan bibir kembali menciumi bibir Elisa.
tok.... tok....tok ...
terdengar suara ketukan pintu kamar Carlos.
__ADS_1
"hmmm ...."
ucap Elisa, sambil mendorong tubuh carlos. di sela-sela ciuman Carlos padanya. bahkan sekarang ciuman itu sudah mulai menuntut.
"mengganggu saja"
ucap Carlos. setelah dia menghentikan aksinya pada elisa.
Carlos segera bangun dari atas tubuh Elisa.
lalu merapikan pakaian nya dan pakaian Elisa.
sesekali dia merapikan rambut nya yang sudah acak-acakan. karena Elisa sempat membelai rambut nya.
setelah merasa dia sudah cukup rapi.
Carlos memperhatikan penampilan Elisa.
lalu merapikan rambut Elisa.
lalu mencium puncak kepala Elisa.
"aku sangat menyayangimu "
ucap Carlos.
lalu berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu, dan mempersiapkan tamu nya masuk.
meskipun pintu kamarnya tidak terkunci, tapi Carlos ingin siapapun yang masuk ke dalam kamarnya, harus seizinnya.
sedangkan Elisa berlari kecil menuju toilet. dia ingin memastikan penampilan nya. dia takut bajunya terlihat kusut, karena tadi Carlos mengacak-acak bajunya.
bahkan Carlos sempat,menyikap dress yang dia pakai keatas, supaya dia dengan leluasa menyentuh kulit mulus Elisa.
Elisa memperhatikan dirinya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
'ya ampun, apa yang sudah kami lakukan'
gumam Elisa, setelah dia melihat baju dan rambutnya kusut.
'untung saja ada yang datang. kalau tidak, bisa-bisa aku dan Carlos hilang kendali'
gumam Elisa lagi. sambil merapikan penampilannya.
"ada apa ?"
tanya carlos pada seorang wanita yang ada di depan pintu kamarnya.
"tuan... saya ingin, calon istri tuan, keruangan saya untuk fitting baju gaun pengantin nya."
ucap wanita tersebut yang ternyata asisten dari desainer ternama dari London, Inggris.
dimana Carlos memesan baju pengantin nya dengan desainer ternama tersebut.
"sayang..."
" iya.... ada apa ?"
jawab Elisa. di balik pintu toilet. karena dia sudah berjalan keluar toilet.
"ayo ikut bersama ku. kita fitting baju gaun pengantin dulu"
ucap Carlos.
"di mana ?"
tanya Elisa.
"di ruangan lain. di hotel ini"
jawab Carlos.
"tunggu saya di sini sebentar. saya ingin ke toilet dulu"
ucap Carlos lagi. sambil mendudukkan elisa di sofa. lalu dia berlalu menuju toilet, untuk merapikan penampilan nya.
*****
Carlos merasa puas dengan penampilan Elisa pada saat fitting baju gaun pengantinnya, yang terlihat pas di tubuh Elisa.
bahkan untuk alat Mike up yang akan Elisa pakai besok pun sudah di tentukan oleh penata rias yang Carlos pilih dari negaranya.
sekarang tinggal untuk acara pemberkatan pernikahan nya besok saja.
dekorasi, pelaminan dan ketering serta undangan, semuanya sudah 99 persen siap.
setelah selesai fitting baju pengantin.
Carlos membawa Elisa untuk bersantai di balkon kamarnya.
mereka berdua menikmati suasana malam ini dibawah cahaya bulan.
terlihat, banyak sekali orang-orang berlalu lalang di bawah sana.
karena hotel ini memang ramai, oleh keluarga kedua pihak.
mereka berdua Duduk berdamping, dengan elisa menyandarkan kepalanya di bahu Carlos.
sedangkan Carlos merangkul tubuh Elisa di dalam dekapan nya.
sungguh ini adalah suasana bahagia mereka berdua.
__ADS_1
rasanya sudah tidak sabar untuk segera menjadi suami istri yang sah.
*****
keesokan paginya. Elisa bangun tidur lebih awal.
semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
ada banyak sekali hal yang dia pikirkan.
tentang pernikahan nya, tentang ketiga putrinya.
entah kenapa, dia menjadi sangat kawhatir dengan anak-anak nya.
Elisa takut, ketika dia sudah menikah dengan Carlos.
Carlos tidak mengizinkan dia untuk membawa anak-anak nya bersamanya.
apalagi jika Carlos memintanya dirinya untuk ikut bersama Carlos ke negaranya.
lalu dengan siapakah, anak-anak nya akan tinggalkan di negara ini.
'sepertinya, aku terlalu cepat mengambil keputusan ini.'
' bagaimana jika Carlos tidak mengizinkan aku, untuk membawa ketiga putri ku, untuk tinggal satu rumah dengan ku ?'
' bagaimana jika aku harus ikut tinggal bersama Carlos di negara nya'
gumam Elisa. entah kenapa pemikiran ini, baru dia pikirkan sekarang ini.
' setelah pernikahan kami besok, aku harus membicarakan masalah ini dengan carlos.'
gumam Elisa lagi.
'mudah mudahan, Carlos mengizinkan aku untuk membawa ketiga putri ku, untuk selalu bersama ku, kemanapun aku tinggal'. pikir Elisa.
selama dia menjalin hubungan dengan Carlos.
mereka berdua memang belum pernah membahas tentang ini.
tentang dimana Carlos akan membawa Elisa tinggal.
apakah Elisa akan tetap tinggal di negaranya atau harus pindah ke negara Carlos.
Elisa dan Carlos juga belum pernah, membahas tentang ketiga putri Elisa.
sungguh Elisa sangat menghawatirkan masalah ini.
'kenapa aku bisa ceroboh seperti ini ?'
'seharusnya aku memproitas kan ketiga putri ku terlebih dahulu, sebelum mengambil keputusan untuk menikah dengan Carlos'
gumam Elisa, menyesali perbuatannya.
walaupun Elisa tau bahwa Carlos sangat menyayangi ketiga putrinya.
dan Carlos juga pernah berjanji untuk selalu menjaga ketiga putrinya.
dan akan selalu menafkahi ketiga putrinya, ketika mereka sudah menikah.
tapi Elisa yang belum sanggup untuk, berpisah dari ketiga putrinya.
tidak ingin anak-anak nya, berada jauh dari nya, jika Carlos meminta dirinya harus ikut bersama Carlos tinggal di negara Carlos. sedangkan ketiga putrinya akan tetap tinggal di Indonesia.
karena masalah inilah yang membuat Elisa sulit untuk tidur.
Elisa melirik ke arah jam dinding.
'sudah jam lima pagi. aku harus segera mandi dan bersiap-siap untuk di rias, karena sebentar lagi, Carlos pasti akan membangun kan ku'
gumam Elisa.
lalu berjalan menuju kamar mandi.
walaupun pikiran nya sedang tidak menentu, tapi dia harus tetap fokus untuk acara pemberkatan pernikahan hari ini.
Elisa sudah selesai mandi. lalu Elisa memandikan putrinya Felicia yang semalam masih tidur bersamanya.
Carlos datang tepat setelah dia selesai mendandani Felicia.
Carlos masuk setelah mendapatkan izin dari Elisa.
Carlos tersenyum ketika melihat Elisa dengan wajah polosnya, sedang mengeringkan rambut basah nya.
carlo menghampiri Elisa.
dan membantu Elisa untuk mengeringkan rambutnya.
terlihat mereka berdua hanya bicara seadanya saja.
"aku mencintaimu"
ucap Carlos sambil menciumi pipi Elisa,dari belakang. setelah dia sudah selesai mengeringkan rambut Elisa menggunakan hair dryer.
"aku juga mencintaimu. dan terima kasih karena sudah membantuku mengeringkan rambut ku"
jawab Elisa sambil tersenyum.
"mari saya antar ke ruang Mike up"
ucap Carlos lagi.
__ADS_1
mereka berjalan ke ruang Mike up dengan bergandengan tangan.
sedangkan tangan kiri Carlos, menggendong Felicia. mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia.