LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
memperjuangkan cinta.


__ADS_3

tidak terasa,ini hari kedua Elisa tidak masuk bekerja. karena dia tidak ingin keluar rumah dalam keadaan wajah dan pergelangan tangannya yang memar.


dan sudah dua hari juga Glen selalu menunggu kedatangan Elisa di ruang guru.disekolah tempat dia dan Elisa mengajar.


'ada apa dengan Elisa?'


'kenapa sudah dua hari ini dia tidak masuk untuk mengajar.tanpa memberi kabar atau apapun pada ku'


'tidak biasanya elisa bersikap seperti ini. biasanya dia selalu mengabari ku, dan meminta bantuan ku, untuk memberikan materi pada murid muridnya,pada saat dia tidak masuk mengajar'.


gumam Glen,sambil terus mencari cari keberadaan Elisa.


'apakah Elisa sedang sakit, atau elisa sudah tidak ingin lagi untuk bertemu dengan ku...?'


gumam Glen lagi.


sudah tiga hari ini, pikiran Glen selalu tertuju pada elisa.


dia belum bisa melupakan, bagaimana dia menghina dan memperlakukan elisa dengan kasar.


kejadian itu sudah membuat Glen merasa bersalah pada Elisa.


Glen ingin untuk segera bertemu dengan elisa untuk meminta maaf padanya.


sebetulnya Glen ingin sekali datang kerumah Elisa dan meminta maaf secara langsung pada Elisa. tapi dia merasa sangat malu untuk datang lagi ke rumah Elisa.


bahkan untuk sekedar chat Elisa aja Glen merasa sangat malu.


karena itulah Glen selalu menunggu kedatangan Elisa di ruang guru.


dan menurut Glen, hanya disekolah lah tempat yang tepat untuk dia menemui Elisa. dan Glenn ingin segera menyelesaikan masalah yang ada diantara mereka berdua.


***


akhirnya setelah menimbang dan memikirkan secara matang, Glen memutuskan untuk menemui Elisa secara langsung ke rumah Elisa.


sore ini. Elisa yang sedang bad mood untuk keluar rumah, dia memilih untuk bersantai saja di dalam rumahnya, tanpa menggunakan makeup sedikit pun.


tok ... tok...


Elisa yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton televisi, segera bangun untuk membukakan pintu untuk tamunya.


betapa terkejutnya Elisa, setelah pintu terbuka karena yang bertamu adalah Glen.


Elisa yang tidak ingin untuk bertemu dengan Glen. dengan respect menutup kan kembali pintu yang sudah dia bukakan.


tapi Glen yang berdiri tegak di depan pintu, lansung menahan pintu dengan tangan kanannya, supaya pintu tidak bisa ditutup oleh Elisa.


sedangkan tangan kirinya memegang paper bag, yang berisi oleh-oleh untuk anak Elisa.


"oh... ternyata yang bertamu om Glen"


ucap Maureen dan Feli yang tiba-tiba muncul.


"hai... Maureen. dan hai... Feli"


jawab Glen sambil menyandarkan badannya di pintu dengan tangan nya yg masih menahan pintu supaya Elisa tidak bisa menutup nya.


dan dia juga menggoyang kakinya, sambil menatap Elisa, seolah tidak terjadi masalah apapun diantara keduanya.


"sini sayang... om Glen ada membawakan oleh-oleh untuk Maureen dan Feli"


ucap Glen lagi, tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Elisa.


"terima kasih om Glen...." ucap Elisa sambil mengambil paper bag yang diberikan oleh Glen.


"sama-sama Maureen" jawab Glen dengan santainya.


Glen tau arti dari pandangan tajam elisa.tapi Glen masih mengabaikannya.


"sebelumnya, aku mau minta maaf Bu Elisa, karena aku tiba-tiba datang kemari."

__ADS_1


ucap Glen setelah Maureen dan feli masuk kedalam rumah.


"saya datang kesini, untuk bicara, menyelesaikan masalahku diantara kita"


ucap Glen lagi, sambil menatap wajah Elisa.


glen sangat terkejut melihat wajah Elisa yang terlihat jelas masih memar.bahkan gambar lukisan tangan nya masih terlihat jelas di sana.


dan glen menyadari bahwa pipi Elisa lebam akibat dari ulahnya. lukisan tangan itu adalah tangan milik nya. yang dia layangkan tiga hari yang lalu.


"silakan masuk dan silahkan duduk...." ucap Elisa pada akhirnya. setelah mendengar penjelasan dari Glen, saat ini Elisa sudah tidak mungkin lagi untuk mengusir Glen.


"terima kasih..."jawab Glen,lalu duduk di salah satu kursi.


"apa yang ingin kamu bicarakan?"


tanya Elisa, setelah dia juga duduk di salah satu kursi.


"saya ingin meminta maaf, atas kejadian kemarin" ucap Glen.


"saya sudah memaafkan mu...."


"dan jika tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, sekarang juga kamu bisa pulang "


ucap Elisa dengan sinis.


Glen hanya diam mendengarkan ucapan Elisa.baru kali ini Elisa bicara sama dia dengan nada kasar. dan ucapan elisa, sungguh membuat dia tidak bisa berkata kata lagi.


"ehem... ehem...." Elisa berdehem, menyadarkan Glen dari lamunannya.


"ibu Elisa.... saya benar-benar minta maaf."


" dan apakah lebam di pipi ibu, adalah hasil dari perbuatan saya tiga hari yg lalu?" tanya Glen, memberanikan diri, dengan menarik nafas panjang.


saat ini dia benar-benar ingin menyelesaikan masalah nya dengan Elisa secara tuntas sekarang juga.


"iya.... ini adalah hasil perbuatan mu."


jawab Elisa dengan judes.


"saya minta maaf Bu. malam itu saya tidak bisa mengontrol emosi saya."


"saya merasa cemburu, karena kamu menerima lamaran pria lain."


"padahal saya sudah mengatakan cinta saya padamu"


ucap Glen.


"kenapa ibu Elisa bisa menerima nya, padahal pada saat itu,kamu bilang padaku bahwa kamu belum bisa melupakan almarhum suamimu"


ucap Glen lagi.


"pak Glen. saya memang belum bisa melupakan almarhum suamiku."


"saya menerima lamaran Carlos, karena dia terbukti baik dan sayang sama aku dan ketiga putri ku"


ucap Elisa dengan tegas.


"tapi saya sudah mencintai mu, lebih dari 10 tahun lamanya."


"dan kalau tentang anak-anak mu. saya juga menyangi mereka."


"lalu kenapa kamu meragukan cintaku?"


ucap Glen, membela dirinya. dia harus mencari kejelasan dari Elisa.


"saya juga tau, bahwa pak Glen adalah orang yang baik dan penyayang."


"dan saya juga sudah tau, bahwa pak Glen mencintai saya. tapi saya tidak bisa menerima cinta mu Glen."


"karena saya tidak suka orang pemabuk dan orang yang selalu bersikap kasar ketiga sedang marah."

__ADS_1


ucap Elisa.


"saya sadar posisi saya, sebagai seorang singel mom's."


"karena itulah saya harus memikirkan kan secara matang, untuk memilih menikah lagi. dan dengan siapa kah saya harus menikah."


"yang pertama Tama harus saya pikir kan adalah, tentang kebahagiaan anak-anak saya."


"saya ingin mempunyai pasangan yang penyayang dan ramah serta lembut hatinya. serta baik dan perhatian."


ucap Elisa sambil menarik nafas panjang.lalu melanjutkan ucapannya lagi.


"dia harus menyayangi dan mencintai ku dan ketiga putri ku"


"karena aku ingin hidup bahagia bersama anak-anak dan suamiku kelak."


ucap Elisa panjang lebar.menjelaskan isi hatinya kepada Glen.


"jika ibu Elisa memang tidak suka orang pemabuk dan bersikap kasar. saya bisa berubah Elisa"


"saya berjanji akan berubah, hanya untuk mu dan anak-anakmu"


ucap Glen. dia masih ingin memperjuangkan cintanya kepada Elisa.


siapa tahu Elisa akan luluh hatinya ketika mendengar penjelasan darinya. pikir Glen.


"tapi, pilihan saya sudah pada Carlos, Glen."


"Sekarang saya sudah tidak ingin lagi memberi kan, sebuah harapan untuk mu"


"mohon maaf kan saya...."


"sepertinya kita memang tidak berjodoh."


ucap Elisa lagi.dia ingin menjelaskan semuanya dengan tuntas.


Glen tidak bisa menerima apa yang sudah Elisa jelaskan. dia sangat kecewa sama keputusan Elisa. dengan hati yang terluka, Glen kembali, berusaha untuk meyakinkan Elisa.


"tapi saya tidak percaya bahwa kita tidak berjodoh."


"saya akan tetap berusaha untuk membuktikan ketulusan cinta saya sama kamu." jawab Glen, dia berusaha untuk meyakinkan Elisa bahwa dia benar-benar mencintai Elisa.


"ingat ya Elisa.... saya tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan cintamu."


"permisi...."


ucap Glen lalu melangkah kan kakinya keluar dari rumah Elisa.


dengan gontai, tanpa harus menunggu jawaban perpisahan dari Elisa.


dia kecewa sekali dengan keputusan Elisa yang lebih memilih Carlos ketimbang dirinya.


rasa kecewa yang Glen rasakan saat ini, membuat dia prustasi dan memilih pulang dari rumah Elisa, tujuan nya Sekarang hanyalah ingin ke suatu tempat yang bisa menenangkan hati nya.


mudah mudahan Glen ga ke club lagi ya. author juga nyesek banget liat kelakuan si Glen.


hehehe author mulai kepo lagi ni.


ok. kita lanjut ke alur cerita nya besok aja ya.


***


jangan lupa dukungan nya.


kasih semangat untuk author. supaya author semangat untuk up lagi.


terima kasih juga untuk yang sudah memberikan dukungan nya.


salam sehat


author

__ADS_1


__ADS_2