LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
takut naik pesawat


__ADS_3

carlos membangunkan Elisa yang sedang tertidur.


karena sejak kedatangan Carlos, Elisa belum beranjak dari tempat tidur sedikitpun, dia malah kembali tertidur, karena Carlos sendiri yang meminta dirinya untuk kembali istirahat.


sementara Carlos kembali ke dapur untuk memasak makanan untuk istri tercintanya.


meskipun lelah, tapi Carlos tetap ingin memasak sesuatu untuk Elisa. karena di rumah ini tidak ada seorang asisten rumah tangga.sedangkan Carlos sendiri tidak ingin, Elisa memakan makanan dari luar yang belum tentu higienis, menurut nya.


Elisa pasti tidak akan menolak masakan diriku, dan dia pasti akan segera sembuh. pikir Carlos.


Carlos benar-benar ingin memanjakan istrinya, Elisa.


"sayang..... bangun"


ucap Carlos, sambil menepuk-nepuk pipi Elisa yang sedang tidur telentang, dengan berselimut menggunakan bad cover, seakan akan dia sedang kedinginan.


"hmmm ...."


suara lenguhan Elisa, yang sadar bahwa suaminya ada di sisinya, tanpa membuka matanya,tapi dia membalikkan badannya ke Arah Carlos.


"sayang bangun, makan dulu"


bisik Carlos tepat di telinga Elisa, lalu mencium pipi Elisa.


"ya, saya bangun"


jawab Elisa dengan sedikit lemas, lalu segera bangun dan duduk di atas ranjang.


entah kenapa, beberapa hari ini, dia merasa tidak enak badan.


"saya bawakan makanan.kamu harus makan. ini saya sendiri loh, yang masak. sini saya suap kan "


ucap Carlos, sambil membetulkan posisi duduk Elisa.


"ayo makan..."


ucap Carlos, sambil menyodorkan sesendok nasi kedalam mulut Elisa.


dan Elisa menerima suapan dari suaminya tanpa ada bantahan sedikit pun.


"kamu juga harus makan"


ucap Elisa lalu mengambil alih sendok yang ada di tangan Carlos. dan memberikan sesuap nasi beserta lauk nya kedalam mulut Carlos.


mereka makan bersama, dari piring dan sendok yang sama.


sesekali, mereka bercanda dan tertawa bersama.entah apa yang sedang mereka bicarakan.yang pasti, sepasang suami-istri ini terlihat bahagia.


Carlos, merasa sangat bahagia karena Elisa makan dengan lahapnya.


tidak sia-sia aku capek-capek masak untuk nya. pikir Carlos


sedangkan Elisa, entah kenapa suapan demi suapan yang Carlos berikan padanya terasa sangat enak di lidahnya.


padahal sudah beberapa hari ini dia tidak ada selera makan.

__ADS_1


bahkan dia sering merasa pusing karena tidak makan apapun seharian.


tapi sungguh berbeda dengan masakan suaminya ini. rasanya sangat enak dan menggugah selera.


bahkan sudah seminggu ini, Elisa tidak pernah memasak lagi untuk ketiga putrinya. dia selalu memesan makanan dari restoran untuk ketiga putrinya.


jangankan untuk memasak, sekedar untuk masuk dapur saja, elisa selalu merasa mual jika sudah melihat sayur ataupun daging yang ada di lemari pendingin nya.


lalu bagaimana bisa dia memasak, jika melihat daging dan sayur saja dia enggan, apalagi harus mencium wangi masakan nya.


*****


sudah dua hari Carlos menemani Elisa di rumahnya, tidak ada perubahan pada diri Elisa.


bahkan saat ini, Carlos khawatir dengan kondisi Elisa yang gampang sekali lelah.


bahkan ketika dia sedang berbelanja dengan Elisa di mall,wajah Elisa sempat terlihat pucat pasi, ketika mereka berdua sibuk memilih milik apa saja barang yang akan mereka butuhkan kan.


karena Elisa tiba-tiba saja merasa pusing, ketika dia melihat, ibu-ibu yang sedang memilih daging di lemari pendingin.


untung saja Carlos yang ada di samping Elisa, segera membawa Elisa untuk beristirahat dan duduk di salah satu kursi di sana.


karena melihat kondisi istrinya ini, Carlos bertekad untuk membawa Elisa dan ketiga anak sambungnya, untuk ikut bersama dia kembali ke negaranya, London Inggris.


bahkan Carlos sudah mempersiapkan keberangkatan mereka besok pagi.


Carlos sudah memesan tiket untuk lima orang dengan tujuan Indonesia, London Inggris.


karena pesawat jet pribadi nya, tidak bisa untuk membawa banyak orang.


pinta Elisa pada Carlos dengan manjanya, dan bersandar di dada bidang suaminya, bahkan tanpa segan-segan dia, mengelus dada suaminya.


"saya tidak akan tenang, meninggal kan mu sendirian disini, dalam keadaan sakit seperti ini"


jawab Carlos, yang bersungguh sungguh menghawatirkan keadaan kesehatan Elisa.


"tapi saya takut naik pesawat. selain itu, saya dan anak-anak juga tidak bisa menggunakan bahasa Inggris, jadi bagaimana bisa saya berkomunikasi dengan orang-orang di sana?"


ucap Elisa lagi, mencoba mencari cari alasan supaya tidak jadi ikut carlos, suaminya kembali ke London, Inggris.


bukan nya Elisa tidak senang tinggal bersama suaminya di London. tapi, dia sangat hawatir jika dia dan anak-anaknya


di sana akan menjadi orang asing yang tidak mengerti apapun, karena dirinya dan ketiga putrinya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris.


"jangan kawhatir, aku akan selalu ada di sampingmu, apapun yang terjadi."


"lagipula, ibu pasti akan sangat senang, jika kamu dan anak-anak kita, mau tinggal bersama kami di London"


ucap Carlos. dia ingat ibunya sudah beberapa kali meminta dirinya untuk segera membawa Elisa dan ketiga putrinya untuk tinggal bersama mereka di London.


bukan hanya karena nyonya Salva merasa kesepian tinggal di rumahnya seorang diri, tapi karena dia juga ingin selalu berkumpul dengan menantu dan cucunya.


nyonya Salva tidak masalah jika Elisa membawa ketiga putrinya tinggal bersamanya di rumah nya sendiri.


"baiklah...."

__ADS_1


"tapi bagaimana dengan pendidikan anak-anak ku?"


tanya Elisa. dia khawatir, jika anak-anak nya akan sulit untuk sekolah di sana, karena lagi dan lagi, ketiga putrinya tidak bisa menggunakan bahasa Inggris.


"Vania dan Maureen akan tetap sekolah di sini, mereka akan kembali jika kamu sudah lebih baik."


ucap Carlos. karena dia berfikir, tidak mudah bagi Vania dan Maureen untuk menyesuaikan diri belajar di London jika mereka sendiri belum bisa menggunakan bahasa Inggris.


"baiklah..."


"tapi berapa lama, saya akan tinggal di sana"


tanya Elisa, mempererat pelukannya pada suaminya ini. entah kenapa dia suka sekali mencium wanginya tubuh suaminya ini.


"ya... tergantung dengan kesehatan mu. jika kamu segera sembuh, maka kamu bisa segera kembali ke sini"


ucap Carlos lagi. tapi di hatinya,dia berharap Elisa bisa betah tinggal di London bersama dia dan ibunya.


tapi Carlos tidak akan memaksa Elisa jika Elisa meminta kembali ke negara ini, asalkan Elisa dalam keadaan sehat. pikir Carlos.


"tapi saya tidak sakit apa-apa. saya sehat-sehat saja."


jawab Elisa, mencoba menjelaskan pada Carlos bahwa dia baik-baik saja.


"sayang, kenapa kamu begitu takut untuk datang ke negara ku?"


"aku ini suamimu, sudah sepantasnya kamu ikut bersama ku kemanapun aku pergi"


ucap Carlos lagi.


"percayalah, tidak akan terjadi apapun, yang tidak kamu inginkan di sana. semuanya akan baik-baik saja"


ucap Carlos lalu kembali mencium kening dan Pipi Elisa. dan tidak hanya sampai di situ saja, dia terus mencumbu istrinya ini. Elisa tau suaminya ini sedang menginginkan sesuatu yang lebih darinya. seperti biasanya dia tidak pernah menolak keinginan suaminya ini. dia selalu siap melayani suaminya, kapanpun, suaminya menginginkan dirinya.


beberapa saat kemudian, tidak ada lagi yang berbicara di antara keduanya. semua sibuk dengan aktivitas saling memberi dan menerima. keduanya sama-sama menikmati, cinta dan kasih sayang, yang di ungkapkan lewat kemesraan Dan bercinta, memadukan kasih di antara keduanya.


dan saling melepaskan rasa rindu di hati mereka berdua.


sesekali terdengar suara *******, yang keluar dari mulut mereka berdua, diantara sunyi nya malam.


*****


readers semua, beberapa bab lagi novel ini akan tamat.


jadi jangan lupa dukungan nya ya, supaya author tetap semangat untuk terus berkarya.


setelah novel ini tamat. author akan segera update,novel terbaru.


"berbagi cinta"


terima kasih untuk yang sudah memberikan dukungan nya, apalah arti novel ku ini, jika tanpa dukungan dari para pembaca semua.


salam kenal


author.

__ADS_1


__ADS_2