
"sayang... boleh ya" ucap carlos.
sebelum mencium bibir Elisa, Carlos bertanya terlebih dahulu ke Elisa.
dia ingin menjadi sosok pasangan yang bisa menghargai pasangannya.
apalagi di saat mereka berdua sudah menjadi pasangan suami istri yang sah. Carlos ingin apapun yang dia lakukan untuk Elisa, semuanya di dasari oleh cinta. dan bukan karena ego apalagi hawa ***** belaka.
"ehm..." jawab Elisa, sambil mengangguk kan kepalanya.dengan sedikit malu-malu.
Carlos menundukkan kepalanya,lalu mengakat dagu elisa.dan dengan perlahan dia mendekat kan bibinya ke bibir Elisa.
Carlos mengecup bibir Elisa dengan penuh perasaan. perlahan tapi pasti, bibir keduanya menyatu.
dengan saling membalas kecupan.
kecupan yang tidak berlangsung lama, hanya beberapa detik saja. tapi masih bisa mereka berdua nikmati.
ciuman yang penuh cinta, tidak ada paksaan dan hawa ***** di dalam nya.
ah.... cinta. sebuah ciuman, untuk mengungkapkan rasa cinta dari keduanya.
so sweet....
karena Carlos dan Elisa masih ingat akan batasan keduanya. lagi pula mereka sedang berada di dapur. dan di ruang keluarga, Masih ada anak-anak Elisa yang sedang bermain.
setelah beberapa saat, ciuman itu pun berakhir.
"terima kasih, sayang."
ucap carlos tepat di telinga Elisa.
lalu tangan kanannya kembali membawa Elisa ke dalam pelukannya.
Elisa merasa sangat bahagia, karena dia bisa merasakan bahwa Carlos sangat menyayangi nya.
"terima kasih, sayang. karena kamu sudah bersedia menerima cintaku.dan karena kamu telah bersedia untuk menjadi calon istri ku"
ucap carlos lagi, masih dengan posisi Elisa di dalam pelukan nya.dan sesekali Carlos mencium puncak kepala Elisa.
"semua ini, karena kesungguhan cintamu padaku. aku bisa mencintai mu, karena kamu telah berhasil membuat ku jatuh cinta padamu."
"terima kasih juga, atas kesungguhan cinta mu pada ku."
jawab Elisa dengan mata berbinar.
Elisa benar-benar merasa sangat beruntung bisa mendapatkan seorang pria yang bersedia untuk mencintai dan menyayangi dia dan ketiga putrinya, seperti Carlos.
Carlos merenggangkan pelukannya pada Elisa, lalu mencium kening Elisa sekali lagi.
"aku sangat bersyukur karena akhirnya kita berdua bisa saling mencintai."
"ya sudah... sekarang kita lanjutkan lagi masak nya"
ucap Carlos,sambil mencubit kedua pipi Elisa dengan gemes nya.dan di sambut dengan senyum manisnya oleh Elisa.
****
akhirnya setelah melewati berbagai macam drama percintaan.
__ADS_1
dan berbagai halangan dalam memasak, Elisa dan Carlos selesai juga masak beberapa jenis masakan Indonesia.
dan kini tibalah saatnya untuk makan malam.
setelah selesai mandi.
Carlos,Elisa dan ketiga putri Elisa, sedang duduk di meja makan, siap untuk makan malam.
"gimana...?"
"apakah rasanya enak...?"
tanya Elisa pada Carlos.
" ini sangat enak, sayang. masakan mu sangat enak"
ucap carlos, Carlos tidak hanya sekedar memuji masakan Elisa, tapi masakan Elisa memang sangat enak menurutnya.
"Feli... coba ini."ucap carlos, memberikan sesuap nasi beserta lauknya kedalam mulut Felicia.
Felicia lansung saja membuka mulutnya, untuk menerima suapan dari calon ayah sambungnya, Carlos.
"ini sangat enak..."jawab Felicia, pada saat nasi yang ada di dalam mulutnya sudah berhasil dia telan.
" Feli aja bilang enak... lalu kenapa kamu meragukan kelezatan masakan mu sendiri ?"
ucap carlos, pada Elisa.
"mau lagi ya ?. ayah suap lagi ya."
ucap carlos, dia benar-benar ingin untuk bisa menyuapi Felicia, yang kebetulan duduk di kursi antara dia dan Elisa.
ucap Elisa, sambil mengambil piring nasi Felicia.
"saya juga bisa menyuapi Feli"
ucap carlos, tidak mau kalah.
akhirnya Elisa dan Carlos memilih untuk menyuapi Felicia secara bergantian. dari pada berebut untuk menyuapi Felicia, lebih baik berganti saja untuk menyuapi Feli. pikir keduanya.
sungguh suasana yang sangat harmonis dan bahagia di meja makan Elisa pada saat ini. terlihat jelas bahwa, calon anggota keluarga ini sangat menikmati suasana bahagia ini. sesekali Carlos menggoda Maureen dan Vania.
lalu mereka tertawa bersama.
meskipun Vania dan Maureen, kelihatan masih malu-malu dan sedikit canggung untuk memanggil Carlos dengan sebutan
'dedy' tapi mereka berdua menurut saja dengan apa yang Carlos kata kan pada saat Carlos mengajari mereka bertiga menggunakan bahasa Inggris.
berbeda sekali dengan Felicia, dia tanpa malu-malu, untuk memanggil Carlos dengan sebutan Dedy.feli juga terlihat sangat akrab dengan Carlos. bahkan sesekali Feli minta dimanjakan sama Carlos.
feli terlihat sangat bahagia bermain dengan Carlos,dan sesekali minta duduk di dalam pangkuan Carlos,
dan disambut dengan bahagia oleh Carlos.dan tanpa segan, sesekali Carlos mencium pipi gembul Feli dengan gemesnya.
sedang kan Carlos merasa sangat senang bisa dekat dengan ketiga putri Elisa.
karena sejak dari dulu, Carlos selalu ingin
untuk memilih keturunan.
__ADS_1
dan pada saat ini, dia sudah menganggap ketiga putri Elisa, sebagai putri kandungnya, walaupun dia belum resmi menjadi ayah sambung ketiga putri Elisa.
Elisa juga merasa sangat bahagia, melihat kedekatan dan keharmonisan di dalam keluarga nya.
sungguh, tidak pernah Elisa bayangkan sebelumnya bahwa dia Bisa mendapatkan pasangan sebaik Carlos dalam waktu yang sesingkat ini.
'terima kasih Tuhan, karena engkau telah memberikan kebahagiaan ini kepada keluarga ku. karena engkau telah mengirimkan seorang pria yang sangat baik dan penyayang untuk ku, yang kelak akan engkau jadikan pasangan hidup ku. dan semoga saja Carlos bisa menjadi seorang ayah sambung yang baik untuk ketiga putri ku'
Elisa berdoa di dalam hatinya.
****
disaat calon keluarga kecil ini sedang sibuk bermain dan bercanda gurau.
beberapa anggota keluarga almarhum Daniel datang berkunjung ke rumah Elisa.
mereka sengaja untuk datang ke rumah Elisa, untuk sekedar berkenalan dengan Carlos, yang saat ini sudah menjadi calon suami Elisa.
tidak ada seorang pun di dalam keluarga almarhum Daniel, suami Elisa yang pertama, menentang hubungan Elisa dan Carlos.
mereka percaya bahwa semua yang terjadi pada elisa, adalah atas kehendak Tuhan.
mereka percaya bahwa, Tuhan mengambil sesuatu yang kita miliki saat ini, dia pasti akan menggantikan nya dengan yang lebih baik lagi.
keluarga almarhum Daniel juga mengerti, bahwa Elisa sebagai ibu tunggal pasti akan merasa sangat sulit untuk membesarkan ketiga putrinya seorang diri. bahwa setiap anak pasti akan membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah.
meskipun ayah kandung tetap tidak akan pernah tergantikan, tapi tetap saja sosok ayah sambung, bisa berarti untuk mereka.
dan mereka semua juga berharap,Carlos bisa menjadi ayah sambung yang baik untuk ketiga putri elisa.
jadi kenapa tidak.... jika Elisa bisa hidup bahagia dengan keluarga barunya.
setelah selesai berbincang-bincang. semuanya pamit untuk pulang, mengiat ini sudah larut malam.
"elisa sangat beruntung ya, bisa menemukan calon suami sebaik Carlos"
ucap kakak ipar Elisa.
"ya.... saya merasa bersyukur karena ternyata Tuhan memberikan seorang pria yang baik dan penyayang untuk elisa dan putrinya."
"ternyata rencana Tuhan memang selalu indah. indah pada waktunya.".
"setelah dia memberikan duka yang sangat menyakitkan bagi Elisa dan anak-anak nya, sekarang Tuhan sudah menggantikan nya dengan kebahagiaan yang begitu besar."
"yang tak ternilai .... kebahagiaan yang juga bisa kita rasakan, sangat ini karena melihat Elisa dan anak-anak bahagia"
ucap salah satu di antaranya.
keluarga mana yang tidak bahagia melihat orang yang sangat mereka sayangi, bisa hidup bahagia dengan keluarga nya.
apalagi Elisa adalah sosok wanita yang sangat baik. keluarga elisa sangat
menyangi Elisa seperti keluarga sendiri.
begitupun dengan ketiga putri Elisa. mereka bahagia jika karena sudah ada yg menggantikan sosok ayah bagi ketiganya.
'semoga bahagia Elisa...'
semuanya berdoa untuk kebahagiaan Elisa dan ketiga putrinya.
__ADS_1