LDR Cinta Online

LDR Cinta Online
rencana mau liburan


__ADS_3

satu tahun kemudian.sekarang rafael sudah lulus ujian akhir sekolah. kini dia ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas ternama di Rusia.


sebetulnya Rafael tidak ingin menuntut ilmu di Rusia. tapi ayahnya, Eric ingin Rafael melanjutkan pendidikannya di sana. karena di sana Rafael bisa melanjutkan pendidikan sekaligus belajar meneruskannya usaha ayahnya. Eric ingin Rafael belajar dalam pengembangan pemasaran kapal pesiar ayahnya.


sebelum keberangkatannya ke Rusia. rafael ingin menghabiskan waktu bersama dengan Vania.


karena dia tau setelah keberangkatannya ke Rusia, dia dan kekasihnya, Vania pasti akan jarang sekali bertemu.


kebetulan sekarang adalah hari libur akhir semester sekolah. karena jika jam sekolah, tentunya Vania tidak bisa bolos sekolah, mengingat dia masih duduk di kelas dua SMA.


Rafael bertanya pada Vania, Vania ingin jalan-jalan ke mana kali ini. karena kali ini Rafael ingin Vania lah yang menentukan kemana mereka akan pergi berlibur.


karena selama ini, Rafael lah yang selalu punya ide kemana mereka berdua akan berkencan.


"Vania, sebelum saya berangkat ke Rusia, saya ingin menghabiskan waktu saya bersama mu. saya ingin berlibur ke suatu tempat hanya berdua dengan mu"


ucap Rafael.


"berlibur. maksud mu, kamu ingin membawa ku holiday?"


tanya Vania.


"iya....dan saya ingin, kali ini kamulah yang memilih kemana kita akan pergi"


"benarkah, saya boleh menentukan pilihan?" tanya Vania.


"iya Vania. kemana saja kamu ingin pergi, saya pasti akan membawamu ke sana"


jawab Rafael.


"keinginan ku hanya sederhana. yaitu aku ingin berlibur ke negara ku sendiri. berlibur ke Indonesia"


"tapi apakah ortu kita akan mengizinkan kita pergi berlibur ke negara mu?"


tanya Rafael tidak yakin apakah kedua orang tua mereka berdua akan mengizinkan mereka berdua berlibur sejauh ini, berlibur ke antar negara.


"tentu saja. ibu tentu akan mengizinkan kalian berdua untuk berlibur ke Indonesia.


karena ibu tau, Vania pasti sudah sangat merindukan negaranya"


Jawab Elisa, yang tiba-tiba saja menghampiri Vania dan Rafael yang sedang mengobrol di ruang tamu rumah Vania.


"benar kah mama mengizinkan ku untuk berlibur ke Indonesia ?"


tanya Vania, dengan mata berbinar.


"tentu saja. kenapa tidak?"


"Indonesia juga negara kita. mama juga ingin Rafael melihat keindahan alam, Indonesia" jawab Elisa, sambil mendudukkan pantatnya di sofa, di samping Vania.


"tapi mama tidak yakin apakah ayahmu dan kedua orang tua Rafael akan mengizinkan kalian berdua untuk pergi berlibur sejauh ini" lanjut Elisa. mematahkan semangat Vania. karena Vania tau tidak mudah untuk membujuk ayahnya.

__ADS_1


"tenang saja. kedua orang tua kalian pasti akan mengizinkan kalian berdua untuk berlibur ke Indonesia, karena saya pasti akan membantu kalian berdua untuk membujuk ayah kalian berdua."


jawab nyonya Salva.


sejak tadi nyonya Salva memang sedang menguping pembicaraan Vania dan Rafael. kerena selama ini nyonya Salva memang suka kepo sama kedekatan Rafael dan Vania. dia tidak ingin Vania dan Rafael terlibat dalam pergaulan bebas, seperti yang di lakunya kebanyakan anak remaja di negara ini.


"benarkah nenek akan membantuku untuk membujuk ayah?"


tanya Vania.


"tentu saja. tapi semuanya tidak gratis. jika nenek berhasil membujuk ayahmu, nenek ingin ikut bersama dengan kalian berdua berlibur ke Indonesia"


jawab nyonya Salva, tersenyum malu-malu.karena ternya ada udang di balik batu.


Elisa, Vania dan Rafael saling pandang mendengar ucapan nyonya Salva. lalu mereka tertawa terbahak-bahak.


"hahaha..... nenek bisa aja"


ucap Vania dan Rafael bersama.


" mama setuju, jika nenek mu ikut bersama kalian berdua berlibur di Indonesia. karena kalian berdua kan masih di bawah umur, jadi alangkah baiknya jika ada yang menemani kalian berdua"


jawab elisa.


"saya juga tidak masalah. tapi sampai di sana, tolong jaga jarak sama kami ya nek. pokoknya nenek tidak boleh mengganggu waktu bersama kami berdua"


jawab Rafael, sengaja bikin nyonya Salva bad mood.


protes nyonya Salva.


"kami tidak akan melakukan apapun yang melanggar norma nek. percayalah"


jawab Vania.


"apapun alasannya. pokoknya nenek harus ikut bersama kalian berdua berlibur ke Indonesia"


jawab nyonya Salva, dia bersikeras ingin ikut.


nyonya Salva bukannya ingin mengganggu kebersamaan Rafael dan Vania. tapi dia memang ingin berlibur. dia ingat beberapa tahun yang lalu, waktu dia datang ke Indonesia. nyonya Salva, sudah terpesona dengan keindahan alam Indonesia. jadi wajar jika nyonya Salva tidak ingin melewatkan kesempatan untuk kembali ke negara Indonesia. apalagi sekarang cucunya ingin berlibur.


' rugi aku, jika tidak ikut berlibur ke Indonesia' pikir Nyonya Salva.


*****


keesokan harinya. Rafael, Vania dan nyonya Salva sedang mempersiapkan keberangkatan mereka bertiga ke negara Indonesia. karena tidak ada yang bisa menolak keinginan nyonya Salva.


bahkan Carlos dan Eric sekalipun.


mereka berdua memang sempat tidak setuju jika Vania dan Rafael pergi berlibur ke antar negara seperti ini. tapi karena bujukan nyonya Salva, keduanya akhirnya setuju juga.


sekarang mereka bertiga sudah berada di pesawat yang sengaja di sewakan Eric secara pribadi untuk anak semata wayangnya, rafael.

__ADS_1


'apa sih yang tidak untuk mu, Rafael'


gumam Eric. ketika pesawat yang membawa Rafael, Vania dan nyonya Salva sudah siap landas.


pesawat sudah lepas landas dengan tujuan tempat wisata ' labuan bajo ' Nusa tenggara timur. indonesia.


Eric dan istrinya bahkan tersenyum bahagia, melihat kedekatan Vania dan Rafael. karena mereka tau bahwa Vania adalah seorang gadis yang sangat baik, sama seperti ibunya, Elisa.


meskipun Vania adalah seorang gadis asal Indonesia, dan bukan anak kandung dari Carlos. tapi mereka tidak pernah mempermasalahkan status Vania. yang mereka inginkan hanyalah Rafael, anak satu-satunya mereka, bisa mendapatkan gadis baik-baik sebagai pendamping hidupnya kelak.


bahkan jika Vania bukan anak sambung Carlos sekalipun, mereka tetap akan merestui hubungan Vania dan Rafael.


karena jika masalah harta, Eric mempunyai banyak harta, yang sampai tujuh turunan pun tidak akan pernah habis, jadi untuk apa mereka mengharapkan harta dari Vania lagi.


tapi jodoh tidak ada yang tau. apakah Vania dan Rafael akan berjodoh. Mereka masih terlalu muda untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. jadi perjalanan hidup mereka berdua masih sangat panjang. dengan seiringnya waktu, bisa saja kan keinginan Vania dan Rafael akan berubah.bisa saja kan mereka akan putus cinta di tengah jalan.


karena putus cinta bagi anak remaja itu sudah biasa.


karena apa yang kita harapkan belum tentu bisa kita dapatkan. seberapapun kita berusaha, jika tuhan tidak mengizinkan, maka semuanya usaha kita lakukan akan selalu saja ada halangan nya.


tapi jika Tuhan sudah berkehendak, maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


bahkan sesuatu yang sangat mustahil bagi kita sekalipun, bisa jadi kenyataan.


jadi tidak menutup kemungkinan bahwa Rafael dan Vania belum tentu berjodoh.


begitu juga dengan kita dulu, sering sekali putus cinta kan ?


bahkan ada yang mempunyai beberapa mantan pacar.


asal bukan mantan suami ya?


hehehe.... author becanda nih, lumayan untuk menghibur hati.


ok. kita lanjut ke alur ceritanya besok aja ya. author mau istirahat dulu. author sama kedua putri author lagi demam nih.


jadi butuh istirahat.


****


readers semua, jangan lupa baca karya author yang lainnya.


judulnya ' berbagi cinta '. sudah mulai update beberapa bab loh.


terima kasih atas dukungan dari kalian semua. I love you, untuk readers semua.


apalah artinya karya ku ini tanpa kalian semua.


salam sehat


author.

__ADS_1


...yuk komen supaya author update lagi...


__ADS_2