Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 10 – Gang Wei.


__ADS_3

Tiga hari kemudian Liu Chang datang sesuai dengan undangan Ketua Shi dari suku Langit. Setelah memberikan penjelasan pada Feng San, Liu Chang berangkat pada siang hari setelah menyelesaikan latihan ilmu pedangnya.


“Kau datang lebih cepat dari dugaanku, ayo masuk!” Ketua Shi tersenyum ramah saat melihat Liu Chang telah ada di depan pintu rumahnya.


Ketua Shi menempati bangunan kehormatan di kota kecil ini, bagi penduduk suku Langit dia adalah pahlawan di tempat asal mereka dulu. Jadi tidak ada salahnya memberikan sesuatu untuk mengapresiasinya.


“Bagaimana perkembangan latihanmu?” Membuka pertanyaan Ketua Shi memilih menanyakan perkembangan Liu Chang.


“Tidak terlalu jauh tetapi dalam tiga hari ini lima ratus gerakan baru kembali berhasil kupelajari.”


Sebenarnya dalam tiga hari ini, Liu Chang hanya melakukan latihan dengan porsi yang lebih sedikit. Meskipun dalam waktu itu ia masih berhasil menguasai lebih banyak gerakan pada jurus kedelapan, Liu Chang tidak menganggap hal itu sebuah pencapaian.


Ketua Shi hampir tersedak ludahnya sendiri saat mendengar hal itu, perkembangan Liu Chang bahkan akan sulit diikuti oleh orang lain ditingkat yang sama tetapi bahkan pemuda di depannya ini tidak terlihat senang saat mengatakannya.


“Anak ini sedang merendah atau memang baginya itu adalah hal biasa ....” Ketua Shi mengurut dagunya.


Liu Chang kembali ke gubuk pada sore harinya, kunjungannya ditanggapi dengan baik oleh penduduk suku Langit, meskipun dalam pertarungan dengan salamander saat itu dia tidak terlalu membantu, penduduk suku Langit tetap menganggapnya pahlawan mereka.


Sepanjang perjalanan pulang Liu Chang banyak mendapatkan undangan namun dia menolak semua itu dengan hormat, sebenarnya Liu Chang senang dengan adanya undangan-undangan untuk sekedar menikmati kudapan itu tetapi kegiatan latihannya jadi akan terganggu jika terlalu sering menanggapinya.


°°°°


“Gang Wei, perkenalkan ini muridku Liu Chang.”


Pagi hari setelah latihan ilmu pedang, Liu Chang mendatangi Feng San di depan gubuk. Terlihat di samping Feng San, berdiri seseorang yang seumuran dengan Liu Chang.


Feng San langsung mengenalkan keduanya agar lebih akrab.

__ADS_1


“Gang Wei.”


“Liu Chang.” Liu Chang menjabat tangan Gang Wei sambil tersenyum tipis.


Gang Wei sebenarnya adalah anak dari Gang Fei, asisten Feng San dalam melaksanakan tugasnya sebagai Dewa Naga.


Jika dilihat dari segi kekuatan, Gang Wei masih jauh di bawah Gang Fei saat ini namun telah banyak dari para dewa yang ingin mendapatkannya untuk menjadikan Gang Wei asisten, diperkirakan hanya dalam beberapa tahun lagi dia sudah mampu menggungguli kekuatan ayahnya.


Setelah keduanya saling mengenal dan mengetahui nama masing-masing, Feng San mengutarakan maksudnya membawa Gang Wei kemari.


“Alam Para Dewa?”


Liu Chang cukup terkejut ketika mendengar nama itu, seingatnya Alam Para Dewa hanya dongeng sebab alam seperti itu tidak diketahui letak dan cara untuk memasukinya.


Feng San kemudian menjelaskan bahwa Gang Wei di sini akan menggantikan tugasnya sebagai guru Liu Chang selama dirinya pergi ke Alam Para Dewa.


Untunglah Gang Wei bersedia ikut dengannya kemari, sebab beberapa dewa berusaha menahan Feng San karena tidak terima dengannya yang telah memiliki Gang Fei sebelumnya.


“Aku akan pergi paling lama satu bulan namun aku tidak yakin akan selesai dengan cepat, dewa seperti kami akan membutuhkan banyak waktu dalam berdiskusi. Tetap berlatih lebih giat.” Feng San melambaikan tangannya dan mulai memasuki dimensi di belakangnya.


Perlahan-lahan pintu dimensi di depan Liu Chang mulai hilang menjadi debu cahaya. Liu Chang tersenyum tipis sebelum melirik ke arah Gang Wei, dia merasa Gang Wei akan melakukan sesuatu untuk melatihnya.


Gang Wei membalas senyuman Liu Chang dengan sikap dingin, bagi ras naga sepertinya sangat kecil kemungkinannya untuk mengganggap manusia seperti Liu Chang setara dengannya.


“Mari duduk, kau ingin meminum sesuatu?” Liu Chang tidak membalas lebih jauh sikap Gang Wei padanya, dia menyadari sikap seseorang akan lebih diketahui ketika tidak ada yang mengawasi. Yang bisa Liu Chang lakukan hanya berusaha bersikap lebih ramah padanya


“Tidak perlu, lagipula aku ditugaskan untuk menjadi lawan tanding serta guru, bukan untuk dilayani olehmu.” Gang Wei menjawab datar.

__ADS_1


Sebenarnya Gang Wei tidak ingin mengambil tugas ini namun paksaan ayahnya dan rasa hormatnya pada Feng San membuat Gang Wei mau tidak mau menerima tugas ini dan menemani Liu Chang.


“Huh sialnya, kuharap kemampuannya tidak seburuk kelihatannya ...” Gang Wei telah melihat aura Liu Chang sejak tadi, tidak sedikit pun dia merasakan adanya kekuatan besar yang mengalir pada Liu Chang.


“Baiklah, jika itu maumu, bagaimana jika langsung melatihku sesuatu?” Liu Chang masih bisa tersenyum tipis terhadap jawaban Gang Wei yang datar itu. Dia berusaha sebaik mungkin tidak memalukan Feng San karena ulahnya.


Gang Wei mengganguk pelan, menurutnya jika kemampuan Liu Chang diketahuinya lebih cepat maka itu lebih baik baginya. Dengan itu, dia bisa menentukan sikap dalam melatih Liu Chang ke depannya.


“Aku ingin melihat kemampuanmu ... dari mana saja, pedang atau apapun itu.” Gang Wei berkata datar namun dalam hatinya, dia mulai penasaran dengan kemampuan Liu Chang yang bisa menjadi murid Dewa Naga seperti Feng San.


Liu Chang mengganguk pelan, dia menarik pedang kayunya dan mulai memperagakan beberapa gerakan dalam Ilmu Pedang Dewa Naga. Liu Chang tidak bodoh dia menyadari bahwa Gang Wei sedang mengujinya, karena itu Liu Chang memperagakan jurus-jurus yang cukup sulit dikuti mata.


“Apa?!” Gang Wei hampir tersedak napasnya sendiri, dia melihat Liu Chang seperti sedang menari-nari dengan gerakan itu, gerakannya memang lebih halus dari serangan biasa namun terlihat juga lebih kuat. Gang Wei hanya bisa berdecak kagum karena seingatnya murid-murid dewa terdahulu tidak secepat ini dalam hal belajar ilmu pedang.


Gang Wei mendengar dari ayahnya, Liu Chang belum genap setahun berlatih dengan Feng San, awalnya ia merasa kemampuan Liu Chang tidak akan terlalu jauh namun sekarang Liu Chang berhasil membuktikan bahwa ras manusia sepertinya tidak bernilai rendah di mata Gang Wei.


“Cukup, aku sudah melihatnya, kau mengagumkan. Aku tidak percaya murid Dewa Feng sekuat ini.” Gang Wei berdiri dari duduknya dan berlutut di hadapan Liu Chang untuk memaafkan kesalahannya karena bersikap tidak sopan sebelumnya.


Liu Chang tersenyum tipis dan membangunkan Gang Wei, menurutnya tidak perlu seperti ini. Dia menyadari bahwa kemampuannya memang harus diuji untuk membuktikan kelayakan menjadi murid Feng San.


“Sekarang aku akan menemanimu berlatih dan mengajarkan sesuatu sebisaku. Kau bisa mengendalikan qi bukan?” Gang Wei cukup yakin Liu Chang menguasai pengendalian qi, sebelumnya dia melihat dampak serangan Liu Chang cukup bertenaga seperti mengandung qi.


“Aku tidak menguasainya, sebelumnya aku juga mendengar tentang qi dari suku Langit. Apa yang kalian maksud dengan qi?” Liu Chang mengangkat alisnya.


Gang Wei tidak bisa berkata-kata melihat pengakuan Liu Chang, menurutnya gerakan-gerakan Liu Chang tadi sudah seperti memakai qi, dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Liu Chang benar-benar melapisi pedangnya dengan qi.


“Eh, ya. Akan kuajarkan dasar-dasarnya sedikit.” Gang Wei menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


__ADS_2