
Xie Bing turun dari batu tersebut setelah menyampaikan pidatonya untuk membakar semangat para penduduk bawah tanah yang akan melakukan pemberontakan pada malam hari ini.
"Terima kasih kakak..., " Patriark Bing berjalan ke batu tersebut untuk menaikinya. Semua penduduk yang pernah atau setidaknya melihat Kota atas Jian Yi akan mengenali Hu Bing sebagai Patriark Asosiasi Pedang Muda. pengaruh Asosiasi Pedang Muda yang begitu kuat pada Kota Jian Yi membuat nama Hu Bing juga tidak bisa dianggap remeh.
Patriark Bing menyiapkan dirinya, berpidato di hadapan lebih dari seribu orang menyebabkan dirinya sedikit gugup. Terlebih setelah mendengar teriakkan para penduduk yang menyemangatinya.
"Sebelumnya... Perkenalkan namaku Hu Bing, saat ini aku menjabat sebagai Patriark Asosiasi Pedang Muda di cabang Kota Jian Yi. Bila kalian mengganggap asosiasi kami hanya memanfaatkan keadaan ini... Kalian salah, Asosiasi Pedang Muda sejak dahulu telah berusaha melenyapkan Kelompok Hujan Darah, namun waktu yang kami miliki sangat terbatas mengingat besarnya kekuatan kelompok ini..., "
"Oleh karena itu, ada beberapa informasi yang sebagian akan kusampaikan pada pidato ini berkaitan dengan rapat pemberontakan kemarin..., " Lanjut Patriark Bing.
Kemudian Patriark Bing menjelaskan hasil yang mereka dapatkan setelah melakukan rapat pemberontakan yang dilakukan di kediaman Xie Bing kemarin. Sebagian informasi yang dijelaskan di pidatonya beberapa diantaranya mengenai kekuatan Kelompok Hujan Darah dan sebagian lainnya berisi rencana pada pemberontakan kali ini.
Setelah menyampaikan hal tersebut selama beberapa menit, Patriark Bing turun dari batu tersebut, dia mengatakan semuanya dengan lancar meskipun beberapa kali karena teriakan semangat dari penduduk membuatnya sedikit gugup.
Saat ini Liu Chang diminta oleh Xie Bing untuk menaiki batu tersebut, Liu Chang awalnya sedikit ragu karena perannya tidak terlalu besar dalam pemberontakan kali ini jadi menurutnya tidak perlu sampai menyampaikan sesuatu dihadapan para penduduk ini.
Setelah cukup lama didesak oleh Xie Bing, akhirnya Liu Chang menaiki batu tersebut untuk menyampaikan pidatonya. Bisa dibilang batu tersebut diibaratkan sebuah tempat untuk beroradi, karena di bawah tanah kota tempat yang paling tinggi hanya batu itu.
"Ah, baiklah... Perkenalkan namaku Liu Chang, aku baru berumur 15 tahun. Mungkin sebagian dari kalian akan berpikir... Untuk apa seorang remaja 15 tahun mengikuti hal seperti ini. Meskipun kalian berpikir begitu... Aku yakin kemampuanku dapat membantu pemberontakan kali ini, terima kasih. Oh, dan satu lagi... Untuk pemberontakan kali ini, kobarkan semangat kalian!" Liu Chang hanya menyampaikan pidato yang begitu pendek, karena tidak menemukan hal lain yang ingin dia sampaikan, Liu Chang segera menuruni batu tersebut.
__ADS_1
Reaksi tidak terduga diperlihatkan para penduduk setelah mengetahui Liu Chang yang baru berusia 15 tahun mengikuti pemberontakan ini, golongan pemuda dari penduduk bawah tanah menjadi bersemangat kembali, mereka tentu tidak ingin merasa kalah dari Liu Chang.
•••
Tidak terasa hari cepat berlalu, pada malam ini secara kebetulan pesta pernikahan salah satu anak Yu Hongli juga telah usai, hanya menyisakan anggota keluarga Yu Hongli dan beberapa anggota Kelompok Hujan Darah.
"Chang'er kau sudah bangunkan temanmu? aku lihat dia tertidur pulas dari tadi." Xie Bing yang sedang bersiap untuk melakukan penyerangan mencari Liu Chang dan juga mengabarkan Gang Wei yang sejak siang tertidur, padahal saat ini waktu telah menunjukkan tengah malam.
"Saat ini dia sedang bersiap, kabar baiknya dia adalah kunci sukses kita dalam pemberontakan ini!" Liu Chang tersenyum tipis, dia menyakinkan Xie Bing bahwa Gang Wei baik-baik saja jika hanya tertidur selama itu.
Xie Bing kembali ke aula latihan untuk melakukan diskusi kecil dengan Patriark Bing yang berperan sebagai informan dalam penyerangan kali ini.
"Hu bing, bagaimana? Apakah memungkinkan untuk menyerang saat ini, ataukah kita harus menunggu hingga dini hari?" Xie Bing langsung mengatakan inti pembicaraannya karena saat ini situasi sedang sangat tegang.
Patriark Bing yang menyadari kehadiran Xie Bing diantara mereka segera mempersilahkan Xie Bing untuk bergabung. "kakak, anak buahku yang akan menjelaskan situasinya saat ini, Ayo mulai kembali!!" Patriark Bing melirik anak buahnya yamg hening melihat kedatangan Xie Bing.
"Ah baik Patriark. Ya, jadi begini senior Bing, sehubungan dengan penyerangan malam ini... Kami menemukan bahwa markas Kelompok Hujan Darah di kota ini sedang mengosongkan anggotanya, sepertinya telah terjadi sesuatu pada markas besar mereka... Hal ini bisa menjadi keuntungan kita agar bisa menyerang malam ini, karena saya yakin persentase kemenangan akan lebih besar..., " Jelas anak buah Patriark Bing.
Xie Bing yang melihat adanya kesempatan segera memanggil tangan kanannya untuk mendekat dan bergabung dengan diskusi tersebut.
__ADS_1
Liu Chang secara kebetulan juga sedang berbincang dengan salah satu anak buah Patriark Bing. Jadi, dia juga mengikuti diskusi tersebut.
"Baguslah Liu Chang juga ada disini bersama temannya, kita mulai kembali rapat kecil ini, Silahkan!!" Patriark Bing mempersilahkan anak buahnya untuk menjelaskan kembali situasinya dari sisi yang berbeda.
Selepas berdiskusi selama hampir satu jam, diputuskan bahwa pemberontakan akan dilakukan pada dini hari karena saat itulah kesempatan terbesar untuk mengalahkan Yu Hongli dan Kelompok Hujan Darah sangat besar.
"Sehubungan dengan pemberontakan ini, aku percayakan pada kalian yang ada disini untuk membawa sekitar 200 orang pada kubu serangannya masing-masing!!"
Xie Hing menjelaskan rencananya, diputuskan oleh Xie Bing sendiri bahwa pemimpin kelompok dari kubu serangan berjumlah lima orang. Yaitu, Xie Bing, Liu Chang, Patriark Bing, Gang Wei dan Satu lagi adalah Guan Cheng yang mengurus pengobatan untuk para penduduk yang terluka nantinya.
Meskipun skala pemberontakan kali ini hanya pemberontakan sebesar kota, Xie Bing begitu mempersiapkan banyak hal dari obat-obatan hingga persenjataan yang lengkap bagi penduduknya. Dia tentu tidak ingin melihat penduduknya sendiri terluka walaupun hanya sedikit tergores. Bisa dibilang Xie Bing cukup naif. Namun ia tidak peduli, karena sejatinya ini adalah kesempatan terakhirnya untuk melakukan pemberontakan pada kepemimpinan Yu Hongli.
Begitu banyak penderitaan yang dialami oleh dirinya sendiri maupun para penduduk yang berada di bawah tanah Kota Jian Yi. Bahkan di awal-awal setelah dirinya dilengserkan, Xie Bing terkadang sering melamun menatap bintang malam dari sela - sela terowongan air untuk memikirkan bagaimana nasib penduduk di Kota Jian Yi maupun yang saat itu hidup bersamanya di bawah tanah.
Meskipun demikian, pemberontakan yang akan dilakukan saat ini bagi Xie Bing sendiri sudah merupakan keajaiban yang tidak akan pernah dia lupakan, bila nantinya saat bertarung dengan kelompok itu dirinya meregang nyawa, Xie Bing akan sangat menerimanya. Karena baginya lebih baik mati dengan terhormat daripada hidup dengan terhina dipimpin oleh boneka aliran hitam yaitu Yu Hongli.
••••
Sampai jumpa di Chapter selanjutnya....
__ADS_1
• Ibnu R