Legenda Dewa Naga

Legenda Dewa Naga
CH. 15 – Hadiah Lain.


__ADS_3

Pagi hari ini Liu Chang terlihat kegirangan di mata Gang Wei. Setelah seminggu yang lalu mendapatkan pedang Dewa Petir dari Feng San, Liu Chang selalu merasa senang dari hari ke hari.


“Tidak hanya dipeluk saat tidur, tetapi juga dibawa hingga ke kamar mandi. Aku khawatir jika pedang itu mempunyai roh perempuan, dia akan terkejut melihat besarnya ukuran 'milik' Liu Chang.” Gang Wei menggelengkan kepalanya melihat sebuah bayangan yang terlintas di pikirannya.


Namun yang sebenarnya Liu Chang rasakan adalah sebaliknya. Liu Chang terus melakukan latihannya ketika Gang Wei berhenti dan berisitirahat, semata-mata hanya karena ingin segera menyalip kekuatan Gang Wei yang begitu besar tersebut. Entah kenapa Liu Chang merasa Gang Wei hanya berpura-pura memiliki kekuatan lemah.


“Sialnya kenapa aku baru mengetahui tentang tingkat pendekar seminggu yang lalu, dan saat tahu kemampuanku hanya Pendekar Awal 5, kenapa hatiku terasa sakit ... sedangkan Gang Wei itu, kerjanya hanya tidur dan makan tetapi kenapa kekuatannya begitu besar ...” Liu Chang menggenggam Pedang Dewa Petirnya sangat kuat hingga tangannya berubah menjadi kemerahan.


“70989 ... 70990!!” Liu Chang meneriakkan angka-angka itu dengan semangat.


Liu Chang merasakan seolah perjuangannya tidak berarti melihat kemampuannya hanya sampai di sini, setiap harinya dia berlatih sangat keras bahkan menurut Feng San melebihi latihan pendekar manusia biasa.


Mengangkat pedang dan mengayunkannya ribuan kali lebih banyak dari saat awal-awal memegangnya. Lalu berlatih fisik dengan lari puluhan kilometer begitu giat namun tetap Liu Chang tidak merasakan kekuatan di tubuhnya melonjak dengan cepat.


“Rasa kecewa ini bahkan lebih sakit dari pada ditolak oleh gadis pujaanku saat itu ...” Liu Chang menggerutu kembali, tiba-tiba saja sebuah ingatan tentang cinta pertamanya terlintas saat mengingat rasa sakit.


Liu Chang mengayunkan lebih cepat pedangnya, dan membuat gerakan menyerang secara membabi-buta. Entah kenapa setelah mengingat kejadian itu dia malah semakin bersemangat untuk menjadi kuat.


Dari kejauhan Gang Wei melihat sebuah keanehan pada latihan Liu Chang, tidak biasanya dia melihat Liu Chang membuat gerakan seperti itu bahkan saat bertarung dengannya.


“Kenapa gerakannya seperti orang kesetanan, sungguh aneh ... lebih baik membaca ini, hehe.” Gang Wei kembali fokus pada buku bacaannya. Beberapa saat lalu dia menemukan buku tentang wajah bidadari beserta gambar tubuhnya, dan itu membuatnya sangat tertarik.


Saat Gang Wei sedang fokus pada buku bacaannya, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dengan keras dan membuat Gang Wei menoleh padanya.


“Seharusnya ada yang menemaninya berlatih. Gang Wei, kemana naga yang maniak berpesta itu?”

__ADS_1


“De–Dewa Feng, maafkan aku. A-aku akan segera menemaninya.” Gang Wei hampir saja terjatuh dari duduknya saat melihat keberadaan Feng San. Feng San menatapnya begitu tajam dengan sedikit mengeluarkan aura surgawi yang menekan.


Feng San menggelengkan pelan lalu mengambil buku yang dibaca Gang Wei, “Dia meninggalkan bukunya, apa yang sebenarnya dibaca olehnya ... ini--”


Feng San mengernyitkan keningnya melihat wajah-wajah para bidadari di Khayangan tergambar dengan jelas beserta tubuh mereka di buku ini. Dia jelas terkejut melihat buku yang Gang Wei baca ternyata berisi sesuatu yang vulgar.


“Sialan, naga tua berusia sepuluh ribu tahun itu tidak mendidik anaknya dengan baik tetapi bukankah jika dipikir-pikir, anaknya sendiri berusia 700 tahun ....” Feng San menggelengkan pelan, kemudian membakar buku tersebut. Dalam hitungan detik, semua bagian buku telah berbentuk abu.


Melihat kejadian ini, Feng San merasa harus lebih hati-hati lagi dalam menyimpan buku di raknya, sering kali memang dia tidak melihat buku yang dibawanya dan langsung menyimpan begitu saja.


“Kuharap Chang'er tidak seperti Gang Wei yang mesum dan juga maniak pesta itu.” Feng San kemudian berjalan ke arah Liu Chang yang saat ini sedang berlatih dengan Gang Wei, terlihat mereka telah menyiapkan ancang-ancang dan memegang pedang masing-masing untuk bertarung.


Liu Chang yang melihat Feng San berjalan ke arahnya segera menyimpan kembali pedangnya. Dia menunduk hormat pada Feng San, sepertinya ada sesuatu yang akan dibicarakan, pikir Liu Chang.


“Gang Wei, kau juga kemarilah!” Liu Chang memanggil Gang Wei yang hanya mematung melihat Feng San. Tidak lama Gang Wei segera mengikuti perintah Liu Chang dan duduk di dekat Feng San.


“Gang Wei, aku akan merahasiakannya. Jika kau seperti itu lagi, bersiaplah jika sebuah hukuman akan melayang dari ayahmu!” Feng San berkata pelan namun di sela-sela bicaranya sebuah aura surgawi kembali menekan Gang Wei.


Gang Wei yang melihat tatapan disertai aura itu langsung bergidik ngeri. Dia bisa melihat Feng San begitu serius mengatakannya.


“Baik, Dewa Feng. Mohon jangan sampai ayahku tahu.”


Sebenarnya hewan surgawi seperti Gang Wei tidak boleh memiliki hawa nafsu, meskipun hal itu tidak dilarang karena hakikatnya ras mereka harus berkembang biak untuk melahirkan keturunan. Namun karena naga adalah tunggangan dewa yang dikenal suci serta berwibawa maka sang naga pun harus terlihat seperti itu.


Feng San mengganguk pelan, dia kemudian melirik ke arah Liu Chang yang kebingungan dengan hal yang dilakukan Gang Wei sampai-sampai begitu gemetar saat berbicara. Feng San berkata untuk tidak memikirkannya karena itu adalah urusan sepele antara dirinya dengan Gang Wei.

__ADS_1


“Apa kau pernah melihat seorang pendekar dengan selongsong pedangnya?”


“Tentu, Guru. Aku sering melihatnya di restoran keluarga Han.” Liu Chang menjawab dengan tersenyum tipis.


Feng San mengganguk, “Ah, itu berarti ini tidak akan mengejutkan.” Feng San lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu berukuran kecil dari jubahnya. Terlihat kotak itu begitu indah karena terbuat dari giok.


“Ini kuberikan padamu. Benda ini bernama Cincin Galaksi, sesuatu yang tidak hanya bisa menyimpan pedang serta selongsongnya tetapi dunia ini dapat kau masukan ke dalamnya. Tentu aku tidak memerintahkan itu.” Feng San tersenyum tipis sambil membuka kotak giok yang berisi Cincin Galaksi.


Terlihat Liu Chang hanya diam saja melihat cincin itu, sementara Gang Wei terlihat antusias dan melebarkan matanya melihat Cincin Galaksi ini.


“Kenapa kau begitu senang?” Liu Chang melihat Gang Wei tersenyum tiada henti melihat benda di tangannya.


“Kau tidak tahu, siapa yang akan menolak benda ini di seluruh jagat raya? Semua orang pasti akan terkejut saat melihatnya, bukan sepertimu yang bersikap acuh dan biasa saja.” Gang Wei berkata dengan lugasnya tanpa memikirkan Liu Chang yang semakin heran.


Feng San lalu menjelaskan tentang benda bernama Cincin Galaksi ini. Cincin seperti ini adalah benda gaib yang biasa digunakan oleh para pendekar di dunia persilatan, tetapi karena harganya begitu mahal sering kali cincin seperti ini akan dianggap pusaka oleh sekte yang memilikinya.


Selain itu karena jumlahnya begitu sedikit bahkan dapat dihitung dengan jari, menyebabkan para pendekar sering memperebutkannya dengan susah payah. Tidak peduli itu teman atau keluarga mereka sendiri, mereka pasti akan berusaha mendapatkannya.


Terdapat beberapa tingkatan pada sebuah benda gaib, menurut Feng San benda gaib terbagi menjadi tiga kategori yaitu, Pusaka Bumi, Pusaka Langit, dan Pusaka Dewa.


Cincin yang ada ditangan Liu Chang termasuk Pusaka Dewa. Feng San mendapatkannya di sebuah dimensi yang sudah ditinggalkan oleh sebuah bangsa yang musnah ribuan tahun lalu.


Menurut jumlahnya Pusaka Dewa hanya terdapat tiga saja di jagat raya ini, bahkan para dewa sering kali iri jika seseorang mendapatkan Pusaka Dewa lebih dari satu. Contohnya seperti Feng San yang menjadi pemilik kedua Pusaka Dewa yaitu Cincin Galaksi dan Dimensi Kematian.


“Jadi yang di tanganku ini adalah pusaka tingkat dewa?!”

__ADS_1


“Kau telat untuk terkejut sekarang, Chang'er. Namun tidak apa, karena dimensi ini sudah kumiliki, jadi benda itu yang hanya bisa kuberikan. Cobalah kau teteskan darah ke atas permatanya!”


__ADS_2